Lorong Waktu

Lorong Waktu
bab 71 - Puisi


__ADS_3


Puisi lorong waktu ๐Ÿ•›


Puih-puih ombak membawa arus ketepi laut


Senja mengabarkan kepergiannya yang memberi keindahan


Dan mendatangkan malam gelap yang sunyi


Namun diterangi bulan yang ditemani kemerlip bintang-bintang


Aku selalu menunggu fajar tiba membawa kabar berita


Kehangatannya membawa kenangan yang telah usang


Kini ku tahu bahwa bunga selalu mekar oleh sang kumbang yang datang


Namun pergi meninggalkan kenangan dan menyisakan luka


Lara hati yang ku rasa hanya bisa membisu karena cemburu


Pilu yang tak kunjung hilang hanya memberikan obsesi


Rasa hanya bisa ku pendam di lubuk hati terdalam


Kata tak bisa menjadi bukti


Rindu tak bisa kutemui


Temu tak bisa ku sapa


Entah ini adalah cinta


Ataukah hanya obsesi


Dan mungkin hanya hasrat nafsu yang terpendam


๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ


Lorong Waktu๐ŸŒ€โณ


Seperti lorong waktu


Yang membiarkan kita berjalan terus


Mengikuti terowongan lorong ini


Hingga akhirnya mendapatkan cahaya penerang di ujung lorong


Dan waktu mengantar ku untuk menemui cahaya di balik lorong


Mempertemukan ku denganmu dan dengan keindahan di baliknya


Aku tak pernah lelah


Aku tak pernah kecewa


Aku bahagia


Aku bersyukur tak berhenti di tengah jalan


Terima lorong waktu


Telah membawaku ke titik ini

__ADS_1


Dimana hanya ada kebahagiaan


Aku sudah melupakan segala jenis rasa sakit


Rasa sakitku dulu


Rasa yang menusuk dan membekas


Aku tetap ingin ada di sini


Taman indah berbunga, di balik lorong waktu


๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ


Kehangatan lorong waktu๐ŸŒžโณ


Detik demi detik telah ku lalui


Aku mencintainya walau hanya sedetik saja ku melihatnya


Namun, entah berapa triliun detik agar dia membalasnya


Aku tetap bersyukur, meski dengannya aku tak bersamanya


Karena itu pengalaman pertama ku


Dan dia cinta pertama ku


Aku lebih bersyukur lagi, karena mendapatkan kamu


Kamu yang menjadi ayah dari anak-anak ku


Kamu yang menemaniku


Namun, kini kita saling mencintai


Saling menyayangi


Saling mengasihi


Dan saling menjaga


Ku harap cinta kita abadi sampai Jannah-Nya


๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ


Cinta kita selamanya ๐Ÿ’œ


Pasir ini ku genggam


Namun, semakin ku genggam semakin sedikit yang tersisa


Kini aku melepaskannya


Aku tidak ingin menggenggam sesuatu yang tidak ingin ku genggam


Aku cukup mengangumi mu dulu


Selama enam tahun


Aku tak menyesal


Dan kini, kita harus bahagia dengan cara yang berbeda


Meski bahagia ku bukan lagi kamu

__ADS_1


Begitu pun kamu, yang bahagia dengan seseorang nanti


Aku kini menemukan dia


Dia yang pantas untukku dan anak-anak ku


Terimakasih kita sudah berkomunikasi selama tiga tahun


Dan rasa cintaku sudah ku simpan


Di simpan di dasar laut yang paling dalam


Seperti buih di lautan yang hilang tersapu ombak


Begitulah kita


Meski begitu, kamu kenangan indah


Yang selalu ku simpan di dasar hati


Entah sampai kapan


Mungkin selamanya


Kamu kenangan pertama


Kamu pengalaman cinta pertama ku


Dan kamu adalah cinta pertama ku


Masih sama


Kamu masih cinta pertama ku


๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ


The End'๐Ÿฆ‹


Kamu adalah kupu-kupu yang hinggap di bunga yang mekar


Aku adalah bunga yang selalu kau singgahi


Aku terpikat kecantikan mu sejak awal


Namun kamu, hanya singgah bukan sungguh


Aku terus menunggu kehadiran mu


Meski kamu hanya tamu, bukan penjamu


Aku tetap senang melihatmu


Meski kamu hanya hadir bukan takdir


Aku tetap menyukainya


Meski kamu tersesat dan sesaat


Kini aku mendapatkan pendamping dan bukan kamu


Terima kasih untukmu


๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ


Thank you all๐Ÿซถ๐Ÿป

__ADS_1


__ADS_2