Lorong Waktu

Lorong Waktu
bab 53 - Ketemu Calvin


__ADS_3

"Bye. Twin baby boys." Ucap Bagas mencium kedua anaknya.


***


"Bi titip Marchell dan Michaell ya." Ucap Anya, setelah berpakaian rapi.



"Baik nyonya, memangnya kalo boleh tahu nyonya mau kemana?" Tanya ART nya.


"Ke apotik." Jawab Anya singkat.


Dia mengemudikan mobil Bagas, dia tidak mungkin membawa kedua anaknya sendirian. Karena pasti kewalahan.


"Beli test pack mbak." Pinta Anya setelah sampai di apotik.


Anya segera mengeceknya. Dia memang sudah curiga hamil, karena sudah telat datang bulan. Dia merahasiakannya dari Bagas, karena takut salah prediksi.


"Hah? Positif? Secepat ini? Lalu, bagaimana dengan Marchell dan Michaell, mereka baru satu tahun. Harusnya aku pake KB atau abang pake pengaman kon*om." Ucap bermonolog.


"Tapi, dia pasti senang bukan? Karena kita sama-sama mau punya 5 anak. Ya, walaupun selisihnya mungkin 2 tahunan." Ucap Anya lagi.


Sedangkan Bagas di kantor sangat sibuk dengan pekerjaannya. Dia sudah menyelesaikan Meeting nya. Dan hari mulai gelap.


"Vian, saya pulang duluan. Kamu jangan terlalu kecapean." Ucap Bagas pada Vian.


"Baik tuan. Oh iya, bagaimana dengan acara ulang tahun tuan nanti?" Jawab dan tanya Vian.


"Oh itu, kita ke pantai ancol saja. Saya sudah menyiapkan kejutan juga untuk Anya, dan kedua anak saya pasti menyukai pantai."


"Dan yeah, selain merayakan ulang tahun saya, kita juga bisnis untuk meluncurkan produk baru." Jelas Bagas.


"Produk baru?" Tanya Vian yang belum tahu.


"Iya, pakaian anti virus. Saya akan mengumumkan di sana untuk peluncurannya. Dan yeah, kita butuh model untuk iklannya. Kamu siapkan Vian!"


"Baik tuan."


Bagas pun mengemudikan mobilnya santai, dia jarang ngebut semenjak menikah dengan Anya.


"Emm sebaiknya gue beli makanan untuk Anya dan cemilan untuk Marchell dan Michaell." Ucap Bagas memarkirkan mobilnya di depan supermarket.


"Selamat datang tuan. Ada yang bisa saya bantu?" Tanya kepala pelayan super market menyambut Bagas. Karena hanya beberapa orang yang tahu, bahwa super market itu miliknya.


"Tidak perlu." Jawab Bagas dingin dan melalui kepala pelayan tersebut.


"Bagas?" Tanya Calvin.



"Calvin? Lo ngapain di supermarket gue? And Lo bukannya lagi di Belanda ya?" Tanya Bagas bertubi-tubi.


"Wah satu-satu dong bro. Gue lagi belanja lah di supermarket, and gue udah pulang baru aja hari ini. Makanya gue mampir ke sini. Lo, sendiri aja? Mana istri dan anak lo?"


"Gue baru pulang dari kantor. Jadi, gak bawa istri sama anak-anak." Jawab Bagas.


"Oh gitu, eh iya gue belum liat anak-anak lo. Gue boleh ya mampir, sekalian ngindep juga ya?" Tanya Calvin.


"Hmm yaudah yuk."


"Eh iya, gue sorry banget ya ga jenguk istri lo pas lahiran, dan belum liat anak lo. Tapi, yang penting kan pas lo nikah gue hadir." Ucap Calvin.


"Gapapah, santai aja." Jawab Bagas.

__ADS_1


"Gue gak dateng juga, bukan tanpa alasan. Kan lu tahu gue bolak-balik luar negeri."


"Hmm." Balas Bagas.


"Eh iya, kita udah lama loh gak nongrong. Lu ikut dong nongkrong besok malem di bar!" Ajak Calvin.


"Duh iya, gue sibuk urusan kantor sama rumah tangga. Lu mah masih have fun, masih bisa ke sana kamari tanpa beban. Lu kan singgel and kerjaan lo gak banyak juga." Jelas Bagas.


"Kata siapa? Kerjaan gue banyak, gue mondar-mandir luar negeri. Emang lu pikir gue cuma hura-hura apa ke luar negeri?" Jawab dan tanya Calvin.


"Ya baguslah. Kalo lo juga bekerja keras, dan jangan lupa kenalin gue sama pacar atau mungkin calon bini." Jawab Bagas.


"Tenang aja masalah itu, gampang." Jawab Calvin sok.


"Ah lu mah cuma bisa sok doang!"


"Liat aja nanti, lu bakal syok kalo gue udah berubah." Tangtang Calvin.


