Love After Agreement

Love After Agreement
Bab 26


__ADS_3

Filia terdiam, apa yang dikatakan suaminya itu ada benarnya juga. Jika mereka melakukan hal 'itu' Filia akan menjadi seorang istri seutuhnya untuk Gryson dan tidak akan membuat mereka mudah berpisah, apa dia sudah siap dengan hal itu?


Gryson yang melihat Filia terdiam, ia menyimpulkan jika istrinya itu belum siap untuk menjalani pernikahan mereka dengan serius. Lia benar-benar belum bisa mempercayaiku, batinnya sambil mengeratkan pelukannya.


Setelah beberapa saat Filia terdiam, ia bangkit dari tidurnya, secara tiba-tiba ia naik ke atas tubuh suaminya sehingga membuat Gryson heran.


"Lia?!"


"Aku ingin mencoba untuk menjalani pernikahan ini, jika memang tidak ada kecocokan diantara kita, aku siap menjanda," ucap Filia pelan sambil menunduk, malam ini ia sudah memutuskan pilihan untuk masa depannya nanti.


Gryson bangkit dan membiarkan Filia yang masih mendudukinya, saat ini posisi mereka sangat intim. Andai Gryson tidak menahan diri, mungkin ia akan langsung memangsa istrinya itu.


"Lia, fikirkan baik-baik. Aku tidak ingin kamu menyesal di kemudian hari." Gryson berucap sambil memegang bahu Filia. Sebagai seorang pria dewasa, tentu saja dirinya menginginkan hal 'itu' terjadi di antara mereka, tapi sisi lain hatinya berkata untuk menahannya agar Filia yakin dengan apa yang akan ia pilih.


Setelah mendengar perkataan suaminya, Filia turun sendiri dari tubuh Gryson dengan wajah yang di tekuk karena kesal sambil mengumpat, "Pec*ndang!"


Gryson cukup terkejut mendengar umpatan istrinya yang di tunjukan padanya. "Apa maksudmu, Lia?" tanyanya dengan kesal.


"Menurutmu, sebutan apa yang cocok untuk seseorang yang sudah memulai, tapi tidak berani menuntaskannya?" tanya Filia sambil kembali membaringkan tubuhnya dan memunggungi Gryson.


Gryson tidak terima dengan perkataan sang istri yang mengatainya 'pec*ndang'. Dengan gerakan cepat, ia segera mengungkung istrinya dan menciumnya dengan kasar, Filia sendiri merasa terkejut dengan tindakan Gryson yang tiba-tiba. Sekuat tenaga ia mendorong suaminya agar melepaskan tautan bibirnya karena ia sudah kehabisan oksigen.


"Mas! Apa kamu sengaja mau menyakitiku dengan cara seperti ini?!" tanya Filia dengan geram.


Gryson segera tersadar dengan tindakannya, ia langsung memeluk Filia dan menggumamkan kata maaf. "Maaf, Lia. Maafkan aku karena sudah membuatmu terkejut dan juga takut padaku."


"Aku benar-benar serius ingin menjalani pernikahan ini sekarang, Mas," jawab Filia dalam dekapan suaminya.


"Iya, Filia. Aku mengerti, maafkan aku." Gryson berucap seraya mengecup kepala Filia. "Mari kita mulai semuanya dari awal, 𝑀𝑖𝑓𝑒," sambungnya.

__ADS_1


Setelah sempat mengalami perdebatan panjang, akhirnya merekapun melakukan malam pertama itu dengan bahagia. Filia sama sekali tidak menolak apa yang di lakukan Gryson padanya, ia menikmati pengalaman pertamanya itu.


***


Pagi menjelang, Filia enggan untuk bangun dari tidurnya, ia masih bergerumul dengan selimutnya, di tambah lagi ia baru tidur saat waktu menunjukan pukul tiga pagi. Tadi malam Gryson benar-benar tidak membiarkannya istirahat.


