
Filia tidak menyangka jika ternyata wanita yang selalu menjaganya adalah adik dari Gryson, suaminya. Selama ini Filia tidak pernah mengetahui seluk beluk kehidupan Disya, Filia hanya tahu jika Disya adalah cucu dari Kakek Ija, Filia pun tak mengetahuinya yang mana orangnya. Namun Gryson, dia bisa mengetahui semua tentang adik dan masa lalu mamanya.
"Mas, bagaimana kamu bisa mengetahui semuanya?" tanya Filia
Saat ini mereka tengah duduk berdua di ruang tamu, sedangkan Aramon sudah kembali terlebih dulu karena ditelpon oleh papanya.
"Tentu saja setelah aku melihat kalian saat di rumah sakit, sayang. Aku tadinya hanya ingin memastikan keselamatanmu, dengan mencari tahu orang-orang yang ada dilingkunganmu, tapi dari hasil penyelidikan ternyata sangat membuatku terkejut. Aku mempunya adik berbeda ayah tanpa sepengetahuanku selama ini," ungkap Gryson pada sang istri. Hatinya terasa lebih tenang setelah menceritakan semuanya pada Filia.
Filia menanggapi ucapan Gryson dengan senyuman, ia pun merasa sangat bahagia karena ternyata Disya bukanlah orang asing, melainkan adik iparnya sendiri.
"Aku senang, Mas. Aku senang kamu bisa berkumpul lagi dengan keluargamu, aku bersyukur arena aku pun mengetahui jika ternyata aku punya saudara. Dan ..." Filia menggantungkan ucapannya hingga membuat Gryson penasaran.
"Dan ... apa, sayang?" tanyanya sambil membenarkan anak rambut sang istri yang menghalangi wajah cantiknya.
Filia menggapai tangan Gryson dan meminta Pria itu untuk mengusapnya. Gryson menuruti keinginan Filia, ia bisa merasakan bagaimana bentuk perut sang istri dari balik pakaiannya.
"Dan ... aku bahagia karena keluarga kita bisa kembali utuh sebelum si kembar lahir," jawab Filia sambil tersenyum manis menatap suaminya.
Mendengar ucapan sang istri, Gryson seketika terdiam. Pria itu bahkan menyempatkan diri untuk membersihkan kotoran di kupingnya, ia takut salah dengar ucapan sang istri.
"Kamu kenapa, Mas?" tanya Filia saat melihat gelagat aneh pada suaminya.
"Sayang, coba katakan lagi! Kamu benar-benar sedang mengandung anak kembar?" tanya Gryson sambil sedikit mengguncang bahu Filia.
Filia mengangguk membenarkan ucapan sang suami. "Iya, Mas. Sebentar, biar kubawa foto USG—nya agar kamu percaya," ucapnya sambil bangkit dari duduk dan mulai berjalan menuju kamar untuk mengambil buku KIA yang diberikan dokter kandungan padanya.
Saat Filia sedang ke kamarnya, Nyonya muda dan Disya masuk ke dalam ruang tamu. Mereka berdua duduk bersisian. Gryson bisa melihat jejak air mata dan juga mata sembab pada kedua wanita itu. Ia memang tidak bisa menebak apa saja yang mungkin mereka bicarakan, tapi ia yakin kini di antara keduanya sudah tidak mempunyai dendam lagi.
__ADS_1
"Ma, Disya," panggil Gryson pada mama dan adiknya.
Disya menengadahkan kepala dan menatap Gryson yang kini sedang duduk di depannya.
"Ja–jadi Anda adalah Kakak saya?" tanya Disya sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Iya, Dis. Kamu adalah adikku, maaf karena aku baru menemuimu dan terima kasih karena selama ini sudah menjaga Filia," ucap Gryson dengan tulus.
Air mata bisa kembali menetes setelah mendengar jawaban sang kakak, ia tidak menyangka jika dirinya ternyata masih mempunyai saudara dan juga orang tua.
"Aku ... aku selalu berusaha untuk menjaganya dengan baik. Anda gak perlu mengkhawatirkan Nona Filia," jawab Disya sambil kembali mengusap air mata yang terus keluar dari kelopaknya.
"Disya, Filia bukan majikanmu lagi. Dia adalah Kakak iparmu. Jadi, kamu jangan lagi memanggilnya dengan sebutan 'Nona'. Anggap dan perlakukan bagaimana adikmu sendiri," pinta Gryson yang langsung dijawab anggukan oleh Disya.
"Baiklah, aku akan melakukan apa yang Kakak inginkan," jawab Disya sambil menganggukkan kepalanya beberapa kali.
Disya masih membutuhkan waktu untuk belajar menerima kenyataan itu, terlalu sakit hatinya saat mengetahui ternyata dia masih mempunyai seorang ibu dan kakak.
Saat mereka masih saling terdiam, Filia datang dengan membawa sebuah buku yang diambil dari kamarnya.
"Mas, ini foto USG-nya," ucap Filia sambil menyodorkan buku itu ke hadapan Gryson.
Gryson menerima buku yang Filia berikan padanya. Hatinya mendadak serasa berbunga-bunga ketika melihat dua gumpalan berwarna putih samar, hatinya menghangat seketika. Bukti cinta mereka ada dua dalam perut sang istri dan itu membuatnya terharu sampai meneteskan air mata.
"Mas, kamu menangis?" tanya Filia saat ia melihat Gryson yang menyeka air matanya dengan kasar.
"Aku terharu, sayang. Aku bahagia melihat kedua anak kembarku. Semoga kalian selalu sehat," jawab Gryson sambil mengusap perut yang sedikit membuncit dan mengecup kening sang istri.
__ADS_1
Nyonya Mona langsung menengadah menatap anak serta menantunya, ia tahu Filia memang sedang hamil, tapi ia tidak tahu jika menantunya itu sedang hamil kembar.
"Grys, Lia, apa ... apa maksud kalian, Mama mempunyai dua cucu sekaligus?" tanya Nyonya Mona untuk memastikan pendengarannya.
Filia dan Gryson mengangguk kompak. "Iya, cucu Mama kembar," jawab Gryson.
Mata Nyonya Mona mulai berkaca-kaca setelah mendengar jawaban sang anak. Jadi, inilah yang dimaksud Filia saat itu? Aku akan menyesal jika sampai menyakitinya? tanya Nyonya Mona dalam hatinya.
Seketika itu juga, Nyonya Mona bangkit dari duduknya dan langsung menghampiri Filia, wanita paruh baya itu segera memeluk sang menantu yang pernah hampir ia celakai.
"Lia, Maafkan Mama! Mama menyesal karena sudah pernah berniat untuk mencelakakanmu," ucap Nyonya Mona sambil menangis memeluk menantunya.
"Sudah, Ma. Aku sudah memaafkan Mama, yang penting sekarang Mama sudah sadar dan tidak mengulanginya lagi," jawab Filia seraya menenangkan sang mertua.
Gryson sangat bersyukur karena ia sudah bisa kembali lagi bersama istri tercintanya. Meskipun mereka sempat berpisah, tapi mereka menganggap itu adalah sebagian dari jalan cerita pernikahan mereka.
Sejak awal, diantara mereka tak ada yang berniat untuk menikah. Apalagi saat itu Filia dan Gryson belum saling mengenal. Akan tetapi dengan seiring berjalannya waktu, mereka pun mulai saling menerima satu sama lain, hingga timbullah perasaan cinta itu dalam hatinya.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Halo Kakak-kakak, maaf sebelumnya. Karya ini haitus dulu. Jadi belum benar-benar tamat 🙏 🙏