
"Emm emang boleh?"
"Boleh dong."
***
Mereka pun ke rumah Roni. Untunglah Roni sudah mempunyai rumah hasil jerih payahnya. Dan mau tak mau, pembantu Bagas ikut mereka. Sekalian bantu-bantu.
Setibanya di rumah Roni Anggalla.
"Loh kamu kapan datang?" Tanya Roni baru turun.
Rumah Roni cukup besar dua lantai. Berbeda dengan Anya yang amat besar, sepuluh lantai.
"Barusan kak. Kita mau bantu-bantu sambil nemenin kakak menjelang nikah." Jawab Anya.
"Owalah, makasih ya." Ucap Roni memeluk Anya.
"Khemmm.." Bagas cemburu walaupun dengan kakak kandung Anya.
"Apa si bang?"
"Yuk tidurin dulu anak-anak!" Ucap Bagas mengalihkan.
"Oh iya, kakak-"
"Yuk ke atas." Potong Roni.
Setelah menidurkan semua anak-anak. Anya, Bagas dan pembantunya turun ke bawah. Untuk membantu beberapa keperluan. Karena acara pernikahannya di rumah Rosi.
"Kalian tidur aja istirahat. Besok aja bantu-bantunya." Ucap Roni yang melihat ketiga orang itu turun lagi ke lantai satu.
"Gak apa-apa kak."
"Jangan, kakak tahu kalian pasti capek banget. Pulang dari kantor kan?"
"Iya kak."
"Udah besok aja. Lagian sedikit kok persiapannya. Dan udah dihandle para WO." Jelas Roni.
"Yasudah kalo begitu kak."
Mereka pun naik lagi ke lantai dua.
Marchell dan Michaell. Rachell dan Richaell. Anya, Bagas, dan Farhaell. Sedangkan pembantunya sendiri. Untunglah di lantai dua ada lima kamar. Dan di lantai satu ada tiga kamar.
"Udah kerjanya bang. Yuk tidur!" Ajak Anya melihat Bagas fokus pada laptop kerjanya.
"Iya sayang, abang kan mau hukum kamu!"
Bagas dan Anya melakukan olahraga malam. Karena perjanjian Bagas yang ingin menghukumnya, dan Anya malah dengan entengnya menantang Bagas.
***
Pesta pernikahan Roni dan Rosi pun berlangsung.
Sederet acara sudah dilakukan. Dan kini tiba di sesi pemotretan.
"Foto keluarga dulu!"
__ADS_1
"Foto pengantin muda sekarang!" Ucap Bagas.
Bagas, Anya, Shinta, Calvin, Sati ,Vian difoto bersama pengantin Roni dan Rosi. Kemudian, anak-anak juga ikut, setelahnya. Setelah selesai pemotretan mereka menikmati hidangan ringan. Karena sudah makan perasmanan.
"Kita pamit ya kak. HWD." Ucap Shinta.
"Kita juga mau pamit kak. Samawa ya." Sambung Sati.
"Makasih ya udah hadir." Balas Roni dan Rosi.
"Anya sama Bagas mau ngindep?" Tanya Roni.
"Iya kak. Besok kita pulang." Jawab Anya yang sudah tiga malam menginap.
***
4 bulan kemudian.
"Marchell mau rayain ulang tahunnya di sekolah." Rengeknya.
"Sayang, kalian kan bareng ulang tahunnya sama Farhaell. Jadi, di rumah aja ya." Bujuk Anya.
"Kata ayah, gak apa-apa pas kita masuk langsung dirayakan di sekolah?" Tanya Michaell.
"Yaudah ia, lagi pula beda sehari sama Farhaell."
"Atau boleh di kantor ayah. Mau?" Saran Bagas.
"Tapi kan udah janji mau di sekolah."
"Kan baru masuk sekolah, emang gak apa-apa?" Jawab Bagas.
"Tahun depan ya di sekolah?" Tanya Anya.
"Mar! Kamu jangan gitu, dimana pun dirayainnya. Yang penting do'a nya. Lagian, emang bener kok. Kita kan baru masuk TK ." Ucap Michaell menengahi.
Akhirnya pesta ulang tahun M² yang ke enam, dirayakan di sekolah. Sedangkan, ulang tahun Farhaell yang ke satu dirayakan di kantor Bagas.
Acara sudah berlangsung dari tadi. Kini saatnya Bagas menyampaikan sesuatu.
"Mohon perhatiannya!"
Setelah semua berkumpul dan dalam mode serius. Bagas melanjutkan.
"Di hari yang bahagia ini. Anak-anak saya sedang berulang tahun. Marchell dan Michaell ulang tahun yang ke enam." Ucap Bagas. Ketika di sekolah M² di lapang sekolah, karena sekolah elit. Dan Bagas donasi terbesar.
