Love After Agreement

Love After Agreement
Bab 35


__ADS_3

Pagi menjelang, sinar mentari hangat mulai menyapa di penjuru nusantara dan bangunkan sepasang manusia yang tengah tertidur lelap. Filia menatap lekat wajah suaminya yang berada tepat di atas kepalanya, entah kenapa hatinya sangat bahagia kala melihat sosok yang menjadi suaminya itu berada tepat di depannya. Ia memberanikan diri untuk menyentuh wajah dan juga menyingkirkan anak rambut yang menghalangi wajah tampan suaminya.


Mas, jika suatu saat kita benar-benar berpisah, aku harap kamu tidak pernah membenciku. Aku yakin jika memang sudah ada cinta diantara kita, kamu pasti akan bisa menemukan keberadaanku di manapun itu. Terima kasih karena sudah memberikan ku kebahagiaan lain disaat aku tidak merasakan kebahagiaan dan kehangatan dari keluargaku sendiri.


Saat Filia menatap bibir suaminya, dia kembali tersenyum dan mengingat kejadian tadi malam. Sesaat ia menyentuh perut ratanya, ia ingin jika mereka melakukan hal 'itu' tanpa menggunakan pengaman apapun.


Ya Tuhan, bagaimana jika aku sampai hamil? Aku melupakan hal itu.


Gryson sebenarnya ia sudah terjaga sejak tadi, ia tahu jika istrinya dati tadi terus menatapnya, hanya saja ia ingin melihat apa yang akan dilakukan Filia jika dirinya masih tertidur.


Kenapa dia kembali terdiam? Apakah terjadi sesuatu padanya?


"Sayang, kamu baik-baik saja?" tanya Gryson khawatir saat Filia hanya terdiam dan menatap ke arah lain dengan pandangan kosong.


Filia tidak mendengar pertanyaan suaminya, ia masih terus melamun dan memikirkan bagaimana jika dirinya sampai hamil. Aku tidak punya tabungan banyak, hubungan dengan keluargaku juga masih seperti ini. Bagaimana nasib anak-anak ku nanti jika mengetahui mamanya sendirian?


Gryson menyentuh lengan atas Filia untuk menyadarkannya dari lamunan dan seketika itu juga Filia tersadar hingga balik menatap suaminya.


"Mas, kamu membuatku terkejut saja. Sejak kapan kamu bangun?" tanya Filia yang heran karena Gryson sudah bangkit dari tidurnya dan duduk di sebelahnya.


"Aku sudah terbangun sejak tadi, kamu saja yang terlalu fokus dengan lamunanmu," jawab Gryson


Filia ikut bangkit dan duduk seraya membenarkan selimut yang ia kenakan. "Mas, aku ingin bertanya serius padamu."


Gryson mengangkat sebelah alisnya sebelum mengangguk dan bertanya, "Apa yang ingin kamu tanyakan padaku, sayang?"


"Ini hanya perumpamaan saja, Mas. Jika seandainya aku hamil, apa yang akan kamu lakukan?" tanya Filia dengan menatap serius suaminya.


"Apa sekarang kamu sudah hamil? Secepat itukah?" tanya Gryson dengan penasaran.

__ADS_1


Filia menggeleng kuat-kuat, ia menolak pertanyaan suaminya itu. "Bukan seperti itu, Mas. Lagi pula aku belum mengetahuinya, kita juga baru pertama kali melakukan hal itu kemarin. Tidak mungkin langsung hamil secepat itu."


"Lalu, kenapa kamu bertanya seperti tadi?"


"Aku hanya khawatir, Mas. Kita melakukan hal 'itu' tanpa memakai pengaman," jawab Filia sambil menunduk. Bukan ia menolak untuk hamil, hanya saja saat ini menurutnya waktunya itu tidak tepat.


Gryson mengerti dengn kegundahan istrinya, ia pun menarik Filia agar lebih mendekat padanya dan memeluknya.


"Kita akan hadapi cobaan ini bersama-sama, sayang. Kamu tidak perlu mengkhawatirkan tentang hal itu. Aku yakin, kita akan bisa menjalani ini semua."


Filia pun mengangguk. Ya, mungkin Mas Grys benar, aku tidak perlu mengkhawatirkan hal yang belum tentu terjadi esok hari.


