
Keesokan paginya, Xian, Cin Xiu, dan Mei Mei berkumpul di aula utama perguruan. Mereka sudah siap untuk berbicara dengan Zhang, murid yang telah melanggar beberapa aturan perguruan. Ruangan itu sunyi, hanya terdengar suara gemercik air dari pancuran di pojokan ruangan.
Cin Xiu memandang Mei Mei dan Xian. "Kita harus bersikap tegas tetapi adil dalam menangani masalah ini. Zhang adalah bagian dari keluarga perguruan kita, dan kita harus memberinya kesempatan untuk memperbaiki perilakunya."
Mei Mei mengangguk setuju, "Saya setuju, tetapi juga harus memastikan bahwa dia memahami dampak dari tindakannya. Ini adalah kesempatan bagi kita untuk mengajarkan nilai-nilai perguruan kita."
Xian menyampaikan pandangannya, "Baiklah, mari kita tunggu Zhang di sini dan bicarakan dengan dia."
Mereka tidak harus menunggu lama. Zhang segera tiba di aula utama, wajahnya penuh dengan kecemasan. Dia tahu bahwa dia telah melanggar aturan, dan sekarang harus menghadapi konsekuensinya.
Cin Xiu memberi tanda kepada Zhang untuk duduk. "Zhang, kita semua di sini untuk membicarakan beberapa tindakanmu belakangan ini. Beberapa murid telah melaporkan bahwa kamu telah melanggar beberapa aturan perguruan kita."
Zhang menundukkan kepala, merasa malu. "Saya minta maaf, Guru Cin Xiu. Saya tahu bahwa saya telah berbuat salah."
Mei Mei berbicara dengan lembut, "Kami tidak ingin menghukummu, Zhang. Kami ingin membantumu memahami betapa pentingnya aturan dan etika perguruan kita. Perguruan ini adalah keluarga kita, dan kita semua harus menjaganya dengan baik."
Xian menambahkan, "Kamu adalah bagian dari perguruan ini, dan kami ingin kamu tumbuh menjadi seorang murid yang bijak dan bertanggung jawab. Kita akan memberikanmu kesempatan untuk memperbaiki diri."
Zhang mengangguk, wajahnya penuh dengan penyesalan. "Terima kasih, Guru Xian, Guru Mei Mei, dan Guru Cin Xiu. Saya akan berusaha lebih keras untuk menghormati aturan dan etika perguruan kita."
Setelah pembicaraan yang panjang dan mendalam, Zhang meninggalkan ruangan dengan tekad untuk berubah. Xian, Mei Mei, dan Cin Xiu merasa lega bahwa mereka telah mengambil tindakan yang tepat.
Namun, setelah Zhang pergi, ada suasana hening di antara mereka. Cin Xiu lalu berkata, "Saya tahu bahwa kita harus memberinya kesempatan untuk memperbaiki diri, tetapi saya merasa ada sesuatu yang aneh dalam perilakunya. Seperti ada sesuatu yang dia sembunyikan."
__ADS_1
Mei Mei mengangguk, "Saya merasakannya juga. Apa yang bisa membuatnya melanggar aturan perguruan dengan tindakan yang begitu kecil?"
Xian menatap mereka dengan penuh pertimbangan. "Saya setuju. Kita harus lebih berhati-hati dan memantau tindakannya. Mungkin ada sesuatu yang belum kita ketahui."
Mereka semua merenungkan perkataan Xian. Ada bayangan masa lalu yang masih misterius, dan mereka merasa bahwa ini hanya awal dari sesuatu yang lebih besar dan lebih kompleks.
Keesokan harinya, suasana di perguruan Persilatan Guyon masih terasa tegang. Zhang, murid yang baru saja melanggar aturan, telah menerima hukuman yang seharusnya dan berjanji untuk memperbaiki perilakunya. Meskipun begitu, bayangan masa lalu yang misterius masih menghantui pikiran Xian, Cin Xiu, dan Mei Mei.
Pagi itu, Xian, Cin Xiu, dan Mei Mei memutuskan untuk mengunjungi makam Guru Bun Bun. Tempat itu terletak di hutan bambu yang indah di belakang perguruan. Mereka berjalan di antara rumpun-rumpun bambu yang tinggi, dengan sinar matahari yang berkilauan masuk melalui celah-celah dedaunan.
"Bagaimana perasaanmu setelah pembicaraan dengan Zhang kemarin?" tanya Mei Mei kepada Xian.
Xian menghela nafas dalam-dalam. "Aku masih merasa ada sesuatu yang aneh. Tindakannya yang melanggar aturan terasa terlalu berani untuk seorang murid biasa. Seperti ada sesuatu yang dia sembunyikan dariku."
