Lorong Waktu

Lorong Waktu
bab 24 - Roni


__ADS_3

"Sekarang ini, gue cuman mau mererai semuanya. Paham?" Jawab Bagas meninggalkan Vian.


***


Ruang tamu POV*


"Kak, apa yang bawa kakak ke sini?" Tanya Anya.



"Kenapa kamu gak cerita sama kakak?"


"Soal apa?"


"Semuanya." Jawab Roni.


"Gak semua hal, harus Anya jelasin ke kakak. Anya udah dewasa, meskipun umur Anya baru 20 tahun." Jelas Anya.


"Jadi, inti dari permasalahan ini apa?"


"Anya akan tunangan dengan... Kak Bagas." Jawab Anya teringat Bagas, yang mengatakan 'kak' ketika Anya binggung di depan orang tuanya.


"Kamu dan pak Bagas ada hubungan apa?" Tanya Roni.


Roni berusia 25 tahun, selisih 5 tahun dengan Anya.


Roni sedang meniti kalir, dan ingin bekerja dengan jerih payahnya sendiri. Mulai beberapa bulan lalu.


Dia pintar bernyanyi, dan bermain alat musik. Seperti gitar, piano, drum dan lainnya. Dia berpikir untuk mengembangkan bakatnya, dan menjual seninya. Agar menjadi uang.


Kini dia menjadi penyanyi yang awalnya iseng-iseng meng-upload videonya di YouTube. Hingga akhirnya Roni ditawari menjadi seorang idol KPop Korea.


Kini Roni menjadi terkenal. Dia sering dipanggil dibeberapa acara pernikahan dan perpisahan sekolah. Dia sudah memutuskan akan audisi ke Korea.


***


Tadinya, dia ingin mengajak Anya pulang. Dan tidak perlu kerja. Dia, berniat menyekolahkan Anya ke jenjang kuliah.


Roni merasa terlalu dingin dan cuek pada Anya. Roni ingin mencoba memperbaiki hubungan mereka.


"Anya hanya sekertaris pribadi saya. Dan sekarang kita akan tunangan- kak.." Jawab Bagas ragu memanggil Roni.


"Pak Bagas?" Tanya Roni terkejut dengan kedatangannya.


"Jangan memanggil saya pak. Saya akan menjadi adik ipar kamu." Pinta Bagas.


"Jangan panggil saya juga dengan sebutan kak, umur saya masih 25 tahun. Dan saya tahu, jika kamu sudah berusia 27 tahun." Pinta Roni.


"Khemm.." Bagas tertawa kecil. "Baiklah berbicara santai saja. Dan haruskah saya panggil kamu Roni? Padahal kamu kakak ipar saya." Tanya Bagas bingung.


"Emm tidak apa-apa, akan lebih nyaman begitu. Lalu, saya harus panggil kamu apa?"

__ADS_1


"Bagas saja. Sudah cukup. Jangan menganggap saya seorang CEO, anggaplah saya sebagai keluarga baru." Pinta Bagas tersenyum.


"Baiklah terima kasih Bagas. Saya berharap, kamu bisa membahagiakan Anya. Adik saya." Jawab Roni penuh harap.


Meskipun ada keraguan, antara hubungan Anya dan Bagas. Yang terasa tiba-tiba dan tak masuk akal.


"Tentu saja." Jawab Bagas yakin.


"Saya izin pulang, kalau begitu. Saya juga ada job." Jelas Roni kemudian.


"Job apa Ron?" Tanya Vian membuka suara.


"Ngisi acara di restoran bintang 5. Resort Caffe Rose." Jawab Roni kemudian.



"Gue ikut ya! Gue lagi suntuk." Pinta Vian.


"Yok!" Ajak Roni.


Mereka pun keluar, dan menaiki mobilnya Vian. Karena mereka ke rumah Bagas, menggunakan satu mobil.


"Tuan? Bolehkah saya izin keluar sebentar. Saya belum pernah melihat langsung, kakak bernyanyi dan memainkan alat musik." Pinta Anya memohon.


"Hmm.. baiklah saya antar." Jawab Bagas tersenyum.


"Tidak pertu tuan, saya bisa kok jalan sendiri. Atau saya minta pak Vian antar saya?"


