
Pria berjubah hitam itu tampak serius saat menyelidiki luka-luka anak tersebut. Dia memeriksa tubuh anak tersebut dengan cermat, lalu akhirnya mengangguk. "Dia tidak berbahaya," katanya kepada pasukannya. "Luka-lukanya sangat parah, dan sepertinya dia adalah satu-satunya yang selamat dari serangan itu."
Mei, yang masih merawat anak itu, mengangkat kepalanya. "Kami tiba di sini hanya beberapa saat yang lalu, jadi kami tidak tahu apa yang terjadi dengan desa ini. Tapi kami bersedia membantu anak ini."
Pria berjubah hitam itu mengamati mereka dengan ketat. "Baiklah, jika kalian tidak terlibat dalam penghancuran desa ini, kami mungkin membutuhkan bantuan kalian. Desa ini adalah salah satu pos terdepan kami, dan kami sedang berperang melawan pasukan jahat yang ingin mengambil alih wilayah ini."
Xian berseru, "Kami siap membantu! Kami tidak akan tinggal diam jika ada kejahatan yang terjadi di depan mata kami."
Thio Ling menambahkan, "Kami adalah Pasukan Pasir Putih, dan tugas kami adalah melindungi orang-orang yang lemah dan memerangi kejahatan di dunia ini."
Pria berjubah hitam itu mengangguk. "Baiklah, kalian akan bekerja sama dengan pasukan kami untuk mengusir pasukan jahat itu dari wilayah ini. Namun, kalian harus bersedia untuk mengikuti perintah kami."
Mereka semua menyetujui dengan serius. Mereka tahu bahwa tugas ini akan sulit, tetapi mereka siap untuk menghadapinya.
Pasukan pria berjubah hitam itu segera mengorganisir mereka dan memberikan senjata-senjata yang mereka perlukan. Mereka kemudian bergerak menuju barisan pasukan yang siap berperang.
Selama pertempuran, Mei, Xian, Thio Ling, Lu Chen, dan Jiang Feng menunjukkan keahlian mereka. Mei dengan kecepatan dan keakuratannya dalam menggunakan pedangnya, Xian dengan keahliannya dalam memanah, Thio Ling dengan ilmu sihirnya, Lu Chen dengan keterampilan memimpin pasukan, dan Jiang Feng dengan kekuatan fisiknya yang luar biasa.
Mereka berbicara satu sama lain dalam pertempuran, memberikan instruksi, dan saling melindungi. Meskipun pasukan jahat itu kuat, mereka tidak bisa menyaingi kekompakan dan kemampuan mereka.
__ADS_1
Pria berjubah hitam itu melihat aksi mereka dengan penuh perhatian. Dia kemudian berkata kepada mereka, "Kalian adalah pejuang yang luar biasa. Aku tidak tahu bagaimana kami bisa mengucapkan terima kasih atas bantuan kalian."
Mei tersenyum. "Kami hanya melakukan apa yang benar, apa yang harus kami lakukan. Kami tidak bisa berdiri diam ketika ada kejahatan yang terjadi di depan mata kami."
Setelah pertempuran selesai, mereka semua kembali ke desa yang terbakar. Pria berjubah hitam itu, yang kemudian mereka ketahui bernama Zephyrus, mengatakan bahwa mereka harus mencari tahu siapa yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Mereka mulai menyelidiki reruntuhan desa, mencari tanda-tanda yang bisa memberi petunjuk. Mereka menemukan potongan-potongan pakaian dan senjata yang mungkin milik pasukan jahat tersebut. Mereka juga menemukan tanda-tanda sihir hitam yang digunakan dalam serangan tersebut.
Lu Chen menyimpulkan, "Ini adalah pasukan yang kuat dan terorganisir dengan baik. Mereka pasti memiliki pemimpin yang hebat."
Zephyrus menambahkan, "Mungkin ada hubungannya dengan penjaga labirin tadi. Mereka mungkin adalah bagian dari pasukan yang sama yang ingin menghentikan kalian."
Tiba-tiba, Jiang Feng mengambil gitar kecil yang dia bawa dan mulai memainkannya. Dia memainkan lagu-lagu yang ceria, dan teman-temannya segera bergabung dalam nyanyian.
Mereka melewatkan malam itu dengan nyaman dan bahagia, menghilangkan sedikit dari beban yang mereka rasakan sebagai pejuang. Meskipun mereka tahu bahwa masih banyak perjuangan yang harus dihadapi, mereka juga tahu bahwa mereka memiliki teman-teman yang akan selalu ada untuk saling mendukung.