***


Anya memasak makan malam untuk Bagas dan dirinya, setelah menidurkan kedua anaknya. Karena Bagas memang lebih menyukai pasakan Anya ketimbang ART nya.


"Assalamualaikum sayang." Ucap Bagas masuk rumah dan memberi salam.


"Wa'alaikumsalam. Kamu udah pulang?" Tanya Anya yang berjalan mendekati Bagas, dari dapur ke ruang tamu.


"Iya, ada tamu nih." Jawab Bagas.


"Hai Anya, lama tidak berjumpa. Kamu makin cantik aja nih, padahal udah punya anak tetep awet muda." Sapa dan goda Calvin.


Seketika Bagas yang mendengar pujian dari sahabatnya pada istrinya, kesal dan marah. "Berani-beraninya lo ngegoda bini gue, di depan gue?" Tanya Bagas sambil melotot.


"Ampunnnn masseeee.." Ucapnya bertekuk lutut.


Anya hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala.


"Calvin. Masa udah lupa sih Anya?" Ucapnya ingin menjabat tangan Anya. Namun, malah Bagas yang menjabat tangannya.


"Gak usah genit!"


"Emm saya tidak tahu, harus panggil apa hehe." Ucap Anya.


"Emm kakak, abang, bang, mas, akang, kang, aa apapun itu lah. Yang penting Anya nyaman." Jelas Calvin.


"Emm baik kak Calvin." Jawab Anya masih canggung.


"Heh dedemit! Jangan sampe kebaikan gue sirna, dan Lu gue usir!" Ucap Bagas memperingati.


"Elah posesif banget sih lu!"


"Lu ngindep aja tuh di rumah si Vian!" Saran Bagas.


"Ya deh, maaf. Gue gak macem-macem." Ucapnya mengangkat jari telunjuk dan tengahnya.


"Vian, Lu dimana? Ke rumah gue sekarang!" Bagas mengechat Vian diam-diam.


"Kenapa?" Tanya Vian.


"Lu harus ngindep di rumah gue, ada si dedemit Calvin baru balik dari Belanda." Jawab Bagas.


"Oke gue berangkat." Balas Vian.


Di luar jam kerja mereka memang berbicara santai.

__ADS_1


Vian yang kebetulan sedang dalam perjalanan, dan istirahat untuk minum kopi. Tak perlu lama sampai di rumah Bagas.


Bel rumah Bagas pun berbunyi. "Ting tong."


"Eh den Vian?" Tanya Bi Inem.


"Iya bi, dimana Bagas?" Tanya Vian.


"Itu di dapur, sekalian aja ikut makan den!" Jawab dan tawar bi Inem.


"Makasih bi." Ucapnya berjalan ke dapur.


"Eh Vian, yuk makan! Mumpun belum dimulai nih!" Ajak Bagas. Pura-pura tidak tahu kalo Vian datang ke rumahnya.



"Emmm oke makasih nih."


"Darimana Vian? Sengaja dateng?" Tanya Calvin.


"Emm iya, ada urusan pekerjaan juga." Jawab Vian membantu sang majikan.


"Oh gitu, sekalian aja ngindep sama gue kalo gitu!" Ajak Calvin.


"Ide bagus tuh!" Tawar Bagas.


Setelah selesai makan, Anya ke kamarnya mengecek kedua anaknya. Bagas, Vian dan Calvin main game di lantai 3.


"Eh iya bro, gue kan ke sini mo liat anak lu." Ucap Calvin baru inget.


"Yaudah yuk ke kamar gue!" Ajak Bagas.


Mereka pun naik lift ke lantai 10, lantai tertinggi di rumahnya Bagas.


"Tok tok tok." Bagas mengetuk pintu.


"Siapa?" Tanya Anya.


"Sayang Marchell dan Michaell udah tidur belum?" Tanya Bagas.


"Udah, tapi mereka terbangun. Kenapa yang?" Jawab dan tanya Anya.


"Ini Calvin mau jenguk." Jawab Bagas.


"Masuk, gak dikunci."


"Gue baru tahu anak lo kembar. Gue cuma tahu lo udah punya anak, pas gue masih di Belanda." Jelas Calvin.


"Ya lo sih hilang kontak. Dan gue juga sibuk." Jawab Bagas.


"Untung aja om bawa dua hadiah." Ucapnya memberikan paper bag besar, mainan yang super mahal.


"Makasih om." Jawab Anya mewakili.


Marchell dan Michaell tersenyum melihat Calvin.


"Wah anak lu suka ama gue keknya." Ucap Calvin bangga.


"Hmm." Respon Bagas mengangguk, mengangkat sudut bibirnya meremehkan. Kemudian dia mengendong Marchell.


"Gue mo gendong satu ya!" Ucap Calvin mengendong Michaell.


***

__ADS_1


Visual tambahan 🫶🏻🫶🏻🫶🏻



__ADS_2