Lee Xian, Kultivator Guyon

Lee Xian, Kultivator Guyon
Anak yang Tersesat di Padang Pasir


__ADS_3

Misi mereka berlanjut dengan semangat yang lebih tinggi, berkat bergabungnya para pejuang yang telah mereka selamatkan. Para anggota tim Mei, Xian, Thio Ling, Lu Chen, dan kelompok pejuang tersebut, terus berjalan menyusuri padang pasir yang tak berujung. Mereka tahu bahwa tujuan mereka adalah menjalankan tugas yang diberikan oleh Ketua Perkumpulan Pasir Putih, dan mereka harus melakukannya dengan penuh tekad.


Selama perjalanan, percakapan antar tokoh cerita semakin sering terjadi. Mereka berbagi cerita tentang masa lalu, pengalaman pribadi, dan juga impian mereka. Mei, yang memiliki sifat pemimpin alami, bertanya kepada setiap anggota tim tentang alasan mereka bergabung dengan perkumpulan ini dan apa yang mereka harapkan dari misi ini. Ini adalah cara Mei untuk memahami dan mendukung setiap anggota timnya dengan lebih baik.


Xian, yang selalu memiliki sifat yang ceria dan optimis, sering kali memberikan selingan berupa lelucon dan anekdot lucu. Ia adalah sumber kegembiraan di tengah-tengah situasi yang serius. Suasana hati mereka sering terangkat ketika Xian mulai menceritakan kisah-kisah lucunya, membuat mereka semua tertawa.


Thio Ling, yang sebelumnya misterius dan tertutup, mulai membuka diri. Ia menceritakan tentang masa lalunya yang sulit dan bagaimana ia akhirnya bergabung dengan Perkumpulan Pasir Putih. Kisahnya menginspirasi para anggota tim yang lain, dan mereka menjadi semakin dekat satu sama lain.


Lu Chen, yang selalu tampak tenang dan penuh perhitungan, sering memberikan saran bijak kepada tim. Ia adalah otak di balik banyak strategi dan keputusan yang diambil selama misi mereka. Tim sangat menghargai pemikiran dan kebijaksanaannya.


Sementara itu, kelompok pejuang yang bergabung dengan mereka juga memiliki cerita-cerita yang menarik. Mereka adalah orang-orang yang kuat dan berani, yang telah berjuang seumur hidup mereka untuk kebebasan dan keadilan. Setiap anggota kelompok tersebut memiliki kisah unik tentang perjuangan mereka melawan penindasan.


Saat mereka terus berjalan melintasi padang pasir yang luas, gambarkan suasana alam sekitar cerita dengan detail. Terik matahari yang memancarkan sinarnya dengan ganas membuat pasir di bawah mereka terasa seperti bara yang membakar. Udara panas dan kering membuat kulit mereka terasa gatal dan terbakar. Mereka melihat gemerlap panas yang bergelombang di atas pasir panas, menciptakan ilusi air yang menggoda namun selalu menjauh saat mereka mendekatinya.

__ADS_1


Gerak tubuh dan mimik muka tokoh dengan detail tergambar saat mereka berjalan kaki dengan hati-hati. Setiap langkah mereka diambil dengan hati-hati untuk menghindari jatuh ke dalam jerat pasir yang licin. Mereka membungkuk dan menarik hingga ransel mereka terasa lebih berat dengan setiap langkah yang mereka ambil. Ketika angin berhembus, mereka merasa pasir halus yang seperti jarum menusuk kulit mereka, dan mereka harus menutupi wajah mereka dengan kain untuk melindungi diri dari badai pasir yang tak terelakkan.


Misi mereka mengharuskan mereka untuk melintasi padang pasir ini yang tak berujung, dan itu adalah ujian sejati bagi ketahanan dan tekad mereka. Namun, mereka terus maju, mengejar tujuan mereka yang mulia.


Suatu hari, ketika mereka sedang istirahat di bawah naungan bebatuan untuk melindungi diri dari terik matahari, sebuah kejutan tak terduga datang. Mereka mendengar suara tertawa lemah yang berasal dari balik batu-batuan itu.