Saat ia meraba tempat tidur suaminya, ia tidak menemukanya. Filia segera membuka matanya dan menatap sekeliling kamar, ia juga menatap dirinya yang hanya tertutupi sehelai selimut, intinya juga terasa perih, panas dan ngilu. π½π‘Žπ‘‘π‘–, π‘‘π‘Žπ‘‘π‘– π‘šπ‘Žπ‘™π‘Žπ‘š 𝑖𝑑𝑒 π‘π‘’π‘˜π‘Žπ‘› π‘šπ‘–π‘šπ‘π‘–? π΄π‘˜π‘’ π‘‘π‘Žπ‘› π‘€π‘Žπ‘  πΊπ‘Ÿπ‘¦π‘  π‘π‘’π‘›π‘Žπ‘Ÿ-π‘π‘’π‘›π‘Žπ‘Ÿ π‘šπ‘’π‘™π‘Žπ‘˜π‘’π‘˜π‘Žπ‘›π‘›π‘¦π‘Ž? batinnya, sambil menatap sekujur tubuhnya yang mendadak menjadi macan tutul dengan corak merah. π‘€π‘Žπ‘  πΊπ‘Ÿπ‘¦π‘  π‘ π‘Žπ‘›π‘”π‘Žπ‘‘ π‘π‘’π‘Žπ‘  π‘ π‘’π‘˜π‘Žπ‘™π‘–, π‘™π‘’β„Žπ‘’π‘Ÿπ‘˜π‘’ π‘—π‘’π‘”π‘Ž 𝑑𝑖 π‘π‘’π‘›π‘’β„Žπ‘– π‘‘π‘Žπ‘›π‘‘π‘Žπ‘›π‘¦π‘Ž. π΅π‘’π‘›π‘Žπ‘Ÿ-π‘π‘’π‘›π‘Žπ‘Ÿ π‘˜π‘’π‘‘π‘’π‘Ÿπ‘™π‘Žπ‘™π‘’π‘Žπ‘›, π‘‘π‘Žπ‘π‘– π‘‘π‘–π‘Ž π‘ π‘Žπ‘›π‘”π‘Žπ‘‘ π‘šπ‘Žπ‘›π‘–π‘ , sambungnya lagi.


Setelah beberapa saat ia mengamati tubuhnya, pintu kamar itu terbuka dan menampakkan Gryson yang sudah rapih serta membawakannya sarapan ke kamar untuk dirinya.


"Kamu sudah bangun, sayang? Mau ku bantu untuk ke kamar mandi?" tanya Gryson mendekati istrinya yang masih duduk di atas kasur dengan tubuh yang tertutupi selimut.


"Aku bisa sendiri," tolak Filia seraya menurunkan kakinya perlahan dengan menahan nafas. π΅π‘Žπ‘”π‘Žπ‘–π‘šπ‘Žπ‘›π‘Ž π‘π‘–π‘ π‘Ž π‘ π‘’π‘ π‘Žπ‘˜π‘–π‘‘ 𝑖𝑛𝑖? batinnya menggerutu.


Gryson menatap istrinya dengan menipiskan bibir dan menggeleng pelan, sebelum akhirnya ia menghampirinya dan langsung mengangkatnya tiba-tiba. Ia juga menempatkan istrinya dalam π‘π‘Žπ‘‘β„Žπ‘‘π‘’π‘ yang sudah ia siapkan sebelumnya. "Mau mandi sendiri atau aku bantu memandikanmu?" tanya Gryson menggoda istrinya dengan menaik turunkan alisnya.


Filia yang kesal dan malu karena di goda suaminya, dengan sengaja ia menyipratkan air itu ke wajah suaminya.


"Baiklah, baiklah, jangan marah seperti itu. Aku akan menunggumu di luar. Jika sudah selesai, kamu bisa memanggilku," ucap gryson sebelum ia pergi meninggalkan Filia yang sedang berada di dalam π‘π‘Žπ‘‘β„Žπ‘‘π‘’π‘.


"Terima kasih, Mas." Filia menjawab sembari mengangguk dan tersenyum.


