
"Saya gak marah." Ucapnya mencium sekilas bibir Anya, kemudian ke luar kamar.
***
Anya tengah sibuk melihat hasil USG nya.
"Lagi apa sayang?" Tanya Bagas, kembali ke kamarnya dan melihat Anya sibuk melihat gambar yang dipegangnya.
"Ini ayang, foto USG anak kita. Dulu mereka sekecil ini di perut saya, dan sekarang sudah keluar. Mereka sangat tampan dan sehat." Jelas Anya terharu.
Bagas mendekati Anya dan melihat hasil USG nya bersama Anya.
"Hmm iya sayang, mereka sama-sama mengemaskan." Jawab Bagas.
Seminggu kemudian*
"Sayang saya mau ke kantor hari ini, tidak apa-apa kan?" Tanya Bagas.
"Iya sayang gak apa-apa." Balas Anya.
"Sekalian saya, akan menyiapkan untuk syukuran anak kita Puputan." Jelas Bagas.
"Oh iya sayang, tumben kamu yang urus. Vian kemana?" Tanya Anya.
"Oh dia sedang cuti dua hari. Saya yang suruh, kasian dia sudah bekerja sangat keras ketika keadaan saya sedang sangat sibuk-sibuknya mengurus kamu dan anak kita." Jelas Bagas.
"Oh begitu, asisten kamu kan masih banyak. Kenapa gak nyuruh mereka aja?" Tanya Anya.
"Iya, mereka bantu saya. Saya cuma kasih tugas dan merekomendasikan beberapa katering dan orang kepercayaan untuk membantu acara Puputan anak kita sayang." Jelas Bagas.
"Emm baiklah."
(Skip ya acara Puputannya)
***
Satu tahun kemudian*
"Sayang ikut ke kantor yuk , temani saya. Marchell dan Michaell kan udah gede." Ajak Bagas melihat Anya sedang sibuk di meja rias usai mandi.
"Memangnya tidak akan menggangu sayang?" Tanya Anya.
"Gak dong sayang, justru kalian suplemen saya. Eh iya, kita rayakan ulang tahun anak kita yang ke satu tahun di kantor saja bagaimana?" Tanya Bagas menyarankan.
"Ide bagus sayang."
"Yasudah, minggu depan saya akan merias kantor. Kita akan merayakannya di atap gedung sayang." Jawab Bagas.
"Emm baiklah sayang."
__ADS_1
"Oh iya bang, dandani mereka pakai baju yang itu ya. Biar lucu." Pinta Bagas.
"Yang ini sayang?" Tanya Bagas mengambil salah satu pakaian couple nya, dan memegang sisi kanan dan kiri.
"Iya sayang, lucu kan?"
"Sayang... Masa anak kita mau kamu jadiin bear gini sih?" Tanya Bagas merengek.
"Sttttsss.... Jangan banyak omong, ayo bantu Anya memakaikannya !" Pinta Anya mengarahkan jari telunjuknya ke bibirnya.
Bagas pun hanya bisa pasrah.
Anya dan Bagas masing-masing mengendong anaknya. Vian yang menunggu di pinggir mobil, dengan setia berdiri dan menyambut kedatangan majikannya.
"Pagi tuan, pagi Anya." Sapa Vian. Anya meminta Vian agar tak memanggilnya nyonya.
"Pagi Vian." Balas Anya. Sedangkan Bagas hanya tersenyum kecut, masih memikirkan kostum anaknya.
"Wahhh lucu sekali kalian ini." Ucap Vian mencubit pipi Marchell, yang Bagas gendong.
"Lucu pala kau! Anak saya dijadikan hewan begini, lucu katanya." Balas Bagas kesal.
"Ihhh.... Memang lucu kan Vian? Dia saja yang tak tahu fashion." Ledek Anya tak kalah kesal.
Vian jadi canggung ada di tengah-tengah pertengkaran kedua majikannya itu.
"Emm kalo begitu, mari saya antar." Tutur Vian menghentikan keheningan.
"Sayang, udah dong jangan cemberut terus!" Ucap Anya kesal melihat Bagas masih memonyongkan bibirnya.
"Hmmm.."
"Cup.." Anya mencium sekilas bibir Bagas. Vian yang tak sengaja melihatnya, jadi salah tingkah sendiri dan segera memalingkan wajahnya dari kaca mobil di depannya.
Seketika Bagas tersenyum merekah. "Lagi yang! Kurang lama, barusan gak kerasa!" Pinta Bagas merengek.
"Gak ah."
Giliran Anya yang merajuk.
Tiba-tiba. "Oeee.. oeee.." Marchell dan Michaell haus.
Anya pun bersiap akan menyusui keduanya anaknya. "Sayang, ada Vian."
"Vian awas ya kalo liat!" Tukas Bagas memberi peringatan.
"Hmmm." Balas Vian menjadi salah tingkah lagi. Tapi tetap berwajah dingin.
"Tenang aja yang, saya bawa penutupnya kok." Ucap Anya.
__ADS_1
Anya menyusui mereka satu persatu, sampai mereka kenyang.
"Sudah sampai tuan." Ucap Vian sopan.
"Buka pintunya." Perintah Bagas.
"Baik tuan."
Mereka pun masuk, Bagas berjalan paling depan. Anya berjalan di samping Bagas. Sedangkan Vian di belakang mereka.
Mereka pun jadi sorotan para karyawan yang melihatnya, semuanya menundukkan kepalanya sambil menyapa sang Presdir nya.
"Pagi tuan."
"Pagi nyonya."
"Pagi pak Vian."
Hingga ada yang nyeletuk. "Pagi twin baby boys."
"Pagi." Jawab Anya dan Vian. Sedangkan Bagas hanya tersenyum tipis.
***
Anya sarapan dengan Bagas. "Vian titip dulu mereka yah!" Ucap Bagas.
"Iya tuan, tenang aja."
Setelah selesai sarapan, Anya menyuapi kedua anaknya. Yang makan dengan sayur sop.
"Gas, gue izin ke ruangan. Banyak kerjaan yang belum selesai." Izin Vian informal, karena tak ada karyawan.
"Hmm. Thanks." Balas Bagas mengizinkan.
"Sayang, saya mau ke toilet titip dulu yah." Ucap Anya pada Bagas.
"Iya sayang." Jawab Bagas yang masih fokus pada laptopnya.
Bagas menutup laptopnya, menemani anaknya yang sedang main robot-robotan dan mobil-mobilan.
"Uhh sayang, kamu lucu banget ternyata kalo di lihat-lihat." Ucap Bagas mengangkat anaknya, dan mencium pipinya. Satu persatu.
"Dasar kamu. Sudah saya kasih tahu juga, mereka memang lucu pakai kostum hewan itu." Teriak Anya yang masih di dalam toilet.
Bagas menyediakan kamar dan toilet di ruangannya. Agar dia bisa istirahat dan jika ingin ke toilet tidak perlu ke luar ruangan.
Bagas hanya diam, karena malu sudah merajuk pasal kostum anaknya.
***
Visual🍀🍀🍀
__ADS_1