
Perjalanan Cin Xiu dan teman-temannya menuju Sembilan Gerbang Menuju Kekuatan terus berlanjut. Mereka telah melewati berbagai ujian dan mengumpulkan pengalaman berharga, tetapi perjalanan mereka masih jauh dari selesai. Di samping konflik dan ujian yang telah mereka hadapi, mereka juga menemui momen-momen yang membuat hati mereka hangat dan memicu empati.
Ketika mereka mencapai sebuah hutan yang lebat, suasana alam berubah drastis. Pepohonan yang tinggi dan rindang menciptakan bayangan di bawahnya, memberi perasaan dingin yang kontras dengan matahari yang bersinar terang di luar hutan. Suara riuh rendah dari aliran sungai yang mengalir di dekatnya menambahkan kesan tenang pada suasana hutan.
Teman-teman Cin Xiu, Wei dan Xiao Mei, saling bertatapan dengan kebingungan. Mereka telah kehilangan petunjuk mereka dan merasa tersesat di tengah hutan yang tidak dikenal. Tanpa arah yang jelas, mereka berdua merasa cemas dan bingung.
Saat itulah, Cin Xiu menunjukkan sifat kepemimpinannya yang jelas. Dia berbicara dengan tenang kepada Wei dan Xiao Mei, mencoba meredakan kekhawatiran mereka. "Kita akan menemukan jalan keluar dari sini. Yang penting, kita harus tetap bersama dan bekerja sama," ujar Cin Xiu dengan tegas.
Mereka berdua mengangguk, merasa lebih tenang dengan bimbingan Cin Xiu. Mereka memutuskan untuk mengikuti aliran sungai, mengharapkan itu akan membawa mereka ke tempat yang lebih terbuka dan mungkin menemukan petunjuk yang berguna.
Sementara itu, Cin Xiu berbicara dengan Yeong, yang selama ini terlihat pendiam. Dia mencoba memahami lebih dalam tentang sifat teman mereka yang misterius ini. "Yeong, kita telah bersama-sama dalam perjalanan yang panjang ini, tetapi kamu selalu menjaga dirimu sendiri. Ada sesuatu yang ingin kamu bagikan atau ceritakan?"
Yeong terdiam sejenak, dan akhirnya ia memutuskan untuk membuka hatinya kepada Cin Xiu. "Sebenarnya, saya adalah penjaga rahasia dari keluarga kerajaan. Saya pergi dari istana untuk mengejar keinginan saya sendiri dan belajar lebih banyak tentang dunia di luar sana. Ini adalah perjalanan pertama saya yang sebenarnya, dan saya merasa sedikit terombang-ambing di antara teman-teman yang hebat seperti Anda."
Cin Xiu mengangguk mengerti. "Kita semua memiliki ketakutan dan keraguan kita sendiri, Yeong. Jangan merasa terombang-ambing, karena kita akan selalu ada satu sama lain untuk saling mendukung."
"Baiklah, kalian semua siap untuk mendengarkan cerita ku?" tanya Cin Xiu sambil tersenyum. "Nanti setelah aman ya?" katanya lagi.
__ADS_1
Percakapan itu membuat Yeong merasa lebih dekat dengan teman-temannya. Mereka berdua mengikuti Wei dan Xiao Mei yang berjalan di depan.
Setelah beberapa saat, mereka tiba di tepi sungai yang lebih besar. Di sana, mereka melihat seorang wanita muda yang tampak kebingungan. Wanita itu tampak tersesat seperti mereka, dan Cin Xiu mendekatinya dengan penuh empati.
"Dapatkah kami membantu Anda?" tanya Cin Xiu.
Wanita itu memandang mereka dengan lega. "Saya tersesat di hutan ini dan tidak tahu cara keluar. Terima kasih atas tawaran bantuan Anda."
Cin Xiu, Wei, Xiao Mei, dan Yeong kemudian berdiskusi dengan wanita itu dan mencoba mencari jalan keluar bersama-sama. Selama perjalanan mereka bersama, mereka mendengarkan cerita wanita itu tentang perjalanan dan petualangan pribadinya, yang menciptakan ikatan antara mereka.
