
Matahari terbit di ufuk timur, menyinari perbukitan yang mengelilingi Desa Qinglian. Cuaca pagi yang cerah memantulkan warna hijau subur dan warna-warna bunga yang mekar di sekitar desa. Desa Qinglian terletak di lembah yang indah, dikelilingi oleh hutan hijau dan pegunungan yang menjulang tinggi. Suasana pagi ini sangat damai, tetapi ada semacam kegembiraan yang menggema di udara.
Xian, yang telah kembali ke desa setelah sekian lama berkelana, berjalan bersama Xiao Ming. Mereka tiba di pintu gerbang perguruan Qinglian dengan senyum di wajah mereka. Gerbang kayu besar dengan lambang perguruan yang diukir dengan indah menyambut kedatangan mereka.
Murid-murid perguruan Qinglian telah berkumpul di halaman depan, menanti kepulangan Xian. Mereka mengenali gurunya dan sorak sorai kecil pun terdengar ketika Xian dan Xiao Ming melangkah masuk.
"Selamat kembali, Guru Xian!" teriak salah satu murid dengan penuh antusiasme.
Xian tersenyum dan melambaikan tangan. "Terima kasih, teman-teman. Aku merindukan kalian semua."
Xian kemudian memperkenalkan Xiao Ming kepada murid-muridnya. Mereka menerima anak kecil itu dengan tulus dan antusias. Xiao Ming yang sebelumnya gelisah, sekarang merasa nyaman dan senang di tengah-tengah murid-murid perguruan Qinglian.
Mereka semua masuk ke aula perguruan untuk berbicara dan merayakan kepulangan Xian. Di dalam aula, suasana hangat terasa. Lukisan-lukisan besar tentang pendiri perguruan dan guru-guru terdahulu menghiasi dinding-dinding. Ada bau harum teh dan bunga yang mengisi ruangan.
Cin Xiu, murid terbaik Xian yang sekarang menjadi pemimpin perguruan, berdiri di podium dan memberikan sambutan.
"Selamat datang kembali, Guru Xian," ucapnya dengan hormat. "Kami sangat merindukan Anda. Perguruan Qinglian telah berkembang pesat selama Anda pergi, dan itu semua berkat fondasi yang Anda ciptakan."
Xian tersenyum dan memberi hormat. "Terima kasih, Cin Xiu. Kamu telah melakukannya dengan baik. Aku bangga melihat bagaimana perguruan ini berkembang."
Mereka semua duduk bersama di meja bundar di tengah ruangan. Xiao Ming duduk di antara Xian dan Cin Xiu, merasa dihormati dan diterima sebagai bagian dari perguruan.
Percakapan pun bergulir dengan ceria. Mereka berbagi cerita tentang petualangan dan pengalaman mereka selama Xian pergi. Murid-murid bertanya tentang tempat-tempat yang telah dikunjungi oleh Xian dan hal-hal yang telah ia pelajari. Xian dengan senang hati berbagi pengalaman dan pengetahuannya.
Sementara itu, di luar jalur cerita utama, beberapa murid berkumpul untuk berbicara tentang filsafi perguruan. Mereka merenungkan makna kebahagiaan dalam kultivasi mereka. Salah satu murid berkata, "Kebahagiaan sejati adalah ketika kita menemukan kedamaian dalam diri kita sendiri dan berbagi kebahagiaan dengan orang lain."
__ADS_1
Murid yang lain menambahkan, "Saat kita belajar dan berkembang bersama, kita menciptakan kebahagiaan sejati. Itulah yang membuat perguruan Qinglian istimewa."
Pertemuan ini mencerminkan kehangatan dan kebahagiaan yang ada di perguruan Qinglian. Mereka adalah keluarga yang kuat, dan kehadiran Xian dan Xiao Ming semakin menguatkan ikatan di antara mereka.
Hari itu, matahari bersinar terang di langit biru Desa Qinglian. Udara segar dan harum bunga-bunga yang mekar mengisi desa, menciptakan atmosfera yang tenang. Xian dan Xiao Ming berdiri di halaman perguruan Qinglian, siap untuk memulai pelatihan kultivasi.
Xian menjelaskan kepada Xiao Ming tentang dasar-dasar kultivasi, mengajarkan bagaimana mengendalikan energi dalam tubuh dan mengarahkannya ke pusat kekuatan. Mereka berlatih gerakan-gerakan sederhana yang membantu Xiao Ming memahami aliran energi dalam dirinya.
Sementara itu, Cin Xiu dan Mei Mei telah kembali dari perjalanan mereka dan bergabung dalam pelatihan. Mereka membawa pengalaman baru dari perjalanan mereka dan berbicara tentang pentingnya pengembangan batin dalam kultivasi.
"Saat kamu memahami dirimu sendiri dengan lebih baik, kultivasi akan menjadi lebih efektif," kata Cin Xiu sambil mengamati pernapasan dalam pelatihan.
Mei Mei menambahkan, "Kultivasi adalah tentang menemukan kedamaian batin, bukan hanya tentang kekuatan fisik. Kedamaian inilah yang membawa kebahagiaan sejati."
Xian dan Xiao Ming mendengarkan dengan serius, memahami betapa pentingnya aspek batin dalam kultivasi mereka. Mereka melanjutkan pelatihan, dengan Xian memberikan panduan dan bimbingan kepada Xiao Ming.
Semua orang tertawa, termasuk Xiao Ming, yang menangkap dengan cepat gaya pelajaran unik mereka. Guyonan seperti ini menjadi salah satu ciri khas perguruan Qinglian, di mana keceriaan dan pembelajaran terjalin dengan baik.
