
Setelah mendengarkan kisah pria tua tersebut, Xian, Mysterio, dan anak-anak dari kota merasa bahwa mereka harus mencari cara untuk mengakhiri siklus kejahatan kelompok kultivator jahat tanpa harus membunuh mereka.
Mereka berdiskusi tentang rencana baru yang akan mereka jalani. Mysterio menyarankan untuk mencoba mendekati kelompok tersebut dengan damai, mencoba membawa pengaruh positif kepada mereka, dan menunjukkan bahwa kebaikan selalu ada dalam diri setiap orang.
Xian setuju dengan rencana tersebut dan berbicara kepada pria tua, "Kami akan mencoba berbicara dengan kelompok kultivator jahat tersebut. Kami ingin mengakhiri konflik tanpa harus mengorbankan lebih banyak nyawa."
Pria tua itu merasa terharu oleh keputusan mereka. Dia setuju untuk membantu mereka mencari kelompok tersebut dan berbicara kepada mereka tentang perubahan dan perdamaian.
Xian, Mysterio, anak-anak dari kota, dan pria tua itu memulai perjalanan menuju tempat persembunyian kelompok kultivator jahat. Mereka berjalan melalui hutan yang lebat, mengikuti petunjuk yang diberikan oleh pria tua tersebut.
Ketika mereka mendekati lokasi yang diindikasikan, mereka merasa tegang dan waspada. Mereka tidak tahu apa yang akan mereka temui dan bagaimana kelompok kultivator jahat tersebut akan merespons kedatangan mereka.
Saat mereka akhirnya mencapai lokasi, mereka melihat sekelompok kultivator yang sedang berkumpul di sekitar api unggun. Mereka tampaknya sedang beristirahat dan bercerita satu sama lain. Ada perasaan ketegangan di udara, tetapi juga keinginan untuk mencari kedamaian.
Pria tua itu maju dengan langkah mantap dan berkata, "Saudara-saudara, saya datang membawa pesan perdamaian. Saya ingin berbicara dengan Anda tentang kemungkinan berhenti dari konflik yang terus berlanjut."
Kultivator jahat yang merupakan pemimpin kelompok tersebut, seorang pria bertubuh besar dengan jenggot panjang, menatap mereka dengan tajam. "Mengapa kami harus percaya pada Anda? Kami telah hidup dalam konflik selama bertahun-tahun, dan tawaran perdamaian sering kali hanya tipuan belaka."
Xian berbicara dengan lembut, "Kami tidak ingin memaksa Anda untuk mempercayai kami. Kami hanya ingin memberikan peluang untuk berbicara, untuk mencari jalan keluar dari lingkaran kekerasan ini. Apakah Anda bersedia mendengarkan?"
Pemimpin kelompok kultivator jahat itu berpikir sejenak, lalu mengangguk. "Baiklah, kami akan mendengarkan apa yang Anda katakan. Tetapi kami juga mempunyai syarat-syarat kami."
__ADS_1
Mereka semua duduk bersama di sekitar api unggun, siap untuk mendengarkan apa yang akan diucapkan oleh kedua belah pihak. Perasaan ketegangan masih ada, tetapi juga ada harapan bahwa mungkin saja ada cara untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung begitu lama.
Saat mereka berbicara, anak-anak dari kota mulai melihat sisi manusiawi dari kelompok kultivator jahat tersebut. Mereka mendengar cerita tentang bagaimana kelompok itu terbentuk, tentang perjuangan mereka dalam mencari kekuatan, dan tentang impian dan kegagalan yang mereka alami.
Ini membuat anak-anak dari kota merasa bahwa tidak semuanya hitam atau putih. Mungkin ada alasan di balik tindakan mereka, meskipun tindakan tersebut salah. Mereka mulai merasa empati terhadap situasi yang dihadapi oleh kedua belah pihak.
Pembicaraan antara Xian, Mysterio, anak-anak dari kota, dan kelompok kultivator jahat berlanjut. Masing-masing pihak berbagi cerita tentang penderitaan dan kehilangan yang mereka alami selama bertahun-tahun. Mereka berbicara tentang teman-teman yang telah meninggal dalam konflik, tentang keluarga yang terpisah, dan tentang mimpi yang hancur.
Ketika Xian mendengarkan cerita-cerita tersebut, dia merasa semakin kuat tekadnya untuk mencari jalan damai. Dia merasa bahwa di balik wajah keras dan tindakan kejam para kultivator jahat tersebut, ada hati yang terluka dan jiwa yang haus akan kedamaian.
