Lorong Waktu

Lorong Waktu
bab 84 - Sama-sama Cemburu


__ADS_3

"Baik non." Pembantunya pun berjalan mendekati Farhaell.


***


Sedangkan anak-anak yang lain, sibuk dengan aktivitas masing-masing. "Non, den Farhaell bangun. Bibi lanjutin aja masaknya?" Ucap ART nya.


"Oh yaudah bi, tinggal diaduk aja ini. Bentar lagi juga mateng." Jelas Anya.


Setelah itu, Anya duduk di sofa dekat tangga. Ia menyusui Farhaell. "Anak bunda udah gede." Ucap Anya terharu.


"Bun! Jadi ke kantor ayahnya?" Tanya Marchell menghampiri Anya.


"Jadi sayang, jangan lari-lari. Nanti jatoh." Jawab Anya.


"Iya Bun."


"Kita semua udah siap Bun." Ucap Michaell.


"Iya, tinggal nunggu semua masakan siap. Tadi bunda udah masak, tinggal nunggu sayur sup ayam." Jelas Anya.


Anya memasak sup ayam, tempe bacem, pepes tahu dan seafood. "Udah bi?" Tanya Anya.


ART nya sedang memasukkan semua makanan ke Tupperware. Ada beberapa Tupperware yang sudah diisi makanan. Dari yang kecil, sedang, hingga besar. Anya sengaja masak banyak, untuk mereka makan nanti di kantor.


Anya juga belum menghubungi Bagas. Karena ingin memberinya kejutan.


Setibanya di kantor.


"Ceklek."


Pintu dibuka oleh Anya, mata Anya seketika panas melihat pemandangan yang tak pernah ia lihat sebelumnya.


"Sayang!"


"Abang!"


***


Seorang wanita yang Anya tahu. Dia adalah Soya model majalah dewasa. Teman Bagas di kampusnya yang sangat tergila-gila pada Bagas.


"Sayang!"


"Abang!"


Soya duduk dipangkuan Bagas, sambil mengusap wajah Bagas. Sedangkan Bagas berusaha untuk membangunkan Soya.


Anya tahu Bagas tidak mungkin berkhianat. Terlebih, sudah memiliki lima anak. Anya sedang mengendong Farhaell, pembantunya sedang mengendong Rechaell. Sedangkan Marchell, Michaell dan Rachell berjalan di samping mereka.


"Ada apa ini bang?" Tanya Anya mulai cemburu.


"Sayang, dia-" Jawab Bagas terpotong.


Akhirnya Soya berdiri akibat paksaan Bagas.


"Wah. Kenapa kamu gak bilang sayang, akan ada keluarga mu ke sini? Ataukah sengaja, agar mempercepat perpisahan kalian?" Tanya Soya memanasi Anya.


"Diam!" Ucap Bagas kasar.


"Uppsss.." Soya menutup mulutnya centil.


"Ayah!" Panggil Marchell memeluk Bagas.


Bagas menangkap Marchell sambil membalas pelukannya.


"Siapa dia yah?" Tanya Michaell juga mendekati Bagas.


"Ayah!" Rachell langsung naik ke pangkuan Bagas. Bagas langsung menggendongnya. Setelah melepaskan pelukan Marchell.


"Soya kamu keluar!" Ucap Bagas masih sabar.


"Tidak mau!".

__ADS_1


"KELUAR!" Teriak Bagas yang mengagetkan semuanya. Terutama bayi Farhaell.


"BAGAS! Berani kamu meneriaki ku?" Teriak dan tanya Soya.


"Aku panggil satpam atau keluar sendiri?" Tanya Bagas merendam emosinya.


Soya pun keluar, sambil menghentakkan kakinya. Dia menatap Anya dengan tajam. Anya membalas tatapannya sambil mendelik lebih tajam.


"Dia baru datang semenit yang lalu sebelum kalian datang." Jelas Bagas setelah semuanya duduk di sofa.


Anya masih diam. "Abang sudah berusaha agar dia tidak lancang seperti tadi. Tapi, kalian keburu datang." Jelasnya lagi.


"Anya percaya sama abang, Anya cuman kaget." Jelas Anya.


"Maafin ya sayang, abang akan lebih tegas lagi. Agar tidak ada yang seperti ini lagi." Ucap Bagas tulus.


"Hmm." Anya mengangguk.


"Yaudah kita makan. Anya udah bawain bekal." Ucap Anya sambil mengeluarkan Tupperware di dalam keranjang rontan. Yang dibawa pembantunya.


"Biar bibi bantu non." Ucap ART nya.