Semua yang berpartisipasi bertepuk tangan, dan menikmati semua hidangan. Banyak sekali kado yang M² dapatkan. Dari para murid dan guru, bahkan pemilik sekolah tersebut.
***
Keesokkan harinya.
Pembukaan dan do'a sudah. Sambutan Bagas pun sudah. Sekarang tinggal beberapa game, agar tidak monoton. Diakhir Bagas ingin mempromosikan produk barunya. Yang kebetulan para rekan bisnis pun berkumpul. Bukan hanya karyawannya saja.
"Lusa akan launching produk baru. Yaitu, bunga hias yang berpusing untuk pengharum ruangan dan membunuh virus yang terdeksi." Lanjutnya.
"Jadi, setelah selesai pesta ulang tahun anak-anak saya. Saya akan memperlihatkan produk baru ini pada kalian semua. Untuk sekarang nikmatilah pesta dan hidangannya. Terimakasih." Ucap Bagas menutup pembicaraannya.
Setelah beberapa jam.
"Ini adalah produk baru saya. Kita lihat bagaimana cara kerjanya." Ucap Bagas memegang bunga hias tersebut.
Dia menekan tombol yang menampilkan layar infokus besar. Dan sebuah Vidio yang menayangkan kerja pas bunga hias tersebut.
"Oh. Mohon maaf." Ucapnya diakhir Vidio malah berpindah ke foto mesranya dengan Anya yang sangat intim.
__ADS_1
Sementara yang melihatnya senyum-senyum malu sendiri.
"Saya ingin kerja sama dengan tuan muda Bagas!" Ucap seorang CEO yang sudah berumur.
"Saya juga, ingin mengkolaborasikan produk saya dan produk tuan Bagas!" Ucap seorang wanita pemimpin perusahaannya.
"Saya ingin membelinya untuk di simpan di beberapa sudut kantor!"
Dan masih banyak lagi yang sangat tertarik dengan produk baru Bagas. Bagas tersenyum bangga.
***
4 bulan kemudian.
Produk baru Bagas terus mengalami peningkatan. Dan kini banyak terjual ke luar negeri. Produknya amat laris hingga banyak iklan yang menayangkannya. Terlebih yang membintangi adalah idol KPop BTS.
Anya sangat bahagia. Karena idolnya bisa berpartisipasi dalam karya suaminya, dia army garis keras dari 2013 dari audisi BTS hingga saat ini.
"Sayang, Anya bangga banget sama kamu. Anya juga bahagia. Karena bias Anya yang menjadi bintang iklannya." Ucap Anya duduk di sofa sambil menonton iklan produk baru Bagas.
"Iya sayang." Jawab Bagas. "Saya gak nyangka, kamu kpopers dari masih SD. Kdrama, dan Korean lovers. Segitunya, sampai hampir semua tentang Korea kamu suka!"
Anya hanya nyengir kuda.
"Kamu ulang tahun kan, yang ke 28?" Tanya Bagas.
Anya mengangguk. "Nanti bulan depan sayang."
"Katanya BTS ada konser." Ucap Bagas.
"Iya, tapi di Korea Selatan sayang." Jawab Anya.
"Ini." Bagas memberikan Anya tiket konser BTS.
"Loh sayang?" Anya kaget dan kelewat senang.
"Iya, kita rayakan ulang tahunnya sambil nonton konser mereka." Jelas Bagas.
"Kamu serius sayang?" Anya menangis dibuatnya.
Bagas memeluk Anya. "Hanya pada mereka saya tidak cemburu. Tentu saja saya serius, setelah mengantar sekolah. Kita juga bisa langsung ke Korea Selatan dan meminta izin untuk libur sebulan di sana." Jelas Bagas.
"Lama banget?"
"Segitu mah gak lama sayang. Kebetulan saya juga ada meeting di sana. Banyak pekerjaan yang harus diselesaikan di Korea Selatan." Jawab Bagas mengacak-acak rambut Anya.
"Thank you so much." Ucap Anya memeluk erat Bagas.
Bagas membalas pelukannya. Dan mengecup sekilas bibirnya.
Setelah mengantar M² sekolah. Bagas meminta izin agar Marchell dan Michaell bisa izin sebulan. Karena Bagas sangat membantu TK tersebut. Mendonasikan uang yang besar. Membuat pemilik TK tak bisa berkutik.
"Baiklah pa, bu. Saya mengerti karena ayahnya seorang Presdir. Tentu saja sering ke luar kota bahkan luar negeri."
"Kami pihak sekolah mengizinkan. Asalkan Marchell dan Michaell dapat mengerjakan tugas via online. Selama sebulan." Jelasnya.
"Baik Bu. Terima kasih atas kerja samanya." Jawab Bagas.
"Terima kasih Bu. Kami permisi." Ucap Anya.
***
Visual gaun di acara pernikahan Rosi dan Roni 💐💐💐
__ADS_1