
Xiao, yang menyamar sebagai salah satu musuh, berhasil menyusup ke dalam kamp musuh tanpa sepengetahuan mereka. Di dalam kamp, dia dengan hati-hati memantau aktivitas musuh-musuh itu, mencoba mencari tahu apa yang mereka cari di wilayah sekolah.
Sementara itu, di luar kamp, murid-murid Sekolah Persilatan Guyon yang lain tetap waspada dan siap untuk bertindak jika diperlukan. Mereka mengintai dari kejauhan, berharap bahwa tindakan berlebihan Xiao akan memberikan hasil yang positif.
Xiao bergerak dengan hati-hati di sekitar kamp musuh, menyelinap dari satu tempat ke tempat lain untuk menghindari deteksi. Dia mendengar percakapan musuh-musuh itu, dan dari percakapan itu, dia mulai menyadari bahwa mereka sedang mencari sebuah harta karun kuno yang diyakini tersembunyi di wilayah sekolah.
Namun, saat dia berusaha mendekati tempat yang mungkin menjadi penyimpanan harta karun itu, Xiao secara tidak sengaja tergelincir di atas sebuah ranting kering yang tergeletak di tanah. Ranting itu patah dengan suara gemuruh yang besar.
Suara gemuruh itu membuat musuh-musuh di kamp terkejut dan panik. Mereka langsung mengarahkan perhatian mereka ke sumber suara dan mencari-cari apa yang telah menyebabkan kebisingan itu.
Xiao, yang juga terkejut dengan kejadian ini, berusaha untuk tetap tenang dan tidak terdeteksi. Namun, situasi semakin rumit ketika beberapa musuh mendekatinya dan mulai mencari-cari.
Musuh yang menjadi target tindakan berlebihan Xiao sebelumnya, yang masih mengolok-oloknya, berkata, "Ternyata si "musuh berlebihan" ini memang sangat berlebihan dalam segala hal! Dia bahkan bisa membuat suara gemuruh seperti ini!"
Sementara itu, musuh-musuh yang lain semakin frustrasi. Mereka berteriak dengan frustasi, mencari-cari sumber suara gemuruh itu tanpa hasil. Kepanikan semakin terasa di antara mereka.
Xiao, yang semakin merasa tertekan oleh situasi ini, mencoba mencari cara untuk keluar dari situasi yang semakin rumit. Dia berpikir cepat dan dengan cepat melompat ke belakang batu besar yang terdekat, bersembunyi dari pandangan musuh-musuh yang mencari-cari.
Momen kepanikan ini membuka peluang bagi murid-murid Guyon yang lain untuk bergerak. Mereka mulai memasuki kamp musuh dengan hati-hati, memanfaatkan kebingungan dan ketegangan yang sedang terjadi.
__ADS_1
Sementara musuh-musuh terus mencari-cari sumber suara gemuruh yang misterius, murid-murid Guyon berhasil mengambil beberapa informasi penting tentang apa yang sebenarnya musuh-musuh itu cari. Mereka tahu bahwa mereka harus segera mengambil tindakan untuk melindungi sekolah dan mengungkap rahasia di balik kehadiran musuh-musuh misterius ini.
Bagaimana Xiao dan murid-murid Guyon akan melanjutkan penyelidikan mereka, dan bagaimana mereka akan mengatasi musuh-musuh yang semakin curiga? Ini adalah pertanyaan yang akan dijawab seiring berjalannya cerita.
Pertarungan semakin dekat, dan musuh-musuh yang mengenakan jubah hitam bersiap-siap untuk melawan Xian, Bun bun, dan murid-murid Sekolah Persilatan Guyon. Mereka memasuki Hutan Terlarang, tempat yang biasanya dipenuhi dengan ketenangan, tetapi sekarang menjadi latar belakang pertarungan epik.
Xian memimpin barisan depan, dengan senyuman yang tak pernah pudar di wajahnya. Bun bun duduk di pundaknya, siap untuk memberikan bantuan jika dibutuhkan. Murid-murid Guyon, termasuk Xiao yang baru saja kembali dari penyelidikan di kamp musuh, bersiap untuk bertarung dengan tekad yang kuat.
Pertarungan dimulai dengan serangan musuh yang cepat dan kuat. Mereka menggunakan ilmu silat yang tidak biasa dan berusaha mengalahkan Xian dan murid-muridnya. Ketegangan di udara semakin meningkat, dan musuh-musuh itu tampak serius dalam upaya mereka.
Namun, di tengah-tengah pertarungan yang sengit, ada kejadian yang tak terduga. Salah satu musuh, yang sedang berusaha menghindari serangan rekannya, tidak sengaja terinjak oleh rekan sebarisannya. Akibatnya, dia mengeluarkan suara aneh yang sangat lucu.