Keesokan paginya, mereka bersiap-siap untuk melanjutkan misi mereka. Mereka tidak tahu apa yang akan mereka hadapi selanjutnya, tetapi mereka siap untuk menghadapinya bersama-sama.
Misi yang telah mereka terima membuat Mei, Xian, Thio Ling, Lu Chen, dan Jiang Feng terus bergerak maju menuju wilayah berbahaya yang belum pernah mereka datangi sebelumnya. Mereka mengikuti Zephyrus, pemimpin pasukan Perkumpulan Pasir Putih yang misterius, yang tampaknya memiliki banyak pengetahuan tentang kegelapan yang mereka hadapi.
__ADS_1
Perjalanan mereka membawa mereka melewati padang pasir yang luas, dengan pasir putih yang bersinar di bawah sinar matahari yang menyengat. Angin kencang menerbangkan butiran pasir yang halus, membuat mereka harus menyembunyikan wajah mereka di balik kain pelindung. Namun, meskipun cuaca keras ini, semangat mereka tidak pernah luntur. Mereka memiliki tekad untuk menyelesaikan misi mereka dan mengalahkan kejahatan.
Dalam perjalanan mereka, mereka terus berbicara dan berbagi cerita tentang diri mereka sendiri. Mereka mengenal satu sama lain dengan lebih baik, menemukan kekuatan dan kelemahan masing-masing. Thio Ling, yang dulunya tinggal di hutan yang terpencil, memiliki pengetahuan mendalam tentang tanaman dan ramuan obat-obatan. Dia sering berbagi pengetahuannya dengan yang lain, menjelaskan manfaat dan penggunaan berbagai tumbuhan yang ditemukan di padang pasir ini.
Xian, yang merupakan ahli memanah ulung, memberikan tip-tip tentang teknik memanah yang tepat. Dia bahkan mengajarkan Mei beberapa trik agar lebih akurat dalam menembak. Mei, yang semula hanya mengandalkan pedangnya, akhirnya mulai memperdalam kemampuan memanahnya.
Lu Chen dan Jiang Feng juga ikut serta dalam percakapan ini, menceritakan pengalamannya dalam melatih dan memimpin Pasukan Pasir Putih. Mereka berdua adalah teman sejak lama dan memiliki kepercayaan yang dalam satu sama lain.
Saat matahari terbenam, mereka memutuskan untuk berkemah di tepi padang pasir. Mereka membentuk lingkaran di sekitar api unggun kecil dan mulai memasak makan malam mereka. Mei menggoreng ikan yang mereka tangkap di oasis terdekat, sementara Xian dan Thio Ling menyajikan sayuran yang mereka temukan di sepanjang jalan. Ini adalah momen ketika mereka merasa seperti sebuah keluarga yang sejati, bersatu dalam tujuan yang sama.
Pada malam itu, Zephyrus mengambil kesempatan untuk berbicara dengan mereka tentang misi mereka. "Kalian semua adalah pejuang yang luar biasa," katanya dengan penuh penghargaan. "Saya tahu bahwa ini bukan tugas yang mudah, tetapi saya yakin kalian dapat menghadapinya. Kejahatan yang kita lawan adalah kekuatan gelap yang sangat kuat, tetapi kita memiliki kekuatan persatuan dan tekad yang tak tergoyahkan."
Mereka semua mengangguk setuju. Misi mereka adalah misi penting, dan mereka berkomitmen untuk menyelesaikannya dengan sukses. Setelah berbicara dengan Zephyrus, mereka melanjutkan malam mereka dengan bernyanyi dan tertawa di sekitar api unggun.
Namun, di tengah-tengah keceriaan mereka, kejutan datang. Mereka mendengar suara langkah berat dan aneh yang mendekat dari kegelapan malam. Mereka semua segera berdiri dan bersiap menghadapi ancaman yang tak diketahui.
Dari kegelapan itu muncul makhluk yang menakutkan. Makhluk itu memiliki kulit hitam, kulit bersisik, dan mata merah menyala. Mereka menyadari bahwa ini adalah pasukan jahat yang mereka cari. Tetapi yang lebih mengejutkan, salah satu dari makhluk itu adalah penjaga labirin yang pernah mereka hadapi sebelumnya.
Lu Chen berkata dengan tegas, "Kalian tidak akan lolos kali ini! Kami akan mengalahkan kalian!"
__ADS_1
Makhluk-makhluk itu tersenyum dengan licik, dan pertempuran pun dimulai di bawah cahaya bulan yang pucat.