Lee Xian, Kultivator Guyon

Lee Xian, Kultivator Guyon
Batu Naga


__ADS_3

Pagi menjelang, sinar matahari perlahan muncul di ufuk timur. Mei, Xian, dan Thio Ling telah melanjutkan perjalanan mereka dalam pencarian artefak kuno, Batu Naga. Mereka telah berjalan jauh dari tempat perlindungan semalam dan sekarang berada di tengah dataran terbuka yang luas.


Saat mereka berjalan melintasi padang rumput yang luas, percakapan antar mereka terus berlanjut. Mereka membahas strategi pencarian mereka dan apa yang mereka ketahui tentang lokasi Batu Naga.


Xian berkata, "Menurut informasi yang saya dapatkan, Batu Naga diyakini berada di wilayah pegunungan terpencil di utara sini. Tapi kita tidak memiliki petunjuk pasti tentang di mana tepatnya."


Mei mengangguk. "Benar, itulah mengapa kita harus mencari tahu lebih banyak informasi dari penduduk setempat jika ada."


Thio Ling menambahkan, "Kita harus berhati-hati dalam mencari artefak ini. Kekuatan yang dimilikinya bisa sangat berbahaya jika jatuh ke tangan yang salah."


Saat mereka terus berjalan, mereka mulai melihat tanda-tanda kehidupan manusia di kejauhan. Ada sebuah desa kecil yang terletak di lereng bukit. Mereka memutuskan untuk mendekati desa tersebut untuk mencari informasi lebih lanjut.


Ketika mereka tiba di desa itu, penduduk setempat menyambut mereka dengan ramah. Mei, Xian, dan Thio Ling menjelaskan bahwa mereka sedang dalam pencarian artefak kuno yang disebut Batu Naga dan meminta petunjuk jika ada.


Seorang tua yang bijaksana di desa itu menghampiri mereka. "Batu Naga?" katanya dengan lembut. "Kalian datang untuk mencari Batu Naga?"


Mereka mengangguk. "Iya, kami sangat membutuhkannya. Apakah Anda tahu sesuatu tentangnya?"


Tuan tua itu mengangguk. "Batu Naga adalah artefak kuno yang diyakini memiliki kekuatan luar biasa. Tapi lokasinya sangat tersembunyi. Hanya sedikit yang tahu di mana ia berada."


Mereka bertiga merasa kecewa mendengarnya. Namun, Tuan tua itu tersenyum dan melanjutkan, "Tapi saya punya ide. Ada seorang pemandu di desa ini yang pernah menjelajahi pegunungan di utara. Mungkin dia bisa membantu kalian."


Mereka merasa bersyukur atas tawaran bantuannya. Tak lama kemudian, mereka diperkenalkan kepada pemandu tersebut, seorang pria muda bernama Li Wei. Dia tampak berpengalaman dan bersemangat untuk membantu.


Li Wei menjelaskan, "Saya pernah mendaki pegunungan di utara, dan saya pernah mendengar cerita tentang Batu Naga. Tapi saya harus memberi tahu Anda, perjalanan ke sana sangat berbahaya. Pegunungan itu penuh dengan makhluk berbahaya dan medan yang sulit."

__ADS_1


Xian menjawab, "Kami tahu bahwa misi ini berbahaya, tetapi kami harus mencari Batu Naga. Ini untuk kebaikan semua orang."


Setelah berdiskusi lebih lanjut, mereka membuat rencana perjalanan mereka ke pegunungan utara. Mereka akan memulai perjalanan besok pagi dan mengumpulkan persediaan yang diperlukan.


Saat malam tiba, mereka berkumpul di sekitar api unggun di luar desa. Mereka bercerita tentang pengalaman-pengalaman mereka selama perjalanan mereka sebagai kultivator dan tentang alasan mereka bergabung dengan Pasir Putih.


Thio Ling tertawa saat mengingat sebuah insiden lucu yang pernah terjadi selama latihan kultivasi mereka. "Ingat ketika kita pertama kali belajar mengendalikan energi dalam tubuh kita? Aku hampir saja membuat diriku terbang ke langit!"


Semua orang tertawa, termasuk Li Wei yang baru saja bergabung dengan mereka. Itu adalah momen-momen seperti ini yang membuat mereka merasa lebih dekat satu sama lain.


Tiba-tiba, saat mereka menikmati kehangatan api unggun, sebuah suara aneh terdengar di kejauhan. Suara itu terdengar seperti suara angin bertiup dengan cepat dan keras. Mereka semua segera berdiri tegak dan bersiap untuk pertempuran.


Namun, ketika suara semakin mendekat, mereka melihat sesuatu yang tidak mereka duga. Sebuah makhluk raksasa yang tampaknya terbuat dari batu sedang berlari menuju mereka dengan kecepatan tinggi. Makhluk itu memiliki mata berkilauan dan kulit yang terlihat kuat.


Mereka berdiri dengan kesiagaan, tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Namun, makhluk itu tiba-tiba berhenti di depan mereka dan berbicara dengan suara yang menggema, "Jangan khawatir, aku tidak akan menyakiti kalian. Aku adalah Guardian of the Mountains, dan aku datang untuk memberi kalian perlindungan."


Mei, Xian, Thio Ling, dan Li Wei melihat satu sama lain dengan penuh harap. Dengan perlindungan Guardian of the Mountains, mereka mungkin memiliki peluang yang lebih baik untuk menemukan artefak kuno yang mereka cari.


