Lee Xian, Kultivator Guyon

Lee Xian, Kultivator Guyon
Pertemuan yang Tak Terduga, Xian Muncul Lagi


__ADS_3

Keesokan harinya, ketika matahari mulai naik di langit biru, Cin Xiu dan teman-temannya merasa segar bugar setelah tidur malam yang tenang di bawah bintang. Mereka memutuskan untuk melanjutkan petualangan mereka lebih dalam ke dalam hutan yang misterius ini.


Mereka berjalan melalui hutan dengan hati-hati, merasa terpesona oleh keindahan alam di sekitar mereka. Ranting-ranting pohon menjulang tinggi di atas mereka, dan sinar matahari bersinar di antara daun-daun yang lebat, menciptakan bayangan-bayangan yang menarik di tanah.


Tiba-tiba, mereka mendengar suara gemuruh dari kejauhan. Mereka bertiga berhenti sejenak dan saling berpandangan dengan rasa penasaran. Suara itu semakin dekat, dan mereka bisa merasakan getaran tanah di bawah kaki mereka.


Dalam sekejap, sebuah kawanan gajah besar muncul di depan mereka. Gajah-gajah itu begitu besar dan indah, dengan gading yang mengkilap di bawah sinar matahari. Mereka bergerak lambat melintasi hutan, menghancurkan semak-semak dengan belalai mereka.


Cin Xiu, Wei, dan pria tua itu hanya bisa berdiri di tempat, takjub oleh pemandangan yang luar biasa ini. Mereka tahu bahwa pertemuan ini adalah sesuatu yang sangat istimewa, dan mereka tidak ingin mengganggu gajah-gajah itu.


Kemudian, tanpa diketahui, Cin Xiu merasa ada yang aneh dengan salah satu gajah. Gajah itu terlihat gelisah dan tidak seperti yang lainnya. Tanpa berpikir panjang, Cin Xiu melangkah mendekati gajah itu dengan perlahan.


Dia bisa melihat ekspresi gajah itu dengan jelas sekarang. Gajah itu terlihat sangat lelah dan lapar, matanya penuh dengan rasa sakit. Cin Xiu merasa empati mendalam terhadap gajah itu dan bertanya-tanya apa yang bisa dia lakukan.


Teman-temannya yang lain juga mendekat, dan mereka semua merasa bahwa mereka harus membantu gajah itu. Mereka mengambil semua makanan yang mereka bawa dan memberikannya kepada gajah itu. Gajah itu dengan cepat makan dengan rakus, seolah-olah dia tidak pernah makan selama berhari-hari.


Saat gajah itu makan, mereka memperhatikan tali yang terikat di kakinya. Tali itu tampak tua dan kotor, dan mereka tahu bahwa gajah itu pasti terjebak dalam perangkap pemburu.

__ADS_1


Mereka tahu bahwa mereka harus membebaskan gajah itu. Dengan hati-hati, mereka mulai melepaskan tali yang terikat di kakinya, dan gajah itu tampak sangat bersyukur. Begitu tali terlepas, gajah itu melompat dengan sukacita dan pergi ke hutan dengan cepat.


Pertemuan mereka dengan gajah itu adalah pengalaman yang tak terlupakan. Mereka merasa bahwa mereka telah melakukan sesuatu yang baik, dan mereka juga merasa lebih dekat satu sama lain karena pengalaman ini.


Mereka melanjutkan perjalanan mereka lebih dalam ke dalam hutan, tanpa tahu apa yang akan mereka temui selanjutnya. Petualangan mereka masih berlanjut, dan mereka siap menghadapi apa pun yang akan datang.


Sementara itu, di balik semak-semak yang lebat, mata yang tajam memperhatikan mereka. Seseorang atau sesuatu yang telah mengikuti jejak mereka sepanjang waktu. Apakah ini akan menjadi pertemuan yang tak terduga dalam petualangan mereka?


Xian, yang sebelumnya menghilang selama Ujian Air, tiba-tiba muncul di tengah perjalanan Cin Xiu, Wei, dan pria tua tersebut. Mereka kaget dan senang melihatnya, tetapi juga merasa bingung oleh kehadirannya yang tiba-tiba.


