
Xian dan Thio Ling terus berjalan melalui kabut tebal Hutan Bayangan. Mereka tahu bahwa mereka harus tetap waspada terhadap bahaya yang bisa muncul kapan saja. Kabut itu semakin tebal, membuat mereka kesulitan untuk melihat jalan di depan.
"Saya pikir kita semakin mendekati pusat kabut ini," kata Xian, mencoba mempertahankan optimisme.
Thio Ling mengangguk, tetapi dia juga merasa ada yang aneh. Kabut ini terasa berbeda dari biasanya, seolah-olah memiliki kehendak sendiri. Mereka melanjutkan perjalanan mereka, mencoba mencari jalan keluar.
Tiba-tiba, tanah di bawah kaki mereka mulai berguncang. Mereka segera menyadari bahwa mereka berdiri di atas lapisan tipis tanah yang mengambang di atas sesuatu yang besar dan berbahaya di bawahnya.
"Awas!" seru Thio Ling, tetapi sudah terlambat. Tanah di bawah kaki mereka mulai retak, dan mereka terjebak dalam lubang besar yang mendalam. Mereka jatuh ke dalam kegelapan.
Saat mereka jatuh, mereka merasakan bahwa mereka tidak sendirian. Di dalam lubang tersebut, ada makhluk-makhluk yang mengintai. Mereka adalah monster laut dengan kulit keras dan gigi tajam. Xian dan Thio Ling harus segera menghadapi ancaman ini.
Dalam kegelapan yang sempit, Xian dan Thio Ling melawan monster-monster laut itu dengan sekuat tenaga. Mereka berdua bergantian melancarkan serangan, mencoba untuk bertahan hidup. Meskipun sulit untuk melihat di dalam kegelapan, mereka berdua menggunakan insting dan kekuatan kultivasi mereka untuk menghadapi monster-monster tersebut.
Pertempuran berlanjut selama beberapa jam yang panjang. Xian dan Thio Ling merasa semakin lelah, tetapi mereka tahu bahwa mereka tidak boleh menyerah. Mereka harus bertahan sampai akhir.
Akhirnya, mereka berhasil mengalahkan monster-monster laut itu satu per satu. Xian dan Thio Ling terengah-engah, melihat sekeliling mereka dalam kegelapan. Mereka berada di dalam gua bawah tanah yang gelap dan suram.
Thio Ling mengangkat sebuah obor yang dia bawa dan menyalakannya. Cahaya obor mengungkapkan bahwa mereka berada di dalam gua yang sangat besar dan terhampar dengan berbagai macam fosil monster laut yang telah mati. Gua ini adalah tempat yang sangat suram dan mengerikan.
"Kita harus segera mencari jalan keluar dari sini," kata Xian, menggelengkan kepala untuk menghilangkan rasa mual akibat bau busuk di gua itu.
Mereka berdua melanjutkan perjalanan mereka melalui gua yang gelap. Mereka tidak tahu apa yang mungkin menunggu di depan, tetapi mereka harus terus maju. Tidak ada jalan kembali.
__ADS_1
Di tempat lain, pemimpin kelompok kultivator jahat masih memantau pergerakan Xian dan Thio Ling melalui bola kristal ajaib. Dia tersenyum puas saat melihat bahwa mereka terjebak dalam gua bawah tanah yang suram.
"Perangkap ini bekerja dengan sempurna," kata pemimpin kelompok itu dengan kepuasan. "Mereka tidak akan bisa lolos dari gua ini. Selamat tinggal, Xian dan Thio Ling."
Namun, Xian dan Thio Ling tidak akan menyerah begitu saja. Mereka akan terus berjuang untuk mencari jalan keluar dari gua yang suram ini dan melanjutkan misi mereka untuk membawa kedamaian ke Kerajaan.
Xian dan Thio Ling terus menjelajahi gua yang gelap dan suram itu. Mereka berjalan hati-hati, menghindari fosil monster laut yang tersebar di sekitar mereka. Suasana gua yang mencekam membuat mereka merasa semakin terjebak, tetapi mereka tidak akan menyerah.
Beberapa jam kemudian, mereka tiba di sebuah ruangan gua yang lebih besar. Di tengah ruangan itu, mereka melihat sebuah patung besar dari seorang pria tua dengan jenggot panjang dan rambut putih. Patung itu tampak sangat tua dan berdebu.
"Ini siapa, Xian?" tanya Thio Ling, heran.
Xian mendekati patung itu dan memeriksanya dengan seksama. Dia merasakan bahwa ada energi kuno yang terkunci dalam patung tersebut. "Ini adalah patung seorang kultivator legendaris yang dulu disebut sebagai 'Si Guru Guyon.' Katanya, dia memiliki kekuatan luar biasa dan kesaktian yang tak terkalahkan."
Xian menggelengkan kepala. "Saya tidak yakin. Tapi sepertinya patung ini adalah petunjuk. Mungkin kita harus menghormati Si Guru Guyon ini dengan cara tertentu."