Namun, di tengah percakapan mereka, mereka tiba-tiba mendengar suara gemuruh dari balik semak-semak yang rapat. Mereka segera menyadari bahwa mereka tidak sendirian di hutan ini. Sesuatu yang besar dan mengerikan muncul dari semak-semak itu.
Tiba-tiba, sebuah makhluk besar melompat keluar dari semak-semak tersebut. Itu adalah seekor harimau besar dengan bulu kuning cerah dan mata yang memancarkan ketajaman. Binatang buas ini berdiri tegak, mengintai Cin Xiu dan teman-temannya.
Ketika melihat harimau itu, Xiao Mei langsung melompat mundur sambil berteriak ketakutan. Wei berdiri di antara Xiao Mei dan harimau, mencoba melindungi temannya. Yeong bersiap-siap untuk bertindak, sementara Cin Xiu, dengan tenang, mencoba berbicara dengan harimau tersebut.
"Kami tidak akan melukaimu. Kami hanya ingin menemukan jalan keluar dari hutan ini," ujar Cin Xiu dengan suara yang tenang. Dia mencoba menjaga kontrol atas situasi ini dan menghindari pertempuran yang tidak perlu.
__ADS_1
Harimau itu tampak ragu sejenak, seolah-olah mempertimbangkan kata-kata Cin Xiu. Namun, tiba-tiba, binatang buas lainnya muncul dari belakangnya. Seekor beruang raksasa dengan bulu coklat tebal berdiri di samping harimau, dan sepertinya mereka bekerja sama.
Cin Xiu dan teman-temannya kini berhadapan dengan dua makhluk buas besar yang siap untuk menyerang. Mereka merasa terjepit di antara harimau dan beruang, tanpa banyak opsi.
Saat situasi semakin tegang, tiba-tiba, wanita muda yang mereka temui sebelumnya melangkah maju. Dia tampak tenang dan berbicara kepada harimau dan beruang dengan suara yang lembut. "Kalian tidak perlu melukai mereka. Mereka adalah teman-teman saya, dan kami hanya ingin menemukan jalan keluar dari hutan ini."
Keajaiban terjadi. Harimau dan beruang itu sepertinya mendengarkan wanita muda tersebut dan tidak lagi menunjukkan tanda-tanda agresi. Mereka bahkan pergi dengan tenang, membiarkan Cin Xiu dan teman-temannya melanjutkan perjalanan mereka.
Cin Xiu dan teman-temannya memandang wanita muda itu dengan penuh rasa terima kasih. "Terima kasih atas bantuanmu. Kami hampir saja berada dalam bahaya besar," ucap Cin Xiu.
Wanita muda itu tersenyum ramah. "Tidak masalah. Di hutan ini, kita semua adalah bagian dari alam yang sama. Ini adalah peraturan alam bahwa kita harus saling membantu."
Setelah insiden itu, wanita muda itu memutuskan untuk bergabung dengan Cin Xiu dan teman-temannya dalam perjalanan mereka. Namanya adalah Mei Ling, dan dia memiliki pengetahuan mendalam tentang hutan ini. Dia menjelaskan bahwa hutan ini adalah rumah bagi banyak makhluk buas, dan kadang-kadang mereka harus menavigasi peraturan alam untuk bertahan hidup.
Selama perjalanan bersama Mei Ling, Cin Xiu dan teman-temannya belajar banyak tentang ekosistem hutan dan bagaimana menjalani kehidupan yang seimbang dengan alam. Mereka merasa semakin terhubung dengan alam sekitar mereka, dan sifat empati mereka semakin berkembang.
Mei Ling juga berbicara tentang perjalanannya sendiri, bagaimana dia mencari makna dalam hidupnya dan mengejar kedamaian di alam ini. Ceritanya membuat Cin Xiu dan teman-temannya merenung tentang tujuan mereka sendiri dalam perjalanan mereka.
__ADS_1
Mereka telah menemukan sejenis kebijaksanaan di dalam hutan dan pertemanan baru dalam diri Mei Ling, tetapi petualangan mereka masih berlanjut.