
Dengan diiringi musik yang dibawakan oleh Roni. Membuat suasana semakin romantis.
***
Keesokan paginya...
Tepat pukul 03:00. Anya mengajak Bagas untuk sholat tahajud berjamaah. Untungnya Bagas mau, dan menjadi imam.
Meskipun ia jarang beribadah, namun ketika masih TK-SMA ia adalah anak rohis. Yang pintar dalam hapalan Al-Qur'an dan hapalan sholat.
Nilai agamanya pun selalu yang tertinggi. Tetapi, setelah kuliah dia bergaul dengan teman-teman yang jauh dari kata agamis. Membuat Bagas manjadi terbawa pergaulan bebas.
Pukul 04:40 WIB
Bagas sholat subuh berjamaah dengan Anya. Kemudian mereka bertadarus bersama.
Bagas banyak mengajari Anya mengenai tajwid dari bacaan Al-Qur'an yang benar.
Begitu terkejutnya Anya, ketika mengetahui bahwa Bagas sangat pandai. Dan dia bukanlah apa-apa dibandingkan dengannya.
"Ah.. Kho Angel, bukan Ho atau Ko." Jelas Bagas.
"Hihi.. maaf ya tuan, saya memang beberapa kali hatam Qur'an. Tapi, belum hatam tajwid." Ucapnya malu.
"Yasudah. Ayo pelan-pelan saja."
"Sya Angel. Buka Sa."
"Ah iya tuan."
"Ming, bukan min." Jelas Bagas. "Lama-lama saya cubit ya." Ucap Bagas gemas dan mencubit hidung Anya.
"Aggghh.. tuan."
"Shadaqallahul adzim." Ucap Anya kemudian.
"Loh kok udah?" Tanya Bagas heran.
"Udah dulu aja. Kita harus siap-siap. Sebentar lagi, kita ada pemotretan." Jelas Anya beralasan.
Bagas hanya tersenyum sambil geleng-geleng kepala.
***
Anya dan Bagas dipakaikan gaun dan jas senada. Mereka di make up selayaknya pengantin.
Ini semua, karena orang tua Bagas yang minta. Dan Bagas pun meresa tak keberatan.
Kecuali Anya. Moment seperti itu, adalah peristiwa yang sangat menyebalkan baginya.
Memilih beberapa pakaian dan terus menggantinya. Ditambah harus berlama-lama dirias.
Mereka mengambil foto di out door maupun in door. Dengan tema action, sweet, santai, dan komedi.
Mereka juga menggunakan rumah orang tuanya Bagas, beberapa foto yang elegan dan sweet.
Mereka juga menggunakan studio foto, nuansa full putih dan beberapa menggunakan atribut foto yang aesthetic dan sweet.
Di out door, mereka menggunakan pemandangan gunung, taman, pohon pinus, pantai, danau dan pasar malam.
__ADS_1
Mereka pemotretan pagi, siang dan malam. Sebelum acara tunangan mereka dimulai.
Tetapi, mereka banyak istirahat. Makan, tidur dan ngobrol sambil meminum coklat panas.
Setelah selesai pemotretan, dan semua hasil foto di cetak dan dibuatkan pigura yang aesthetic. Dari mulai yang besar, sedang dan kecil.
Foto mereka di pajang sebesar tembok dan di depan sebesar pintu. Juga di beberapa meja kecil, figura kecil dan sedang pun dipajang dengan cantik.
Acara engagement pun dimulai.
"Baiklah tanpa mengulur waktu. Kita langsung ke intinya." Ucap sang MC setelah berbagai acara pembukaan di mulai.
"Pada saudara Bagas Khristal Jaya. Apakah anda bersedia untuk melamar saudari Anya Prinsiska Angella?" Tanya sang MC memastikan.
"Iya." Jawab Bagas binggung harus mengatakan apa lagi.
"Kepada saudari Anya Prinsiska Angella, apakah anda menerima pinangan saudara Bagas Khristal Jaya?" Tanya sang MC lagi.
"Iya."
Keluarga Anya dan Bagas pun bertepuk tangan gembira.
"Mari kita mulai ke acara yang sebenarnya!" Ucap sang MC.
Mereka bertukar cincin. Dan saling menautkan cincinnya di jari manis masing-masing. Dengan sangat romantis.
"Kini acara dan runtuian acara telah selesai. Saya pamit undur diri, dan terima kasih banyak atas partisipasinya. Selamat menikmati pesta engagement ini." Ucap sang MC undur diri.
