
Hai namaku Ivanna Saraswati, teman temanku, memanggilku Iv, yaa cukup singkat.
Aku bersekolah di salah satu SMA di Banjarmasin. Aku masih kelas 11, aku punya dua orang sahabat namanya Sarah dan Dewi.
Sahabatku yang pertama bernama Sarah Wijaya, nama belakang nya mirip ayahku. karena itu aku kadang memanggilnya saudara tiri. Dia perempuan keturunan Jawa, tubuhnya tinggi semampai, namun cenderung kurus. Sarah gadis yang humoris, hampir setiap hal di buat candaan. Aku selalu suka ketika bersama nya, aku selalu tertawa. Aku bertemu dengannya ketika masuk SMA.
Sahabatku yang kedua bernama Dewi Puspita Sari. Nama sangat indo menurutku. Dia ini cantik sekali, bak 'dewi dari kayangan'. Yaa begitulah kata anak anak lelaki di sekolahku. Ku akui dia memang cantik dengan tubuh jauh lebih putih dari Aku dan Sarah, matanya besar dengan bulu mata lentik, dan senyum yang manis. Tingginya kurang lebih seperti Aku, namun dia lebih langsing. Dari kacamata ku sih Dewi sangat perfect.
Hanya saja lebih tertutup dari Sarah yang ceplas ceplos. Entahlah aku tak tau, mungkin memang Dewi tipikal gadis yang begitu. Nyatanya dengan ketertutupannya itu anak laki laki makin suka, kata nya sih lebih tertantang gitu buat dekatin Dewi, ada ada saja. :-D
Aku juga punya seorang adik perempuan, namanya Eva Saraswati. Ya nama nya mirip denganku. Umur kami hanya terpaut 2 tahun. Dia sekarang kelas 3 SMP.
Walaupun begitu tubuh kami hampir sama, dengan tinggi yang sama 155cm dan berat badan yang kurang lebih sama juga, 55kg. Hanya saja matanya lebih besar dari mata ku, dan rambutnya yang lebih panjang dari ku. Aku menyayangi nya. Dia sahabat sekaligus adikku.
Katanya sih dia itu gadis idola di sekolahnya, entahlah, dia memang narsis, sangat narsis malah. Aku sering tertawa melihat kelakuannya. Yaa biasa lah ya anak anak abg jaman now. haha.
Aku bukan dari keluarga yang kaya raya ataupun miskin, keluargaku biasa biasa saja. Aku punya ibu yang baik, tapi kadang bisa juga marah marah. Nama ibuku Sinta. Dia seorang wanita karir, dia punya sebuah butik tak jauh dari rumah kami.
__ADS_1
Dan ayahku juga orang yang baik, dia jarang sekali marah. Entahlah aku lebih suka bersama ayah kadang darj pada bersama ibu. Seperti yang kusebutkan, nama ayahku sama dengan nama belakang Sarah. Yaa nama ayahku Wijaya, dia bekerja di sebuah instansi pemerintahan di kotaku.
Hidupku sebenarnya biasa biasa saja, tak ada yang aneh ataupun istimewa, aku setiap pagi berangkat sekolah, dan pulang sore hari nya selama 5 hari.
Di sekolah pun aku anak yang biasa biasa saja, dengan 2 sahabat, Sarah dan Dewi, aku melalui hari hari ku di sekolah dengan ceria dan kadang juga bisa kesal dengan mereka, seperti persahabatan pada umumnya.
Di rumah juga aku anak yang biasa, seperti gadis gadis lain, aku menghabiskan waktuku membatu ibu memasak, mengerjakan pr ku, menonton tv, dan bercengkrama dengan Eva, adikku. Kadang curhat curhatan atau dia nanya soal pelajaran ke aku. Hanya sebatas itu itu saja setiap hari.
Kalau weekend ayah kadang mengajak kami jalan jalan, berkebun di belakang rumah. Rumah kami Tak terlalu besar untuk ukuran rumah di perkotaan. Namun bagiku cukup luas untuk di tempati empat orang dalam satu rumah.
Sore itu setelah sampai rumah, aku langsung ke kamar dan mandi membersihkan badan. Tiba tiba saja aku mengantuk, dan aku terlelap di buai mimpi.
Saat aku bangun sudah pagi, oh ya ampun aku tidur pulas sekali, sampai sampai aku tidak sholat subuh, jam sudah menunjukkan pukul 08.10. Untung saja ini hari minggu.
Aku keluar dari kamar ku, mencari ibu ke dapur.
"ibu tidak ada, kemana yaa?" gumam ku
__ADS_1
"Vaaa... Eva" hening
Aku pun memutuskan keluar rumah mencari mereka.
"Ayah...." astaga kemana mereka.
Mobil ada di garasi, motor juga ada.
"Ya ampun kemana sih mereka pergi, apa jogging kali yaa?" pikir ku.
Aku pun merogoh ponselku hendak menelpon Eva.
Namun saat kulihat tanggal di ponsel ku.
"Hah tahun 1998.....??!!!" aku menutup mulutku.
"Astaga Ya Allah apa yang terjadi?"
__ADS_1