
"Boleh dong kak. Shinta kan rajin anaknya, gak pernah absen." Jawab Shinta bangga.
Akhirnya mereka pun berangkat.
***
Setelah sampai di Lembang. Mereka segera masuk ke vila dan merapikan barang bawaannya.
"Sayang, nyaman banget vila nya. Udah ada kolam lagi." Ucap Anya takjub.
"Iya dong, biar kita nyaman juga. Tuh belakang, samping, depan perkebunan. Kebun teh, kebun bunga, kebun sayur dan kebun buah." Tunjuk Bagas.
"Saya sih betah di sini. Rasanya mau sering-sering ke sini." Ucap Anya.
"Bener banget kak, Shinta juga pasti betah nih."
"Sati juga."
"Ya sudah, saya beli saja vila ini." Ucap Bagas.
"Beneran sayang?" Tanya Anya.
"Bener dong. Why not?" Jawab Bagas.
"Eh iya, besok pagi kita ke balai desa. Katanya ada festival atau perayaan gitu dekat balai desa." Jelas Vian.
"Lo tahu darimana?" Tanya Bagas.
"Gue, sebelum ke sini pasti cek lah keadaan di sini." Terang Vian.
"Oke. Bagus."
"Kamu ondangan lusa kan sayang?" Tanya Bagas.
"Iya sayang."
"Kita bisa titip anak-anak kan?" Tanya Anya.
"Tentu saja." Jawab Shinta.
"Pasti mau pacaran." Ucap Vian.
"Sirik aje Lo. Makanya cari pacar dong!" Ucap Bagas.
"Ikut campur aja lo, sama kehidupan pribadi gue." Sewot Vian.
"Idih. Gue kan temen lu!"
***
"Yang jalan-jalan yuk?" Tanya Bagas.
"Anak-anak gimana? Ini kan udah malem." Tanya Anya.
"Titip aja sama mereka. Jagain anak 4, sabilah!" Ucap Bagas sambil melihat satu persatu Vian, Shinta dan Sati.
"Sabi kak." Ucap Shinta.
"Iya tuan, bisa dong kita." Tambah Sati.
"Panggil kak aja, kalo di luar kantor. Kayak Shinta." Ucap Anya.
"Hehe iya kak siap." Jawab Sati.
"Vian! Lo mo bantu kan?" Tanya Bagas.
"Hmm. Biasanya kan gitu." Jawab Vian.
"Terus, kenapa diem aja?"
"Jangan banyak bacot. Pergi sono! Nanti kemaleman." Usul Vian.
"Ogheyyyy."
Bagas dan Anya pun jalan-jalan keliling komplek.
__ADS_1
"Sayang lihat ada banyak lampion!" Tunjuk Anya.
"Ke sana yuk?" Ajak Bagas.
"Yuk."
"Sayang, kita beli makanan buat mereka juga." Ucap Anya.
"Iya sayang pasti."
"Lumayan agak jauh juga ya dari vila ke komplek." Ucap Anya.
"Makanya kita sewa sepeda ini." Ucap Bagas yang sudah memakai sepeda.
Anya dibonceng di depan. "Sayang, kamu ada niat pindah rumah gak?" Tanya Anya.
"Nggak."
"Ohh."
"Kenapa?"
"Gak apa-apa sayang."
"Kamu mau pindah?" Tanya Bagas.
"Nggak, Anya betah di Jakarta." Jelas Anya.
"Terus?"
"Cuman nanya."
"Kamu nanyea?"
"Ih kok jawabnya gitu?"
"Kamu bertanya-tanyea?"
"Iye, saye nanyea!"
"Hmm."
"Saya kan punya apartemen, vila, rumah, kantor. Masa mau nambah lagi?" Jelas Bagas.
"Iya sih. Tapi, tadi kamu serius mau beli vila ini?" Tanya Anya.
"Serius."
"Ohh syukur deh sayang."
"Kamu kenapa sih sayang?" Tanya Bagas.
"Gapapa. Suka aja sama vila nya." Jujur Anya.
"Hmm." Respon Bagas mengangguk.
"Kita pulang yuk?" Ajak Anya.
"Yuk!"
Mereka membawa dua keresek besar berisi makanan dan minuman. Untuk semuanya tentunya.
Mereka pun sampai di vila.
"Kalian belum tidur?" Tanya Anya melihat semuanya sedang di luar.
"Belum, lagi minum teh." Jawab Shinta.
"Anak-anak mana?" Tanya Vian.
"Udah tidur kak." Jawab Shinta.
"Oh gitu, ini makanan sama minuman!"
Mereka pun menyantap makanan dan minuman yang dibawa oleh Anya dan Bagas.
__ADS_1
Setelah dirasa kenyang, mereka istirahat sebentar sambil ngobrol.
"Aku udah ngantuk nih." Ucap Shinta.
"Kita tidur yuk?" Ajak Sati.
"Ayok."
Mereka berdua pun ke kamarnya, Sati dan Shinta memilih sekamar. Anya dan Bagas tentu pasti sekamar, hanya Vian yang sendiri.
"Anya juga ke kamar yah, mau cek anak-anak sekalian." Ucap Anya pada Bagas.
"Iya sayang." Jawab Bagas mengecup kening Anya.
Bagas dan Vian masih ngobrol di luar.
"Permisi pak- loh kalian?" Tanya seorang pria baru datang.
"Calvin?" Tanya Bagas dan Vian kompak.
"Ngapain kalian di sini?" Tanya Calvin.
"Kita yang harus nanya ke lo!" Ucap Bagas.
"Iya, ngapain lo di sini?" Sambung Vian.
"Gue di sini ada proyek. Terus, gue mau data ini." Jelas Calvin.
"Proyek apa?" Tanya Vian.
"Biasalah pekerjaan."
"Terus, lo mau data apa?" Tanya Bagas.
"Siapa tahu penghuni vila ini mau berpartisipasi, dalam program pembangunan wisata baru di sini." Jelas Calvin.
"Oh iya, kalian tahu kan besok di balai desa ada perayaan?" Tanya Calvin lagi.
"Tahu."
"Nah, itu juga sambil pengenalan dan pembukaan untuk wisata baru yang gue pegang nih." Jelas Calvin.
"Ohh gitu."
Mereka pun panjang lebar ngobrol mengenai pekerjaan.
"By the way gue boleh ngindep di sini yah? Di sana gue gak nyaman, terus gak ada temen lagi." Pinta Calvin.
"Terserah. Gue mau masuk dulu." Jawab Bagas.
"Thanks ya Gas."
"Gue juga masuk ya." Ucap Vian.
"Gue ikut!"
"Tidur di kamar itu, jangan sama gue, najis." Tunjuk Vian.
"Lagian siapa yang mau sekamar sama lo?" Jawab Calvin tak mau kalah.
***
Visual😶🌫️😶🌫️😶🌫️
Sati🪩🪩🪩🪩🪩
__ADS_1