Lee Xian, Kultivator Guyon

Lee Xian, Kultivator Guyon
Pemimpin Baru Perguruan Guyon, Cin Xiu


__ADS_3

Hari yang dinanti-nantikan tiba. Sekolah Persilatan Guyon bersiap untuk menggelar upacara penyerahan kepemimpinan dan warisan Guyon kepada para murid yang telah berkembang menjadi kultivator terampil. Lapangan terbuka di depan bangunan utama perguruan dipenuhi dengan dekorasi meriah dan panggung yang indah. Sebuah arka besar berwarna-warni berdiri di tengah lapangan, dan bunga-bunga mekar di sekitarnya.


Xian dan para muridnya berkumpul di ruang latihan untuk melakukan persiapan terakhir mereka. Mereka mengenakan pakaian seragam perguruan, dengan lencana Guyon yang berkilauan di dadanya. Wajah mereka penuh semangat dan harap-harap cemas saat mereka berlatih gerakan yang akan mereka tampilkan di atas panggung.


"Ingat, anak-anak," ucap Xian dengan senyum tulus, "ini adalah hari yang penting bagi kita semua. Ini saat kalian resmi menerima warisan Guyon dan melanjutkannya. Tunjukkan kepada semua orang bahwa tawa dan kebahagiaan adalah kunci kultivasi yang sejati."


Murid-murid mengangguk dengan serius, merasa terhormat dan bertanggung jawab atas tugas yang mereka emban. Mereka mempraktekkan gerakan-gerakan tarian ayam yang aneh dan menertawakan satu sama lain dengan tulus. Keceriaan mereka menyebar ke seluruh ruangan, menciptakan energi positif yang tak terbendung.


Namun, di tengah-tengah latihan yang serius, ada sesuatu yang tampaknya tidak biasa. Wei, salah satu murid yang penuh semangat, tampak sibuk dengan sesuatu di sudut ruangan. Dia berbicara pelan pada dirinya sendiri sambil tersenyum genit. Tidak ada yang menghiraukannya pada awalnya, tetapi kemudian dia melangkah ke depan dengan kelinci putih kecil di tangannya.


"Bukankah ini kelinci yang lucu?" tanyanya dengan senyum nakal sambil menunjukkan kelinci itu pada Xian.


Xian menatap kelinci itu dengan heran. "Wei, apa yang kamu lakukan dengan kelinci itu di tengah latihan kita?"


Wei tersenyum lebih lebar. "Tunggu, ini akan lucu! Lihat saja!"


Dia melemparkan kelinci itu ke tengah lapangan, dan kelinci kecil itu melompat dengan cepat. Para murid yang sedang berlatih terkejut saat melihat kelinci itu tiba-tiba muncul di antara mereka.


"Kemari, teman!" seru Wei sambil mencoba menangkap kelinci itu. Namun, kelinci itu malah berlari ke arah Xian yang tengah berdiri di tengah lapangan.


Xian, dengan ekspresi kaget, meraih kelinci itu sebelum dapat melompat lebih jauh. Kelinci itu dengan lincah bergerak di gendongan Xian, membuatnya terkekeh. Para murid yang lain tertawa melihat kejadian itu.


"Sialan kelinci ini," gumam Xian, tetapi dia tidak bisa menahan senyum saat melihat kelucuan binatang itu.


Para murid mulai berkerumun di sekitar Xian dan kelinci itu, menertawakan kejadian yang tak terduga ini. Kelinci itu tampaknya tahu bagaimana mencuri perhatian, dengan gerakan-gerakan lucunya yang mengundang tawa.

__ADS_1


Wei bergabung dengan kerumunan dan berkata dengan bangga, "Lihat? Kelinci ini benar-benar membuat semuanya lebih ceria, bukan?"


Xian mengangkat bahu sambil masih memegang kelinci itu. "Baiklah, mari kita selesaikan latihan kita dengan tamu istimewa ini di antara kita."


