
"Seperti biasanya mah. Cuman, pake aromaterapi Bagas mendingan." Jelas Bagas.
"Oh syukurlah."
***
Anya pun memarkirkan mobilnya sebelah mobil Bagas. "Ini es krimnya!" Ucap Anya membawa dua kresek besar.
"Beli es krim sebanyak itu?" Tanya Bagas.
"Gak lah, yang lainnya itu cemilan dan makanan padat." Jelas Anya.
Merekapun menikmati refreshing tersebut. Memanggang daging, sosis dan toppoki. Setelah merasa kenyang. Mereka berfoto dan menaiki perahu yang ada di danau tersebut.
"Pulang yuk? Kalian pasti capek kan?" Tanya Anya.
"Hmm yuk kita pulang!" Ajak Bagas.
"Mamah sama papah mau pulang ke rumah kami." Jelas Bima.
"Kenapa gak ngindep pah?" Tanya Anya.
"Nanti malam papah ada reuni. Dan jaraknya lebih dekat dari rumah kami." Jelas Bima.
"Emm gitu."
"Lain kali kita ngindep ya." Ucap Rara.
"Iya mah. Hati-hati ya."
***
3 bulan kemudian.
Bagas dan Anya mengadakan pesta ulang tahun Rachell yang ke tiga di Subang Jawa Barat. Sekaligus, peresmian dibukanya toserba milik Anya di desa Kasomalang Kulon kabupaten Subang.
Anya dan Bagas menjadi pembawa acara dalam pesta tersebut. Mereka mengadakan event dan memperbolehkan pengunjung memakan makanan dan minuman gratis untuk kali ini.
"Selamat menikmati pesta dan hidangan gratis ini." Ucap Bagas di tegah acara. Setelah pembukaan tadi.
"Jangan lupa ikuti Instagram kami. Dan lihat promo yang kami tawarkan!" Ucap Anya.
"Peresmian sekaligus pesta ulang tahun dari anak saya yang bernama." Ucap Bagas terhenti.
"Rachell Prinsiska Angella yang ke tiga tahun." Lanjut Anya.
Semua pun bertepuk tangan dan bersiul.
"Kami akan mengadakan event dan give away."
Setelah pesta selesai. Anya dan Bagas memilih pulang. Sedangkan para karyawan membersihkan dan merapikan semuanya, usai pesta selesai.
"Bunda, kita mau ke kebun teh. Boleh ya?" Tanya Marchell.
"Boleh. Besok ya, sekarang udah malem." Jawab Anya mengusap kepala Marchell.
"Kita main ya Bun, besok?" Tanya Michaell.
Anya mengangguk. "Sekalian kita ke pabrik teh yang sudah usang. Kalian pasti suka, kita bisa naik kuda juga di sana."
"Bunda denger ada pasar malam di sana, tapi memang pasar malam kecil. Karena ini di kampung." Jelas Anya.
"Gak apa-apa Bun, ayo kita sekarang ke pasar malamnya." Pinta Marchell.
__ADS_1
"Kalian gak capek? Besok malem aja ya, kita dua kali aja ke sana pagi sama malam." Ucap Anya.
Akhirnya mereka pun mengangguk. Mengikuti perkataan Anya.
***
Pagi hari, mereka pun ke kebun teh. Yang berada di Kasomalang Kulon, mereka pun ingin melihat kebun teh yang lebih besar. Hingga akhirnya melanjutkan ke desa Jalan Cagak.
Setelah merasa puas, mereka kembali ke Kasomalang Kulon ke pabrik yang sudah usang. Dan manaiki kuda. Mereka sangat bersenang-senang.
"Nanti malem dilanjut ya? Kita pulang!" Ajak Anya.
"Iyah Ayah udah capek nih. Kita istirahat dulu di rumah ya?" Tanya Bagas.
Mereka menyewa rumah dekat toserba di desa Kasomalang Kulon. Anya dan suami juga anak-anak mampir ke rumah keluarga Anya yang berada di sana.
"Yaudah yah, yuk pulang." Ajak M² patuh.
Malam harinya.
"Yah! Lagi apa?" Tanya Michaell.
"Ayah lagi cek, bagaimana perkembangan toserba dan cek kantor." Jelas Bagas.
"Jadi kan ke pasar malamnya?" Tanya Marchell ikut nimbrung.
