Lee Xian, Kultivator Guyon

Lee Xian, Kultivator Guyon
Kebijaksanaan Makhluk Gaib


__ADS_3

Sementara pembicaraan perdamaian berlanjut, Xian merasa perlu berbicara dengan makhluk-makhluk gaib yang lebih muda yang datang dengan membawa bunga-bunga. Dia berjalan mendekati mereka dengan senyum ramah.


"Selamat datang," ucap Xian, merasa terkesan dengan kepolosan mereka. "Kalian ingin taman bunga di Pegunungan Terlarang?"


Makhluk gaib muda yang paling berani menjawab, "Iya, kami ingin tempat yang indah di sini. Tempat untuk bermain dan menikmati keindahan alam."


Xian mengangguk mengerti. "Itu adalah keinginan yang bagus. Kami akan mencoba memasukkan hal ini ke dalam proposal perdamaian. Semua orang harus bisa menikmati keindahan Pegunungan Terlarang."


Kemudian, Xian mengajak mereka berbicara lebih lanjut tentang bunga-bunga dan tanaman yang mereka inginkan untuk ditanam di taman bunga. Para makhluk gaib muda ini begitu bersemangat menceritakan visi mereka tentang taman bunga yang cerah dan berwarna-warni.


Sementara itu, Shen dan Lao mendiskusikan rincian-rincian perdamaian dengan utusan makhluk gaib. Mereka berusaha mencapai kesepakatan yang adil dan merangkul ide-ide yang akan menguntungkan semua pihak.


Di tempat lain, Dara dan Gurina juga berbicara dengan utusan makhluk gaib. Mereka menekankan pentingnya menjaga keseimbangan alam Pegunungan Terlarang dan berbagi sumber daya secara adil.


Pembicaraan berjalan dengan lancar, dan suasana semakin hangat dan bersahabat. Semua orang merasa bahwa perdamaian adalah pilihan terbaik, dan mereka bersedia bekerja sama untuk mencapainya.


Namun, di tengah-tengah semua ini, ada suara tertawa yang datang dari arah Pegunungan Terlarang. Semua mata tertuju pada sumber suara itu, dan apa yang mereka lihat membuat mereka terkejut.


Seorang tokoh tua yang dikenal sebagai Guru Bun Bun, yang selama ini dikenal sebagai manusia, tiba-tiba berubah menjadi seekor tupai! Guru Bun Bun, yang selama ini telah hidup di antara para kultivator, telah mengungkapkan wujud aslinya.


Tupai itu melompat ke depan dan mulai melakukan gerakan lucu, mengundang tawa dari semua orang. Momen ini adalah kejutan yang membuat semua orang tertawa dan merasa bahagia. Guru Bun Bun telah menghadirkan kegembiraan pada saat yang tepat.


Sementara semua orang tertawa, Guru Bun Bun berbicara dengan suara yang lucu, "Maafkan saya, saya telah bersembunyi di antara kalian selama ini. Tapi sekarang, saatnya untuk kembali ke wujud asli saya. Terima kasih atas semua tawanya!"


Semua orang merespon dengan tawa dan tepuk tangan, merasa bahagia dengan kejutan ini. Keberanian Guru Bun Bun untuk mengungkapkan dirinya adalah cerminan dari semangat Guyon yang selalu menekankan kebahagiaan.


Pertemuan ini adalah perpaduan yang indah antara pembicaraan serius tentang perdamaian dan momen lucu yang menghangatkan hati. Semua orang merasa lebih dekat satu sama lain, dan harapan untuk perdamaian di Pegunungan Terlarang semakin nyata.


Setelah momen lucu bersama Guru Bun Bun, pertemuan antara makhluk gaib dan para kultivator berjalan dengan baik. Mereka semakin mendekati kesepakatan perdamaian yang diharapkan oleh semua pihak. Namun, seperti dalam banyak cerita epik, ada konfrontasi tak terduga yang akan menguji tekad dan hubungan mereka.

