
Mei, Xian, dan Thio Ling tiba di Kuil Salju, tempat di mana mereka akan menjalani ujian untuk membuktikan niat baik mereka dalam membantu Kerajaan Salju melawan ancaman Roh Salju yang semakin memburuk. Kuil itu terletak di tengah dataran luas yang tertutup oleh lapisan tebal salju. Angin dingin bertiup kencang, dan matahari terbenam, memberikan suasana yang mencekam di sekitar mereka.
Kuil Salju adalah bangunan besar yang terbuat dari marmer putih bersih, dengan ornamen-ornamen indah yang menghiasi dinding-dindingnya. Pintu masuknya adalah sebuah gerbang tinggi yang dijaga oleh dua prajurit Salju yang bersenjatakan pedang es. Mereka tampak serius dan siap untuk menghadapi siapapun yang datang dengan niat jahat.
Erlina, yang telah membawa Mei, Xian, dan Thio Ling sampai ke sini, menjelaskan prosedur ujian mereka. "Kalian harus menjalani tiga ujian berbeda di dalam Kuil Salju. Setiap ujian akan menguji kemampuan dan niat baik kalian. Jika kalian berhasil melewati ketiga ujian tersebut, maka kalian akan dianggap sebagai sekutu Kerajaan Salju."
Mei, Xian, dan Thio Ling mengangguk sebagai tanda persetujuan mereka. Mereka siap untuk menghadapi ujian apa pun yang menunggu.
Ujian pertama adalah Ujian Kekuatan. Mereka diminta untuk masuk ke dalam sebuah ruangan besar yang sepenuhnya terbuat dari es. Di tengah ruangan tersebut, mereka menemukan sekelompok prajurit Salju yang siap untuk bertarung. Mereka adalah ujian pertama yang harus dihadapi oleh Mei, Xian, dan Thio Ling.
Pertarungan dimulai, dan tiga kultivator dari Pasir Putih harus menghadapi prajurit Salju yang tangguh. Mereka menggunakan kekuatan mereka yang telah terlatih selama bertahun-tahun dalam pertarungan sengit melawan musuh-musuh es. Cuaca dingin dan lapisan salju yang licin membuat pertarungan semakin sulit, tetapi dengan kerja sama tim dan kemampuan mereka yang luar biasa, Mei, Xian, dan Thio Ling berhasil mengalahkan prajurit Salju tersebut.
Ujian kedua adalah Ujian Ketahanan. Mereka harus masuk ke dalam sebuah terowongan es yang panjang dan gelap. Di dalam terowongan tersebut, suhu semakin dingin, dan terpaan angin es yang tajam membuat perjalanan mereka semakin sulit. Ujian ini adalah ujian ketahanan fisik dan mental mereka.
Mereka berjalan dalam kegelapan, dengan hati-hati melangkah setiap langkah. Terowongan tersebut penuh dengan kejutan, seperti dinding es yang tiba-tiba runtuh dan salju yang turun dengan deras. Mereka harus tetap tenang dan berfokus untuk melewati ujian ini.
Di ujung terowongan, mereka menemukan pintu keluar, dan mereka merasa lega karena telah melewati ujian kedua ini. Mereka tahu bahwa yang terakhir adalah Ujian Hati.
Ujian ketiga adalah Ujian Hati. Mereka dibawa ke ruangan terakhir, di mana seorang wanita tua dengan pakaian putih duduk di tengah ruangan yang dihiasi dengan lilin-lilin es yang menyala. Wanita itu adalah seorang pemandu spiritual yang akan menguji niat baik mereka.
Wanita itu menyambut mereka dengan ramah dan berkata, "Ujian terakhir adalah ujian hati kalian. Saya akan membaca hati kalian dan menilai niat baik kalian. Kalian harus jujur dan tulus dalam menjawab pertanyaan saya."
Dengan tulus, Mei, Xian, dan Thio Ling menjawab pertanyaan-pertanyaan wanita itu. Mereka menceritakan niat baik mereka untuk membantu Kerajaan Salju melawan Roh Salju yang semakin kuat. Wanita itu merenung sejenak, lalu tersenyum puas.
__ADS_1
"Kalian semua telah melewati ujian ini dengan baik," katanya. "Kalian adalah sekutu yang berharga bagi Kerajaan Salju. Kami akan memberikan bantuan kalian dalam misi kalian melawan Roh Salju."
Mei, Xian, dan Thio Ling merasa lega dan bersyukur. Mereka telah berhasil melewati ujian-ujian yang sulit ini dan sekarang mendapatkan dukungan penuh dari Kerajaan Salju.
Dengan persiapan yang matang, mereka segera memulai misi mereka untuk melawan Roh Salju yang semakin kuat. Mereka tidak tahu apa yang menunggu di depan, tetapi mereka memiliki tekad yang kuat untuk melindungi Kerajaan Salju dan mengungkap rahasia di balik ancaman Roh Salju.
Sementara itu, di tempat yang jauh, Shiro terus memantau perjalanan mereka dengan penuh perhatian. Dia tahu bahwa tantangan terbesar masih menanti mereka, dan dia bertekad untuk melindungi Mei, Xian, dan Thio Ling agar tetap aman selama misi mereka yang berbahaya ini.
