Love After Agreement

Love After Agreement
Bab 52


__ADS_3

"Sekarang aku melepaskanmu. Kamu boleh berbuat apapun yang kamu inginkan, aku tidak akan melarangmu lagi," ucap Gryson tanpa menatap Filia.


Filia menganga terkejut mendengar ucapan sang suami, sedangkan Nyonya Mona tersenyum puas saat mendengar ucapan anaknya pada sang menantu.


"A–apa maksudmu, Mas?"


Gryson pergi dari hadapan Filia dan masuk ke kamarnya, ia mengacuhkan pertanyaan Filia.


Nyonya Mona mencondongkan tubuh pada Filia yang masih terduduk di hadapannya, ia tersenyum sinis menatap menantunya yang masih terkejut dengan sikap Gryson, suaminya.


"Sekarang tidak ada alasan lagi untukmu tetap tinggal di rumah ini. Anakku tidak menyukai wanita pembohong sepertimu!" Nyonya kembali menegakkan tubuhnya dan berbalik memunggungi Filia. "Aku sudah mengetahui tentang perjanjian kalian. Meskipun saat ini belum genap empat puluh hari, tapi itu tidak masalah. Lebih cepat lebih baik, iya, kan?"


Filia tertegun mendengar penuturan mertuanya, jika diingat-ingat, memang baru sekitar tiga puluh enam hari dan hanya tersisa empat hari lagi.


Setelah beberapa saat, Gryson kembali ke ruang tamu dengan membawa koper pakaian Filia.


"Aku paling benci pembohong, aku tidak bisa menerima mereka yang sudah berkhianat," ucap Greyson sambil memberikan koper milik Filia. "Pergilah, jangan sampai kita bertemu lagi.


"Mas! Apa salahku?"


Gryson meninggalkan kembali Filia bersama Nyonya Mona.


Filia menunduk dalam saat menatap suaminya yang tidak lagi memedulikannya, ia menahan tangisnya agar tidak pecah di rumah itu.

__ADS_1


"Bangun!" perintah Nyonya Mona pada menantunya yang masih menunduk dalam.


Filia segera mengusap wajahnya dengan kasar dan menyambar koper yang sudah ada di depannya. "Ma, sebenarnya apa salahku? kenapa Mas Gryson bersikap seperti itu padaku?"


"Ck, aku tidak peduli dengan alasannya. Yang pasti, aku senang karena bisa mengusirmu keluar dari rumah ini." Nyonya Mona menatap sinis menantunya yang sudah tampak menyedihkan.


Filia sedikit kecewa karena tidak mengetahui alasan suaminya bersikap seperti itu padanya. Namun, ia tetap melangkah pelan keluar dari rumah.


Wanita itu berjalan keluar dari komplek perumahan dengan perlahan, wajahnya tertunduk sedih. Baru beberapa saat lalu wajah itu penuh dengan canda tawa dan senyuman, tetapi kini yang tampak hanyalah jejak air mata yang mulai mengering.


Filia menarik kopernya untuk menuju ke sebuah tempat yang bisa ia jadikan untuk tempat tinggal saat ini, tempat yang tak ada orang lain ketahui. Ia tidak mungkin kembali ke rumah kedua orang tuanya sementara Bellina ada di sana.


Ya, sepertinya aku tidak mempunyai tempat lain selain itu. Baiklah, ayo kita kesana saja. Filia memilih untuk pergi ke apartemen yang sudah disediakan oleh seseorang untuknya.


***


Nyonya Mona tidak beranjak keluar dari rumah sang anak, ia terus memanas-manasi Gryson agar mempercepat proses perceraiannya dengan Filia.


"Sudah Mama katakan beberapa kali, kan, Grys. Dia bukan wanita yang tepat untukmu. Pertemuan kalian saja dari klub malam, Mama yakin saat tadi sore pun dia bertemu dengan pria yang ditemuinya tadi siang."


Gryson tidak bereaksi dengan ucapan Nyonya Mona, ia terus menikmati makanannya tanpa menggubris ucapan sang mama.


Nyonya Mona sedikit bingung dengan tingkah anaknya yang terkesan terlalu dingin setelah kepergian Filia dari rumahnya. Apa dia benar-benar mempercayai video yang dikirimkan Clara? Tapi ... kenapa dia terkesan dingin? Apa itu tandanya memang dia benar-benar tidak peduli lagi terhadap istrinya? tanyanya dalam hati sambil terus memperhatikan anaknya.

__ADS_1


"Grys, apa kamu tidak merasa sedih karena istrimu sudah pergi dari rumah ini?" tanya Nyonya Mona.


Gryson menghentikan pergerakan tangannya yang hendak menyuapkan makanan, ia menatap serius mamanya sebelum berkata, "Kenapa aku harus bersedih? Bukankah itu keinginan Mama juga? Aku cukup senang melihat Mama bahagia. Mama tidak perlu menanyakan lagi perasaanku karena sampai kapanpun Mama akan tetap memintaku untuk mengikuti keinginan Mama, iya, kan?"


Nyonya Mona dibuat tertegun saat mendengar ucapan sang anak. Selama ini Gryson sudah banyak melakukan hal yang dia inginkan, sampai-sampai dia melupakan impiannya yang ingin menjadi koki terkenal demi menjalankan perusahaan milik mendiang papanya.


Apa aku sudah keterlaluan? Tapi aku hanya ingin melihat anakku bahagia dengan wanita yang dia cintai seperti saat ia mencintai Rachel. Dan aku mendengar jika Rachel sebentar lagi akan kembali. Aku hanya membantunya untuk terlepas dari pernikahan yang tidak dia inginkan, batin Nyonya Mona, ia melamun hingga tidak menyadari jika sang anak sudah pergi dari sampingnya.


Gryson masuk ke kamar yang pernah ditempati oleh Filia, ia menatap kosong foto yang di pajang di atas nakas.


Tak lama kemudian, Nyonya Mona menyusul Gryson yang sedang berada di dalam kamar bekas Filia dulu, ia berdiri di belakang anaknya.


"Grys, apa kamu sedih karena Filia tidak ada di sini lagi?" tanya Nyonya Mona.


"Apa aku pantas bersedih untuk kebahagiaanmu, Mama?" alih-alih menjawab pertanyaan mamanya Gryson memilih untuk bertanya kembali.


"Grys, Mama melakukan semua ini untukmu juga. Bukankah kamu sangat mencintai Rachel? Mama dengar dari Tante Lucy, jika Rachel sebentar lagi akan pulang. mamahnya ingin membuatmu bersatu dengan seseorang yang kamu cintai itu." Nyonya Mona memberitahukan alasan ia berbuat sejauh itu.


Gryson berbalik dan menatap mamanya. "Ma, Rachel hanyalah masa laluku, dia yang meninggalkanku duluan, dia tidak memedulikan perasaanku saat itu. Apakah Mama masih menginginkan menantu yang sudah menyakiti perasaan anaknya?"


"Bukankah Filia juga bukan wanita baik-baik? Dia beberapa kali bertemu dengan laki-laki lain dan puncaknya tadi sore, dia menemuinya di hotel. Apa menurutmu itu tidak keterlaluan?" Nyonya Mona tidak menyerah untuk membuat Gryson melupakan Filia.


"Apa Mama yakin dengan tuduhan itu? Bagaimana jika semua yang Mama tuduhkan itu tidak benar? Apa Mama akan meminta maaf padanya?"

__ADS_1


__ADS_2