Lee Xian, Kultivator Guyon

Lee Xian, Kultivator Guyon
Xian Menemui Guru Shen


__ADS_3

Xian memutuskan untuk mendekati Guru Shen dengan sopan. Dia melangkah mendekati pria bijaksana itu dan memberi salam dengan hormat. "Guru Shen, saya adalah seorang perantau yang datang dengan harapan untuk belajar dari Anda. Saya sangat terkesan dengan gaya silat air yang Anda ajarkan dan filosofi yang Anda anut."


Guru Shen tersenyum lembut dan memberi hormat balasan. "Selamat datang, pemuda. Saya adalah Guru Shen, dan saya senang melihat semangat Anda dalam mempelajari ilmu silat. Bagaimana saya bisa membantu Anda?"


Xian menjelaskan niatnya untuk belajar dari Guru Shen dan menjadi muridnya. Dia juga menyebutkan bahwa dia telah berbicara dengan salah satu murid yang telah memberikan izin untuk membawanya ke sini.


Guru Shen mengangguk. "Saya senang mendengarnya. Tidak ada syarat khusus untuk menjadi murid saya selain semangat dan dedikasi. Namun, saya ingin mengingatkan Anda bahwa gaya silat air yang kami ajarkan di sini mencakup aspek kebahagiaan dan keseimbangan. Anda harus siap untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip ini dalam latihan Anda."


Xian tersenyum dengan antusias. "Saya siap, Guru Shen. Saya percaya bahwa ilmu silat tidak hanya tentang kekuatan fisik, tetapi juga tentang kebijaksanaan dan kedamaian dalam hati."


Guru Shen memberikan godaan pada Xian dan menjawab, "Itu adalah pemikiran yang bijaksana, pemuda. Selamat, Anda sekarang adalah murid saya. Mari mulai pelajaran pertama Anda besok pagi."


Xian merasa senang dan bersyukur atas kesempatan ini. Dia memberi hormat pada Guru Shen dan mengucapkan terima kasih atas kesediaannya menerima dia sebagai murid. Selama beberapa minggu ke depan, Xian akan mendalami ilmu silat air bersama dengan murid-murid yang penuh semangat, sambil terus mengejar kebahagiaan dan keseimbangan dalam hidupnya.


Xian mulai menjalani pelajarannya bersama Guru Shen di Pusat Silat Han Sang. Setiap pagi, mereka berkumpul di area latihan dekat air terjun yang deras. Meskipun latihan ini serius, Guru Shen memiliki sikap yang ramah dan humoris yang membuat suasana tetap menyenangkan.


Suatu pagi, ketika Xian sedang berlatih gerakan dasar, dia merasa kesulitan untuk menjaga keseimbangan di atas aliran air yang deras. Dia hampir jatuh beberapa kali, yang membuat murid-murid lain tertawa. Namun, Guru Shen hanya tersenyum dan mendekati Xian.


"Ingatlah, pemuda," kata Guru Shen dengan nada ramah, "Keseimbangan dalam tubuh sama pentingnya dengan keseimbangan dalam pikiran. Jika kau bisa menjaga keduanya, kau akan menjadi kultivator yang kuat dan bijaksana."

__ADS_1


Xian berusaha keras untuk memahami pelajaran ini, tetapi dia merasa agak frustrasi dengan kegagalan awalnya. Guru Shen melihat ekspresi wajahnya dan tiba-tiba membuat lelucon yang mengubah suasana hati semua orang.


"Guru," tanya Xian, "Apakah humor juga bagian dari gaya silat ini?"


Guru Shen tertawa dengan riang. "Tentu saja! Kehidupan adalah tentang menemukan kebahagiaan di setiap langkah. Humor adalah salah satu cara terbaik untuk menjaga semangat dan menjauhkan kita dari ketegangan berlebihan."


Mendengar itu, Xian merasa lebih ringan hati. Dia mulai melihat bahwa pelajaran Guru Shen bukan hanya tentang gerakan fisik, tetapi juga tentang kebijaksanaan dalam hidup sehari-hari. Saat latihan berlanjut, Guru Shen terus membuat lelucon dan anekdot yang menghibur, membuat suasana tetap ceria.


