
Badai salju melanda mereka dengan hebatnya. Mereka berdiri tegak di bawah serbuan angin dingin dan salju yang turun dengan deras, siap menghadapi Roh Salju yang berdiri di hadapan mereka. Gadis kecil yang mereka temui juga berada dalam bahaya, dan mereka berkomitmen untuk melindunginya.
Mei menggenggam pedangnya dengan erat. "Kita tidak bisa menghindarinya, kita harus melawan Roh Salju ini!"
Xian berseru, "Kita harus bekerja sama. Ini akan menjadi pertarungan yang sulit."
Thio Ling mengangguk dan bersiap untuk pertarungan. Roh Salju yang berdiri di depan mereka adalah entitas yang mengerikan, dengan kekuatan alam yang tak terbayangkan.
Roh Salju melepaskan serangan pertamanya, mengirimkan serbuan salju dan angin tajam ke arah mereka. Mei segera melompat ke samping, menghindari serangan tersebut, dan dengan cepat meluncur menuju Roh Salju, mengayunkan pedangnya dengan kecepatan kilat. Roh Salju dengan cepat menghindar, melayang di udara untuk menghindari serangan balasan Mei.
Xian berdiri di tempat yang lebih jauh, mengumpulkan energi spiritual di sekelilingnya. Dia merasakan kekuatan alam di sekitarnya dan berusaha mengendalikannya. Dengan gerakan tangan yang cepat, dia melepaskan serangan es yang menusuk ke arah Roh Salju. Roh Salju meluncur ke samping untuk menghindari serangan itu, tapi Xian sudah memiliki rencana lain. Dia mengubah serangan esnya menjadi belitan, mencoba mengikat Roh Salju.
Namun, Roh Salju dengan mudah melepaskan diri dari belitan es itu dan melayang ke udara lagi. Ini adalah musuh yang tangguh, dan Xian tahu mereka harus berpikir cepat.
Thio Ling, di sisi lain, telah mengambil posisi pertahanan di antara Mei dan Xian. Dia mengangkat tangan kanannya, mengumpulkan energi spiritualnya di telapak tangannya, dan melepaskan serangan energi spiritual yang kuat ke arah Roh Salju. Serangan itu menghantam Roh Salju, membuatnya goyah sejenak.
"Ini peluang kita!" teriak Thio Ling kepada Mei dan Xian.
Mereka berdua segera meluncur ke arah Roh Salju, menggabungkan kekuatan mereka. Mei mengayunkan pedangnya dengan presisi yang mematikan, sedangkan Xian mengirimkan serangan energi spiritualnya dengan akurasi yang tinggi. Mereka berhasil mengenai Roh Salju, menyebabkannya terpeleset ke tanah dengan keras.
Namun, Roh Salju tidak menyerah begitu saja. Dengan gerakan cepat, ia bangkit kembali dan melepaskan serangan salju besar yang melibatkan mereka dalam badai es yang lebih kuat. Mereka berdua harus berjuang keras untuk bertahan, dan Thio Ling juga berusaha yang terbaik untuk melindungi mereka dengan perisainya.
__ADS_1
Pertarungan berlanjut dengan sengit. Mereka berdua bekerja sama dengan sempurna, menggunakan kekuatan dan kemampuan mereka untuk mengatasi Roh Salju yang kuat. Namun, mereka juga harus berjuang melawan elemen-elemen alam yang berada di bawah kendali Roh Salju, seperti badai salju dan angin yang tajam.
Gadis kecil yang mereka temui terlihat ketakutan, tapi dia tetap berada di tempat yang aman, menonton pertarungan dengan mata penuh kagum. Dia bisa merasakan bahwa tiga orang ini adalah pahlawan yang sedang berjuang untuk melindunginya.
Tiba-tiba, dalam salah satu serangan mereka yang berani, mereka berhasil melukai Roh Salju dengan cukup serius. Roh Salju tampak terluka dan melemah, memungkinkan mereka untuk mengejar serangan terakhir.
Dengan kekuatan yang tersisa, Mei, Xian, dan Thio Ling mengeluarkan serangan koordinasi mereka yang paling kuat. Mei mengayunkan pedangnya dengan penuh kekuatan, Xian melepaskan serangan energi spiritualnya, dan Thio Ling melepaskan serangan energi spiritualnya yang paling kuat.
Serangan itu menghantam Roh Salju dengan kekuatan penuh, menyebabkannya tersungkur ke tanah dengan keras. Roh Salju meleleh dengan cepat, berubah menjadi air dan es yang larut dalam badai salju.