Mereka semua beralih ke arah suara tersebut dan menemukan sesosok anak kecil yang duduk sendirian di antara batu-batuan itu. Anak itu terlihat lapar dan kehausan, dan pakaian serta tubuhnya dipenuhi debu dan pasir. Ia adalah seorang anak yatim piatu yang tersesat di padang pasir ini, dan tampaknya telah bertahan di padang pasir ini selama beberapa hari.


Anak itu menatap Mei dengan mata yang penuh dengan rasa syukur, lalu mulai makan dengan lahap. Sementara itu, yang lainnya juga mengambil makanan mereka dan memberikannya kepada anak itu. Mereka semua merasa bahwa mereka memiliki kewajiban untuk melindungi dan merawat anak ini di tengah kondisi yang keras ini.


Xian, yang selalu memiliki keceriaan yang menular, mulai melakukan berbagai trik sulap kecil yang membuat anak itu tersenyum. Mereka semua tertawa melihat Xian bermain-main dengan anak itu. Suasana hati mereka yang awalnya tegang dan panas berubah menjadi ceria, dan anak itu, yang sebelumnya terlihat cemas, mulai merasa nyaman di antara mereka.


Setelah anak itu makan dan minum dengan cukup, Mei mulai berbicara dengannya. "Apa yang seorang anak kecil seperti kamu lakukan di tengah padang pasir yang luas ini?" tanya Mei dengan lembut.

__ADS_1


Anak itu, yang memiliki rambut hitam panjang dan mata cokelat yang cerah, menjawab dengan suara lemah, "Saya tersesat. Orangtua saya meninggal dalam badai pasir beberapa hari yang lalu, dan saya tidak tahu harus pergi ke mana."


Mendengar cerita anak itu, semua anggota tim merasa sedih. Mereka tahu betapa berbahayanya padang pasir ini, dan mereka tidak bisa membayangkan seorang anak kecil yang harus bertahan sendirian di sini. Mereka ingin membantu anak itu, tapi mereka juga memiliki tugas yang harus diselesaikan.


Setelah beberapa saat berdiskusi, mereka memutuskan untuk membawa anak itu bersama mereka. Misi mereka adalah menyelamatkan orang-orang yang membutuhkan pertolongan, dan anak itu jelas membutuhkan pertolongan mereka. Mereka memberikan anak itu pakaian bersih dan tas untuk membawanya, dan anak itu dengan senang hati menerima bantuan mereka.


Dengan anak itu bergabung dalam perjalanan mereka, suasana hati tim semakin baik. Mereka memberi nama anak itu Xiao Ming, dan Xiao Ming dengan cepat menjadi bagian dari keluarga baru mereka. Mereka berbicara dengan Xiao Ming tentang kehidupan di luar padang pasir, tentang keajaiban alam yang indah dan tempat-tempat yang mereka kunjungi selama misi mereka.


Saat malam tiba, mereka berkemah di bawah bintang-bintang yang bersinar terang di langit. Mereka berkumpul di sekitar api unggun dan mulai bercerita. Thio Ling menceritakan kisah lucu tentang seorang teman lamanya yang selalu melakukan trik sulap yang gagal, dan semuanya tertawa terbahak-bahak.


Xian, yang selalu penuh dengan kejutan, mulai menunjukkan beberapa trik sulap sederhana kepada Xiao Ming. Xiao Ming terpana melihat trik-trik itu dan bertanya-tanya bagaimana Xian bisa melakukan hal-hal seperti itu. Mereka semua berbagi cerita dan tawa, menciptakan kenangan yang tak terlupakan di tengah padang pasir yang keras ini.


Namun, meskipun suasana hati mereka baik, mereka tahu bahwa tantangan besar masih menunggu mereka. Mereka harus melanjutkan misi mereka untuk mencari dan menyelamatkan orang-orang yang membutuhkan pertolongan, dan mereka harus melakukannya dengan tekad yang kuat. Dengan semangat yang lebih tinggi, mereka semua pergi tidur di bawah bintang-bintang, siap untuk menghadapi apa pun yang mungkin terjadi di hari berikutnya.

__ADS_1


__ADS_2