Para murid mengangguk dan kembali ke latihan mereka, tetapi dengan tawa yang masih terdengar di belakang suara instruksi Xian. Kelinci itu duduk di pangkuan Xian, seolah-olah dia juga menjadi bagian dari perguruan yang bahagia ini.


Tidak ada yang tahu bagaimana kelinci itu bisa masuk ke ruang latihan, tetapi itu adalah salah satu momen yang tak terlupakan dalam persiapan mereka untuk upacara penyerahan Guyon. Kelinci itu menjadi tamu istimewa yang tak terduga dalam momen yang sudah emosional dan meriah itu, dan setidaknya dalam satu hari bersejarah itu, semua orang di Sekolah Persilatan Guyon tahu bahwa tawa dan kegembiraan benar-benar adalah kunci kultivasi yang sejati.


Matahari bersinar terang saat seluruh perguruan berkumpul di lapangan terbuka di depan bangunan utama Sekolah Persilatan Guyon. Panggung yang indah dengan berbagai bunga dan dekorasi warna-warni telah dipersiapkan untuk upacara penyerahan yang meriah. Semua murid, guru, dan bahkan beberapa tamu khusus yang diundang sudah berkumpul, penuh antusias untuk merayakan peralihan kepemimpinan dan warisan Guyon.


Para murid mengenakan seragam perguruan dengan lencana Guyon berkilauan di dadanya. Mereka berdiri dengan tegak, menunggu tiba giliran mereka untuk naik ke atas panggung. Sementara itu, Xian, yang tampak gagah dengan seragamnya yang sama, berdiri di samping panggung dengan senyum bangga.


Panggung itu dihiasi dengan latar belakang yang menggambarkan matahari terbit yang cerah dan warna-warni. Arka besar yang dihiasi dengan bunga-bunga dan gulungan kertas merah terpampang dengan indah di tengah panggung. Itu adalah latar belakang yang sempurna untuk momen bersejarah ini.


Seiring musik yang merdu memenuhi udara, para murid satu per satu naik ke panggung dengan sikap yang tegas dan yakin. Mereka menerima pujian dan tepuk tangan hangat dari seluruh perguruan saat mereka berjalan melewati arka dan mencapai Xian yang tersenyum dengan bangga.


Sebagai bagian dari upacara, para murid juga mengadakan kompetisi lelucon. Mereka bersaing untuk membuat yang terlucu dan terkonyol. Beberapa lelucon terdengar biasa, tetapi ada juga yang benar-benar menggelitik tawa. Selama satu lelucon yang terutama konyol, seorang murid mengenakan topi raksasa yang membuatnya terlihat seperti bebek. Itu membuat semua orang tertawa terbahak-bahak.


Xian, yang duduk di samping tamu undangan terhormat, juga ikut serta dalam kompetisi lelucon. Dia berdiri dan berkata dengan senyum, "Baiklah, saya juga punya satu lelucon untuk dibagikan. Mengapa guru saya membawa seekor kelinci ke panggung?"


Semua orang menatap Xian dengan rasa ingin tahu. Dia menjawab dengan cepat, "Karena dia ingin mengajarkan kepada kita bahwa kebahagiaan bisa datang dari hal-hal kecil, seperti bermain dengan seekor kelinci yang lucu di tengah upacara serius!"


Semua orang meledak tertawa, termasuk para tamu undangan. Xian telah memberikan pesan yang kuat tentang filosofi Guyon bahkan dalam leluconnya sendiri. Itu adalah momen yang luar biasa, menggabungkan tawa dan makna yang dalam.


Setelah kompetisi lelucon selesai, upacara berlanjut dengan pidato perpisahan Xian yang penuh emosi. Dia berbicara tentang bagaimana dia bangga pada murid-muridnya dan bagaimana dia yakin bahwa mereka akan menjaga warisan Guyon dengan baik. Ada banyak tangis haru di antara para murid dan bahkan beberapa tamu undangan.

__ADS_1


Namun, Xian segera mengubah suasana menjadi ceria lagi dengan mengajak semua orang untuk mengambil bagian dalam tarian ayam terakhir sebagai simbol penyerahan. Para murid dan tamu undangan bergabung dalam tarian yang kocak, menirukan gerakan ayam dengan riang gembira.