Setelah menjawab Filia dengan anggukkan, Gryson pun berlalu dari sana.


Gryson tersenyum saat melihat noda merah yang terdapat di sprei bekas percintaan mereka semalam. π‘†π‘’π‘˜π‘Žπ‘Ÿπ‘Žπ‘›π‘” π‘Žπ‘˜π‘’ π‘π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘Žπ‘šπ‘π‘Žβ„Ž π‘¦π‘Žπ‘˜π‘–π‘› π‘’π‘›π‘‘π‘’π‘˜ π‘‘π‘’π‘Ÿπ‘’π‘  π‘šπ‘’π‘šπ‘π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘Žβ„Žπ‘Žπ‘›π‘˜π‘Žπ‘›π‘šπ‘’. π΄π‘˜π‘’ π‘‘π‘–π‘‘π‘Žπ‘˜ π‘Žπ‘˜π‘Žπ‘› π‘šπ‘’π‘šπ‘π‘–π‘Žπ‘Ÿπ‘˜π‘Žπ‘›π‘šπ‘’ π‘π‘’π‘Ÿπ‘”π‘– π‘—π‘Žπ‘’β„Ž π‘‘π‘Žπ‘Ÿπ‘–π‘˜π‘’, batin Gryson. Sementara Filia mandi, ia segera membuka sprei itu dan menggantinya dengan yang baru.


Tepat selesai ia mengganti sprei itu, Filia memanggilnya dari dalam kamar mandi.


"Sudah selesai?" tanya Gryson sambil membuka pintu kamar mandi itu.

__ADS_1


"Hmmm, iya, Mas."


Gryson membantu istrinya itu turun dari π‘π‘Žπ‘‘β„Žπ‘‘π‘’π‘ dengan perlahan. Gryson juga mengangkat tubuh Filia dan membawanya ke kamar. Ia juga sudah menyiapkan baju untuk dipakai oleh istrinya itu lengkap dengan ********** juga.


"Mas, kamu yang siapin bajuku?" tanya Filia sambil menunjukkan bajunya.


"Apa kamu tidak menyukai baju yang sudah kupilihkan itu?"


Filia menggeleng pelan dan memperlihatkannya pada Gryson.


"Aku menyukai bajunya, tapi jika harus dipakai sekarang, aku malu, Mas," jawab Filia.


Setelah melihat model baju itu, Gryson menyadari jika baju yang ia pilih tidak menutupi tanda merah yang tersebar di area bahu juga leher jenjang istrinya.


"Maaf, aku melupakan itu." Gryson pun berlalu menuju kamar yang biasa dipakai Filia, ia mengambil baju dengan model kerah leher panjang yang dapat menutupi tanda π‘˜π‘–π‘ π‘ π‘šπ‘Žπ‘Ÿπ‘˜ di leher Filia.


"Bagaimana dengan yang ini?" tanya Gryson sambil memberikan baju yang baru ambil.


"Lebih baik daripada yang tadi." Filia menerima baju yang diberikan oleh suaminya.


Setelah selesai memakai bajunya dengan lengkap, merekapun menikmati sarapan yang Gryson bawa tadi.


"Apa masih sakit?" tanya Gryson pada Filia sambil menunjuk dengan matanya.


"Menurutmu, Mas?" jawab Filia dengan kesal. Ya, ia kesal karena tadi malam Gryson tidak membiarkannya beristirahat.


"Sepertinya, iya," jawab Gryson sambil menggaruk pelipisnya yang tidak gatal. "Lebih baik kamu tidak perlu bekerja lagi, sayang. Aku khawatir nanti kamu tidak sembuh dengan segera," sambungnya.


Filia sedikit berfikir, jika seandainya ia pergi bekerja pun akan sangat terganggu karena rasa sakit yang ia rasakan, tapi ia juga akan kesepian jika hanya sendirian di rumah.

__ADS_1


"Baiklah, aku tidak akan bekerja lagi."


__ADS_2