
Bab 22
Filia mengerjakan semua tugasnya dengan baik, ia juga banyak di sukai oleh para tamu karena orangnya ramah dan selalu tersenyum. Gryson yang memperhatikan istrinya dari tadi pun ikut tersenyum, ia tidak menyangka jika Filia bisa menjadi orang yang ramah seperti itu.
Saat waktu istirahat tiba, Gryson berniat untuk mengajaknya makan siang di kantornya, ia tahu jika Filia belum makan siang, tamu-tamu yang tadi datang sangatlah banyak, sehingga membuat restoran itu penuh.
Restoran milik Gryson memang terkenal dengan hidangannya yang lezat dan menggugah selera, tapi hari ini pengunjungnya lebih banyak daripada biasanya.
Gryson menghampiri istrinya itu saat melihat Filia sedang membukakan pintu agar tamunya bisa keluar restoran dengan nyaman.
"Lia, aku ingin mengajakmu untuk makan siang bersama terlebih dulu, apa sekarang kamu sedang sibuk?" tanya Gryson saat ia sudah berdiri di hadapannya.
Filia tidak langsung menjawab, ia melirik ke kanan-kiri dan membuat Gryson terheran.
"Lia, ada apa?"
"Maaf, Tuan. Sepertinya saya tidak bisa, saya tidak nyaman dengan teman-teman yang lain," jawab Filia sambil menatap ke arah lain.
Gryson tidak mengerti dengan istrinya,
"Kenapa harus merasa tidak nyaman? Aku lihat mereka semua sudah makan siang, sedangkan kamu belum istirahat sejak tadi," ucap Gryson.
Filia menarik pelan tangan Gryson untuk mengikutinya. "Tuan, bukankah saya sudah katakan, hubungan kita di sini hanya sebagai atasan dan bawahan saja. Jadi, tidak seharusnya anda mengajak saya untuk makan siang bersama."
"Apa? Tapi aku hanya ingin kamu makan siang bersamaku saja," jawab Gryson.
Tanpa mereka ketahui, ada seseorang yang melihat kebersamaan mereka dan menguping pembicaraan mereka.
"Tidak bisa, Tuan." Filia menolak dengan tegas.
Gryson menengok ke semua arah untuk memastikan keadaan yang aman, sebelum akhirnya ia mengangkat Filia secara tiba-tiba dan membuatnya terkejut.
"Mas?!"
"Terlalu lama jika hanya melayani perdebatanmu," jawab Gryson seraya melangkah menuju ruang kerja dengan Filia yang berbeda di gendongannya.
__ADS_1
"Tapi bagaimana jika nanti ada yang melihatnya, Mas?" tanya Filia dengan khawatir.
"Biarkan saja mereka mengetahuinya," jawab Gryson acuh, berbeda dengan Filia yang terlihat cemas.
Saat mereka masuk ke ruang kerja Gryson, Filia melihat makanan yang sudah tersaji di meja depan sofa sana. Gryson pun segera menurunkan sang istri.
"Mas, kamu sudah menyiapkan ini semua?" tanya Filia yang segera menghampiri makanan itu.
"Bukan, aku tidak memasak di sini," jawab Gryson sambil melangkah mendekati istrinya.
"Ish, maksudku, kamu yang meminta chef untuk menyiapkannya?" ulangnya.
Gryson mengangguk dan tersenyum, membenarkan pertanyaan Filia. "Iya. Apa kamu menyukainya?"
"Terima kasih, aku menyukainya," jawab Filia.
Mereka pun segera menikmati makanan yang sudah tersaji di meja sana, Filia makan dengan lahap karena sudah sedari tadi ia menahan rasa laparnya. Gryson tersenyum melihat tingkah istrinya yang menurutnya sangat lucu dan menggemaskan.
"Sepertinya kamu sangat kelelahan hingga selera makanmu meningkat?" tanya Gryson.
"Aku tidak kaberatan jika kamu ingin pulang saat ini," ucap Gryson yang langsung membuat Filia sedih.
"Apa aku tidak bekerja dengan baik? Sehingga tenagaku tidak terpakai olehmu?" tanya Filia dengan wajah yang sudah muram dan hampir mengeluarkan air matanya.
"Ma–maaf, Lia. aku tidak bermaksud untuk membuatmu sedih, aku hanya tidak ingin kamu terlalu kelelahan," ucap Gryson yang memang sudah menghawatirkan Filia.
