
"Terima kasih Bu. Kami permisi." Ucap Anya.
***
Sesampainya di Korea Selatan.
Bagas dan keluarga menyewa apartemen untuk mereka tinggali selama di sana.
"Besok kita semua nonton konser!" Ucap Bagas.
"Yeay sekalian merayakan ulang tahun bunda yang ke 28!" Tambah Anya heboh.
"Konser apa yah?" Tanya Michaell.
"Konser K-Pop BTS." Jawab Anya.
"Rachell tahu. Rachell juga suka KPop, suka Korea." Ujarnya heboh.
"Wah.. kamu ngikutin jejak bunda." Ucap Anya senang.
"Iya dong Bun."
Bagas dan M² hanya bisa geleng-geleng kepala.
Mereka pun belanja ke supermarket Korea Selatan. Untuk membeli keperluan dapur, sekaligus kostum untuk ke konser. Mereka meminta desainer, untuk membuat baju yang sama berwarna ungu.
Untunglah mereka menyanggupi karena desainer ternama di Korea Selatan.
"Baiklah kami tunggu!" Ucap Bagas.
"Baik tuan."
Mereka berbahasa Inggris, sesekali Korea.
***
1 bulan kemudian.
Anya dan keluarga kecilnya sudah tiba di depan panggung konser BTS. Mereka memilih VVIP paling depan tanpa penghalang siapun. Memakai baju kembar berwarna ungu.
Mereka pun setia menonton pagi hari saat Bangtan masih latihan. Hingga akhirnya sore hari acara sudah dimulai. Riuh dan ramai sekali.
Anya membawa banner bertuliskan, saya ulang tahun yang ke 28 tahun. Dalam bahasa Korea.
Beberapa jam berlalu.
Hingga akhirnya personil yang bernama Taehyung. Membacanya, dan mengenali Bagas CEO yang mengontrak mereka.
"Saya ulang tahun yang ke 28 tahun." Ucap Taehyung membaca banner Anya.
Taehyung dan member lainnya mendekati Anya dan tersenyum pada mereka. Karena mengenali mereka. Sedangkan banner Anya disorot ke layar besar.
Semua army dan member BTS menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk Anya. Anya tersenyum sambil menangis haru.
__ADS_1
"Saengil chuka hamnida. Saengil chuka hamnida. Saranganeun Anya...., saengil chuka hamnida." Semua orang pun bernyanyi.
Setelah selesai konser. Anya dan Bagas ke belakang panggung, atas persetujuan CEO agensi yang menaungi BTS. Mereka berfoto bersama. Bahkan Anya berfoto sendiri dengan ke tujuh member BTS setelah dengan keluarga kecilnya berfoto bersama.
"Anya sendiri mau berfoto dengan mereka bertujuh." Ucap Anya dalam bahasa Korea.
Setelah itu mereka pun berfoto, belum merasa puas. Akhirnya Anya bertanya kembali.
"Boleh gak Anya foto satu persatu juga tiap member?" Tanya Anya.
"Boleh banget." Jawab semua member.
Setelah puas merekapun pulang. Dan akhirnya Anya dan Bagas tersorot kamera masuk ke beberapa sumber berita di televisi Korea hingga ke Indonesia dan macam negara.
"Seorang CEO terkaya di Asia, menghadiri konser BTS di Korea Selatan bersama keluarganya." Baca Anya setelah sampai rumah.
"Wah cepat sekali tersebar ya?" Timbal Bagas yang melihat Vidio dan foto yang ditampilkan.
"Sekarang emang gitu bang, makin canggih."
"Selain itu, Anya istri dari CEO terkaya di Asia. Sedang berulang tahun, dan diberi selamat dan nyanyian dari para member BTS dan ARMY."
"Wah.." Kagum Anya setelah mendengar Bagas membacanya.
Disertakan dengan foto dan vidionya. Dengan cepat, mereka seperti selebritis terkenal. Yang di setiap media muncul, beritanya.
***
Pagi harinya.
Anya dan keluarga berjalan-jalan pagi sambil sarapan di toserba terdekat.
"Michaell juga, di sini negara maju kan? Selain itu Michaell suka banget sama cuaca di sini. Ada salju lagi." Jelasnya.
