
Selama latihan, Xian berjalan di antara murid-murid, memberikan bimbingan yang lembut. Dia memeriksa gerakan dan pernapasan masing-masing murid, memastikan bahwa mereka mengikuti teknik meditasi dengan benar. Wajah murid-murid mulai terlihat lebih tenang, dan suasana pelajaran menjadi semakin mendalam.
Tetapi yang paling menonjol di antara semua murid adalah seorang gadis bernama Lian. Lian tampaknya memiliki bakat alami yang luar biasa dalam menguasai teknik dasar kultivasi. Dia mampu mengendalikan energi dengan cepat dan tanpa kesulitan yang sama yang dialami oleh beberapa murid lainnya.
Xian merasa terkesan dengan kemampuan Lian dan memutuskan untuk memberikannya perhatian lebih. Dia menghampiri Lian dan berkata, "Lian, kamu memiliki bakat alami yang luar biasa dalam kultivasi. Cara kamu mengendalikan energi sangat mengesankan."
Lian tersenyum malu-malu. "Terima kasih, Guru Xian. Saya hanya mencoba yang terbaik."
Murid-murid lainnya juga terkesan dengan kemampuan Lian. Mereka bertanya-tanya bagaimana dia bisa menguasai teknik dengan cepat, sementara mereka masih berjuang untuk mengendalikan energi mereka. Namun, Xian mengingatkan mereka bahwa setiap orang memiliki kecepatan dan kemampuan yang berbeda dalam perjalanan kultivasi.
"Kultivasi bukan hanya tentang membandingkan diri kita dengan orang lain," kata Xian. "Setiap orang memiliki bakat dan waktu mereka sendiri dalam mencapai puncak kultivasi. Yang penting adalah kita menjalani perjalanan ini dengan penuh kegembiraan dan dedikasi."
Selama pelajaran berlangsung, Lian terus menunjukkan kemampuannya yang luar biasa dalam menguasai teknik dasar. Dia menjadi inspirasi bagi murid-murid lainnya, yang merasa terdorong untuk bekerja lebih keras dalam perjalanan kultivasi mereka.
Saat pelajaran berakhir, Xian memberikan pujian kepada semua murid atas upaya keras mereka. Dia juga mengingatkan mereka bahwa kultivasi adalah perjalanan yang panjang dan penuh dengan tantangan, tetapi dengan dedikasi dan semangat, mereka semua dapat mencapai tujuan mereka.
__ADS_1
Mereka meninggalkan halaman perguruan dengan semangat yang tinggi, terinspirasi oleh kegigihan Lian dan filosofi kultivasi yang diajarkan oleh Xian. Mereka tahu bahwa perjalanan kultivasi mereka masih panjang, tetapi mereka siap menghadapinya dengan penuh kebahagiaan dan semangat.
Pagi hari di perguruan Qinglian, Xian duduk di ruang pelajaran utama, memeriksa surat-surat dari murid-muridnya. Kehadiran Cin Xiu dan Mei Mei di perguruan ini telah meninggalkan kesan mendalam pada semua orang. Mereka adalah murid-murid terbaik yang pernah dimilikinya, dan sekarang, mereka sedang dalam perjalanan untuk mengejar tingkat kultivasi yang lebih tinggi.
Xian membuka surat yang telah dikirim oleh Cin Xiu dan Mei Mei. Dalam surat tersebut, mereka menceritakan tentang petualangan mereka sejak meninggalkan perguruan Qinglian. Mereka telah bertemu dengan guru-guru kultivasi yang bijaksana dan mengambil pelajaran berharga dari mereka.
Cin Xiu menulis, "Guru Xian, kami telah bertemu dengan seorang guru kultivasi yang sangat bijaksana bernama Master Wu. Dia telah mengajarkan kami tentang harmoni dengan alam dan kekuatan energi alam. Kami merasa terinspirasi oleh kebijaksanaannya dan berusaha untuk menjadi lebih baik setiap hari."
Mei Mei menambahkan, "Selama perjalanan kami, kami juga bertemu dengan banyak kultivator lain yang berbagi pengalaman dan pengetahuan mereka dengan kami. Ini adalah pengalaman yang sangat berharga, dan kami berterima kasih kepada Anda atas dasar yang kuat yang telah Anda berikan kepada kami di perguruan Qinglian."