"Tapi aku sangat menyukai pekerjaan ini dan aku juga menikmatinya. Jadi, harusnya Mas tidak mengkhawatirkanku." Felia berucap pelan sambil menunduk.
Gryson bisa melihat jika istrinya saat ini memang benar-benar menginginkan pekerjaannya, akhirnya dia pun mengalah dan tidak akan lagi melarangnya untuk membantunya.
"Baiklah. Aku mengizinkanmu bekerja di sini, mulai sekarang mohon bantuannya dan terima kasih karena sudah bekerja keras," ucap Gryson.
Filia mendongkak dan menatap suaminya itu dengan serius. "Apa Mas benar-benar tidak akan melarangku lagi?" tanya Filia dengan sungguh-sungguh.
Gryson mengangguk sebelum akhirnya menjawab, "Jika kamu merasa tidak nyaman langsung katakan saja padaku."
__ADS_1
Filia mengangguk dan menyetujui ucapan suaminya. "Baiklah, Mas. Aku akan mengatakannya padamu nanti."
Setelah selesai makan siang Filia pun membereskan bekas makannya sebelum ia kembali mengerjakan tugasnya. Namun, saat ia melewati kawanan pelayan yang lain, Filia mendapat tatapan sinis dari mereka dan membuatnya sedikit tidak nyaman, tapi ia tidak ambil pusing dan hanya melewatinya begitu saja.
Filia kembali mengerjakan tugasnya dengan baik, ia menyambut para tamu yang datang dengan ramah dan juga menyediakan pesanan mereka dengan sopan. Gryson terus memperhatikannya sambil tersenyum, hal itu membuat beberapa karyawannya merasa curiga jika diantara mereka ada hubungan lebih dari sekitar atasan dan bawahan, sedangkan mereka sendiri tahu jika Gryson sudah menikah, hanya saja mereka tidak mengetahui siapa yang menjadi istri dari tuannya itu, tapi diantara mereka tidak ada yang berani untuk bertanya langsung pada Filia maupun Gryson sendiri.
Tak terasa waktu berlalu begitu saja, hari ini Filia diperbolehkan pulang sore hari untuk seminggu kedepan dan minggu selanjutnya ia akan mendapatkan shift dua yang mengharuskannya pulang malam hari. Saat Filia sedang berada di loker untuk mengambil barang-barangnya, Julian datang menghampirinya.
"Hai, Lia ...!" sapanya.
"Hai, juga Kak Julian. Ada yang bisa aku bantu?" tanya Filia dengan ramah.
"Bagaimana hari pertamamu bekerja, apa semuanya lancar?" tanya Julian sambil berdiri dekat di hadapan Filia.
"Cukup lancar untuk hari ini," jawab Filia apa adanya dan seperlunya.
"Kamu pulang bersama siapa? Mau kuantarkan?" tanya Julian sambil ia pun bersiap untuk pulang.
"Tidak perlu, Kak. Aku akan pulang bersama seseorang," tolak Filia tegas.
"Oh, apa dia kekasihmu?" tanyanya tanpa membiarkan Filia berjalan terlebih dulu.
"Tidak, bukan kekasihku." Filia menjawab dengan cepat. "Tapi suamiku," sambungnya di dalam hati. Sebenarnya ia tidak mau berlama-lama di sana, hanya saja tentah kenapa Filia merasa jika Julian sedang sengaja untuk menahannya.
"Oh, ya? Aku pikir kamu sudah memiliki kekasih," ucap Julian sambil ikut mengimbangi langkah Filia yang mulai pergi.
Filia merasa risih dengan perlakuan Julian yang menurutnya sangat mengganggu, ia pun mempercepat langkahnya agar segera sampai di pelataran parkiran dan menunggu suaminya di sana. Namun, ternyata Julian kendaraan dan parkir di tempat yang sama dengan Gryson.
"Kamu menunggu di sini juga?" tanya Julian.
"Iya, Kak." Filia menjawabnya dengan singkat.
Julian menengok kesekelilingnya, ia tidak menemukan kendraan lain selain miliknya dan milik bosnya.
"Kamu pulang bersama siapa sebenarnya? Di sini tidak ada kendaraan lain selain milik Tuan Gryson dan milikku," ucap Julian.
__ADS_1
"Saya yang akan mengantarkannya."