"Apalagi Rachell Korean lovers. Rachell suka banget sama drama Korea, KPop, make up Korea, fashion Korea, cuaca Korea, visual Korea hampir semua deh." Tambah Rachell.
"Yaudah kita pindah aja." Jawab Bagas.
"Serius yang?" Tanya Anya berbinar.
"Ya enggak lah. Paling kita sering-sering ke sini. Dan abang bakal beli rumah di sini." Ujarnya.
"Asyik." Jawab semua girang.
***
Sebulan pun berlalu begitu cepat.
Anya dan keluarga sudah kembali ke Indonesia kemarin. Hari ini dia mengantar Marchell dan Michaell ke sekolah, sambil membawa Farhaell. Sedangkan anak-anak yang lain di asuh oleh Anton dan Rara yang sengaja mengindap.
Anton dan Rara memang sudah bercerai. Namun, mereka berhubungan baik setelah beberapa tahun yang lalu. Meskipun ngindap bersama, mereka tentu saja pisah kamar.
"Kalian masuk ya. Bunda tunggu di luar, jangan lupa kenalan dengan yang lainnya." Ucap Anya pada kedua anaknya.
"Iya Bun." Jawab mereka kompak.
Setelah bel pulang. Anya mengajak kedua anaknya untuk makan di toserba terdekat.
"Kalian suka gak sekolah?" Tanya Anya sambil memakan mie ramyeon.
"Suka Bun, kita berdua sebangku. Dan duduk paling depan." Jawab Marchell.
__ADS_1
"Tadi kita juga dapet hadiah, karena menjawab dan bertanya pada guru." Lanjut Michaell.
"Wah anak bunda pinter ya." Kagum Anya.
Mereka duduk di luar toserba atau mini market. Di sana disedikan kursi dan meja di luar. Berbeda dengan di Korea. Di dalam pun disediakan tempat untuk makan di sana.
"Oh iya Bun, besok dan seterusnya bunda anter dan jemput aja." Ucap Marchell yang sedang memakan kentang goreng.
"Iya Bun. Kita bisa kok ditinggal sendiri. Kita kan udah gede." Balas Michaell yang sedang memakan es krim.
Mereka makan yang sudah dipasak, karena di depan toserba berjejer pedagang kali lima.
"Baiklah. Kalian emang mandiri dan pintar." Jawab Anya.
Farhaell tertidur di roda bayi.
"Jadi inget ke Korea ya Bun, makan di toserba gini." Ucap Michaell.
"Iya, padahal baru aja pulang dari sana. Bunda udah kangen aja." Jawab Anya mengangguk.
"Kata ayah si. Bulan depan kita ke sana lagi. Tapi, gak lama." Ucap Marchell.
"Padahal Michaell mau banget loh Bun, kita pindah ke Korea." Ujar Michaell.
"Kantor pusat ayah kan di Indonesia sayang. Keluarga kita juga banyak di sini. Jadi, kita cuma bisa liburan atau kalo ayah ada bisnis lagi ke Korea." Jelas Anya.
Mereka pun mengangguk. Dan melanjutkan makan siang.
***
3 bulan kemudian.
"Kita mau camping kemana Bun?" Tanya Rachell.
"Ke hutan Pinus." Jawab Anya.
"Yang dimana Bun?" Tanya Marchell.
"Bandung."
"Berapa hari?" Tanya Michaell.
"Tiga hari aja sayang. Kalian kan gak boleh lama-lama izin sekolah." Jelas Anya.
"Kenapa Bun?" Tanya Marchell.
"Inget gak, pas awal masuk udah izin sebulan. Ya meskipun kalian juga tetep sekolah online." Jelas Anya lagi.
"Tapi kan tetep sekolah Bun, kita juga bisa sekolah online lagi kok." Jawab Michaell.
"Iya Bun, lagian kan sekolahnya juga gak lama. Sekitar tiga atau empat jam." Lanjut Marchell.
"Iya, tiga hari kalian juga sekolah online kok." Ucap Anya yang sibuk merapikan pakaiannya.
"Nanggung bunda. Minimal tujuh hari." Rengek Marchell.
***
Visual 🍇🍇🍇
__ADS_1