Lorong Waktu

Lorong Waktu
bab 68 - I Don't Know


__ADS_3

Anya tersenyum dibuatnya.


***


"Shinta, ini kamar untuk kamu. Sebelahan kan sama kamar kakak dan Bagas." Tunjuk Anya pada kamar sebelahnya.


"Makasih kak, kamarnya nyaman banget. Semua arsitektur dan barang-barang di sini serba estetik dan antik ya kak?" Tanya Shinta.


"Iya Shin, saya yang pilih." Jelas Anya.


"Owalah pantesan."


"Iya, kamu mau nitip gak? Kakak pesen grab food." Tanya Anya.


"Boleh kak. Titip seblak sama jus aja." Pinta Shinta.


"Oke."


"Kak, kak Bagas sama kak Vian gak tidur ya di kantor?" Tanya Shinta.


"Tidurlah, meskipun sebentar." Jawab Anya.


"Pasti di sofa atau di kursi kerjanya ya tidurnya? Gak nyaman banget." Tanya Shinta.


"Bagas sih punya kamar pribadi di ruangannya. Beda sama ruangan karyawan lainnya, mereka cuman punya meja kerja di depan komputer."


"Paling yang punya ruangan tingkat manager atau HRD mungkin. Yang karyawan biasa kan sedikit banget tempatnya." Jelas Anya.


"Kalo kak Vian?" Tanya Shinta.


"Dia punya ruangan sendiri. Tapi entah ada kamar apa enggak. Kakak belum ke ruangannya seinget kakak." Jelas Anya.


"Oh gitu kak."


"Emm kamu mampir aja lain kali ke kantor Bagas!" Pinta Anya.


"Buat apa kak?"


"Ya mungkin mau lamar kerja atau sekedar main ke kakak kamu?"


"Shinta ambil jurusan apoteker dari SMA. Jadi Shinta ngelamar ke apotik kak." Jelas Shinta.


"Pasti apotik besar ya? Kan kamu lulusan universitas Singapura?" Tanya Anya.


"Hehe iya kak, nunggu panggilan ini." Jawab Shinta.


"Good luck ya Shin. Sering-sering main ya ke sini." Ucap Anya.


"Aamiin kak, siap dong kak. Aku pasti kangen sama ponakan yang gemes-gemes ini." Ucap Shinta.


"Makasih imo." Ucap Anya.


"Imo apa?" Tanya Shinta tak paham.


"Tante dalam bahasa Korea. Dari pihak ibu. Kalo pihak ayah si gomo. Kakak tahu dari drakor. Kalo tantenya udah agak tua sih ahjuma."


"Tapi pas kakak baja di google katanya ahjuma tuh panggilan buat wanita paruh baya, bisa juga Tante tapi bukan dari pihak keluarga gitu. Kak Anya sih masih belajar hehe." Jelas Anya.


"Wah semangat terus kak belajarnya. Siapa tahu bisa ke Korea." Ucap Shinta menyemangati.


"Rencananya kita mau bulan madu lagi di Korea Selatan. Tapi nanti setelah anak-anak udah gede." Jelas Anya.


"Wah semoga cepat kesampaian ya kak." Ucap Shinta.


"Aamiin aamiin." Ucap Anya.


"Non ini makanan dari grab food. Katanya udah dibayar." Ucap mbok Cucu pembantu baru.


"Makasih mbok." Ucap Anya mengambil semua kresek pesanannya.


"Sama-sama non, saya permisi ke bawah lagi non."


"Silahkan mbok."


"Wah kak Anya beli banyak?" Tanya Shinta.

__ADS_1


"Gak kok, cukup lah untuk berdua."


"Ini kak, jadi berapa?" Tanya Shinta menyodorkan uang seratus ribu.


"Gak perlu, udah dibayar kok." Tolak Anya.


"Kak, Shinta gak enak jadinya. Udah ngindep, udah makan-makan pasakan Kakak. Sekarang, masa jajan aja dibayarin?" Tanya Shinta sungkan.


"Gak apa-apa, gak perlu sungkan. Kamu kan adik kakak juga." Ucap Anya.


"Yaudah deh kak. Lain kali Shinta bayar semuanya dengan cara Shinta." Ucap Shinta masih sungkan.


"Ya ampun Shinta, Shinta."


Merekapun menghabiskan pesanan tersebut. Kemudian beberapa menit mereka istirahat.


"Kita gym yuk?" Tanya Anya.


"Udah malem loh kak?" Tanya Shinta.


"Di sini ada ruangan gym. Kita pake alat fitness treadmill aja." Saran Anya.