Di tengah pelatihan mereka, mereka juga berbicara tentang pengalaman selama perjalanan mereka. Cin Xiu dan Mei Mei berbagi kisah-kisah tentang pertemuan mereka dengan berbagai tokoh bijak dan petualangan yang mereka alami. Mereka memotivasi Xiao Ming dengan cerita-cerita inspiratif tentang kesuksesan mereka dalam mengatasi rintangan.
Saat sore tiba, mereka semua duduk bersama di halaman perguruan, menikmati pemandangan matahari terbenam yang memancarkan warna-warni di langit. Mereka merenungkan makna sejati dari kultivasi dan bagaimana hal itu dapat membawa kebahagiaan dan kedamaian dalam hidup.
Guyonan cerdas tetap menjadi bagian integral dalam obrolan mereka, dan Xian berkata dengan nada jenaka, "Sebenarnya, kultivasi itu seperti tarian. Kita harus mengikuti irama alam semesta dan menari bersama dengannya."
Semua orang tertawa, merasakan kebahagiaan yang mendalam dalam momen itu. Pada akhirnya, mereka menyadari bahwa kultivasi bukan hanya tentang mencapai kekuatan fisik, tetapi juga tentang menemukan kedamaian batin dan kebahagiaan sejati.
__ADS_1
Malam itu, Xiao Ming merasa bahagia dan terinspirasi oleh perguruan Qinglian dan gurunya yang penuh kasih. Mereka telah memulai perjalanan kultivasi mereka bersama-sama, dan ia tahu bahwa ada banyak pelajaran dan petualangan menanti di depan.
Hari-hari berlalu dengan cepat di perguruan Qinglian. Xian dan Xiao Ming terus bekerja keras dalam latihan kultivasi mereka. Di bawah bimbingan penuh Xian, Xiao Ming mulai menguasai teknik dasar kultivasi. Mereka berdua sering menjalani latihan fisik dan meditasi untuk memahami energi internal dengan lebih baik.
Suasana pagi di desa tetap indah, dengan matahari yang bersinar terang dan pepohonan yang bergerak dengan lembut oleh angin. Halaman perguruan dipenuhi dengan murid-murid yang sedang berlatih, mengendalikan energi internal mereka. Xiao Ming, yang awalnya kikuk dalam latihan, semakin mendapatkan cengkeraman atas teknik-teknik dasar.
Saat melihat Xiao Ming berjuang untuk mengendalikan energi, Cin Xiu dan Mei Mei bergabung dalam pelatihan. Mereka membantu memberikan panduan tambahan dan menunjukkan teknik-teknik lanjutan kepada murid-murid baru.
Xian memperhatikan dengan bangga perkembangan Xiao Ming. "Kamu melakukannya dengan sangat baik, Xiao Ming," katanya dengan senyuman. "Kultivasi adalah tentang ketekunan, dan kamu memiliki semangat yang luar biasa."
Xiao Ming tersenyum dan menjawab, "Terima kasih, Guru Xian. Saya belajar dari yang terbaik."
Guyonan tentang kesabaran dan ketekunan menjadi bagian dari filsafi perguruan. Mereka sering kali mengingatkan satu sama lain tentang pentingnya memahami bahwa hasil dalam kultivasi membutuhkan waktu dan usaha yang konsisten.
Saat tengah hari, mereka semua berkumpul di aula untuk makan siang bersama. Mereka berbicara tentang pengalaman-pengalaman mereka dalam latihan dan pelajaran yang mereka pelajari. Cin Xiu menekankan bahwa kultivasi adalah tentang menggali potensi diri dan mengatasi rintangan.
"Saat kita menghadapi hambatan, kita harus mengingat bahwa setiap rintangan adalah kesempatan untuk tumbuh," ucap Cin Xiu dengan bijak.
Mei Mei menambahkan, "Dan penting untuk selalu ingat bahwa kultivasi adalah perjalanan yang tidak ada ujungnya. Kita selalu bisa belajar lebih banyak dan tumbuh lebih kuat."
Malam hari, mereka kembali ke halaman perguruan untuk melanjutkan pelatihan. Xiao Ming dan murid-murid lainnya berlatih teknik-teknik kultivasi dengan tekun. Terkadang, mereka memiliki momen-momen lucu saat Xiao Ming mencoba mengendalikan energi internalnya dengan sedikit kikuk. Mereka tertawa bersama, mengingat bahwa ketawa adalah bagian penting dari perjalanan kultivasi.
Saat bulan mulai naik di langit malam yang tenang, Xian, Cin Xiu, Mei Mei, dan Xiao Ming duduk bersama di bawah pepohonan yang rimbun. Mereka melanjutkan percakapan tentang makna sejati dari kultivasi dan bagaimana itu dapat membawa kedamaian dan kebahagiaan dalam hidup.
Guyonan tentang kehidupan dan perjuangan menjadi bagian penting dari obrolan mereka. Mereka tahu bahwa dalam kultivasi, seperti dalam hidup, penting untuk memiliki kesabaran dan tekad yang kuat.
__ADS_1
Xian berkata, "Ketekunan adalah kunci untuk mencapai apa pun dalam hidup. Dan dengan kesabaran, kita dapat mengatasi segala rintangan."
Semua orang setuju, dan suasana menjadi hangat dan harmonis di bawah cahaya bulan yang tenang. Mereka merasakan bahwa di perguruan Qinglian, mereka bukan hanya teman dan keluarga, tetapi juga guru-guru dan murid-murid dalam perjalanan kultivasi mereka.