Lee Xian, Kultivator Guyon

Lee Xian, Kultivator Guyon
Kumpul-Kumpul Pertama


__ADS_3

Malam pertama di Sekolah Persilatan Guyon adalah saat yang penuh gugup dan antusiasme bagi para murid baru. Mereka berkumpul di ruang pertemuan utama, duduk di sekitar meja besar yang telah disiapkan untuk mereka. Lampu-lampu kecil berpendar di sekitar ruangan, menciptakan suasana yang hangat dan menyambut.


Para murid baru saling memandang dengan rasa penasaran dan antusiasme. Mereka tahu bahwa mereka akan menghabiskan beberapa tahun mendatang bersama-sama dalam perjalanan kultivasi mereka. Beberapa dari mereka adalah pemuda desa seperti Xian, sementara yang lain berasal dari latar belakang yang berbeda-beda.


Xian, yang telah menjadi murid senior, berdiri di depan mereka dengan senyuman ramah di wajahnya. "Selamat datang di Sekolah Persilatan Guyon," kata Xian dengan penuh semangat. "Kami sangat senang memiliki kalian di sini. Ini adalah awal dari perjalanan yang luar biasa, di mana kita akan belajar bersama dan tumbuh bersama."


Para murid baru tersenyum dan mengangguk sebagai tanda persetujuan. Mereka merasa hangat dengan sambutan Xian dan semangat para murid senior.


Namun, suasana gugup masih terasa di udara. Mereka semua adalah orang asing satu sama lain, dan rasa cemas tentang apa yang akan datang terasa di hati mereka.


Tiba-tiba, seorang murid baru bernama Wei yang suka becanda memutuskan untuk memecahkan ketegangan. Dia dengan bangga berdiri di tengah-tengah ruangan dengan ekspresi serius yang sangat berlebihan di wajahnya. Dia menyebut dirinya sendiri "Pangeran Kupu-Kupu" dengan suara yang sangat serius.


Semua orang di ruangan tertawa terbahak-bahak melihat aksi dramatis Wei. Beberapa bahkan hampir tersedak karena tawa. Wei dengan bangga menjelaskan bahwa dia adalah keturunan Kupu-Kupu yang terkenal dan memiliki tugas penting untuk melindungi dunia dari serangan kupu-kupu jahat.


Xian sendiri tertawa saat dia mendekati Wei. "Terima kasih, Pangeran Kupu-Kupu, atas perlindunganmu yang berharga," katanya dengan nada serius, membuat semua orang tertawa lebih keras.


Wei kemudian duduk dengan wajah berseri-seri, merasa senang telah bisa memecahkan ketegangan pertemuan pertama mereka. Seiring waktu berjalan, suasana menjadi lebih santai, dan para murid baru mulai berbicara satu sama lain dengan lebih nyaman.


Mereka berbagi cerita tentang latar belakang mereka, alasan mereka datang ke sekolah ini, dan harapan mereka untuk masa depan. Meskipun berasal dari latar belakang yang berbeda, mereka merasa bahwa mereka adalah bagian dari keluarga yang besar.


Xian dengan bijak memandu percakapan dan menjawab pertanyaan mereka dengan tulus. Ia membagikan pengalaman pribadinya saat ia juga adalah murid baru yang penuh antusiasme di masa lalu.


Malam berlanjut dengan canda tawa dan percakapan yang penuh semangat. Para murid baru mulai merasa lebih santai dan nyaman satu sama lain. Mereka tahu bahwa meskipun perjalanan mereka di Sekolah Persilatan Guyon akan penuh tantangan, mereka tidak akan pernah sendirian. Mereka memiliki saudara-saudara baru yang akan mendukung mereka dalam perjalanan mereka ke depan.


Setelah momen lucu Wei sebagai "Pangeran Kupu-Kupu," para murid baru duduk berkelompok untuk berbagi cerita tentang latar belakang mereka. Mereka ingin mengenal satu sama lain lebih baik dan membangun ikatan persaudaraan yang kuat.

__ADS_1


Kelompok-kelompok kecil terbentuk secara alami, dan setiap kelompok memiliki beberapa murid baru yang berbeda latar belakang. Mereka duduk bersila di sekitar meja kayu yang sederhana, wajah-wajah mereka dipenuhi dengan antusiasme untuk mendengar cerita teman-teman mereka.


Xian berjalan dari kelompok ke kelompok, memberikan dorongan semangat kepada mereka dan memastikan bahwa semua orang merasa nyaman.


Dalam satu kelompok, seorang murid bernama Mei memulai cerita tentang bagaimana dia dibesarkan di sebuah desa terpencil dan memiliki mimpi untuk menjadi salah satu master persilatan terbaik di dunia. Dia berbicara tentang pelatihan keras yang dia terima dari ayahnya dan bagaimana dia pertama kali merasakan kekuatan dalam dirinya ketika dia berhasil mengalahkan seekor harimau buas yang telah menciptakan masalah di desanya.


Para murid yang mendengarkan ceritanya terkesan dengan tekad Mei untuk mencapai impian besar. Mereka memberikan tepuk tangan dan pujian yang tulus.


Di kelompok lain, seorang murid bernama Xiao menceritakan kisah tentang bagaimana dia pertama kali menemukan senjata silat kuno di gudang keluarganya. Dengan mata berbinar-binar, dia menjelaskan bagaimana dia telah menghabiskan berjam-jam berlatih dengan senjata itu, meskipun dia tidak memiliki pelatihan resmi.


