Lee Xian, Kultivator Guyon

Lee Xian, Kultivator Guyon
Penjaga-penjaga Labirin


__ADS_3

Mereka memasuki labirin yang sama sekali berbeda dari yang sebelumnya. Labirin ini penuh dengan kegelapan dan udara yang lembab. Dinding-dinding labirin tampaknya terbuat dari batu hitam yang mengkilap, dan setiap langkah yang mereka ambil terdengar menghasilkan suara langkah yang terdistorsi dan menyeramkan.


"Labirin ini terasa seperti tempat yang sangat suram," kata Xian dengan nada khawatir.


Thio Ling mengangguk setuju. "Kami harus berhati-hati di sini. Siapa pun yang mengirim pria berpakaian gelap tadi pasti memiliki rencana jahat."


Mereka melanjutkan perjalanan mereka dengan hati-hati, melewati tikungan-tikungan tajam dan jalan buntu yang tak berujung. Saat mereka berjalan, mereka mulai merasakan ada sesuatu yang aneh di labirin ini. Mereka merasa seolah-olah ada mata yang mengawasi mereka dari kegelapan, dan sentakan energi spiritual yang ganjil terasa mengelilingi mereka.


Lu Chen, yang selalu waspada, berkata, "Aku merasa seperti ada yang mengawasi kita. Kita harus lebih waspada."


Saat mereka terus berjalan, mereka tiba-tiba mendengar suara desiran angin yang mendekati. Dari kegelapan, muncullah serombongan makhluk aneh. Mereka terlihat seperti manusia, tetapi tubuh mereka terbuat dari batu hitam yang mengkilap, dan mata mereka berwarna merah menyala.


"Penjaga Labirin," kata Mei dengan suara bergetar.


Makhluk-makhluk ini adalah penjaga labirin yang sangat kuat dan kejam. Mereka dengan cepat mendekati Mei, Xian, Thio Ling, Lu Chen, dan Jiang Feng, bersiap untuk menyerang.


Pertempuran pun pecah, dan itu bukanlah pertempuran yang mudah. Penjaga-penjaga labirin ini memiliki kekuatan yang luar biasa, dan serangan-serangan mereka sangat mematikan. Mei, Xian, dan Thio Ling harus bekerja sama dengan sempurna untuk menghadapi ancaman ini, sementara Lu Chen dan Jiang Feng memberikan dukungan dari belakang.


Namun, meskipun mereka berusaha keras, penjaga labirin terus datang. Setiap kali satu penjaga terjatuh, yang lain menggantikannya dengan cepat. Ini adalah pertempuran yang sia-sia, dan mereka segera menyadari bahwa mereka akan terus berjuang tanpa henti sampai mereka menemukan jalan keluar dari labirin ini.


Tetapi di tengah keputusasaan itu, sebuah kejutan tak terduga terjadi. Tiba-tiba, suara tertawa keras memenuhi udara, dan dari langit-langit labirin, sekelompok makhluk aneh muncul. Mereka memiliki sayap seperti kelelawar dan wajah yang cerah, serta senjata berkilauan yang mereka ayunkan dengan mahir.


Makhluk-makhluk ini menyerang penjaga labirin dengan cepat dan efisien, mengalahkan mereka dengan mudah. Ini adalah bantuan yang tak terduga, dan Mei, Xian, Thio Ling, Lu Chen, dan Jiang Feng hanya bisa memandang dengan terkejut saat penjaga labirin yang kuat itu dihancurkan.


Setelah pertempuran selesai, makhluk-makhluk aneh itu menghampiri mereka dengan senyum ramah. Salah satu di antara mereka, yang tampak seperti pemimpin, berkata, "Kami adalah makhluk dari dunia luar yang terjebak di dalam labirin ini. Kami telah lama menanti kesempatan untuk keluar dari sini. Terima kasih telah membantu kami mengalahkan penjaga labirin ini."


Mei, Xian, Thio Ling, Lu Chen, dan Jiang Feng menerima ucapan terima kasih tersebut dengan senang hati. Mereka merasa bersyukur karena mendapatkan bantuan tak terduga ini.

__ADS_1


Pemimpin makhluk itu kemudian berkata, "Kami akan membantu kalian menemukan jalan keluar dari labirin ini. Kami tahu jalan yang benar."


Dengan bantuan makhluk-makhluk aneh tersebut, mereka akhirnya menemukan jalan keluar dari labirin yang gelap dan menyeramkan itu. Saat mereka melangkah keluar ke sinar matahari terang, mereka merasa lega dan bersyukur. Mereka tahu bahwa perjalanan mereka belum berakhir, tetapi setidaknya mereka telah melewati ujian berat di labirin ini.


Setelah keluar dari labirin yang menyeramkan, Mei, Xian, Thio Ling, Lu Chen, dan Jiang Feng merasa lega karena kembali ke dalam sinar matahari yang terang. Mereka duduk bersama di atas batu besar di tepi hutan, beristirahat sejenak setelah pertempuran yang melelahkan.


"Siapa sebenarnya makhluk-makhluk aneh itu?" tanya Xian, masih bingung.


Pemimpin makhluk tersebut, yang bernama Liora, menjawab, "Kami adalah makhluk dari dimensi lain yang terjebak di dalam labirin ini. Kami telah berjuang untuk bertahan hidup dan mencari jalan keluar selama bertahun-tahun. Tapi pertemuan kami dengan kalian adalah keberuntungan terbesar kami."