Di luar cerita utama, para murid di perguruan Qinglian juga melanjutkan pelajaran mereka tentang keseimbangan dalam hidup. Xian sering berbicara tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara serius dalam kultivasi dan kebahagiaan dalam kehidupan sehari-hari.
Suasana di perguruan Qinglian menjadi semakin damai. Murid-murid belajar untuk tidak terlalu terpaku pada mencapai tingkat kultivasi yang tinggi, tetapi juga untuk menikmati setiap momen dalam hidup mereka. Mereka belajar bahwa kebahagiaan batin adalah kunci untuk mencapai kedamaian sejati.
Xian terus memberikan contoh dengan hidup dengan ringan dan canda. Dia sering kali mengisi hari-harinya dengan guyonan dan cerita lucu, mengingatkan murid-muridnya bahwa tertawa adalah obat terbaik.
__ADS_1
Saat malam tiba, Xian duduk di teras perguruan, melihat langit yang penuh bintang. Dia merenung tentang perjalanan murid-muridnya, Cin Xiu dan Mei Mei, yang sedang berusaha mencapai tingkat kultivasi yang lebih tinggi. Dia merasa bangga dan bersyukur memiliki murid-murid yang begitu berdedikasi.
Di tengah candaan dan guyonan mereka, Xian menyadari bahwa kultivasi bukan hanya tentang mencapai tingkat kekuatan yang tinggi, tetapi juga tentang menemukan kedamaian dalam diri kita dan menjalani hidup dengan penuh kebahagiaan. Dalam pandangan Xian, itulah yang membuat perjalanan kultivasi menjadi lebih berarti.
Suasana di perguruan Qinglian masih terasa damai dan harmonis. Murid-murid baru bersama-sama dengan semangat tinggi untuk melanjutkan perjalanan kultivasi mereka. Hari-hari berlalu dengan latihan yang intens dan pengajaran yang mendalam dari Guru Xian.
Xian terus melanjutkan pelajaran kultivasi dengan teliti. Murid-murid duduk di depannya, siap untuk mengikuti instruksinya dengan tekun. Lian, yang telah menunjukkan kemampuan luar biasa dalam menguasai teknik kultivasi, juga berada di antara mereka, tetapi dia tetap rendah hati dan siap untuk belajar lebih banyak.
Hari itu, Xian memutuskan untuk fokus pada konsep kebebasan dalam kultivasi. Dia menjelaskan bahwa kultivasi bukan hanya tentang meningkatkan kekuatan fisik, tetapi juga tentang pembebasan diri dari keterbatasan dan ketakutan. "Ketika kita meraih kedamaian batin dan harmoni dengan alam," kata Xian, "kita akan merasakan kebebasan sejati."
Selama latihan meditasi, Xian mengajarkan murid-muridnya untuk merenungkan tentang apa yang membuat mereka merasa terikat dan terbelenggu dalam hidup mereka. Mereka diminta untuk mengidentifikasi pikiran dan emosi negatif yang mungkin menghambat perjalanan kultivasi mereka.
Lian sangat serius dalam melaksanakan latihan ini. Dia merenungkan pengalaman dan perasaannya dengan tekun. Setelah beberapa saat, dia mengangkat tangan dan bertanya, "Guru Xian, bagaimana kita bisa mencapai kebebasan dari pikiran dan emosi negatif ini?"
Xian tersenyum dan memberikan jawaban yang bijaksana. "Kebebasan batin bukan berarti kita tidak memiliki pikiran atau emosi negatif. Sebaliknya, itu berarti kita mampu mengenali dan mengendalikannya dengan bijak. Dalam kultivasi, kita belajar untuk tidak terikat pada pikiran atau emosi tersebut. Ketika kita merasa terikat, kita bisa mengingatkan diri kita sendiri bahwa itu hanyalah bagian dari pengalaman manusiawi."
__ADS_1
Pelajaran dari Xian membuat murid-murid merenung dengan lebih dalam tentang konsep kebebasan. Mereka mulai memahami bahwa kebebasan batin adalah kunci untuk mencapai kedamaian sejati dalam perjalanan kultivasi.