Lee Xian, Kultivator Guyon

Lee Xian, Kultivator Guyon
Makhluk Gaib di Pegunungan Terlarang


__ADS_3

Ketika Xian dan teman-temannya tiba di kaki Pegunungan Terlarang, mereka disambut oleh pemandangan yang luar biasa. Gunung-ganang menjulang tinggi ke langit biru, dan awan putih menari-nari di sekitarnya. Sinar matahari menembus celah-celah pepohonan, menciptakan bayangan yang misterius di permukaan tanah. Namun, yang paling mengesankan adalah kedatangan mereka yang disambut oleh makhluk-makhluk gaib yang tinggal di sana.


Makhluk-makhluk gaib ini memiliki penampilan yang sangat unik. Mereka terlihat seperti gurita dengan kaki-kaki panjang yang menjuntai di sekeliling mereka. Tubuh mereka memiliki corak warna-warni yang bersinar terang, seolah-olah mereka adalah hasil campuran antara cahaya dan warna-warni alam.


Ketika Xian dan teman-temannya mendekati makhluk-makhluk gaib ini, mereka disambut dengan tarian dan tawa yang penuh keceriaan. Makhluk-makhluk gaib ini melompat-lompat dengan riang, menggerakkan tentakel mereka dalam pola-pola yang indah, dan menggelar pertunjukan tarian yang memukau. Suara tawa mereka menggema di sekitar Pegunungan Terlarang, menciptakan aura kegembiraan yang tak terlupakan.


Xian merasa senang melihat betapa ramahnya makhluk-makhluk gaib ini. Mereka seolah-olah ingin menyambut tamu-tamu mereka dengan segala keramahan dan kebahagiaan yang mereka miliki. Xian dan teman-temannya bergabung dalam tarian gaib ini, merasakan getaran kebahagiaan yang mengalir melalui tubuh mereka.


Saat matahari mulai tenggelam di balik gunung-ganang, makhluk-makhluk gaib itu mengundang Xian dan teman-temannya untuk berkumpul di sekitar api unggun yang mereka buat. Mereka duduk bersama, bercerita, dan berbagi tawa. Xian merasa begitu bersatu dengan makhluk-makhluk gaib ini meskipun berasal dari dunia yang berbeda.


Saat malam tiba, Xian dan teman-temannya diberi tempat tidur yang nyaman di bawah bintang-bintang bersama makhluk-makhluk gaib ini. Mereka tertidur dengan senyum di wajah mereka, merasakan kedamaian dan kebahagiaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.


Pegunungan Terlarang memang tempat yang luar biasa, bukan hanya karena keindahan alamnya, tetapi juga karena keramahan dan keceriaan makhluk-makhluk gaib yang tinggal di sana. Xian tahu bahwa petualangannya di sini akan membawanya pada pengalaman yang tak terlupakan, dan dia merasa sangat beruntung dapat berbagi momen-momen istimewa ini dengan teman-temannya dan makhluk-makhluk gaib yang ramah ini.


Xian dan teman-temannya tenggelam dalam suasana kebahagiaan yang tak terlupakan di Pegunungan Terlarang. Mereka telah berada di sana selama beberapa hari, menikmati pertunjukan tarian gaib, berbagi lelucon, dan bahkan belajar sedikit tentang seni tawa yang diajarkan oleh makhluk-makhluk gaib yang mereka sebut Gelolaugh.


Saat matahari tenggelam untuk hari ketiga berturut-turut, Xian duduk di samping api unggun dengan seorang Gelolaugh yang ia kenal dengan nama Gurina. Gurina adalah makhluk gaib yang memiliki warna merah menyala dan tentakel berbentuk hati yang panjang.


"Xian, saya ingin berbicara denganmu tentang sesuatu yang serius," kata Gurina dengan ekspresi serius di wajahnya.

__ADS_1


Xian mengangguk dan memberi isyarat kepada teman-temannya untuk memberi mereka privasi sebentar. Mereka pun berjalan menjauh sambil berbicara dengan makhluk-makhluk gaib lainnya.


"Apa yang ingin kamu bicarakan, Gurina?" tanya Xian dengan penuh perhatian.


Gurina menghela nafas dalam-dalam sebelum menjawab, "Xian, meskipun kami, Gelolaugh, hidup dalam kebahagiaan yang tak terbatas dan senyum selalu menghiasi wajah kami, kami tahu bahwa di duniamu, ada banyak penderitaan dan kesedihan. Kami merasa empati terhadap semua makhluk di duniamu yang menderita."


Xian merasa terharu oleh kata-kata Gurina. "Aku juga merasa empati terhadap mereka. Itu sebabnya aku ingin membawa filosofi Guyon ke duniamu, agar bisa membantu mengurangi penderitaan dan membawa lebih banyak tawa dan kebahagiaan."