"Tidak tuan. Saya takut mengganggu tuan." Jawab Anya menundukkan kepalanya.


"Tidak perlu, saya ikut!" Ucap Bagas merajuk.


Akhirnya Bagas melajukan mobilnya, untuk mengantar Anya.


***


Sesampainya di restoran bintang 5 itu. Bagas memarkir mobilnya di tempat VVIP. Begitu pula dengan Vian.


Mereka masuk bersama. Roni berjalan ke belakang untuk mengganti pakaiannya dan bersiap membawakan lagu. Dengan alunan piano.


Anya dan Bagas duduk di meja VVIP. Pemilik restoran tersebut merasa senang, kali ini kedatangan beberapa tamu spesial.


Vian duduk dengan beberapa wanita, tentu saja wanita mainannya.


Roni memulai lagu pertamanya. Yaitu 'Sweet Night - V BTS' lagu favorit Anya.


Ketika lagu itu pertama kali di rilis, Anya sangat menantikannya. Dan terus memutar lagu itu hingga saat ini.


Anya tersenyum dan terharu. Di pertengahan lagu, Roni mengajak Anya untuk bernyanyi bersamanya. Awalnya Anya merasa malu.


Namun, tak ingin membuat sang kakak malu dan kecewa, akhirnya Anya bernyanyi duet dengan Roni.

__ADS_1


Melihat itu, Bagas cemburu. Dan ia meminta pada pihak pemilik restoran itu, untuk mengizinkannya menyumbangkan satu lagu.


Setelah selesai. Roni beranjak berdiri. Karena Bagas meminta izin untuk bernyanyi di samping Anya.


Roni tersenyum ramah, senang dengan perlakuan manis Bagas pada Anya.


Anya masih belum menyadari kehadiran Bagas, yang duduk di sampingnya. Terdiam dalam sepi.


Sampai dimana Bagas mulai memainkan piano. Dan menyanyikan lagu yang berjudul 'Melepas Lajang - Arvian Dwi'.


Anya tersentak kaget. Dan menatap Bagas penuh pertanyaan.


Bagas memainkan piano dengan lihai, sambil bernyanyi seakan mengutarakan perasaannya.


Anya hampir meneteskan air mata bahagia yang penuh haru. Setelah selesai, Bagas meraih tangan Anya romantis.


Bagas membawa Anya, ke tengah-tengah panggung.


Bagas mengeluarkan cincin dan bunga yang sudah Vian siapkan.


Bagas membungkukkan tubuhnya, seraya menyodorkan bunga dan cincin pada Anya.


Semua pengunjung elit, dan beberapa rekan kerja Bagas. Menjadi saksi bisu.


"Will you marry me?" Tanya Bagas tersenyum manis.


"Yes, I will." Jawab Anya tersenyum senang.


Anya meraih seikat bunga yang indah dan wangi soft itu. Lalu, Bagas mengeluarkan cincin dari kotaknya, dan melingkarkannya di jari manis Anya.


Roni yang menyaksikannya, merasa tidak ragu lagi pada Bagas.


Semua bertepuk tangan, untuk Bagas dan Anya. Media pun tak tinggal diam. Dan menyoroti hal tersebut, manampilkannya di televisi secara live.


Keluarga Anya dan Bagas, mendapatkan kabar bahwa putra dan putri mereka berada di televisi live.


Membuat mereka antusias melihatnya. Keluarga Anya dan Bagas merasa bangga dan bahagia.


Terutama keluarga Anya. Yang masih tak percaya, putrinya dilamar oleh pengusaha terkenal dan tersukses di Asia ini.


Bagas dan Anya kembali duduk. Setelah pernyataan cinta itu selesai.


Mereka memesan Steak dan Spaghetti yang dipenuhi dengan keju mozzarella. Setelah selesai makan malam, mereka beranjak dan meminum sirup anggur merah. Yang halal.


Bagas sengaja memesan menu halal. Agar dapat menyamai pesanannya dengan Anya.


Dengan diiringi musik yang dibawakan oleh Roni. Membuat suasana semakin romantis.


***


Visual tambahan 🌸🌸🌸

__ADS_1



__ADS_2