Lee Xian, Kultivator Guyon

Lee Xian, Kultivator Guyon
Guardian of the Mountains


__ADS_3

Mereka melangkah lebih dalam ke dalam labirin bawah tanah, dipandu oleh Guardian of the Mountains yang memandu mereka melalui lorong-lorong yang gelap dan sempit. Suasana di dalam labirin itu gelap dan menyeramkan, dengan suara-suara gemerisik dan gejolak yang menggema di dinding-dinding batu. Mereka merasa seakan-akan berjalan ke dalam perut bumi yang gelap dan misterius.


"Jaga kewaspadaan, teman-teman," kata Lu Chen, ketua Pasir Putih, "Kita tidak tahu apa yang mungkin kita temui di dalam sini."


Mereka melanjutkan perjalanan mereka, mengikuti petunjuk yang diberikan oleh Guardian of the Mountains. Mereka harus melewati berbagai jebakan dan perangkap yang tersebar di sepanjang lorong. Dinding-dinding labirin itu terhiasi dengan lambang-lambang kuno dan gambar-gambar yang aneh, membuat mereka semakin penasaran tentang asal-usul tempat ini.


Saat mereka menjelajahi labirin yang semakin dalam, percakapan mereka bergeser ke topik yang lebih pribadi. Xian bertanya kepada Lu Chen tentang pengalamannya sebagai kultivator yang telah menjelajahi dunia selama puluhan tahun.


Lu Chen tersenyum melihat rasa ingin tahu Xian. "Saya telah melihat banyak hal selama perjalanan saya," katanya. "Saya telah bertemu dengan berbagai jenis makhluk, baik yang baik maupun yang jahat. Dan saya juga telah menemukan banyak keajaiban alam yang tidak dapat dijelaskan."


Thio Ling menambahkan, "Bagi kami yang masih relatif muda dalam dunia kultivasi, pengalaman Anda sangat berharga. Kami ingin belajar sebanyak mungkin dari Anda."


Lu Chen merasa terhormat oleh kata-kata mereka. "Kultivasi adalah perjalanan panjang dan sulit," katanya. "Tapi jika Anda memiliki tekad dan dedikasi, Anda akan menjadi lebih kuat setiap hari."


Saat mereka terus berjalan, mereka tiba-tiba mendengar suara langkah-langkah berat yang mendekat. Mereka segera bersiap untuk pertempuran, tetapi saat penampakan muncul dari sudut lorong, mereka merasa kaget.


Seorang pria tinggi dan berotot muncul, dia mengenakan pakaian yang tampak usang dan bersenjatakan pedang yang memancarkan energi spiritual yang kuat. Dia memandang mereka dengan tatapan tajam, dan wajahnya yang parut memberi kesan bahwa dia adalah seorang pejuang berpengalaman.


"Siapa kalian?" tanyanya dengan suara yang tenang tetapi tegas.


Lu Chen menjawab dengan tenang, "Kami adalah kultivator yang sedang mencari Batu Naga. Kami tidak bermaksud mencari masalah."


Pria itu mengangguk, dan suasana tegang sedikit mereda. "Saya adalah Jiang Feng," katanya. "Saya telah menjelajahi labirin ini selama bertahun-tahun. Saya tahu jalur-jalurnya dengan baik."

__ADS_1


Mereka segera menyadari bahwa Jiang Feng bisa menjadi aset berharga dalam pencarian mereka. Dia setuju untuk bergabung dengan mereka dan memandu mereka melalui labirin ini. Dengan pengalamannya, mereka merasa semakin yakin bahwa mereka akan berhasil menemukan Batu Naga.


Saat mereka melanjutkan perjalanan mereka, mereka mendapatkan wawasan berharga dari Jiang Feng tentang jebakan-jebakan dan bahaya-bahaya yang ada di dalam labirin. Dia juga berbagi cerita-cerita menarik tentang petualangannya di dalamnya, yang membuat perjalanan mereka semakin menarik.


Saat mereka menjelajahi lorong yang semakin dalam, mereka mendapati bahwa labirin ini semakin rumit dan berbahaya. Mereka harus melewati perangkap-perangkap yang semakin berbahaya, dan ketegangan semakin terasa di udara.


Tiba-tiba, mereka mencapai ruangan besar yang penuh dengan lukisan-lukisan kuno dan relief-relief yang menggambarkan sejarah kuno. Di tengah ruangan, mereka melihat sesuatu yang membuat mereka tercengang.


Batu Naga itu sendiri terletak di atas sebuah altar batu, bersinar dengan cahaya biru yang mempesona. Batu itu tampak begitu kuat dan indah, membuat mereka merasa takjub.


"Kami telah menemukannya!" kata Mei dengan gembira.