Hari upacara penyerahan kepemimpinan dan warisan Guyon mencapai puncaknya. Para murid telah memberikan pidato mereka, kompetisi lelucon telah berlangsung, dan semua orang merasa gembira dalam suasana yang meriah. Sekarang saatnya untuk mengumumkan siapa yang akan menjadi pemimpin baru Sekolah Persilatan Guyon.


Xian, yang telah duduk di dekat panggung, berdiri di atas panggung dengan senyum tulus. Dia memegang selembar gulungan merah besar yang berisi nama pemimpin baru dan wakilnya. Semua mata tertuju padanya dengan penuh antisipasi.


"Anak-anak," kata Xian dengan suara yang tenang namun penuh makna, "saatnya untuk mengumumkan pemimpin baru dan wakilnya. Mereka akan menjadi tonggak utama dalam melanjutkan warisan Guyon kita."


Semua murid dan tamu undangan menahan napas, menunggu dengan cemas. Xian membuka gulungan merah tersebut dan membacanya dengan jelas, "Pemimpin baru Sekolah Persilatan Guyon adalah... Cin Xiu, atau yang biasa kita kenal dengan Xiu!"


Hiruk-pikuk sorak-sorai dan tepuk tangan meriah memenuhi udara saat Xiu, seorang murid yang telah menunjukkan kepemimpinan dan dedikasi yang luar biasa, melangkah maju dengan senyum bahagia di wajahnya. Dia menerima lencana Guyon dan tongkat kepemimpinan dari Xian, yang memberikannya dengan penuh keyakinan.


"Terima kasih, semua orang!" kata Xiu dengan suara yang tegas. "Saya berjanji akan melanjutkan warisan Guyon dengan sebaik-baiknya dan memimpin kita ke masa depan yang cerah!"


Tepuk tangan yang gemuruh menyambut janji Xiu. Dia melirik Mei Mei, wakil pemimpin baru yang akan bekerja bersamanya, dan mereka berdua tersenyum penuh semangat.


Namun, sesaat sebelum upacara berlanjut, sesuatu yang tak terduga terjadi. Lin, salah satu murid yang penuh semangat, muncul di panggung dengan sebuah topi raksasa yang sangat konyol. Topi itu begitu besar sehingga hampir menutupi seluruh wajahnya.


Semua orang tertawa terbahak-bahak saat melihat penampilan Lin yang konyol. Dia mencoba berbicara di balik topi yang besar itu, tetapi suaranya teredam sehingga dia terdengar lucu.


"Saya hanya ingin memberi selamat kepada Xiu dan Mei Mei dengan cara yang unik!" kata Lin sambil mencoba menepuk-nepuk topi yang besar itu.


Tepuk tangan meriah dan tawa riuh kembali memenuhi lapangan. Xiu dan Mei Mei bergabung dalam tawa bersama yang lain, menunjukkan sikap rendah hati yang mereka miliki.


Xian, meskipun masih sedikit kaget oleh penampilan Lin, tersenyum dan berkata, "Lin, kamu memang tak terduga, tetapi inilah salah satu hal yang membuat kita unik di Sekolah Persilatan Guyon. Kita selalu menemukan kebahagiaan dalam kejutan-kejutan yang lucu."

__ADS_1


Setelah momen konyol itu berlalu, upacara berlanjut dengan lancar. Xiu dan Mei Mei secara resmi dinyatakan sebagai pemimpin baru dan wakil Sekolah Persilatan Guyon. Mereka menerima ucapan selamat dari semua orang dan berjanji untuk menjalankan tugas mereka dengan baik.


Dengan pemimpin baru yang dipilih dan semangat kebahagiaan yang masih terasa di udara, Sekolah Persilatan Guyon siap untuk memasuki babak baru dalam perjalanannya. Mereka telah menunjukkan bahwa dalam dunia persilatan yang keras, tawa dan kegembiraan adalah kunci untuk menjaga semangat dan persatuan.


__ADS_2