__ADS_1


Ketika pembicaraan sedang berlangsung, tiba-tiba terdengar suara langkah berat di balik semak-semak. Semua mata segera tertuju pada sumber suara tersebut. Muncul seorang pria tua berjubah hitam yang wajahnya tertutup oleh topeng. Dia adalah sosok misterius yang tidak dikenal oleh siapa pun di sana.


Dengan langkah mantap, pria tua itu melangkah ke tengah pertemuan, mengabaikan ekspresi terkejut para peserta. Dia berbicara dengan suara tegas, "Perdamaian dengan makhluk gaib adalah tindakan lemah! Kalian semua adalah orang-orang yang bodoh!"


Makhluk gaib dan kultivator yang hadir segera merasa marah dan tersinggung oleh kata-kata pria misterius itu. Mereka merasa bahwa upaya mereka untuk mencapai perdamaian dihina.


Xian, Shen, dan yang lainnya berusaha menjaga ketenangan. Xian bertanya, "Siapa kamu, dan mengapa kamu datang ke sini dengan sikap seperti itu?"


Pria tua itu tertawa dengan sinis. "Aku adalah Jiang Feng, seorang kultivator kuat dari Klan Gelap. Aku datang ke sini untuk menghentikan kesepakatan ini dan menguasai Pegunungan Terlarang untuk kepentingan kami sendiri."


Kepala makhluk gaib yang menjadi utusan mereka, seorang wanita tua dengan rambut perak, berkata dengan nada tegas, "Kamu tidak akan berhasil, Jiang Feng. Kami telah mencapai titik persetujuan dengan kultivator ini. Kami tidak akan membiarkanmu menghentikan perdamaian."


Percakapan semakin memanas, dan suasana menjadi tegang. Konflik antara kultivator yang menginginkan perdamaian dan Jiang Feng yang ingin menguasai Pegunungan Terlarang semakin terasa.


Sementara itu, di balik semak-semak, sekelompok makhluk gaib muda yang tidak setuju dengan perdamaian mulai merencanakan tindakan mereka sendiri. Mereka ingin mengambil tindakan ekstrem untuk mengusir kultivator dan membuat Pegunungan Terlarang milik mereka sendiri.


Jiang Feng, pria tua yang misterius, tampaknya tidak memiliki niat untuk berunding atau mencari solusi damai. Dia bersikeras untuk mengambil alih Pegunungan Terlarang untuk kepentingan Klan Gelap. Tindakannya menghadirkan ancaman serius bagi semua yang hadir.


Sementara itu, di balik semak-semak, kelompok makhluk gaib muda yang tidak setuju dengan perdamaian sedang merencanakan tindakan mereka. Mereka berdiskusi dengan semangat, berencana untuk melakukan serangan mendadak pada kultivator. Mereka percaya bahwa kekerasan adalah satu-satunya cara untuk melindungi Pegunungan Terlarang.


Xian, Shen, dan makhluk gaib tua yang menjadi utusan mereka berusaha keras untuk menjaga ketenangan. Mereka berbicara dengan bijak tentang pentingnya perdamaian dan bagaimana semua pihak dapat mendapatkan manfaat dari kesepakatan ini.


Namun, situasi semakin rumit dengan hadirnya pihak ketiga yang ingin mengambil alih Pegunungan Terlarang. Ini adalah konflik tiga pihak yang membingungkan dan memanas.


Tiba-tiba, sebuah teriakan memecah keheningan. Seorang makhluk gaib muda, bernama Liara, muncul di tengah-tengah pertemuan. Dia adalah pemimpin kelompok yang ingin menggunakan kekerasan untuk mengusir kultivator.


Liara berbicara dengan marah, "Kalian semua bodoh! Kalian tidak tahu apa yang terbaik untuk Pegunungan Terlarang. Kami akan mengambil alih ini dengan atau tanpa restu kalian!"


Pertemuan mencapai titik puncak ketegangan. Semua pihak bersiap untuk bertempur, dan suasana semakin memanas. Namun, pada saat itulah, sesuatu yang tak terduga terjadi.

__ADS_1


Langit tiba-tiba berubah gelap, dan petir menyambar. Semua orang tertegun. Sebuah siluet besar muncul dari balik awan hitam. Itu adalah makhluk gaib tertinggi yang tinggal di Pegunungan Terlarang, yang jarang sekali muncul di hadapan manusia dan kultivator.