"Kemudian, saya merasa bahwa senjata ini adalah bagian dari diri saya," ujarnya dengan penuh semangat. "Saya tidak bisa menunggu untuk belajar lebih banyak di Sekolah Persilatan Guyon."


Semua orang di kelompok tersebut memberikan tepuk tangan hangat untuk Xiao, dan mereka merasa senang bahwa dia telah menemukan panggilan dalam ilmu silat.


"Dia harus menjadi keturunan Kupu-Kupu yang paling beruntung di dunia," kata salah satu murid baru dengan nada kagum.


Wei hanya tersenyum dan melanjutkan ceritanya dengan semangat. Meskipun ceritanya jelas fiksi, itu berhasil membuat semua orang merasa lebih ceria, dan suasana di kelompok itu menjadi semakin santai.


Setelah semua kelompok berbagi cerita, mereka merasa lebih dekat satu sama lain. Mereka merasa bahwa mereka telah mengenal satu sama lain dengan lebih baik, dan persaudaraan mereka di Sekolah Persilatan Guyon semakin kuat.


Xian berkata, "Cerita-cerita ini adalah bagian dari kita. Mereka adalah bagian dari perjalanan kita di dunia persilatan. Mari kita dukung satu sama lain dalam perjalanan ini dan tetap menjaga semangat Guyon yang kita cintai."


Semua murid baru mengangguk setuju, dan mereka tahu bahwa mereka telah menjadi bagian dari keluarga yang istimewa di perguruan ini. Dengan semangat Guyon yang unik, mereka siap untuk menghadapi tantangan yang akan datang dalam perjalanan kultivasi mereka.


Malam berlanjut dengan kegiatan yang lebih santai dan penuh kebahagiaan. Para murid baru telah berbagi cerita mereka dan merasa lebih dekat satu sama lain. Sekarang, mereka ingin memperkuat ikatan mereka dengan tawa dan kekompakan.

__ADS_1


Para murid berkumpul di lapangan yang luas di depan bangunan utama sekolah. Lampu-lampu kecil yang berkilauan menciptakan atmosfer yang magis di bawah langit malam yang gelap. Mereka membentuk lingkaran besar di tengah lapangan, siap untuk memulai kegiatan.


Xian berdiri di tengah lingkaran, senyuman lembut di wajahnya. "Sekarang, saatnya kita bersenang-senang dan memperkuat ikatan persaudaraan kita," kata Xian dengan semangat.


Para murid baru tersenyum dan mengangguk setuju. Mereka tahu bahwa malam ini akan menjadi salah satu kenangan yang tak terlupakan dalam perjalanan mereka.


Kegiatan dimulai dengan permainan kecil. Para murid saling mengenal satu sama lain dengan lebih baik melalui pertanyaan-pertanyaan kocak. Mereka harus menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti "Apa hewan peliharaan favoritmu?" atau "Jika kamu bisa memiliki kekuatan super, apa yang kamu pilih?" Pertanyaan-pertanyaan ini memicu tawa dan membantu mereka menemukan kesamaan di antara mereka.


Namun, momen puncak malam itu adalah ide gila dari Wei yang masih dalam perannya yang aneh sebagai "Pangeran Kupu-Kupu." Dia berdiri di tengah lingkaran dan dengan serius mengumumkan, "Saudara-saudara, kita akan mengunjungi hutan ajaib malam ini!"


Semua orang terkejut, tetapi mereka tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Dalam sekejap, Wei mulai bergerak dengan gesit, dan para murid baru mengikuti langkahnya dengan tertawa.


"Mengapa kita tidak menyamar sebagai hewan-hewan kecil yang tinggal di hutan ini?" ujar Wei dengan antusiasme.


Tanpa ragu, para murid baru mulai menyusul Wei. Mereka menyamar sebagai berbagai hewan, dari kelinci hingga tupai. Mereka berlarian-larian di sekitar lapangan, meniru gerakan hewan-hewan tersebut dengan canggung dan penuh semangat.


Xian, yang juga ikut serta dalam permainan, menjalankan peran sebagai burung merak. Ia dengan riang menjulurkan sayap-sayapnya yang imajiner dan mengeluarkan suara merak yang aneh. Semua orang tertawa melihatnya.


Kegilaan ini membuat suasana semakin ceria. Mereka berlarian dan berkelakar dengan penuh semangat, menciptakan momen-momen lucu yang mendalam dalam kenangan malam itu.


Beberapa dari mereka bahkan berusaha melakukan trik-trik lucu ala hewan mereka. Seorang murid yang menyamar sebagai kelinci melompat-lompat dengan cepat, sementara yang lain yang menyamar sebagai burung berusaha terbang dengan melompat-lompat kecil.


Tidak ada yang terlalu serius dalam permainan ini. Semua orang saling tertawa dan mendukung satu sama lain dalam kegilaan ini. Mereka merasa lebih dekat satu sama lain daripada sebelumnya, dan semangat Guyon semakin erat mengikat mereka.


Malam berlanjut dengan tawa dan kebahagiaan. Para murid baru tahu bahwa persaudaraan mereka di Sekolah Persilatan Guyon adalah sesuatu yang istimewa. Meskipun mereka mungkin datang dari latar belakang yang berbeda, mereka telah menemukan keluarga yang mereka cintai di sini.

__ADS_1


__ADS_2