
Kelompok kultivator ini melanjutkan perjalanan mereka setelah mengalahkan naga yang mengerikan. Mereka berjalan melintasi hutan lebat yang penuh dengan pepohonan tinggi dan suara aliran sungai yang mengalir tenang di sekitarnya. Suasana alam sekitar sangat tenang, dan matahari sore yang bersembunyi di balik awan memberikan cahaya yang lembut.
Xian berjalan di depan, memimpin kelompok ini. Dia merenung, teringat pada pembicaraan terakhirnya dengan Lu Chen. Gurunya telah memberinya arahan yang penting tentang tugas mereka di Kerajaan ini.
"Kalian harus mencari artefak kuno yang dapat membawa kedamaian ke Kerajaan ini," ujar Lu Chen serius. "Artefak tersebut memiliki kekuatan yang luar biasa, dan hanya kalian yang dapat menemukannya."
Xian mengangguk, merenungkan kata-kata guru itu. Dia tahu bahwa tugas ini tidak akan mudah, tetapi dia bersedia melakukannya demi kedamaian Kerajaan.
Thio Ling berjalan di samping Xian, melihat-lihat sekitarnya dengan penuh rasa ingin tahu. Dia adalah seorang wanita yang memiliki tekad yang kuat dan selalu ingin tahu tentang dunia di sekitarnya. "Xian, apa yang kita tahu tentang artefak itu?" tanyanya.
Xian menjawab, "Tidak banyak yang kita ketahui. Artefak tersebut diyakini memiliki kekuatan untuk mengendalikan elemen alam, tetapi lokasinya tidak pernah pasti. Kita harus mengumpulkan informasi dari berbagai sumber dan berusaha mencari petunjuk."
Mei mengangguk setuju, "Kita harus berhati-hati. Kita tidak tahu siapa yang bisa dipercayai di Kerajaan ini."
Mereka melanjutkan perjalanan mereka, berjalan melewati desa-desa kecil dan melintasi pegunungan yang menakjubkan. Mereka bertemu dengan berbagai orang dari berbagai latar belakang, dan Xian selalu berusaha untuk berbicara dengan mereka dan mencari tahu lebih banyak tentang Kerajaan ini.
Suatu hari, ketika mereka sedang beristirahat di sebuah desa kecil di tepi sungai, mereka bertemu dengan seorang pria tua yang duduk di bawah pohon besar. Pria itu terlihat bijak dan tenang, dan sepertinya dia telah menjalani banyak petualangan dalam hidupnya.
Xian mendekatinya dengan sopan, "Permisi, Tuan. Kami sedang mencari artefak kuno yang bisa membawa kedamaian ke Kerajaan ini. Bisakah Anda memberikan bantuan atau informasi yang mungkin Anda miliki?"
Pria tua itu tersenyum, "Kalian adalah kultivator, bukan? Saya bisa merasakan energi spiritual yang kuat dari kalian. Saya telah menjelajahi Kerajaan ini selama puluhan tahun, dan saya pernah mendengar cerita tentang artefak tersebut."
Mereka semua bersemangat, "Apa yang Anda ketahui tentang artefak itu, Tuan?"
Pria tua itu memandang mereka dengan serius, "Artefak tersebut diyakini berada di dalam gua yang sangat dalam di Pegunungan Terlarang. Namun, gua tersebut sangat berbahaya, dan banyak yang mencoba mencarinya namun tidak pernah kembali."
__ADS_1
Xian bertanya lebih lanjut, "Bagaimana kita bisa mencapai Pegunungan Terlarang dan menemukan gua itu?"
Pria tua itu tersenyum, "Saya akan membantu kalian. Saya pernah menjelajahi Pegunungan Terlarang, dan saya tahu jalan menuju gua tersebut. Tetapi perjalanan menuju sana tidak akan mudah, dan kalian harus siap menghadapi berbagai bahaya."
Mereka semua mengangguk, bersedia menghadapi tantangan apa pun. Mereka tahu bahwa mereka memiliki tekad dan persahabatan yang kuat, dan bersama-sama, mereka dapat mengatasi segala rintangan.
Pria tua itu kemudian memberi tahu mereka tentang perjalanan yang akan mereka tempuh. Mereka harus melintasi hutan lebat, melewati sungai yang ganas, dan naik ke pegunungan yang tinggi. Tantangan-tantangan ini akan menguji kekuatan fisik dan mental mereka.
Malam itu, kelompok kultivator ini berkumpul di bawah langit yang berkilauan dengan bintang. Mereka merencanakan perjalanan mereka ke Pegunungan Terlarang, dan meskipun mereka tahu bahwa bahaya akan menunggu di depan, mereka merasa yakin bahwa mereka dapat mengatasi semuanya.
Sebagai angin malam berdesir lembut, Xian, Thio Ling, Mei, dan semua kultivator lainnya merenungkan petualangan mereka yang akan datang. Mereka telah belajar banyak selama perjalanan ini, tentang keberanian, persahabatan, dan tekad dalam menghadapi tantangan. Dan mereka tahu bahwa petualangan terbesar mereka masih menunggu di depan, di dalam Pegunungan Terlarang yang misterius.
