
Malam itu, Cin Xiu dan teman-temannya berkumpul di sekitar api unggun yang hangat. Mereka duduk di sekitar api, dan sinar api menyinari wajah-wajah mereka yang lelah setelah seharian menjelajahi hutan yang luas dan misterius.
Mei Ling, wanita muda yang baru saja bergabung dengan mereka, duduk di antara Xiao Mei dan Wei. Malam itu, dia merasa perlu berbagi kisah yang mungkin akan menghibur dan menghangatkan hati teman-temannya.
"Baiklah, kalian semua siap untuk mendengarkan cerita malam ini?" tanya Mei Ling sambil tersenyum.
Semua orang mengangguk dengan antusias. Mereka telah belajar untuk menghargai waktu-waktu seperti ini, ketika mereka bisa beristirahat dan bersantai di tengah hutan yang asing.
Mei Ling memulai ceritanya dengan suara lembut, "Ketika aku masih kecil, aku sering pergi ke hutan ini dengan ayahku. Ayahku adalah seorang pemandu hutan yang bijaksana, dan dia selalu memiliki cerita-cerita yang menarik untuk dibagikan."
"Suatu malam, ketika kami berkemah di sini, ayahku mulai bercerita tentang sebuah pohon yang sangat besar dan tua di dalam hutan ini. Pohon itu disebut 'Pohon Penyembuh,' dan katanya, pohon itu memiliki kekuatan untuk menyembuhkan luka fisik maupun luka hati."
Semua orang mendengarkan dengan penuh perhatian, tertarik dengan cerita pohon misterius ini.
Mei Ling melanjutkan, "Ayahku bilang bahwa orang-orang dari berbagai tempat datang untuk mencari Pohon Penyembuh ini. Mereka datang dengan harapan bisa menyembuhkan penyakit mereka atau meredakan beban emosional mereka. Namun, menurut cerita ayahku, Pohon Penyembuh hanya akan merespons mereka yang datang dengan niat baik dan tulus."
Cin Xiu bertanya, "Apakah kau percaya pada cerita itu, Mei Ling?"
Mei Ling tersenyum dan menjawab, "Aku pikir cerita itu mengajarkan kita tentang pentingnya niat baik dan empati. Terkadang, hanya dengan berbicara dan mendengarkan, kita bisa menjadi 'Pohon Penyembuh' bagi orang lain."
Xiao Mei menambahkan, "Aku setuju. Terkadang, semua yang dibutuhkan seseorang adalah seseorang yang mau mendengarkan, yang bisa mengerti dan bersimpati."
__ADS_1
Mereka semua merasa terhubung dengan cerita ini, dan suasana di sekitar api unggun semakin hangat. Mereka menghabiskan malam itu dengan berbicara tentang harapan, impian, dan perjuangan mereka masing-masing. Mei Ling membantu mereka merenungkan tujuan mereka dalam perjalanan ini, mengingatkan mereka bahwa empati dan kebaikan hati adalah nilai-nilai yang sangat berharga.
"Suatu malam, aku tersesat di tengah hutan yang sangat gelap," kata Cin Xiu. "Aku tidak memiliki peta atau kompas, dan aku merasa panik. Tapi tiba-tiba, aku melihat cahaya kecil di kejauhan. Aku mengikuti cahaya itu dan menemukan seorang wanita tua yang sedang duduk di bawah pohon tua."
Cin Xiu melanjutkan, menggambarkan dengan detail bagaimana wanita tua itu memberinya makanan dan minuman, dan bagaimana mereka berbicara sepanjang malam tentang kehidupan, mimpi, dan petualangan. Semua orang mendengarkan dengan penuh perhatian, terpesona oleh cerita Cin Xiu.
Kemudian, Wei berkata, "Aku punya cerita yang serupa. Beberapa tahun yang lalu, aku juga tersesat di hutan dan bertemu dengan seseorang yang aneh."
Dia bercerita tentang pengalamannya, dan meskipun ceritanya berbeda dari Cin Xiu, mereka semua merasa bahwa ada sesuatu yang menghubungkan cerita-cerita mereka. Itu adalah rasa keajaiban dan misteri hutan yang begitu kuat.
Ketika malam semakin larut, mereka memutuskan untuk tidur di dekat api unggun itu. Cin Xiu dan teman-temannya merasa lebih kuat dan lebih dekat satu sama lain setelah malam yang penuh makna itu.
