Love After Agreement

Love After Agreement
Bab 11


__ADS_3

Selesai meeting, Gryson langsung kembali ke ruang kerjanya, ia khawatir pada Filia yang sudah menunggunya terlalu lama. Namun, saat ia masuk ke ruangan itu, ia tidak menemukan Filia dan hanya melihat sang mama yang sedang duduk bersender di sofa yang tersedia di sana.


"Mama, kapan datang?" tanya Gryson sambil berjalan menuju meja kerjanya.


"Sudah setengah jam yang lalu," jawabnya ketus.


"Oh, apa Mama sudah bertemu Filia? Di mana dia sekarang?" tanyanya lagi setelah ia duduk di kursi kebesarannya.


Nyonya Mona memandang Gryson dengan menyipitkan matanya, tidak biasanya ia akan mencari atau menanyakan seseorang yang tidak penting seperti saat ini.


"Mama sudah mengusirnya," jawab Nyonya Mona dengan tenang.


Kini giliran Gryson yang memandang mamanya


"Kenapa kamu membiarkan gadis malam itu datang kemari?" tanya Nyonya Mona yang tidak menyukai menantunya itu.


"Namanya Filia, Ma. Dia bukan gadis malam," jawab Gryson sambil mengingatkan nama istrinya.


Nyonya Mona membuang pandangannya dari Gryson, ia tidak rela jika anak kesayangannya jatuh cinta pada gadis yang ditemuinya di klub malam. Apapun alasannya, ia tidak bisa menerima menantunya itu.


"Terserah kamu saja, kapan kamu akan menceraikannya? Mama tidak suka padanya," ucap Nyonya Mona terang-terangan.


Gryson sedikit kesal dengan ucapan mamanya, tapi dia tidak bisa marah pada ibu yang sudah mengandungnya itu.


"Ma, Grys memilihnya untuk menjadi pendamping hidup selamanya, bukan untuk sesaat. Tolong hargai keputusan Grys kali ini," ucap Gryson selembut mungkin, ia tidak mau jika sampai terjadi kecocokan diantara mereka.


Nyonya Mona menatap sinis anaknya itu, dia kesal karena anaknya itu lebih memilih gadis yang ia nikahi.

__ADS_1


"Grys, Mama tidak menyukainya. Mama yakin jika kamu juga tidak mencintainya, kan?"


Gryson menarik nafasnya panjang, ia harus ekstra sabar saat menghadapi mamanya.


"Ma, bisakah Mama menghargai keputusanku? Yang akan hidup bersamanya itu aku, Ma. Aku nyaman dengannya, aku juga menyukainya."


Nyonya Mona mengepalkan tangannya. Apa yang sudah dilakukan gadis itu pada anakku? Kenapa dia jadi pembangkang seperti ini? batinnya kesal.


Gryson melihat reaksi mamanya dengan kilatan marah dimatanya, ia pun melangkah untuk mendekatinya.


"Ma, selama ini Grys sudah mengikuti semua kemauan Mama. Kali ini saja, tolong jangan ikut campur dalam urusan rumah tanggaku. Aku tidak mau menjadi anak durhaka, tapi aku juga tidak ingin menyakiti wanita yang sudah menjadi istriku. Tolong biarkan aku bertanggung jawab pada kalian dengan cara yang berbeda. Aku akan menempatkan diri sesuai keinginan kalian, tapi jangan minta aku menceraikannya," mohon Gryson sambil menggenggam tangan mamanya.


Nyonya Mona melepaskan tautan tangan dari anaknya, dia masih tetap tidak mau tahu.


"Mama akan memberikan pilihan," ucap Nyonya Mona dengan serius.


Nyonya Mona tersenyum tipis. "Anak Mama memang pintar. Jadi siapa yang kamu pilih?"


Gryson menunduk, ia tersenyum miris. Mamanya memberikan pilihan yang sulit untuknya.


"Jika kali ini aku tetap memilih pendirianku, apa yang akan Mama lakukan?" tanya Gryson masih dengan posisi menunduk. Untuk saat ini saja, tolong biarkan aku memilih sesuai dengan keinginanku, batinnya.