Pagi itu, matahari terbit dengan cahaya yang hangat dan memancarkan sinar keemasan yang membelai wajah Xian dan kawan-kawannya. Mereka telah tiba di perbatasan Pegunungan Terlarang setelah berhari-hari perjalanan melintasi hutan lebat dan sungai yang ganas. Sekarang, mereka berdiri di kaki gunung yang tinggi, siap untuk memasuki wilayah yang penuh dengan misteri dan bahaya.
Thio Ling, yang selalu penuh semangat, tersenyum. "Kita telah melewati banyak ujian selama perjalanan ini, Xian. Saya yakin kita dapat mengatasi segalanya bersama-sama."
Mereka melanjutkan pendakian mereka ke pegunungan. Udara di sana terasa lebih dingin dan segar, dan mereka bisa mendengar suara angin yang berdesir lembut di antara celah-celah batu. Pepohonan yang menjulang tinggi menambah kesan megah pegunungan itu.
Selama perjalanan mereka, Mei menarik Xian ke samping. "Xian, saya ingin bicara denganmu sebentar," katanya dengan lembut.
Xian mengangguk dan mereka berdua berjalan beberapa langkah menjauh dari kawan-kawan mereka. "Ada yang salah, Mei?" tanya Xian dengan khawatir.
Mei menatap mata Xian dengan tulus. "Tidak ada yang salah, Xian. Saya hanya ingin mengucapkan terima kasih kepada Anda."
Xian sedikit terkejut. "Terima kasih? Untuk apa, Mei?"
__ADS_1
Mei tersenyum. "Untuk semuanya. Untuk menjadi pemimpin yang hebat, untuk melindungi kami selama perjalanan ini, dan untuk menjadi teman yang baik."
Xian tersenyum dalam balasan. "Tidak perlu mengucapkan terima kasih, Mei. Kami adalah tim, dan kami saling mendukung. Saya juga berterima kasih kepada kalian semua karena telah bersama-sama dengan saya."
Mereka berdua menggandeng tangan sejenak sebelum kembali ke kawan-kawan mereka yang sedang menunggu.
Perjalanan mereka terus berlanjut, semakin mendalam ke dalam Pegunungan Terlarang. Mereka melintasi sungai-sungai kecil yang mengalir jernih di antara lembah-lembah, dan mendaki jalur-jalur yang curam yang menguji kekuatan fisik mereka. Namun, semangat mereka tidak pernah luntur.
Suatu hari, ketika mereka sedang istirahat di sebuah lembah yang indah, mereka melihat sesuatu yang sangat langka. Sebuah bunga langka dengan kelopak berwarna biru keunguan dan tepian emas tumbuh di pinggir lembah. Bunga itu terlihat sangat cantik dan anggun.
Xian dan kawan-kawannya mendekatinya dengan hati-hati, merasa kagum dengan keindahan bunga tersebut. Tiba-tiba, seorang kultivator muncul dari semak-semak di dekatnya.
"Kalian adalah orang-orang yang beruntung," kata kultivator itu dengan senyum. "Bunga ini hanya mekar sekali setiap seratus tahun, dan saat mekar, mereka mengeluarkan energi spiritual yang sangat kuat."
Thio Ling bertanya, "Mengapa bunga ini sangat langka?"
Kultivator itu menjawab, "Bunga ini adalah Bunga Kebahagiaan, diyakini dapat membawa keberuntungan dan kedamaian kepada siapa pun yang melihatnya. Namun, mereka hanya tumbuh di tempat-tempat yang tenang dan terlindung seperti lembah ini."
Mereka semua merasa beruntung telah melihat Bunga Kebahagiaan yang langka ini. Mereka duduk di sekitar bunga itu, merasakan energi spiritual yang kuat yang mengalir di sekitarnya, dan merasa tenang dan damai.
Malam itu, mereka berkemah di lembah tersebut dan bermimpi indah. Mereka tahu bahwa perjalanan mereka masih jauh dari selesai, tetapi mereka juga tahu bahwa mereka telah mencapai suatu tempat yang istimewa, di mana keberuntungan dan kedamaian mengalir seperti sungai yang mengalir melalui Pegunungan Terlarang.
Kisah ini akan terus berlanjut, dengan kejutan-kejutan dan petualangan yang selalu menunggu di depan. Tetapi itu adalah cerita untuk lain waktu, karena sekarang adalah waktu untuk beristirahat dan menikmati momen indah ini bersama-sama.
Dan begitulah, di bawah langit yang berkilauan dan penuh bintang, kelompok kultivator ini tertawa, bercanda, dan berbagi kisah-kisah mereka. Mereka tahu bahwa dunia ini penuh dengan misteri dan keajaiban, dan mereka siap untuk menjelajahinya bersama-sama, sebagai teman-teman yang kuat dan bersatu.
__ADS_1