Setelah melewati ujian-ujian berat di Kuil Salju, Mei, Xian, dan Thio Ling memulai perjalanan mereka ke wilayah yang dikuasai oleh Roh Salju. Misi mereka adalah untuk mengungkap rahasia di balik ancaman Roh Salju dan mencoba menghentikan mereka sebelum Kerajaan Salju benar-benar hancur.
Mereka berjalan melalui dataran salju yang luas, melintasi pegunungan es dan hutan yang membeku. Angin dingin menusuk tulang, dan langit mendung, memberikan suasana yang suram di sekitar mereka. Namun, tekad mereka tidak goyah. Mereka telah berjanji untuk melindungi Kerajaan Salju, dan mereka tidak akan mundur.
Selama perjalanan, mereka sering berbicara tentang rencana mereka. Mei adalah yang paling berpengalaman di antara mereka, dan dia menjadi pemimpin alami dalam misi ini. Xian adalah yang paling cerdas dan kreatif, seringkali memberikan ide-ide brilian untuk mengatasi masalah. Thio Ling, dengan kekuatannya yang kuat dan hati yang tulus, menjadi kekuatan fisik dan moral yang penting dalam tim.
Xian mengangguk. "Saya setuju. Kita harus berusaha memahami musuh kita sebaik mungkin sebelum bertindak."
Mereka terus berjalan, mencari petunjuk tentang keberadaan Roh Salju. Namun, tugas itu tidak semudah yang mereka kira. Mereka harus menghadapi berbagai rintangan, seperti badai salju yang melanda, serangan makhluk-makhluk es yang ganas, dan jalan-jalan yang tertutup oleh lapisan es tebal.
Suatu malam, ketika mereka sedang berkemah di tepi danau beku, Xian berkisah tentang pengalaman masa lalunya. "Kalian tahu," katanya sambil memandang api unggun kecil yang mereka buat, "saya pernah menghilang selama beberapa tahun setelah Ujian Air. Saya tidak pernah bercerita tentang itu sebelumnya."
Mei dan Thio Ling melihat Xian dengan penuh perhatian. Mereka ingin tahu apa yang telah dialami Xian selama masa itu.
"Ketika saya menghilang, saya bertemu dengan seorang guru kultivasi yang tua," lanjut Xian. "Nama dia Lu Chen, dan dia telah menjelajahi dunia ini selama puluhan tahun. Dia mengajari saya banyak hal tentang kekuatan dan kebijaksanaan, dan dia mengenalkan saya pada Kelompok Kultivator Pasir Putih."
__ADS_1
Mei menarik napas dalam-dalam. "Jadi, Anda pernah menjadi bagian dari kelompok kultivator itu sebelum bergabung dengan kami."
Xian mengangguk. "Ya, saya berjanji pada waktu itu bahwa saya akan bergabung kembali dengan mereka setelah saya merasa siap. Dan sekarang, setelah bertemu dengan kalian, saya merasa bahwa saatnya tiba."
Thio Ling tersenyum. "Kami senang Anda bergabung dengan kami, Xian. Dan kami akan mendukung keputusan Anda untuk melanjutkan perjalanan dengan Lu Chen."
Mereka melanjutkan perjalanan ke wilayah Roh Salju dengan semangat yang tinggi. Namun, mereka tidak menyadari bahwa mereka sedang dipantau oleh mata-mata Roh Salju yang tak terlihat.
Tiba-tiba, mereka dihadapkan pada kejutan yang mengejutkan. Di tengah hutan es yang gelap, mereka bertemu dengan sosok yang mengejutkan: seorang gadis kecil yang tampak kebingungan dan ketakutan. Gadis itu hanya mengenakan pakaian tipis dan terlihat sangat lemah.
Mei, Xian, dan Thio Ling segera mendekat untuk membantu gadis itu. "Siapa kamu? Apa yang kamu lakukan di sini sendirian?" tanya Mei dengan penuh kekhawatiran.
Gadis kecil itu menatap mereka dengan mata yang penuh rasa takut. "Tolong, bantu saya," pintanya dengan suara lemah.
Namun, sebelum mereka bisa bertanya lebih lanjut, langit di atas mereka menjadi gelap. Angin kencang mulai bertiup, dan salju turun dengan deras. Mereka tiba-tiba merasa terjebak dalam badai salju yang mematikan.
"Kita harus segera mencari perlindungan!" kata Xian, menggandeng tangan gadis kecil itu.
Mereka berlari menuju hutan es yang terdekat, berusaha melindungi diri mereka dari badai yang mengerikan. Di tengah kegelapan, mereka merasa bahwa ada sesuatu yang salah. Mereka merasa bahwa badai ini bukanlah kejadian alam biasa.
Tiba-tiba, di antara kerumunan salju yang berputar-putar, muncul sesosok sosok yang menakutkan. Itu adalah Roh Salju, entitas yang telah mereka cari selama ini.
"Kalian telah masuk ke wilayahku," desis Roh Salju dengan suara menggigil. "Kalian tidak akan pernah bisa keluar dari sini hidup-hidup."
__ADS_1
Misi mereka untuk melawan Roh Salju telah menghadapkan Mei, Xian, dan Thio Ling pada ancaman yang lebih besar dari yang pernah mereka bayangkan. Bagaimana mereka akan menghadapi musuh yang begitu kuat ini? Dan apakah mereka akan bisa melindungi gadis kecil yang mereka temui di tengah badai salju ini?