Mei, Xian, dan Thio Ling berdiri tegak, napas mereka tersengal-sengal. Mereka telah berhasil mengalahkan Roh Salju yang kuat, tetapi badai salju masih berlanjut. Mereka berdua memandang langit yang masih tertutup awan kelabu dan badai salju yang tak kunjung mereda.
Thio Ling berkata dengan nafas tersengal-sengal, "Kita harus segera meninggalkan tempat ini sebelum badai salju semakin parah."
Gadis kecil itu mengangguk, matanya masih penuh kagum. "Kalian hebat sekali! Terima kasih, Tuan dan Nyonya!"
Xian tersenyum sambil menggelengkan kepala. "Kami bukan tuan atau nyonya. Kami hanya melakukan apa yang benar."
Setelah memastikan gadis kecil itu aman, mereka bertiga melanjutkan perjalanan mereka melintasi dataran salju yang tak berujung. Badai salju akhirnya mereda, tetapi udara masih sangat dingin. Mereka terus berjalan, mencari tempat yang aman untuk beristirahat.
Selama perjalanan mereka, percakapan terjalin antara Mei, Xian, dan Thio Ling. Mereka membicarakan pertarungan mereka dengan Roh Salju dan kekuatan alam yang luar biasa yang dimilikinya. Mereka juga membicarakan tentang gadis kecil yang mereka selamatkan.
__ADS_1
Xian bertanya, "Kalian berdua pernah melihat sesuatu seperti Roh Salju sebelumnya?"
Mei menggelengkan kepala. "Tidak pernah. Ini adalah pertama kalinya aku melihat makhluk semacam itu. Tapi aku yakin ada banyak bahaya yang menunggu di dunia ini."
Thio Ling menambahkan, "Ya, dunia ini penuh dengan misteri dan bahaya. Tapi inilah yang membuat perjalanan kami begitu menarik."
Sementara mereka berjalan, Xian tiba-tiba teringat sesuatu. "Aku ingin bertanya tentang misi baru yang diberikan oleh Lu Chen. Apa yang kalian ketahui tentang itu?"
Mei mengangguk. "Benar, kita harus membicarakannya. Lu Chen memberi tahu kita bahwa misi ini sangat penting dan berbahaya. Kami harus mencari artefak kuno yang disebut 'Batu Naga.' Tapi dia tidak memberi banyak informasi tentang artefak itu sendiri."
Thio Ling menambahkan, "Dia hanya memberi tahu kita bahwa artefak ini memiliki kekuatan besar dan bisa jatuh ke tangan yang salah jika tidak segera ditemukan. Kita harus segera melanjutkan perjalanan dan mencarinya."
Xian mengangguk. "Kita tidak punya banyak waktu. Kita harus bergerak cepat."
Malam semakin larut, dan mereka akhirnya menemukan tempat yang aman untuk beristirahat. Mereka membuat perkemahan sederhana dan berkumpul di sekitar api unggun yang mereka buat. Suasana malam yang dingin menjadi hangat oleh api yang berkobar.
Mereka berbicara tentang misi mereka yang berbahaya, tentang tantangan dan bahaya yang mungkin menunggu mereka di masa depan. Tapi mereka juga tertawa dan bercanda, menunjukkan kedekatan dan persahabatan yang mereka bagi selama perjalanan mereka bersama.
Tiba-tiba, Thio Ling mengeluarkan sebuah cerita lucu tentang kejadian lucu yang pernah dialaminya selama latihan kultivasi. Semua orang tertawa, dan suasana menjadi lebih ringan. Itu adalah momen-momen seperti ini yang membuat mereka merasa seperti keluarga, meskipun mereka berasal dari latar belakang yang berbeda.
Namun, di balik keceriaan mereka, mereka tahu bahwa bahaya selalu mengintai di sudut-sudut dunia ini. Mereka akan terus berjuang untuk menjaga perdamaian dan kebahagiaan, seperti yang diinginkan oleh Lu Chen dan perkumpulan Pasir Putih.
__ADS_1
Dengan tekad yang kuat dan persahabatan yang mendalam, Mei, Xian, dan Thio Ling siap untuk menghadapi semua rintangan yang mungkin mereka temui dalam perjalanan mereka mencari Batu Naga, artefak kuno yang memiliki kekuatan besar. Dan dengan begitu, cerita petualangan mereka terus bergulir, penuh dengan misteri, keajaiban, dan bahaya yang tak terduga.