Xian muncul dengan langkah-langkah yang lemah dan rambutnya yang panjang dan hitam tergerai bebas. Wajahnya yang pucat dan mata yang tajam langsung menarik perhatian mereka. Xian segera menceritakan kisahnya tentang bagaimana dia terpisah dari mereka selama Ujian Air.


Cin Xiu mendengarkan dengan penuh perhatian, merasa iba terhadap Xian yang telah mengalami banyak kesulitan selama perjalanannya sendiri. Mereka sangat merindukannya, dan kehadirannya kembali adalah berita baik.


Dalam beberapa hari terakhir, Xian telah menjalani petualangan sendiri yang penuh bahaya. Dia telah menghadapi makhluk-makhluk ganas dan bertahan hidup dengan cara yang sulit. Meskipun dia sekarang terlihat lemah dan lapar, semangatnya tetap kuat.


Setelah beberapa percakapan, mereka semua merasa lebih dekat satu sama lain daripada sebelumnya. Mereka telah mengalami banyak hal bersama-sama selama perjalanan mereka, dan pengalaman Xian selama perpisahan mereka hanya menambahkan dimensi baru pada hubungan mereka.

__ADS_1


Malam itu, mereka berkemah di tepi sungai yang tenang. Api unggun kecil berkobar, dan mereka duduk di sekitarnya, berbagi cerita dan tawa. Mereka merasakan kehangatan persahabatan mereka dan merasa lebih yakin dalam petualangan mereka yang akan datang.


Saat fajar menyingsing, mereka melanjutkan perjalanan mereka lebih dalam ke dalam hutan. Mereka tidak tahu apa yang akan mereka temui selanjutnya, tetapi mereka siap menghadapinya bersama-sama.


Selama perjalanan, mereka mulai merasakan bahwa ada sesuatu yang aneh dengan alam di sekitar mereka. Suasana hutan berubah, dan udara terasa tegang. Mereka memutuskan untuk berhenti sejenak dan mencari tahu apa yang sedang terjadi.


Saat mereka berdiri di tempat itu, mereka mendengar suara gemuruh yang semakin dekat. Itu adalah suara deru air yang mengalir dengan sangat kuat. Mereka mengikuti suara itu dan tiba-tiba, mereka menemukan sesuatu yang luar biasa.


Mereka tiba di tepi sungai yang sangat lebar dan dalam. Airnya mengalir dengan begitu cepat, membuat mereka merasa kagum dan sekaligus takut. Namun, yang paling menakjubkan adalah apa yang mereka lihat di tengah sungai itu.


Di tengah sungai yang ganas itu, ada pulau kecil yang tampaknya terapung di atas air. Di pulau itu, ada sebuah pohon besar yang memiliki bunga-bunga yang berkilauan seperti mutiara. Bunga-bunga itu memancarkan cahaya yang lembut dan memikat.


Mereka tahu bahwa mereka harus mencapai pulau itu, tetapi tantangan yang harus mereka hadapi sangat besar. Air sungai begitu ganas, dan pulau itu berjarak beberapa puluh meter dari mereka.


Pria tua itu dengan cepat merumuskan rencana. Mereka akan menggunakan semua keterampilan mereka untuk mencapai pulau itu, tetapi mereka tahu bahwa mereka harus berhati-hati dan tetap waspada terhadap bahaya apa pun yang mungkin menghadang mereka.


Dengan berani, mereka memulai perjalanan mereka melintasi sungai yang ganas itu. Airnya memukul mereka dengan keras, dan mereka harus berpegangan erat-erat satu sama lain agar tidak terseret oleh arus yang kuat. Xian menunjukkan keberaniannya dengan mengambil peran terdepan, memimpin jalan mereka ke arah pulau itu.

__ADS_1


Saat mereka semakin mendekati pulau itu, mereka merasa aura mistis yang semakin kuat. Mereka tahu bahwa mereka sedang menuju sesuatu yang luar biasa, dan mereka merasa tegang dan penuh antisipasi.


__ADS_2