Pagi berikutnya, mereka meneruskan perjalanan mereka dalam hutan yang tak terbatas. Mereka tahu bahwa tantangan dan kejutan akan terus datang, tetapi dengan semangat yang tinggi dan nilai-nilai yang mereka pelajari selama perjalanan, mereka merasa siap menghadapinya.
Hutan semakin gelap dan sunyi ketika Cin Xiu dan teman-temannya melanjutkan perjalanan mereka ke dalam kedalaman yang tak terbatas. Mereka telah berjalan sejak pagi, dan kelelahan mulai melanda mereka. Suara langkah mereka yang cepat terdengar gemuruh di antara pepohonan yang lebat.
Xiao Mei berbicara dengan suara lembut, "Aku rasa kita perlu beristirahat sebentar. Apa pendapat kalian?"
Semua orang setuju, dan mereka mencari tempat yang aman untuk beristirahat sebentar. Mereka duduk di bawah pepohonan yang rindang, menikmati redupnya cahaya rembulan yang menembus celah-celah daun.
Tiba-tiba, Wei berkata dengan nada tertegun, "Aku merasa ada yang aneh malam ini. Seperti ada mata yang memperhatikan kita."
__ADS_1
Cin Xiu memutar matanya, "Wei, jangan terlalu paranoid. Kita sedang berada di tengah hutan, jadi rasa was-was mungkin hanya imajinasimu."
Namun, Wei tetap merasa tidak tenang. Dia mengamati sekitarnya dan tiba-tiba melihat sesuatu yang bergerak di balik semak-semak. Dengan cepat, dia melompat dan mengejar bayangan itu.
"Sialan! Ada seseorang di sini!" pekik Wei.
Semua orang segera bangkit berdiri dan berusaha mengikuti Wei yang berlari ke dalam hutan. Mereka merasa tegang dan bersiap-siap menghadapi potensi konflik.
Namun, ketika mereka mencapai tempat Wei berdiri, mereka menemukan seseorang yang sangat tidak mereka harapkan. Seorang pria tua yang tampak lelah dan lapar berdiri di depan mereka dengan pakaian kotor dan remah-remah.
Pria tua itu berbicara dengan suara serak, "Tolong, aku tersesat di hutan ini dan tidak tahu cara keluar. Aku tidak makan apa-apa selama beberapa hari."
Xiao Mei merasa kasihan pada pria tua itu dan segera memberikan makanan dan air minum. Sementara itu, Cin Xiu bertanya, "Apa yang membawamu ke hutan ini, kakek?"
Pria tua itu memandang Cin Xiu dengan mata penuh kebingungan. "Kakek?" gumamnya. "Oh, maafkan aku. Aku pikir kalian adalah penyelamatku yang datang menjemputku."
Semua orang tertawa, dan suasana tegang mereka berubah menjadi lebih rileks. Mereka kemudian mendengarkan kisah pria tua itu. Dia adalah seorang penjelajah hutan yang telah menjelajahi hutan-hutan di seluruh negeri selama beberapa dekade. Namun, hutan ini terlalu besar dan kompleks, dan dia tersesat begitu masuk.
Mendengar cerita pria tua itu, mereka merasa simpati. Mereka memutuskan untuk membantu pria tua itu keluar dari hutan ini dan memberinya arahan yang benar.
Pria tua itu sangat bersyukur atas bantuan dan keramahan mereka. Dia bertanya, "Bolehkah aku bergabung dengan kalian sejenak? Aku ingin tahu lebih banyak tentang kalian dan cerita-cerita kalian."
__ADS_1
Cin Xiu dan teman-temannya dengan senang hati menyetujui permintaan pria tua itu. Mereka berkumpul di bawah rembulan, berbagi cerita tentang perjalanan mereka, sementara pria tua itu juga berbagi kisahnya yang menarik.
Malam itu adalah malam yang penuh kejutan dan kesalahpahaman. Mereka menemukan seorang pria tua yang tersesat di hutan, dan meskipun awalnya terkejut, mereka berhasil mengubah situasi itu menjadi pertemuan yang penuh empati dan kebaikan hati. Mereka belajar bahwa terkadang, ketika kita bersedia membantu orang lain, kita bisa menemukan teman dan cerita-cerita yang luar biasa di tempat-tempat yang paling tak terduga.