"Yaudah kak ayo!"


***


"Wah keren banget yah, di rumah kakak serba ada. Mini market ada kak?" Tanya Shinta.


"Ada, baru buat sebulan yang lalu." Terang Anya.


"Wah betah banget dong di rumah?" Tanya Shinta sambil gym bersama Anya.


Kebetulan treadmill nya ada dua.


"Betah banget. Tapi, kakak harus menyesuaikan kesibukan Bagas juga di luar. Jadi kadang kami ikut ke luar kota, ke acara-acara kantor dan bisnis."


"Kakak juga dulu kerja sama Bagas. Tapi pas lahiran aja libur, kadang kakak juga beberapa kali bantu pekerjaan Bagas." Jelas Anya.


"Wah keren kalian yah." Ucapnya takjub.


"Hehe kakak bisa aja."


"Ya bisa dong."


"Oh iya, kamu difoto sama Vian itu dimana sih?" Tanya Anya.


"Di Medan kak. Shinta mampir ke sana, cuma sehari langsung ke Jakarta." Jelas Shinta.


"Oh pantesan."


"Iya kak, kenapa emang?"


"Gak apa-apa. Kok kamu posting di Instagram nya dipotong sih?" Tanya Anya.


"Gak apa-apa, mau aja. Biar orang penasaran." Jelasnya.


Anya mengangguk. "Kemarin katanya di grup kantor kak Bagas ribut ya?" Tanya Shinta.


"Iya, semuanya ngira itu pacarnya Vian." Jelas Anya.


"Siapa ya yang follow Shinta, pasti karyawannya kak Bagas."


"Yang ngirim fotonya sih, Sati." Jawab Anya.


"Sati? Boleh liat gak kontaknya?" Tanya Shinta.


"Boleh ini." Tunjuk Anya.


"Ini itu sahabatnya Shinta kak, pas Shinta di Singapura pas SD ada pertukaran siswa sementara. Sati ikut ke SD nya Shinta."


"Selama sebulan kita sahabatan dan terus berkomunikasi sampai sekarang. Setelah balik ke Indo, kita belum ketemu lagi." Jelas Shinta.


"Oh gitu. Kamu juga kan baru 3 harian di sini. Jadi pantas lah kamu belum ketemu."


"Iya kak. Ajak Shinta ke kantor ka Bagas ya. Shinta mau ketemu Sati." Pinta Shinta.

__ADS_1


"Boleh, boleh. Besok ya Shin." Jawab Anya.


"Makasih banyak ya kak."


"Kok kamu bisa tahu itu dia, kan dulu masih SD?"


"Kita kan berkomunikasi lewat telepon!"


***


Keesokan harinya.


Anya dan Shinta ke kantor Bagas. Bersama semua anaknya Anya.


"Sayang?" Tanya Bagas yang sibuk mengetik di laptopnya.


Anya pun menuntun M² sambil menggendong, Richaell. Sedangkan Shinta menggendong Rachell.


"Sayang, Shinta mau ketemu sama karyawan kamu." Jelas Anya setelah cipaka-cipiki dengan Bagas.


"Sama siapa Shin?" Tanya Bagas.


"Yang ngirim foto Vian waktu itu." Jelas Anya.


"Oh Sati?"


"Iya." Jawab Shinta. "Boleh kan kak?"


"Boleh dong. Dia divisi 5, di lantai 10." Jelas Bagas setelah mengecek berkas karyawan.


"Tapi, kamu gak akan macem-macemin dia kan? Gegara rumor kemaren?" Tanya Bagas.


"Ya nggak lah kak, dia sahabat aku!".


"Ohhh.."


"Makasih kak."


Bagas mengangguk. "Mau dianter gak Shin?" Tanya Anya.


"Gak usah kak. Anak-anak gimana?"


"Dibawa aja."


"Gak usah kak. Shinta tahu kok."


"Oh yaudah."


"Atau mau saya panggilkan Vian?" Saran Bagas.


"Gak usah kak, kalian kan lembur dari semalaman pasti capek." Tolak Shinta lagi.


"Serius deh Shinta bisa sendiri."


"Baiklah."


Setelah Shinta pergi Anya bertanya pada Bagas. "Sayang, kamu kok belum pulang sih?" Tanya Anya.


"Iya sayang, masih belum selesai. Tadinya siang ini saya pulang." Jelas Bagas.


"Emm gitu."


***


Visual😶‍🌫️😶‍🌫️😶‍🌫️


Pasutri 🔥🔥🔥



Shinta🌼🌼🌼



Vian🍷🍷🍷

__ADS_1



__ADS_2