Lorong Waktu

Lorong Waktu
bab 66 - Tom And Jerry


__ADS_3

"Pokoknya awas aja, lu usik rumah tangga mereka!"


Rati hanya pergi tanpa kata.


***


Bagas mengajak jalan-jalan, keluarganya, Vian dan Rati.


"Vian!" Panggil Bagas.


"Iya kenapa?" Tanya Vian yang masih melahap baksonya.


"Lo beneran ngidam? Anak siapa yang lo buntingin?" Tanya Bagas.


"Apa sih lo ganggu aja!"


"Itu lo makan apa doyan. Sampe 3 mangkok." Tanya Bagas sewot.


"Sayang, biarin aja. Temen mu ini sedang senang, kok direcokin." Ucap Anya.


"Nah iya." Ucap Vian setuju.


"Hmm." Respon Bagas cuek.


Merekapun akhirnya makan bakso bersama. Anya berjalan-jalan dan memilih jajanan yang lainnya. Dari seblak, toppoki, tomyam, mie, cilok, cireng, pop ice dan masih banyak lagi.


"Kamu ini kayak anak kecil aja. Jajan segitu banyaknya emang mau abis?" Tanya Bagas heran.


"Abis dong."


"Rati kamu mau jajan apa?" Tanya Anya.


"Saya bakso aja nyonya." Jawab Rati duduk dan menyantap baksonya. Setelah menemani Anya membeli beberapa jajanan.


"Gak kamu borong aja semua?" Tanya Bagas.


"Justru tadinya Anya mau beli semua jenis jajanan yang ada di sini. Tapi masalanya, gimana bawanya. Kan sebagian di makan di sini, yang lainnya mau dimakan di rumah." Jelas Anya.


"Yaudah kamu beli semuanya. Biar Vian yang bawa." Ucap Bagas.


"Beneran Vian gak apa-apa?" Tanya Anya girang.


Vian pun mengangguk. "Gak apa-apa, borong aja semua. Mumpung jalan-jalan kan?" Jawab Vian.


"Makasih banyak ya Vian." Ucap Anya senang.


"Gak berterima kasih sama husband nih?" Tanya Bagas.


"Iya thank you my husband." Jawab Anya.


"Suami tuh nomor satu, harus inget itu!" Peringat Bagas.


***


Setelah puas jajan, mereka pun berjalan-jalan.


"Ting..."


Bagas pun mengecek notif WhatsApp nya. "Vian!" Teriak Bagas.


"Hmm?"


"Ini siapa? Lo udah punya pacar kok gak ngasih tahu gue?" Tanya Bagas kesal.


"Oh itu.."


"Oh gini sekarang?" Tanya Bagas.


"Apaan sih Lo?" Vian balik bertanya.


"Kalian ini kenapa si?" Tanya Anya melerai.


"Dia udah punya pacar gak ngabarin. Ini di grup kantor, coba kamu lihat!" Ucap Bagas sambil menunjukkan hp nya.


"Oh itu, Anya udah liat tadi." Ucap Anya santai.


"Kok kamu diem aja?" Heran Bagas.


"Terus Anya harus gimana? Kayang, jungkir balik? Itu kan hak Vian. Mau pacar, mau calon istri atau mungkin itu adiknya Vian." Jelas Anya.


"Siapa dia?" Tanya Bagas masih ngotot.


"Adik." Jawab Vian acuh.


"Hah?"

__ADS_1


"Iya dia adek gue. Puas lo? Dia dari Singapure, dan baru balik kemarin. Dia minta foto sama gue dan post di Instagram nya. Gue juga gak tahu fotonya di-cut sama dia." Jelas Vian.


"Lo bo'ong kan?" Tanya Bagas.


"Terserah Lo mau percaya apa gak." Jawab Vian.


"Gue mau ketemu besok! Bawa dia ke rumah gue atau ke kantor." Pinta Bagas.


"Buat apa sih?" Kesal Vian.


"Buat membuktikan lah." Jawab Bagas santai.


"Bukti buat apa? Emang ngaruh ke kerjaan gue?" Tanya Vian.


"Gak."


"Terus?"


"Ya gue cuma mau kenalan." Jawab Bagas sekenanya.


"Itu kan masalah pribadi. Buat apa dicampur aduk sama masalah kerja?" Tanya Vian.


"Kalo emang dia adek lo, lo harusnya gak masalah kan?" Tanya Bagas balik.


"Gak, gue gak masalah. Besok lo sama gue absen kerja. Ayo kita meet time." Tantang Vian.


"Siapa takut." Balas Bagas.


Anya hanya bisa geleng-geleng kepala.


***


"Rati kamu mau beli sesuatu?" Tanya Anya.


"Gak nyonya." Jawab Rati.


"Ayo kita lihat-lihat aksesoris di sana! Lihat Tom and Jerry ngebosenin kan?" Ajak dan tanya Anya.