Mereka semua merasa bersemangat dan bersiap untuk melanjutkan perjalanan mereka ke pegunungan utara besok pagi. Dengan tambahan perlindungan dari Guardian of the Mountains, petualangan mereka akan semakin menarik dan penuh kejutan. Dan dengan begitu, mereka semua menatap masa depan dengan harapan dan tekad yang kuat.


Keesokan paginya, Mei, Xian, Thio Ling, dan Li Wei bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan mereka ke pegunungan utara. Guardian of the Mountains yang telah menemani mereka semalaman akan menjadi penunjuk jalan mereka dalam medan yang sulit dan berbahaya ini.


Saat matahari mulai muncul di ufuk timur, mereka memulai perjalanan mereka ke arah pegunungan yang terlihat seperti dinding raksasa di kejauhan. Medan yang mereka tempuh semakin menanjak, dan mereka harus berhati-hati melewati lembah-lembah yang dalam dan sungai-sungai yang deras.


Percakapan mereka terus berlanjut saat mereka berjalan. Mereka bertukar cerita tentang pengalaman mereka sebagai kultivator dan bagaimana mereka pertama kali menemukan panggilan mereka dalam mencari artefak kuno.

__ADS_1


Thio Ling berkata, "Saya selalu merasa bahwa dunia ini penuh dengan misteri yang menunggu untuk dipecahkan. Dan pencarian kami untuk Batu Naga adalah salah satu cara kami dapat berkontribusi untuk membawa kedamaian ke dunia ini."


Mei menambahkan, "Dan kami juga ingin menjaga kekuatan seperti Batu Naga dari jatuh ke tangan yang salah. Itu bisa menjadi bencana besar jika digunakan dengan buruk."


Xian tertawa saat dia mengingat insiden lucu selama latihan kultivasi mereka. "Saya ingat ketika saya hampir saja membuat diri saya terbang ke langit. Kami semua pernah membuat kesalahan selama pelatihan kami, tetapi itu adalah bagian dari proses menjadi kultivator yang lebih baik."


Li Wei, yang baru-baru ini bergabung dengan mereka, mendengarkan dengan penuh perhatian. Dia merasa terhormat dapat bergabung dengan kelompok yang penuh dedikasi seperti mereka.


Saat mereka mendekati pegunungan yang semakin tinggi, Guardian of the Mountains memberikan petunjuk tentang jalur yang harus mereka ikuti. Dia menjelaskan bahwa pegunungan itu memiliki banyak jebakan dan bahaya yang harus mereka hindari.


Saat mereka mencapai pintu masuk ke pegunungan, mereka disambut oleh suara gemuruh deras dari air terjun yang besar. Air terjun itu terlihat megah, dengan air yang jatuh dari ketinggian yang menakjubkan. Suara air yang jatuh menciptakan suasana yang menenangkan di tengah kesulitan perjalanan mereka.


Mereka semua merasa terpesona oleh keindahan alam yang mereka saksikan. Meskipun mereka adalah kultivator yang tangguh, saat seperti ini membuat mereka merasa seperti anak-anak kecil yang memandangi keajaiban alam.


Saat mereka melanjutkan perjalanan, mereka mendengar suara burung-burung hutan yang bernyanyi dan merasa angin sejuk yang bertiup lembut. Alam sekitar mereka penuh dengan kehidupan dan keindahan yang tak terlukiskan.


Namun, tiba-tiba mereka melihat sesuatu yang tidak mereka duga. Di tengah hutan yang rimbun, mereka melihat reruntuhan bangunan kuno yang terlihat seperti kuil yang terlupakan. Ini adalah penemuan yang mengejutkan, dan mereka semua merasa tertarik untuk menjelajahi lebih lanjut.


Mereka mendekati reruntuhan itu dengan hati-hati, dan Li Wei berkata, "Ini bisa menjadi petunjuk yang bagus tentang di mana Batu Naga mungkin berada. Mari kita masuk dan cari tahu lebih lanjut."


Mereka masuk ke dalam reruntuhan itu dan segera merasa terpesona oleh apa yang mereka temukan. Dinding kuil dihiasi dengan lukisan-lukisan kuno yang menggambarkan sejarah kuno dan cerita-cerita yang mungkin berhubungan dengan Batu Naga.


Mereka duduk di lantai batu di dalam kuil dan memeriksa lukisan-lukisan itu dengan seksama. Guardian of the Mountains memberikan wawasan tentang makna gambar-gambar itu, dan mereka merasa semakin yakin bahwa mereka berada di jalur yang benar dalam mencari Batu Naga.


Saat mereka terus menjelajahi reruntuhan kuil, mereka menemukan pintu rahasia yang tersembunyi di bawah permukaan tanah. Ini adalah pintu masuk ke dalam labirin bawah tanah yang mungkin mengarah ke Batu Naga itu sendiri.

__ADS_1


Mereka semua menatap satu sama lain dengan penuh antusiasme. Perjalanan mereka semakin mendalam ke dalam dunia yang misterius dan berbahaya ini. Dan dengan Guardian of the Mountains yang menjaga mereka, mereka merasa semakin yakin bahwa mereka akan berhasil dalam pencarian mereka untuk Batu Naga yang legendaris.


Dengan hati yang bersemangat, mereka bersiap-siap untuk memasuki labirin bawah tanah yang misterius dan menantang, tidak tahu apa yang akan mereka temui di dalam sana. Dan dengan begitu, petualangan mereka terus berlanjut, dipenuhi dengan kejutan dan misteri yang menunggu untuk diungkapkan.


__ADS_2