"Lepaskan semua yang kamu miliki saat ini," ucap Nyonya Mona sambil menyeringai. Ia yakin jika anaknya itu tidak akan melepaskan semua harta yang sedang digenggamnya saat ini.


"Apa Mama yakin hanya hal itu?" tanya Gryson seraya menatap dalam mata mamanya.


"Kenapa kamu bertanya seperti itu? Apa kamu memilih untuk melepaskan semua ini, Grys?" tanya Nyonya Mona mulai khawatir. Jangan sampai Gryson memilih wanita malam itu, aku tidak akan membiarkannya, batin Nyonya Monas sambil mengepalkan tangan dan menatap tajam anak kesayangannya.

__ADS_1


"Ya, aku ingin memilih untuk memperjuangkan cintaku kali ini," jawab Gryson dengan lantang.


Nyonya Mona menatap tidak percaya pada Gryson. Selama ini anaknya itu tidak pernah sekalipun menentangnya dan selalu menuruti apa yang ia inginkan, tapi kali ini dia lebih memilih gadis yang menjadi istrinya.


"Baiklah, jika itu adalah pilihanmu, maka sekarang kamu boleh pergi dari sini," usir Nyonya Mona sambil menunjuk ke arah pintu ruangan yang terbuka.


Gryson pergi meninggalkan ruangan itu tanpa menengok kembali ke belakang, ia cukup kecewa pada mamanya yang selama ini sudah terlalu banyak mengatur kehidupannya. Meskipun dengan dalih 'Semua untuk masa depan', tapi hal itu membuatnya merasa terkekang dan tidak bebas.


Sepeninggalan Gryson, Nyonya Mona melangkah ke depan meja kerja milik sang anak. Mama yakin Grys, kamu tidak akan bisa hidup lama tanpa Mama dan juga kekayaan kita, batin Nyonya Mona sambil terus memperhatikan meja kerja itu. Hingga matanya menatap sebuah foto kecil milik sang menantu. "Apa-apaan ini! Kenapa ada foto gadis itu di atas meja kerjaan anakku?" Nyonya Mona pun mengambil potret kecil itu dan membuangnya ke tempat sampah.


***


Setelah Gryson keluar dari gedung perusahaan itu, ia langsung menyusul Filia yang sudah keluar sejak tadi. Tanpa sepengetahuan Nyonya Mona, sebenarnya Gryson memiliki usaha di bidang kuliner, jadi ia tidak takut kelaparan karena keluar dari perusahaan milik almarhum ayahnya.


Gryson cukup terkejut saat melihat Filia yang ternyata sudah berjalan cukup jauh dari perusahaannya, dengan segera ia pun menghampiri sang istri dan mengajaknya pulang.


"Filia, ayo masuk. Kita pulang bersama."


Filia sendiri tidak kalah terkejutnya saat mendengar suara sang suami yang memanggil namanya dan mengajaknya pulang. "Lho, Mas?! Kenapa kamu ada di sini? Bukankah jam kantor masih lama?" tanyanya sambil melihat jam yang melingkar di tangan.


"Jangan khawatirkan aku, lebih baik sekarang kita pulang saja." Gryson menjawab sambil meraih tangan Filia untuk mengajaknya masuk ke dalam mobil.


Filia cukup heran karena mobil yang dibawa suaminya perbedaan dengan mobil yang tadi pagi ia bawa ke kantor. Memang, ya, kalau orang kaya beda. Bisa ganti mobil sesukanya.


Filia tidak mengetahui apa yang terjadi pada suaminya dan Gryson sendiri tidak berniat untuk menceritakan masalahnya pada sang istri. Ia tidak ingin jika istrinya itu merasa bersalah atas masalah yang menimpanya.


Tanpa berkata-kata lagi, Filia dan Gryson pun segera melajukan mobilnya menuju apartemen yang selama ini ia tinggal.

__ADS_1


__ADS_2