"Jadi dong!" Jawab Anya yang sudah siap.
"Richaell mana Bun?" Tanya Michaell.
"Tuh!" Tunjuk Anya, Richaell sedang berjalan-jalan berpegang di lemari TV.
"Uluh uluh adeknya abang mau kemana?" Tanya Marchell.
"Yang, kita kan mau liburan. Kerjanya berhenti dulu dong!" Pinta Anya.
"Abang cuman cek doang yang." Jelas Bagas menutup laptopnya.
Merekapun menaiki mobil dan berangkat ke pasar malam yang tak jauh dari rumah sewaannya.
"Wah rame banget!" Kagum Marchell.
"Iya nih." Tambah Michaell.
"Buna. Rachell mau naik kincir!" Ucap Rachell.
Sedangkan Richaell melirik kanan dan kiri yang dipenuhi lampu warna-warni.
"Yuk!" Ajak Anya.
Mereka masuk kincir. Bagas duduk di samping Marchell, Rachell duduk di pangkuan Bagas. Sedangkan, Anya duduk di samping Michaell dan Richaell duduk di pangkuan Anya.
"Tiap ke pasar malam, abang selalu nostalgia." Jelas Bagas.
Anya tersenyum. "Hmmm.. Anya juga bang."
"Ayah! Kok diem di atas?" Tanya Marchell.
"Emang biasa kayak gini, jangan takut. Nanti juga jalan lagi." Jelas Bagas.
"Wah bagus banget ya, kalo dari atas!" Berbeda dengan Michaell yang sangat menikmati pemandangan dari atas.
"Iya, suka kan?" Tanya Anya. Michaell mengangguk.
__ADS_1
"Ngeri tahu Chaell!" Ucap Marchell.
"Payah!" Ledek Michaell.
Anya malah mengingat, saat pertama kali Bagas naik kincir bersama Anya. Sama takutnya dengan Marchell, ketika berhenti di atas.
"Waktu itu, kamu kan gak suka sama air danau! Lebih payah siapa? Padahal air itu sejuk, dan seru." Balas Marchell.
"Udah, udah. Jangan berantem yah!" Ucap Anya.
Mereka pun manaiki kuda-kudaan. "Pusing yah!" Ucap Rachell.
"Kita makan dan minum dulu yuk. Biar gak pusing." Ajak Bagas.
"Kita mandi bola yuk!" Ajak Rachell.
"Bunda sama Ayah mau ke rumah hantu, kalian ke mandi bola. Bisa gak?" Tanya Bagas.
"Richaell ikut?" Tanya Marchell.
"Gak, dia ikut kami." Jawab Bagas.
"Emang gak apa-apa?" Tanya Michaell.
"Emang kalian bisa jaga Richaell?" Tanya Bagas.
"Bisa kok." Jawab Marchell.
"Yaudah, nanti ayah bilang ke penjaganya buat jagain kalian. Nanti ayah sama bunda susul ke sini ya." Jelas Bagas.
***
"Ahh... Kaget loh!" Teriak Anya.
"Sini!" Ucap Bagas merangkul Anya.
Tiba-tiba kuyang datang dari atas. Anya yang terkejut lompat ke Bagas, Bagas spontan membopong tubuh Anya.
"Arrrggghhhh!" Teriak Anya.
"Ngagetin aja." Ucap Bagas menurunkan Anya.
Setelah keluar dari rumah hantu. Mereka pun kembali ke mandi bola, Anya membeli pop ice untuknya dan Bagas.
"Nih!" Ucap Anya menyodorkan pop ice pada Bagas, yang setia memperhatikan anaknya dari luar.
Banyak pasang mata yang memperhatikan mereka. Melihat keromantisan suami istri yang sedang hamil, ditambah melihat keluarga yang sangat harmonis. Dengan ke empat anak yang masih kecil.
"Yang, banyak yang memperhatikan kita." Ucap Anya.
"Cuekin aja, itu cuman perasaan kamu."
"Bener loh yang, apa mereka kaget lihat kita banyak anak. Dan masih pada kecil, terlebih Anya lagi hamil lagi."
"Jangan negative thinking. Lagian apa untungnya pendapat mereka buat kita?" Tanya Bagas.
Anya hanya diam berdehem. "Hmm."
***
Visual🌼🌼🌼🌼
__ADS_1