Makhluk gaib itu memiliki penampilan yang sangat imposan, dengan sayap besar yang menghentak udara. Dia berbicara dengan suara menggema yang menggetarkan hati, "Cukup! Pegunungan Terlarang adalah tempat perdamaian, bukan tempat konflik! Kalian semua harus menahan diri!"


Semua yang hadir, baik kultivator, makhluk gaib, maupun anggota Klan Gelap, merasa kagum dan ketakutan oleh kedatangan makhluk gaib tersebut. Ini adalah momen penting yang mungkin akan mengubah jalannya konflik di Pegunungan Terlarang.


Kehadiran makhluk gaib tertinggi di Pegunungan Terlarang mengguncang semua yang hadir. Wajah-wajah tegang segera berubah menjadi rasa hormat dan kagum. Makhluk gaib itu adalah penjaga kebijaksanaan di sini, dan kata-kata serta tindakannya sangat dihormati.


Dia mengangkat tangannya yang besar, dan awan gelap yang menutupi langit mulai bergerak perlahan, memberikan cahaya matahari yang menyilaukan. Hembusan angin sejuk membelai wajah semua yang hadir, mengusir ketegangan yang sebelumnya menguasai pertemuan.


"Kalian semua adalah penghuni Pegunungan Terlarang," kata makhluk gaib dengan suara yang lembut namun kuat. "Kalian harus mencari kesepakatan dan damai. Kekerasan hanya akan menghancurkan keindahan alam ini."


Xian dan Shen merasa lega dengan kedatangan makhluk gaib tersebut. Mereka tahu bahwa ini adalah kesempatan terakhir untuk menghindari pertumpahan darah di Pegunungan Terlarang.


Jiang Feng, yang sebelumnya keras kepala dalam niatnya untuk mengambil alih Pegunungan Terlarang, merasa terguncang oleh kedatangan makhluk gaib itu. Dia memahami bahwa dia harus tunduk pada kebijaksanaan yang lebih tinggi.


Liara, pemimpin kelompok makhluk gaib yang ingin menggunakan kekerasan, merasa frustrasi. Dia merasa bahwa peluang untuk melindungi tempat tinggal mereka telah hilang. Namun, dia juga tahu bahwa dia harus mendengarkan nasihat makhluk gaib tertinggi.


Makhluk gaib itu melanjutkan, "Kalian semua adalah bagian dari Pegunungan Terlarang ini. Kami telah hidup berdampingan selama ribuan tahun. Kita harus menjaga perdamaian dan harmoni di sini. Biarkan kerja sama menggantikan konflik."


Seiring dengan kata-kata bijaksana makhluk gaib itu, suasana hati semua yang hadir berubah. Mereka mulai memahami betapa pentingnya perdamaian di Pegunungan Terlarang ini. Pertemuan yang tadinya penuh ketegangan sekarang berubah menjadi pembicaraan damai.


Kemudian, makhluk gaib itu memberikan saran tentang bagaimana semua pihak dapat hidup berdampingan dengan damai. Dia menekankan pentingnya komunikasi terbuka dan rasa saling menghormati.


Pertemuan itu berakhir dengan semua pihak sepakat untuk mencoba mencapai kesepakatan damai. Makhluk gaib tertinggi meninggalkan Pegunungan Terlarang, meninggalkan semua yang hadir dalam keadaan yang lebih tenang dan berdamai.


Xian, Shen, dan anggota Klan Gelap yang mendukung perdamaian merasa lega. Mereka telah menghindari konflik yang dapat menghancurkan Pegunungan Terlarang ini. Namun, tantangan untuk mencapai perdamaian sejati masih ada di depan, dan mereka siap untuk menghadapinya.


Pegunungan Terlarang yang megah menyaksikan banyak perubahan dan konflik, tetapi juga kebijaksanaan dan keinginan untuk mencapai perdamaian. Bagaimana kisah ini akan berlanjut, hanya waktu yang akan memberi tahu.

__ADS_1


__ADS_2