Mereka akhirnya tiba di makam Guru Bun Bun. Makam itu dikelilingi oleh batu-batu besar dan dihiasi dengan bunga-bunga segar. Xian menundukkan kepala sebagai tanda penghormatan, lalu berbicara dengan suara lembut, "Guru Bun Bun, kami datang lagi untuk mengunjungimu. Semoga engkau tenang di sini."
Mei Mei menambahkan, "Kami merasa ada sesuatu yang tidak beres di perguruan kita. Kami ingin menjaga ketenangan dan keamanan yang engkau anugerahkan padanya."
Saat mereka berdiri di dekat makam Guru Bun Bun, tiba-tiba ada angin sepoi-sepoi yang menerpa. Dedali-dedali bambu bergerak tanpa ada angin yang terlihat. Mereka merasa ada sesuatu yang aneh dalam momen itu.
Cin Xiu melirik Mei Mei, lalu berkata, "Ini terasa seperti pesan dari Guru Bun Bun. Mungkin dia ingin memberi tahu kita sesuatu."
Xian menanggapi, "Apa pun itu, kita harus mencari tahu apa yang sedang terjadi di perguruan kita. Ada banyak pertanyaan yang belum terjawab."
__ADS_1
Setelah menghabiskan beberapa saat di makam Guru Bun Bun, mereka kembali ke perguruan. Mereka memutuskan untuk mengadakan pertemuan dengan beberapa murid yang dekat dengan Zhang. Mungkin mereka bisa memberikan petunjuk tentang apa yang sedang terjadi.
Saat mereka tiba di aula utama perguruan, murid-murid yang mereka panggil sudah menunggu. Salah satunya adalah Ling, seorang murid senior yang dekat dengan Zhang. Wajah Ling tampak cemas, dan dia tampak ragu-ragu saat memberikan informasi.
"Ada apa, Ling?" tanya Mei Mei dengan lembut.
Ling menelan ludah sejenak sebelum menjawab, "Guru-guru, saya tidak tahu banyak, tetapi saya mendengar beberapa pembicaraan di antara murid-murid. Mereka mengatakan bahwa Zhang memiliki masalah besar dengan sekelompok orang dari masa lalunya. Tapi saya tidak tahu lebih banyak daripada itu."
Informasi itu membuat Xian, Cin Xiu, dan Mei Mei semakin penasaran. Apa yang bisa menjadi kaitan antara masa lalu Zhang dengan perilaku anehnya belakangan ini?
Xian mengucapkan terima kasih kepada Ling, lalu mereka mulai merencanakan langkah selanjutnya. Mereka harus menggali lebih dalam lagi untuk mengungkap misteri ini dan menjaga keamanan perguruan mereka.
Setelah pertemuan dengan Ling dan beberapa murid lainnya, Xian, Cin Xiu, dan Mei Mei merasa semakin tertarik untuk mengungkap misteri yang melibatkan masa lalu Zhang. Mereka memutuskan untuk mencari tahu lebih lanjut tentang siapa sebenarnya Zhang dan apa hubungannya dengan orang-orang dari masa lalunya.
Mereka bergegas menuju perpustakaan perguruan yang luas, tempat mereka berharap bisa menemukan petunjuk yang lebih jelas. Perpustakaan itu dikelilingi oleh hutan bambu yang hijau dan sejuk. Dedebu-dedebu bambu bergerak dengan angin, menciptakan suara riuh yang menenangkan.
Ketika mereka memasuki perpustakaan, suasana tenang dan hening langsung menyelimuti mereka. Polosan kayu bambu dan bau halaman buku kuno mengisi udara. Mereka mulai mencari rekaman sejarah perguruan dan mencari informasi tentang Zhang.
Cin Xiu membuka buku sejarah perguruan dan mulai membaca dengan tekun. "Tidak ada yang tahu banyak tentang masa lalu Zhang. Dia muncul di perguruan ini beberapa tahun yang lalu dan terbukti sebagai murid yang berbakat. Tapi tidak ada catatan tentang keluarganya atau masa lalunya sebelum perguruan ini."
Mei Mei menambahkan, "Saya telah berbicara dengan beberapa penduduk desa di sekitar perguruan. Mereka juga tidak tahu banyak tentangnya. Sepertinya Zhang datang dari tempat yang jauh, tapi tidak ada yang bisa memberikan detail lebih lanjut."
Xian merasa semakin frustrasi. "Jadi kita masih sejauh ini tidak memiliki petunjuk yang pasti. Tapi kita tidak bisa berhenti di sini. Kita harus mencari tahu lebih banyak tentang masa lalu Zhang dan mengapa dia begitu terobsesi dengan apa yang ada di sana."
__ADS_1