Mereka berdua mencoba berbagai cara untuk menghormati patung Si Guru Guyon, tetapi tidak ada yang berhasil. Mereka semakin frustasi dan lelah.
Tiba-tiba, Xian mendapatkan ide. Dia mengingatkan Thio Ling tentang salah satu ajaran Guyon yang diajarkan oleh Gurunya di perguruan mereka. Ajaran tersebut mengatakan bahwa kekuatan sejati berasal dari dalam diri seseorang, dan dengan merenungkan dan mengendalikan energi dalam diri, seseorang dapat mencapai kesaktian yang tak terbatas.
Thio Ling dan Xian duduk bersila di depan patung Si Guru Guyon, menutup mata mereka, dan mulai merenungkan energi dalam diri mereka. Mereka mencoba mengendalikan energi tersebut dengan teliti, mengikuti ajaran Guyon.
Saat mereka tenggelam dalam meditasi, sesuatu yang ajaib terjadi. Patung Si Guru Guyon tiba-tiba bercahaya dengan cahaya yang terang, dan ruangan gua tersebut pun bergemuruh. Mereka merasa energi kuno mengalir melalui mereka, memberi mereka kekuatan yang luar biasa.
__ADS_1
Xian dan Thio Ling membuka mata mereka, merasa penuh semangat. Mereka merasa bahwa mereka memiliki kekuatan yang cukup untuk mengatasi rintangan apa pun yang mungkin muncul di depan mereka.
"Kita harus terus maju," kata Xian, penuh semangat. "Kita telah memperoleh kesaktian Guyon, dan sekarang kita memiliki kekuatan yang cukup untuk menghadapi apapun."
Thio Ling setuju, dan mereka melanjutkan perjalanan mereka melalui gua yang misterius ini. Mereka tidak tahu apa yang akan mereka temui di depan, tetapi mereka yakin bahwa mereka dapat menghadapinya dengan kekuatan kesaktian Guyon yang baru mereka peroleh.
Sementara itu, pemimpin kelompok kultivator jahat yang memantau mereka melalui bola kristal ajaib merasa khawatir. Dia tidak pernah menduga bahwa Xian dan Thio Ling akan memperoleh kesaktian Guyon dalam gua tersebut. Dia tahu bahwa mereka sekarang menjadi ancaman yang lebih besar bagi rencananya.
Pemimpin kelompok itu segera merencanakan cara untuk menghadapi Xian dan Thio Ling yang sekarang memiliki kekuatan baru. Pertempuran antara kekuatan Guyon dan kegelapan yang jahat akan segera dimulai.
Xian dan Thio Ling melanjutkan perjalanan mereka melalui gua yang misterius, dilengkapi dengan kekuatan baru yang mereka peroleh setelah meditasi di depan patung Si Guru Guyon. Kedua kultivator muda ini berjalan dengan langkah percaya diri, siap menghadapi apa pun yang mungkin menanti mereka.
Mereka terus menjelajahi gua yang gelap dan suram, di mana fosil monster laut menjaga setiap sudutnya. Suasana gua yang semakin mencekam membuat mereka semakin waspada. Tapi mereka tahu bahwa mereka harus terus maju, tidak peduli seberapa berbahayanya gua itu.
Tiba-tiba, mereka tiba di sebuah ruangan yang lebih besar daripada yang sebelumnya. Ruangan ini dipenuhi dengan cahaya biru samar yang terpancar dari dinding gua. Di tengah ruangan tersebut, mereka melihat sosok sosok kultivator jahat yang telah lama mereka cari, pemimpin kelompok kultivator jahat yang memantau mereka melalui bola kristal ajaib.
Pemimpin itu tersenyum licik saat melihat kedatangan Xian dan Thio Ling. "Akhirnya kalian datang juga, Xian dan Thio Ling. Kalian mungkin telah memperoleh kesaktian Guyon, tetapi itu tidak akan cukup untuk mengalahkan saya!"
Xian dan Thio Ling berdiri tegak, siap untuk menghadapi pemimpin jahat tersebut. "Kami tidak akan membiarkanmu merusak kedamaian di Kerajaan," kata Xian dengan tekad.
Pertarungan pun dimulai. Pemimpin kelompok kultivator jahat tersebut mengeluarkan serangan-serangan yang kuat, tetapi Xian dan Thio Ling mampu menghindarinya dengan kecepatan dan kekuatan baru mereka. Mereka juga menggunakan kekuatan kesaktian Guyon untuk melawan serangan pemimpin jahat tersebut.
Pertarungan itu sangat sengit, dengan ledakan energi yang memenuhi ruangan gua tersebut. Xian dan Thio Ling bekerja sama dengan sempurna, saling melindungi dan memberikan dukungan satu sama lain. Mereka tahu bahwa mereka hanya dapat mengalahkan pemimpin jahat tersebut jika mereka bekerja sebagai tim.
__ADS_1