Lu Chen mengangguk mengerti. "Kami juga bersyukur atas bantuan kalian. Kami tidak akan selamat tanpa bantuan kalian tadi."


Thio Ling menambahkan, "Tapi kami penasaran, siapa yang mengirim penjaga labirin itu untuk menghentikan kami?"


Liora menggelengkan kepala. "Kami tidak tahu pasti. Penjaga labirin adalah makhluk jahat yang telah lama menguasai labirin ini. Mereka mungkin telah diperintahkan oleh seseorang yang ingin menghentikan kalian."


Liora tersenyum. "Kami akan membantu kalian menemukan jalan menuju tujuan kalian. Kami memiliki pengetahuan tentang dunia ini yang mungkin berguna bagi kalian."


Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka bersama-sama. Liora dan makhluk-makhluknya, yang disebut sebagai Seraphim, membantu mereka menavigasi hutan dan memberikan informasi tentang bahaya dan rintangan yang mungkin mereka hadapi di sepanjang jalan.


Saat mereka berjalan, Xian mendekati Mei dengan senyuman nakal di wajahnya. "Mei, kau tahu, aku terkesan dengan kesaktianmu dalam pertempuran tadi."


Mei memalingkan wajahnya dengan malu-malu. "Jangan mencoba mengalihkan pembicaraan, Xian. Ini bukan saatnya untuk bercanda."


Xian tertawa. "Tapi aku serius. Aku selalu kagum dengan kemampuanmu."


Thio Ling bergabung dalam percakapan. "Memang, Mei, kamu benar-benar hebat. Aku merasa bangga bisa menjadi temanmu."

__ADS_1


Mei tersenyum, merasa hangat oleh kata-kata teman-temannya. "Terima kasih, teman-teman. Kita semua hebat dalam cara kita sendiri."


Saat mereka terus berjalan, suasana alam sekitar mereka mulai berubah. Mereka memasuki wilayah yang lebih terbuka, dengan padang rumput luas yang menjulang tinggi dan angin yang bertiup lembut. Pemandangan ini adalah pemandangan yang indah dan menyejukkan, dan mereka semua merasa seperti sedang berada di surga.


Namun, kejutan tak terduga menanti mereka di tempat ini. Ketika mereka mencapai puncak bukit dan melihat ke bawah, mereka melihat sebuah desa yang terbakar habis. Rumah-rumah hangus dan reruntuhan tersebar di seluruh desa.


"Tuhan, apa yang terjadi di sini?" kata Jiang Feng dengan nafas terengah-engah.


Mereka segera turun dari bukit dan mendekati reruntuhan desa. Tidak ada tanda-tanda kehidupan, dan hanya debu dan abu yang tersisa di mana-mana.


Lu Chen mencoba mencari tahu apa yang terjadi. "Ini adalah desa yang terbakar belum lama ini. Tapi siapa yang bisa melakukan sesuatu seperti ini?"


Mereka berjalan melalui reruntuhan desa dengan hati yang berat, mencari tanda-tanda yang bisa memberikan petunjuk tentang apa yang terjadi. Saat mereka berjalan, mereka mendengar suara gemuruh di kejauhan, seperti suara pasukan besar yang mendekat.


Tiba-tiba, dari balik reruntuhan, muncullah sekelompok tentara bersenjata lengkap yang bermarchir dengan gagahnya. Mereka adalah pasukan yang kuat dan terorganisir dengan baik, dan mereka sepertinya telah melakukan pengejaran yang panjang.


Pemimpin pasukan tersebut, seorang pria berjubah hitam dengan helm yang menutupi wajahnya, mengangkat tangan untuk memberi isyarat kepada pasukannya untuk berhenti. Dia melihat Mei, Xian, Thio Ling, Lu Chen, dan Jiang Feng dengan tajam, dan dia berkata, "Kalian adalah orang asing di wilayah ini. Apa kalian yang bertanggung jawab atas penghancuran desa ini?"


Mereka semua terkejut oleh pertanyaan tersebut. Lu Chen segera berbicara, "Kami bukan yang bertanggung jawab atas ini. Kami bahkan baru tiba di sini dan menemukan desa ini dalam keadaan seperti ini."


Pria berjubah hitam itu menatap mereka dengan curiga. "Kalian harus memberikan bukti bahwa kalian tidak terlibat dalam ini."


Tiba-tiba, dari reruntuhan desa yang terbakar, muncullah seorang anak laki-laki yang terluka parah. Dia terjatuh di depan mereka, dengan luka bakar di sekujur tubuhnya.


"Anak ini," kata Jiang Feng dengan hati yang berdebar. "Kita harus membantunya."


Mereka segera mendekati anak itu, dan Mei dengan cepat menggunakan keahliannya untuk merawat luka-lukanya. Pria berjubah hitam itu menatap mereka dengan tatapan tajam, kemudian berkata, "Kalian mungkin benar. Tapi kami harus menyelidiki lebih lanjut."

__ADS_1


Pria berjubah hitam itu mengangkat tangan lagi, dan pasukannya membentuk formasi mengelilingi mereka. Mereka kemudian diawasi dengan ketat sementara pria itu menyelidiki lebih lanjut apa yang terjadi di desa tersebut.


__ADS_2