Gurina mengangguk. "Kami sangat menghargai niat baikmu, Xian. Tapi kami tahu bahwa di duniamu juga ada konflik dan ketegangan, terutama di kalangan kultivator yang bersaing satu sama lain. Kami ingin membantumu mengatasi konflik tersebut."


Xian tersenyum. "Itu sangat baik, Gurina. Bagaimana kalian bisa membantu?"


Xian merasa antusias dengan rencana ini. "Aku yakin rencana ini akan berhasil. Kita bisa bekerja sama untuk membawa kedamaian dan kebahagiaan ke duniamu."


Saat mereka berbicara, teman-teman Xian dan makhluk-makhluk gaib lainnya juga berbincang dan tertawa bersama. Meskipun mereka berasal dari dunia yang berbeda, mereka merasa semakin dekat satu sama lain dan merasa ada hubungan yang kuat di antara mereka.


Namun, ketika malam tiba dan bintang-bintang bersinar di langit, sesuatu yang tak terduga terjadi. Sebuah gemuruh besar terdengar dari dalam hutan, dan tanah bergetar. Semua mata segera tertuju pada arah suara tersebut, dan mereka melihat sesuatu yang menggemparkan.


Gemuruh besar dan getaran tanah semakin dekat, dan Xian dan teman-temannya segera bersiap-siap untuk menghadapi apa pun yang akan datang. Mereka berdiri dengan tegak di depan api unggun, mata mereka terfokus ke arah suara itu.

__ADS_1


Tiba-tiba, dari balik pepohonan hutan yang lebat, muncul sekelompok makhluk besar. Mereka tampak seperti manusia tetapi memiliki kulit yang terlihat seperti batu dan mata yang memancarkan aura yang menakutkan. Mereka adalah kultivator dari luar kota yang berusaha untuk menguasai Pegunungan Terlarang.


Xian melangkah maju dengan tenang, berusaha untuk menyelesaikan situasi ini dengan damai. "Kami adalah tamu di sini. Kami datang dalam damai dan mencari kebahagiaan. Tidak perlu ada pertikaian."


Namun, pemimpin kelompok kultivator dari luar kota menertawakan Xian dengan nada merendahkan. "Kami tidak peduli dengan kebahagiaanmu. Kami ingin menguasai Pegunungan Terlarang dan mengambil kekuatan dari sini."


Gurina, makhluk gaib yang telah berbicara dengan Xian sebelumnya, melangkah maju dengan penuh kepercayaan diri. "Kami Gelolaugh adalah makhluk yang hidup dalam kebahagiaan. Kami tidak akan membiarkan kejahatan merusak harmoni kami."


Tapi pemimpin kultivator luar kota mengabaikan kata-kata Gurina. Dia melepaskan serangan pertama, dan pertarungan pun dimulai. Xian dan teman-temannya, bersama dengan Gelolaugh, berusaha sebaik mungkin untuk meredakan situasi ini tanpa harus bertindak keras.


Meskipun usaha mereka, pertarungan semakin memanas. Kultivator luar kota tampaknya tak kenal ampun, dan mereka ingin menguasai Pegunungan Terlarang dengan segala cara. Ini adalah konflik yang mendalam dan memilukan, karena makhluk-makhluk gaib yang tinggal di sini berusaha untuk menjaga kedamaian dan kebahagiaan mereka.


Di tengah kekacauan pertarungan, ada cerita selingan yang terungkap. Seorang makhluk gaib muda bernama Lina, yang merupakan sahabat Gurina, mencoba menghadapi salah satu kultivator luar kota yang sangat kuat. Lina adalah makhluk yang ceria dan penuh semangat, tetapi dia terlalu lemah untuk melawan kultivator tersebut.


Lina berusaha berbicara dengan kultivator itu. "Kenapa kamu melawan kami? Kami hanya ingin hidup dalam kebahagiaan di sini. Apa yang kamu cari di Pegunungan Terlarang?"


Kultivator luar kota itu hanya mengabaikan Lina dan melanjutkan serangannya. Namun, Lina tidak menyerah. Dia mencoba sebaik mungkin untuk melindungi rumahnya dan teman-temannya, bahkan jika itu berarti menghadapi risiko besar.


Pertarungan semakin memanas, dan semua pihak terlibat dalam konflik ini berjuang untuk mempertahankan keyakinan mereka. Namun, pada saat yang sama, ada juga sentuhan kebaikan dan empati yang muncul di antara karakter-karakter ini. Pertanyaannya sekarang adalah apakah mereka bisa menemukan jalan damai dan mengatasi konflik yang sedang berkecamuk di Pegunungan Terlarang ini.

__ADS_1


__ADS_2