Semuanya menikmati santapan, dan pesta dengan meriah. Anak-anak bermain di kolam renang yang kecil. Sedangkan beberapa orang dewasa, berenang di kolam yang dalam.
Anya hanya memperhatikan Bagas, yang ternyata mudah akrab dengan keluarganya. Sedangkan Anya mengobrol dan bercanda dengan keluarga Bagas.
Sudah seperti keluarga yang nyata.
Anya berniat beranjak dan mengganti pakaiannya. Namun, tiba-tiba keponakannya. Anak sepupunya bermain-main dan menabrak Anya.
Anya terpeleset dan jatuh ke kolam. Dengan masih menggunakan gaun tunangannya.
"Byuuuuuuurrrrrr..."
Anya yang lemas, tanpa perlawanan terus masuk ke dasar kolam. Anya pingsan di dalam air. Bagas yang melihat kejadian tersebut, segera berenang ke arah Anya.
Karena dia masih di dalam kolam renangnya. Semuanya panik, namun merasa tenang ketika Bagas menyelamatkan Anya.
Bagas panik, dan mengangkat tubuh Anya ke atas kolam. Bagas juga masih mengenakan jas tunangannya. Seperti biasanya Bagas memberikan pertolongan pertama pada Anya.
Dengan menekan-nekan dadanya, kemudian memberikan nafas buatan lewat bibir ke bibir. Bagas terus mengulangi hal itu.
Hingga air yang di mulut Anya keluar. Anya sudah sadar, tapi karena malu. Dia enggan membuka matanya.
Keluarga Bagas dan Anya melihat kejadian tersebut, terutama keluarga Anya yang jauh dari kata keluarga Cemara yang harmonis dan romantis.
Kejadian tersebut hanya dianggap alay, lebay dan konyol. Daripada dianggap pertolongan pertama pada korban tenggelam.
__ADS_1
Anya berpura-pura memejamkan matanya. Anya mencubit sedikit lengan Bagas.
Bagas yang mengerti, membawa Anya ke atas ke dalam kamarnya.
Bagas membopong tubuh Anya ke dalam.
"Jangan khawatir. Anya tidak apa-apa. Nikmati saja pestanya. Saya akan membawanya ke kamar." Ucap Bagas meninggalkan pesta.
Semuanya pun kembali ke aktivitasnya, meskipun ada rasa khawatir pada Anya.
Keponakan Anya dimarahi oleh ibunya dan beberapa keluarga lainnya.
"Sudah, sudah masih kecil kok. Itu juga kecelakaan yang tidak disengaja." Ucap Rara melerai.
Semuanya pun asyik ngobrol dan menyantap beberapa hidangan.
***
Anya membuka matanya, setelah jauh dari pesta di bagian kolam rumah Bagas.
"Tuan turunkan saya!" Pinta Anya sambil melirik ke sana kemari.
Bagas tidak menggubrisnya.
"Tuan?"
Bagas membawanya ke kamar di lantai 2. Bagas menaiki tangga perlahan, tak gontai. Bagas menidurkan Anya di ranjangnya.
"Tuan mau apa?" Tanya Anya was-was.
"Ssssttsss... Baby nanti ada yang mendengarnya bagaimana?" Ucap Bagas mendekatkan wajahnya.
"Mana mungkin, pestanya kan di lantai 1!"
"Lalu apa maksud kamu tadi?" Tanya Bagas.
"Saya malu, tuan bersikap berlebihan. Memberikan nafas buatan di depan keluarga kita."
"Ya, mungkin keluarga tuan akan bersikap biasa saja. Dan menganggap ini pertolongan, tidak dengan keluarga saya."
"Memangnya keluarga kamu akan menganggap ini se*s?" Tanya Bagas gamlang.
"Bukan. Pikiran tuan terlalu kotor. Mereka akan menganggap lebay dan berlebihan."
"Keluarga saya bukan keluarga Cemara. Yang dipenuhi dengan kehangatan dan keharmonisan." Jelas Anya.
"Tidak apa-apa. Jangan pesimis begitu." Ucap Bagas mengusap kepala Anya.
"Lagi pula, siapa pun pasti sudah tahu, bagaimana caranya menangani korban tenggelam."
"Hmm.. huuuhhh..." Anya bernafas panjang.
"Tuan tidak tahu saja, keseharian saya dari sebelum lahir hingga saat ini. Hanya mendapatkan kata-kata kasar dan perlakuan kasar."
"Itu membuat saya trauma dan berhati-hati, ketika ingin bersikap manis dan harmonis." Jelas Anya.
***
Visual gaun tunangan🌼🌼🌼
__ADS_1