Mysterio juga berbicara tentang pengalamannya sendiri, tentang bagaimana dia awalnya ditarik ke dalam konflik ini dan bagaimana dia berusaha mencari kebenaran di tengah-tengah kekacauan.
Anak-anak dari kota, yang awalnya hanya melihat kelompok kultivator jahat tersebut sebagai musuh, sekarang mulai melihat mereka sebagai manusia yang sebenarnya. Mereka merasa empati terhadap perjuangan yang mereka alami.
Namun, konflik yang terpendam masih ada di udara. Masing-masing pihak memiliki syarat-syarat mereka sendiri untuk perdamaian, dan negosiasi akan menjadi hal yang sulit.
Selama istirahat dari pembicaraan, anak-anak dari kota memutuskan untuk menjelajahi sekitar hutan. Mereka terkejut ketika menemukan koloni kupu-kupu langka yang sedang bermigrasi. Warna-warna cerah dari ribuan kupu-kupu ini menghiasi langit dan memberikan pesan damai.
Momen ini membuat mereka berpikir tentang keindahan alam dan keharmonisan yang bisa dicapai bahkan di tengah-tengah konflik. Mereka berharap bahwa suatu hari manusia dan kultivator jahat dapat mencapai kesepakatan yang sama seperti kupu-kupu yang bermigrasi ini.
Namun, mereka juga menyadari bahwa perjalanan menuju perdamaian akan menjadi perjalanan yang panjang dan penuh rintangan. Tantangan-tantangan besar masih menanti mereka, dan apakah mereka akan berhasil mengatasi konflik yang sudah berlangsung bertahun-tahun ini masih menjadi tanda tanya besar.
__ADS_1
Pembicaraan antara Xian, Mysterio, anak-anak dari kota, dan kelompok kultivator jahat menjadi semakin sulit. Meskipun ada momen-momen empati, ketegangan antara kedua belah pihak tidak bisa dihindari.
Pemimpin kelompok kultivator jahat tersebut, yang dikenal sebagai Lao Chen, menyatakan syarat-syaratnya untuk perdamaian. Dia ingin wilayah tertentu yang telah lama menjadi sumber perselisihan. Dia juga ingin jaminan bahwa para kultivator dari kota tidak akan lagi mengganggu kelompoknya.
Xian merenung sejenak sebelum menjawab, "Kami bersedia membahas tuntutan Anda, tetapi kami juga memiliki syarat kami sendiri. Kami ingin agar konflik fisik dihentikan segera dan tidak ada lagi darah yang tumpah. Kami ingin mencari cara damai untuk menyelesaikan sengketa wilayah. Dan yang terpenting, kami ingin mengadakan pertemuan reguler untuk membangun kepercayaan di antara kita."
Lao Chen mengangguk, "Kami akan mempertimbangkan syarat-syarat Anda, tetapi Anda harus memberi kami waktu untuk berdiskusi lebih lanjut. Kami tidak dapat membuat keputusan segera."
Mysterio menambahkan, "Kami juga ingin mengajak beberapa perwakilan dari kelompok Anda untuk berkunjung ke kota kami. Ini akan menjadi langkah pertama dalam membangun kepercayaan dan memahami satu sama lain."
Kedua belah pihak setuju untuk menunda pertemuan selanjutnya untuk memberikan waktu bagi masing-masing pihak untuk memikirkan tawaran dan syarat yang telah diajukan.
Sementara kedua belah pihak berunding, salah satu anak dari kota, seorang anak laki-laki bernama Xiao, berusaha mencari teman di antara anggota kelompok kultivator jahat. Dia mendekati seorang kultivator muda dengan pakaian yang agak kotor dan lusuh.
Xiao berbicara dengan lembut, "Hai, aku Xiao. Siapa namamu?"
Kultivator muda itu menatap Xiao dengan curiga, tetapi akhirnya menjawab, "Aku Yuan. Apa yang kamu inginkan?"
Xiao tersenyum, "Aku hanya ingin berteman. Aku tahu situasi ini sulit, tetapi mungkin kita bisa menjadi teman, bukan musuh."
Yuan tampak ragu-ragu sejenak, tetapi kemudian dia juga tersenyum, "Mungkin kamu benar. Pertemanan di antara kita bisa menjadi hal yang baik."
__ADS_1
Mereka duduk bersama dan mulai berbicara tentang hobi mereka dan kehidupan mereka sehari-hari. Pertemanan yang tak terduga ini adalah contoh kecil dari bagaimana hubungan antara kedua belah pihak bisa berubah jika mereka bersedia mencoba memahami satu sama lain.