Suatu hari, ketika murid-murid lain sedang berlatih serius, Guru Shen mendekati Xian dengan ekspresi serius di wajahnya. "Saya punya pertanyaan serius untukmu, pemuda," katanya.


Xian siap mendengarkan. "Apa itu, Guru Shen?"


Xian memandang Guru Shen dengan heran. "Saya tidak yakin, Guru. Mengapa?"


Guru Shen tersenyum lebar. "Karena ada terlalu banyak pemain kotor di sana!"


Xian tertawa terbahak-bahak, bersama dengan murid-murid lainnya yang mendengar lelucon itu. Guru Shen dengan cepat mengembalikan suasana latihan ke dalam keseriusan, tetapi Xian menyadari bahwa humor adalah bagian integral dari filosofi mereka di sini.


Latihan di atas air terjun yang licin menjadi salah satu momen favorit Xian selama berlatih di Pusat Silat Han Sang. Setiap pagi, mereka akan berkumpul di sana, menghadapi air terjun yang deras dengan tekad untuk menjaga keseimbangan. Meskipun latihan ini cukup sulit, suasana selalu penuh dengan tawa dan canda.

__ADS_1


Pagi itu, Xian berdiri di pinggiran air terjun, siap untuk mencoba latihan tersebut. Dia mengamati dengan seksama bagaimana murid-murid lain mencoba menjaga keseimbangan mereka. Beberapa berhasil, sementara yang lain jatuh ke dalam air dengan sukses yang kurang baik.


Guru Shen, yang berdiri di pinggir dengan senyuman, memandang mereka semua. "Ingatlah, pemuda-pemuda," katanya dengan suara lembut, "keseimbangan adalah kunci dalam segala hal. Baik dalam ilmu silat maupun dalam hidup sehari-hari. Cobalah lagi, dan jangan takut untuk jatuh."


Xian mengambil nafas dalam-dalam dan melangkah maju. Dia merasa air terjun yang deras menghantam kakinya saat dia mencoba menjaga keseimbangan. Tapi begitu dia merasa agak stabil, dia mulai bergerak ke depan dengan hati-hati.


Tetapi seperti yang telah terjadi sebelumnya, keseimbangan itu begitu licin dan sulit dipertahankan. Xian jatuh ke dalam air dengan sukses yang agak malu-malu. Dia muncul dari dalam air terjun sambil tertawa, bersama dengan murid-murid lainnya yang juga tertawa.


Guru Shen dengan senyuman memerintahkan, "Coba lagi, pemuda. Tidak ada yang bisa menguasai keseimbangan dalam semalam. Yang penting adalah semangatmu untuk terus belajar."


Xian mencoba lagi dan lagi, setiap kali jatuh ke dalam air dengan tawa yang semakin keras. Tapi dia tidak merasa putus asa. Sebaliknya, dia merasa semakin antusias untuk mengatasi tantangan ini.


Saat itu tiba, ketika Xian berhasil menjaga keseimbangan di atas air terjun selama beberapa detik. Tertawa gembira, dia berteriak, "Saya berhasil!"


Semua orang bergembira melihat prestasi Xian. Mereka memberinya tepuk tangan dan saran untuk mempertahankan keseimbangan itu. Xian merasa sangat senang dan percaya diri.


Latihan ini berlanjut dengan tawa dan canda. Setiap murid mencoba yang terbaik untuk menjaga keseimbangan mereka, dan setiap kali ada yang jatuh, mereka saling menghibur dengan tawa dan dukungan. Ini bukan hanya latihan fisik, tetapi juga latihan untuk menjaga semangat dan kebahagiaan dalam menghadapi kesulitan.


Pagi itu berakhir dengan Guru Shen memberikan nasihat bijak kepada semua muridnya. "Keseimbangan dalam hidup adalah kunci untuk mencapai kebahagiaan sejati," katanya. "Teruslah berlatih, baik dalam ilmu silat maupun dalam hidup sehari-hari. Dan jangan pernah takut untuk tertawa, bahkan dalam menghadapi kesulitan."

__ADS_1


Semua murid mengangguk, merasa terinspirasi oleh kata-kata Guru Shen. Mereka tahu bahwa latihan ini hanyalah salah satu bagian dari perjalanan panjang mereka dalam mencari keseimbangan dan kebahagiaan dalam hidup.


__ADS_2