Murid-murid Guyon yang berada di barisan depan tidak bisa menahan tawa saat mendengar suara lucu itu. Xian juga tertawa, dan bahkan Bun bun yang duduk di pundak Xian ikut-ikutan tertawa. Suara tawa mengisi hutan, dan kegelisahan pertarungan seolah lenyap sejenak.
Musuh yang mengeluarkan suara lucu itu, meskipun tampak terkejut dan malu, juga tertawa saat menyadari betapa anehnya suaranya. Mereka mengetahui bahwa momen ini adalah momen kocak yang tidak bisa mereka hindari.
Tawa bersama ini memberikan kesempatan bagi Xian dan murid-muridnya untuk meraih kendali dalam pertarungan. Mereka menggunakan energi positif dari tawa itu untuk menghadapi musuh-musuh dengan semangat yang baru.
Pertarungan berlanjut, tetapi kali ini, Sekolah Persilatan Guyon memiliki keunggulan. Mereka melibas musuh-musuh itu dengan kemampuan mereka yang dipadukan dengan kebahagiaan dan tawa. Musuh-musuh itu akhirnya terdesak dan melarikan diri dari hutan dengan malu.
__ADS_1
Setelah musuh-musuh itu pergi, Xian dan murid-muridnya berkumpul di tengah hutan yang kini kembali tenang. Mereka tertawa bersama, merayakan kemenangan mereka yang dicapai melalui kegembiraan dan tawa. Tindakan berlebihan musuh mereka yang menghasilkan suara lucu menjadi kenangan lucu yang akan mereka ceritakan kembali di masa depan.
Namun, pertarungan ini baru awal dari perjalanan mereka mengungkap rahasia musuh-musuh misterius itu dan menjaga Sekolah Persilatan Guyon tetap aman. Tantangan yang lebih besar mungkin masih menanti di depan, tetapi mereka tahu bahwa dengan semangat dan kebahagiaan, mereka dapat menghadapinya dengan keberanian.
Pertarungan di Hutan Terlarang akhirnya berakhir dengan kemenangan bagi Xian, Bun bun, dan murid-murid Sekolah Persilatan Guyon. Musuh-musuh yang mengenakan jubah hitam telah mengakui kekuatan dan kecerdasan mereka dan dengan malu meninggalkan wilayah sekolah.
Setelah pertarungan berakhir, Xian dan murid-muridnya berkumpul di lapangan sekolah dengan senyuman. Mereka merasa lega dan bersyukur atas kemenangan mereka yang dicapai melalui semangat dan tawa. Tawa riang memenuhi udara, menggantikan ketegangan yang sebelumnya memenuhi wilayah sekolah.
Namun, ada satu orang yang terlambat datang ke pertarungan. Mei Ling, yang selalu memiliki semangat yang tinggi, terlambat karena ia tengah asyik berdandan sebelum bertempur. Ketika dia akhirnya muncul di lapangan, dia memakai pakaian yang terlalu mencolok dan banyak aksesori yang berkilauan.
Xian tersenyum dan berkata, "Mei Ling, kamu selalu tampil dengan gaya yang berbeda, bahkan saat pertempuran. Tapi yang penting, kamu datang saat kami membutuhkanmu!"
Mei Ling tertawa dan bergabung dengan yang lain di tengah lapangan. Mereka mulai berbagi cerita tentang pengalaman mereka selama pertarungan, termasuk momen lucu ketika salah satu musuh mengeluarkan suara aneh yang sangat lucu.
Tawa dan kebahagiaan mengisi udara, dan mereka saling melemparkan lelucon tentang kekonyolan musuh-musuh tersebut. Mereka menyadari bahwa bahkan dalam situasi yang sulit, tawa dan kebahagiaan selalu menjadi senjata terkuat mereka.
Xian kemudian berbicara kepada murid-muridnya, "Kita telah menghadapi banyak tantangan dalam perjalanan ini, tetapi kita selalu ingat bahwa tawa dan kegembiraan adalah bagian penting dari kehidupan kita. Mereka tidak hanya membuat kita lebih kuat tetapi juga membantu kita bersatu sebagai keluarga."
Murid-murid Guyon mengangguk setuju dan merasa bersyukur atas pelajaran yang telah mereka pelajari dari guru mereka. Mereka tahu bahwa perjalanan mereka dalam dunia persilatan China masih panjang, tetapi dengan semangat, tawa, dan kebahagiaan, mereka siap menghadapi segala tantangan yang ada di depan.
__ADS_1
Malam itu, mereka merayakan kemenangan mereka dengan penuh kebahagiaan. Mereka tahu bahwa mereka adalah sekolah persilatan yang unik, yang mengajarkan ilmu silat dengan filosofi tawa dan kegembiraan. Dan dengan filosofi itu, mereka akan terus melangkah maju dalam dunia persilatan, siap untuk menghadapi segala hal yang akan datang dengan senyuman di wajah mereka.