Mereka pun menikmati semua masakan Anya. Farhaell makan sedikit nasi dengan sup ayam. Karena usianya sudah delapan bulan.


"Oh iya, kalian pulang nanti aja malam. Bareng sama abang." Ucapnya.


"Kenapa bang?" Tanya Anya.


"Nanti ada pesta kecil-kecilan di atap gedung kantor. Sebagai tanda syukur karena produk yang baru launching sudah beberapa kali sold out. Hingga pabriknya kewalahan." Jelas Bagas.


"Oh syukurlah. Bi gak apa-apa nanti malem pulangnya?"


"Gak apa-apa non." Tentu pembantunya tidak akan bisa menolak, toh itu pekerjaannya.


***


Malam pun tiba. Pesta sudah dimulai dari satu jam yang lalu. Para karyawan sekarang tengah menikmati minum dan cemilan yang disediakan. Sambil melihat beberapa rangkaian acara terus berlangsung.


"Loh kenapa sayang?" Tanya Bagas.


"Anak-anak udah pada ngantuk." Jawabnya.


"Yaudah, saya juga pulang. Yuk!" Tukas Bagas.


"Jangan sayang, gak enak sama yang lain. Masa CEO nya pulang sih?" Cegah Anya.


"Gak apa-apa, tadi saya juga udah sambutan. Ada Vian yang handle semuanya." Jawab Bagas.


"Yaudah kalo gitu, kamu bilang dulu sama Vian!"


"Biar kirim pesan aja sayang. Dia lagi sibuk juga tuh!"


"Yaudah kalo gitu."


Anya, Bagas, anak-anak beserta pembantunya berjalan menuju lift di atap gedung Bagas. Agar lebih cepat, daripada harus capek-capek turun tangga.


"Anya?" Tanya seorang pria.


"Kak Boni?"


"Pak Bagas." Ucap Boni sopan.


"Hmm." Respon Bagas dingin.


"Kamu apa kabar? Udah lama gak ketemu." Tanya Boni.


"Aku baik kak. Kakak gimana? Kok tiap aku ke kantor jarang kelihatan." Tanya Anya.


"Aku ada, tapi sering tugas ke luar kota Nya. Baru sebulan yang lalu aku menetap di kantor." Jelas Boni.


"Oh gitu kak. Aku pamit dulu ya, mau pulang."

__ADS_1


"Iya Anya hati-hati." Jawabnya.


Boni hadir di acara pernikahan Anya dan Bagas. Namun, dia enggan masuk apalagi salaman. Dia masih menaruh perasaan pada Anya. Setelah putus dengan sahabat Anya dulu di SMK.


Di mobil.


"Kamu sama Boni sering komunikasi?" Tanya Bagas setelah beberapa menit hening.


"Gak. Anya juga gak punya nomornya sekarang." Jawab Anya jujur.


"Oh."


"Kenapa bang? Cemburu yah?" Goda Anya.


"Gak."


"Ah bohong!" Anya terus menggodanya.


"Kamu mau membalas abang tadi sore?" Tanya Bagas tersulut emosi.


"Ih abang lagi pms ya? Anya aja lupa soal tadi sore." Jawab Anya.


"Ada gitu cowok pms?" Kesal Bagas.


"Ada. Itu abang!"


"Ihhh! Liat aja nanti kamu dapet hukuman." Ucap Bagas.


"Siapa takut." Tantang Anya.


"Wah berani juga kamu ya." Sarkas Bagas.


Anya hanya tersenyum sambil geleng-geleng.


"Chagiya." Tiba-tiba hp Anya berbunyi.


"Suara apa itu?" Tanya Bagas.


"Hp bang."


"Tumben pake suara?" Tanya Bagas.


"Sebelum ketemu abang, Anya selalu pake suara. Notif BTS KPop asal Korea. Setelah kenal sampai kemarin Anya gak pake suara. Pas udah punya lima anak deh baru dikasih suara. Itupun baru tadi pagi." Jelas Anya.


"Hmm. Siapa?"


"Oh ini kak Roni. Katanya pernikahan akan diadakan lusa. Masa Anya baru dikasih tahu coba bang." Jelas Anya.


"Dia ngasih tahu via apa?" Tanya Bagas.


"Via WhatsApp."


"Yaudah gak apa-apa. Mau pulang ke rumah kak Roni?" Tanya Bagas.


"Kenapa emangnya?"


"Siapa tahu kamu mau bantu, atau nemenin dia." Jawab Bagas.


"Emm emang boleh?"


"Boleh dong."


***


Visual 🍎🍎🍎




__ADS_1



__ADS_2