Rati hanya tersenyum." Iya nyonya."


"Kemana Anya?" Tanya Bagas.


"Mana gue tahu. Itu kan istri lo!" Jawabnya sewot.


Bagas pun masuk ke toko aksesoris yang sangat kuno namun terlihat estetik. "Kamu mau beli apa sayang?" Tanya Bagas.


"Boleh. Jadi berapa semua pak?" Tanya Bagas pada pemilik toko yang sudah agak tua.


"Dibayar pake tantangan tuan. Setengahnya pake uang. Itu pelaturan di sini." Jelas sang pemilik toko.


"Tantangan apa?" Tanya Anya.


"Permainan nyonya. Mudah sekali, kalian hanya perlu memanah tepat sasaran." Jelas sang pemilik toko.


"Oh baiklah." Ucap Bagas, dia pun beraksi.


"Wow kena." Ucapnya bangga.


"Yes!" Ucap Anya.


Vian dan Rati hanya melihat-lihat. Mereka tertarik namun engan bermain.


"Ini sepatu kacanya nyonya." Ucap sang pemilik toko.


"Loh satu pak? Anya kira semua." Jawab Anya.


"Satu permainan satu hadiah. Dan bayar 50k untuk sepatunya, murah bukan?" Jelas sang pemilik toko.


"Permainan kedua, kamu ambil bunga mawar itu, sambil menggendong istrimu." Jelas sang pemilik toko.


Bagas pun tersenyum dan menggendong Anya. "Ah sayang pasti berat kan?" Tanya Anya.


"Enggak kok sayang." Ucapnya terus menggendong sambil menaiki tangga dan mengambil bunganya.


"Ini pak bunganya."


"Buat istrinya. Ini jam kuno nya." Jawab sang pemilik toko.


"Harga?" Tanya Bagas.


"70k aja." Jelasnya.


"Permainan selanjutnya. Kamu harus mencari istrimu dan menciumnya." Jelas sang pemilik toko.


Bagas pun menutup matanya memakai syal, kemudian mencari Anya. Sudah 5 menit berlalu, masih belum menemukannya.

__ADS_1


Bagas pun akhirnya mendekati Anya, kemudian memegang tangan Anya. "Ini kamu kan sayang?" Tanya Bagas.


Anya pun mengangguk. Bagas membuka syalnya dan memastikan. Ternyata memang benar Anya. Bagas menciumnya sebentar.


"Ini kalungnya tuan. Harganya 100k. Kalian memang hebat belum pernah ada yang memenangkan semua permainan." Jelas sang pemilik toko.


"Terima kasih pak. Ini 500k buat bapak, makasih sudah menghibur kami dengan permainan tadi." Jelas Bagas.


"Loh totalnya gak segitu tuan!"


"Tidak apa-apa pak, anggap saja hadiah. Karena menyenangkan kami!"


"Terima kasih tuan. Saya juga punya sesuatu buat kalian." Ucap sang pemilik toko.


Dia memberikan Anya sekotak manis yang indah.


"Kalian bukanya di rumah saja ya!" Pinta sang pemilik toko.


"Baiklah. Terima kasih pak." Ucap Anya.


"Kami pamit. Terima kasih." Ucap Bagas.


***


"Sayang Anya baru inget. Kado yang kamu berikan belum sempat dibuka, yang lainnya kan sudah Anya buka."


"Ulang tahun yang mana sayang?"


"Yang ke 20 tahun itu loh bang!"


"Kok bisa belum ke buka, udah bertahun-tahun berlalu loh sayang?"


"Iya, udah 4 tahun lebih sayang!" Jelas Anya.


"Ya ampun!"


Anya pun pergi ke ruangannya, khusus barang-barang Anya di simpan. Di lantai 10, di sebrang kamar utama mereka.


"SAYANG?" Teriak Anya setelah membukanya.


Membuat Anya speechless.


"Kamu suka sayang?".


"Tentu saja. Sejak kapan kamu tahu saya kpopers? Dan kenapa bisa kamu mengerti soal beginian?"


"Sudah lama, ketika buka diary dan handphone kamu!"


"Wow.... My goodness."


Bagas mengusap lembut rambut Anya. Sambil tersenyum manis.


"Sayang, Anya dapet hp baru juga?"


"Sebenarnya udah 4 tahun lalu, abang terlalu sibuk jadi gak ingetin kamu, buat buka kado dari abang. Dan pakai hp nya!"


"Tapi, ini bisa dipakai loh hp nya, mulus banget. Bagus meskipun sudah dibungkus bertahun-tahun!"


"Syukurlah!" Ucap Bagas.


"Diarynya lucu."


"Kamu kan suka yang kuno dan estetik."


"Thanks sayang!"


***


Visual hadiah Anya.









__ADS_1




__ADS_2