Namun, sebelum mereka bisa mendekati Batu Naga, mereka mendengar suara tertawa yang ganas. Mereka berbalik dan melihat seorang pria tinggi dengan pakaian gelap dan mata yang berkilat tajam.


Mereka menyadari bahwa mereka tidak sendirian di dalam ruangan ini. Dan pertempuran yang mendebarkan pun dimulai.


Pria tinggi dengan pakaian gelap itu menghadapi mereka dengan senyum meremehkan, sementara Batu Naga bersinar di belakangnya. Mereka segera menyadari bahwa mereka akan menghadapi pertempuran sengit untuk merebut kembali Batu Naga.


"Tidak ada yang akan menyerahkan Batu Naga begitu saja," kata Lu Chen dengan suara tegas. "Kami akan melawan untuk mempertahankannya."


Jiang Feng, yang juga siap untuk bertarung, menambahkan, "Kami tidak akan mundur begitu saja, pemilik baru. Kami telah berjuang keras untuk sampai ke sini, dan kami tidak akan membiarkan Batu Naga jatuh ke tanganmu."


Pria itu tertawa dengan nada meremehkan, dan dalam sekejap, dia meluncur maju dengan kecepatan luar biasa. Dia adalah seorang lawan yang tangguh, dengan serangan-serangan cepat dan presisi. Pertempuran berlangsung dengan cepat, dengan serangan-tembakan energi spiritual yang memenuhi ruangan.

__ADS_1


Xian, Mei, dan Thio Ling bergabung dalam pertempuran, meluncurkan serangan-serangan mereka dengan tekad yang kuat. Jiang Feng juga memainkan peran penting dalam pertempuran, dengan keahliannya yang luar biasa dalam pedang.


Namun, pria berpakaian gelap itu ternyata lebih kuat dari yang mereka kira. Dia dengan mudah menghindari serangan-serangan mereka dan bahkan berhasil menyebabkan luka pada Thio Ling. Semakin lama pertempuran berlangsung, semakin terasa bahwa mereka mungkin tidak akan bisa mengalahkannya sendiri.


Tetapi ketika situasinya tampak suram, sebuah kejutan tak terduga terjadi. Dari sudut ruangan yang gelap, seorang wanita muda muncul, dengan senyum yang penuh kepercayaan diri. Dia mengenakan pakaian yang indah dan memegang sebatang pedang yang bersinar dengan energi spiritual yang kuat.


"Perlukah bantuan?" tanyanya dengan tenang.


Pria berpakaian gelap itu terkejut melihat kedatangan wanita muda ini, dan itu memberikan peluang berharga bagi Mei, Xian, Thio Ling, Lu Chen, dan Jiang Feng untuk melancarkan serangan bersama. Mereka bekerja sama dengan sempurna, mengambil alih kendali pertempuran dan memaksa pria berpakaian gelap itu mundur.


Wanita muda itu kemudian mengambil posisi di antara mereka, menghadap pria berpakaian gelap dengan sikap tenang. "Kami akan menjaga Batu Naga ini," katanya dengan tegas.


Pria itu mendengus dengan jelas merasa terancam. "Kalian mungkin menang kali ini, tapi ini belum berakhir."


Dengan cepat, dia menghilang dalam bayangan, meninggalkan ruangan itu. Mereka semua bernapas lega bahwa mereka berhasil mempertahankan Batu Naga, tetapi pertempuran itu meninggalkan mereka dengan pertanyaan tentang siapa pria berpakaian gelap itu dan mengapa dia begitu berambisi untuk mendapatkan Batu Naga.


Setelah pertempuran, mereka semua merasa lelah dan terluka. Thio Ling berjalan menuju Batu Naga dan dengan lembut menyentuhnya, merasakan energi spiritual yang mengalir darinya.


"Kita telah berhasil," katanya dengan senyum lega. "Kita telah menemukan Batu Naga."


Mei mengangguk setuju, dan Xian menambahkan, "Tapi pertanyaannya sekarang, apa yang harus kita lakukan dengan Batu Naga ini? Dan siapa wanita muda tadi? Dia datang dari mana?"


Lu Chen berkata, "Kita harus membawa Batu Naga ini kembali ke perguruan Guyon. Mereka pasti akan tahu apa yang harus kita lakukan selanjutnya."

__ADS_1


Mereka semua setuju, dan dengan hati gembira, mereka memulai perjalanan kembali melalui labirin yang rumit ini. Mereka tahu bahwa meskipun pertempuran tadi berakhir dengan kemenangan, petualangan mereka belum selesai. Ada banyak misteri yang harus dipecahkan, dan banyak bahaya yang harus dihadapi di dunia kultivasi ini.


__ADS_2