"Baiklah. Terima kasih karena sudah meyakinkanku, Mas."


"Sam-sama, sayang. Sekarang, ayo kita mandi dulu sebelum sarapan. Aku juga ingin mengajakmu untuk melihat-lihat villa ini dan mungkin saja kamu akan menyukainya." Gryson berucap seraya menggendong tubuh Filia dan melangkah menuju kamar mandi.


***


"Mas, apa kita akan keliling hari ini?" tanya Filia saat melihat suaminya telah selesai dengan sarapannya.


"Apa kamu tidak merasa lelah, sayang?" Gryson balik bertanya karena ia sendiri pun merasa kelelahan.


"Bukankan kamu berjanji akan mengajakku jalan-jalan pagi ini, Mas?"


Gryson menggaruk pelipisnya yang tidak gatal. Hari ini ia memang berjanji untuk mengajak istrinya itu berjalan dan keliling di daerah itu. Akan tetapi tubuhnya saat ini sedang merasa lelah, berbeda dengan Filia yang terlihat segar. Bahkan istrinya itu sudah berdandan rapi.


"Baiklah. Setelah sarapan aku akan mengajakmu pergi ke danau yang ada di belakang villa ini."


Filia tersenyum senang saat mendengar ajakan Gryson, iya memang sangat membutuhkan suasana yang tenang dan nyaman saat ini.

__ADS_1


"Benarkah? Tapi, aku tidak melihat danau di sekitaran sini. Apakah benar ada?" tanya Filia tidak percaya.


"Tentu saja ada. Hanya saja, kita harus berjalan beberapa puluh meter untuk sampai di sana," jawab Gryson.


"Kalau begitu ... ayo kita cepat selesaikan dulu sarapannya, aku ingin segera melihat danau itu," ucap Filia dengan semangat.


Gryson mengangguk dan tersenyum saat melihat Filia yang begitu bersemangat.


***


Jalan setapak dengan dilapisi bebatuan kecil tertata rapi mereka lalui, di samping jalan itupun ditumbuhi oleh bunga liar yang indah saat dipandang. Meskipun banyak ilalang tinggi diantaranya tapi, Filia sangat menikmati perjalanan mereka.


Sesekali Filia juga meminta Gryson untuk mengambil gambar dirinya diantara selipan ilalang tinggi itu. Mereka melewati jalanan itu dengan bergandengan tangan, Filia menikmati saat-saat bersama suaminya.


Aku tidak tahu apa yang akan terjadi esok hari, tapi untuk hari ini aku ingin menikmati waktuku bersamamu.


Filia semakin memeluk erat tangan suaminya, ia merasa enggan kehilangan saat-saat seperti itu. Gryson sendiri tidak kalah bahagianya seperti Filia, sepanjang perjalanan menuju danau, ia tidak hentinya mengembangkan senyuman manis di bibirnya.


Tak lama kemudian, mereka pun sampai di danau itu. Di sana pemandangannya sangat indah, Filia langsung berlari menghampiri danau itu dengan merentangkan kedua tangannya dan menikmati semilir angin yang berhembus.


"Akh, segarnya."


Gryson menatap takjub pada mahluk ciptaan Tuhan yang berada beberapa meter darinya, rambut panjang hitam yang tergerai milik istrinya menambah kesan cantik saat diterpa angin yang berhembus.


"Apa kamu menyukainya?" tanya Gryson sambil memeluk Filia dari belakang hingga membuat istrinya itu terkejut.


"Mas?!"


"Apakah kamu menikmatinya, sayang?" tanya Gryson lagi saat tidak mendapat jawaban dari Filia.

__ADS_1


Filia mengangguk sebagai jawabannya dan berucap, "Terima kasih, Mas. Aku sangat menyukainya. Terima kasih juga karena sudah menghiburku seperti ini, aku sangat bahagia. Disaat kedua orang tuaku menjauhiku, kamu datang hadir dan menemaniku."


Gryson semakin mengeratkan pelukannya saat mendengar penuturan sang istri. Ya, aku juga sangat bersyukur karena kamu mau menerima kehadiranku di sisimu.


__ADS_2