Lorong Waktu

Lorong Waktu
bab 59 - Kostum Bear Kesukaan Anya


__ADS_3

"Lihat saja apa yang akan terjadi selanjutnya!" Ucapnya penuh penekanan.


***


"Kita pulang ke Jakarta hari ini?" Tanya Anya.


"Iya." Jawab Bagas.


"Kenapa?"


"Kamu tahu kan, saya tidak ingin berurusan lagi dengan Mela." Jawab Bagas dengan muka datar.


"Tapi, gimana bisnis kamu?" Tanya Anya.


"Udah selesai kok. Meskipun belum, saya akan mengandalkan Vian." Jawab Bagas santai.


"Oh syukurlah."


"Hmm.. kamu seneng gak di sini?" Tanya Bagas.


"Seneng banget, suasananya bikin betah." Balas Anya.


"Mau pindah nih?" Tanya Bagas.


"Ya gak si."


"Oh iya, kamu sama Mela kan sahabatan udah lama. Kenapa kamu gak maafin dia dan kembali seperti sebelumnya, berkomunikasi dan berhubungan layaknya sahabat?" Tanya Anya to the points.


"Sayang... Harusnya kamu tuh marah! Ngelarang saya bertemu dan berhubungan dengan dia."


"Setelah apa yang dia lakukan selama ini. Tapi malah nyaranin buat baikan. Gimana sih kamu?" Heran Bagas.


Anya tersenyum. "Sayang, kita gak boleh dendam loh." Jawab Anya.


***


Sesampainya di Jakarta. Merekapun istirahat, karena besok pagi akan ke kantor bersama.


Pagi harinya.


Anya mendandani anaknya memakai baju beruang lagi. Dia juga memberikan tas labu yang lucu, Michaell sangat menyukainya.


Tetapi, Marchell malas membawanya. Alhasil, hanya Michaell yang membawa tas lucu itu.


Bagas sudah terbiasa melihat anaknya dipakaikan pakaian seperti itu, awalnya dia tidak menerima dan marah. Tapi, sekarang dia juga menyukainya.


Sesampainya di kantor.


"Sayang, titip anak-anak ya!" Ucap Anya setelah sampai di ruangan Bagas.


"Mau kemana sayang?"


"Toilet."


"Oke."


Beberapa menit kemudian.


Bagas asyik mengasuh anak-anaknya, Rachell yang masih kecil berada di roda bayi.

__ADS_1


"Dret... Dret.." Telepon Bagas berdering.


"Bentar yah sayang, ayah angkat telepon dulu." Ucap Bagas menurunkan Michaell, lalu berjalan ke mejanya mengambil teleponnya.


"Hallo."


Sedangkan kedua anaknya berjalan ke arah pintu, Vian tidak menutup pintu dengan benar. Pintunya tidak tertutup rapat, sedikit terbuka.


Tadi, Vian hanya ke dalam mengantarkan berkas dan kembali lagi ke ruangannya.


Marchell dan Michaell membuka pintunya dan berjalan ke luar ruangan.


Anya yang baru ke luar toilet melihat anaknya tidak ada, dan Bagas membelakangi kedua anaknya yang tadi di sopa.


Dia menatap jendela kaca yang besar, memperlihatkan pemandangan kota yang indah.


"Sayang. Dimana Marchell dan Michaell?" Tanya Anya syok.


"Hah?" Bagas belum menyadari. "Nanti saya telepon lagi ya pak." Ucapnya menutup panggilan.


"Tadi di sana ayang!" Tunjuk Bagas ke sopa.


"Ahhh kamu mah..." Rengek Anya khas Sunda nya.


Bagas mencari ke sekitar ruangan, sedangkan Anya melihat pintu yang terbuka.


"Yang!" Teriak Anya, matanya tertuju pada pintu.


Mereka pun gesit berlari ke arah pintu, dan ke luar mencari kedua anaknya.




"Ahhh... Akhirnya ketemu." Ucap Anya dan Bagas lega.


"Tuan Bagas?"


"Nyonya Anya?"


Mereka pun tersentak kaget ketika melihat suami istri itu, kelelahan mencari Kedua anaknya.


"Kalian melihat anak saya, bukannya diantar ke ruangan saya. Malah asyik bermain dengan mereka." Ucap Bagas dingin dan sedikit marah.


"Maafkan kami tuan!" Ucap pada karyawannya.


"Udah yang gak apa-apa, mereka juga udah ketemu." Ucap Anya menenangkan Bagas, dengan mengusap tangannya.


"Lagian kalo kamu memperhatikan mereka tadi, mereka juga gak akan hilang." Tambah Anya Kembali kesal, mengingat hal itu. Bagas hanya nyengir kuda.


"Marchell, Michaell!" Panggil Bagas pada kedua anaknya.


Mereka pun menoleh pada Bagas, dan berlari ke pangkuan Bagas. Ketika Bagas berjongkok dan membuka tangannya.


"Pelan-pelan sayang." Ucap Bagas memeluk kedua anaknya.


Bagas pun menuntun kedua anaknya, dan kembali ke ruangannya. Anya yang melihatnya dari belakang merasa terharu.


***

__ADS_1


Ayah sama Bundanya nyariin, eh mereka malah nonton bareng di luar ruangan ayahnya 😭


Setelah sampai di ruangan. Bagas membuatkan susu, terkadang Marchell dan Michaell diberi susu sapi. Tapi, hanya sesekali jika darurat.


"Lucu banget yah mereka." Ucap Bagas tersenyum memperhatikan anaknya.


"Iya, kayak saya." Jawab Anya sok imut.


"Huuhh.." Ledek Bagas mencubit pipinya Anya.


"Issshh sakit tahu."


"Ayo kita keluar nyari makan!" Ajak Bagas.


"Jom." Anya, Bagas dan kedua anaknya keluar.


"Biarin yang, mereka pengen jalan. Sesekali mereka pengen bebas." Ucap Anya.





"Tuh yang, mereka jalan ke pisah gitu." Protes Bagas.


"Gapapa yang, kali-kali. Kamu ambil Michaell." Jawab Anya santai.


Setelah selesai makan di luar. Mereka kembali ke kantor. Anya mengajak kedua anaknya ke kamar pribadi Bagas di ruangannya.


Tiba-tiba Marchell hilang. "Yang Marchell dimana yang?" Tanya Anya ke luar kamar. Dan melihat Bagas yang sedang memainkan laptopnya di meja kerjanya.


"Loh kan tadi kamu yang bawa sayang."


Bagas pun membantu Anya mencari Marchell.


Setelah lama mencari, Bagas melihat boneka beruang di pojok terlihat aneh.


"Sayang sini deh!"


"Kenapa sayang?" Tanya Anya.


"Itu keknya Marchell." Tunjuk Bagas pada bonekanya.



Anya pun menggendong Marchell. Mereka pun tertawa terbahak-bahak. Melihat Marchell dari tadi ada di sana.


Sedangkan Michaell sibuk ngemil. Rachell yang tertidur pulas, tak terusik oleh keributan orang tuanya.


***


Rachell.



Michaell


__ADS_1


Mom and Dad.



__ADS_2