
Filia POV
Aku tidak pernah membayangkan jika akan menikah di usia yang baru menginjak delapan belas tahun ini, bahkan pernikahanku diadakan karena sebuah keterpaksaan atas dasar salah paham.
Awal aku memikirkan pernikahan selama empat puluh hari ini karena aku belum siap menikah muda dan takut jika memiliki suami yang kejam, apalagi suamiku ini usianya berada sepuluh tahun di atas ku, tentu saja itu membuatku berpikir jika pria yang menjadi suamiku itu termasuk dewasa dan juga kalian tahu sendiri apa yang dibutuhkan oleh pria dewasa pada umumnya. Hal itulah yang membuatku takut untuk menjalani pernikahan ini.
Tapi, setelah beberapa hari pernikahan ini berlangsung, entah mengapa aku merasa nyaman untuk selalu tinggal di sampingnya, dia tidak pernah sekalipun membentakku, meskipun aku pernah hampir menghancurkan dapurnya, tapi dia hanya menatapku dan menggeleng pelan.
Aku tidak tahu pernikahanku akan berjalan seperti apa kedepannya, karena aku juga tahu jika ibu mertua sangat tidak menyukaiku. Dia selalu menganggap jika aku ini hanyalah wanita malam yang sudah mengganggu kehidupan anaknya, dengan cara meminta pertanggungjawaban yang tidak pernah dilakukan oleh anaknya.
Ha ... h, entahlah aku juga pusing memikirkan kehidupanku saat ini, aku merindukan sekali kedua orang tuaku, tapi setiap kali aku menelpon mereka selalu saja ada alasannya untuk mengakhiri panggilanku.
Selama beberapa hari ini, hanya Mas Grys-lah yang selalu setia menemaniku, bahkan ia juga masih menyempatkan menelponku di saat-saat sibuk dengan kerjaannya, aku merasa tersanjung akan hal itu.
Dia adalah pria yang baik yang pertama kali aku temui, dia juga memperlakukanku layaknya seorang istri, dia juga tidak pernah meminta haknya dengan cara memaksa. Ya, dia memberikanku waktu untuk hal itu.
Saat ini, aku tidak tahu harus membalas kebaikannya dengan cara seperti apa, tapi satu hal yang pasti aku selalu berdoa agar dirinya mendapatkan kebahagiaan dan juga kesehatan karena sudah berbuat baik terhadapku.
Aku tidak berharap lebih pada pernikahan ini, karena aku sendiri pun memang tidak menginginkannya, tapi jika pernikahan ini suatu saat terus berlanjut, aku akan mencoba untuk memahami dan mengikuti semua alurnya.
Kalaupun suatu saat kami berpisah, aku harap perpisahan kami itu secara baik-baik dan tidak saling menyimpan dendam.
Terima kasih, Mas Grys.
Filia POV END
Hari keempat, di waktu pagi.
Saat ini Filia dan Gryson sudah bersiap untuk pindah ke rumah baru mereka. Setelah makan malam selesai, mereka saling membantu untuk mempacking semua barang-barang milik mereka.
__ADS_1
"Apa kau sudah siap?" tanya Gryson yang melihat istrinya sudah keluar dari kamar dengan menarik koper berukuran sedang miliknya.
Filia mengangguk sambil tersenyum dan berkata, "Iya, Mas. Aku sudah siap."
"Baiklah, kita jalan sekarang." Gryson mengambil alih koper Filia dan membawanya, kebetulan koper miliknya sendiri sudah ia simpan terlebih dulu.
"Biar aku saja yang membawanya, Mas," ucap Filia merasa tidak enak hati saat Gryson mengambilnya.
"Tidak apa-apa, Lia. Lagipula punyaku sudah berada di bawah saat ini, biar aku yang membawakannya untukmu," jawab Gryson sambil memberikan senyumnya untuk Filia
"Terima kasih, Mas." Filia menjawab sambil menunduk malu saat terpesona karena melihat senyuman yang diberikan oleh Gryson.
"Sama-sama. Sudah ... ayo sekarang kita berangkat!" ajaknya lagi.
Kali ini Filia tidak menjawab dan hanya mengangguk patuh sambil ikut mengekor dibelakang suaminya.
Setelah sampai di basement apartemen, Gryson pun memasukkan koper milik Filia ke dalam bagasi dan membukakan pintu mobil untuk Filia juga.
Filia tahu jika suaminya itu sedang menggodanya. "Terima kasih, Mas."
Setelah memastikan Filia duduk dengan nyaman, barulah Gryson mulai menjalankan mobilnya dan meninggalkan pelataran apartemen itu. Sebenarnya dia juga merasa sayang karena harus meninggalkan apartemennya, tapi demi kelangsungan rumah tangga yang ingin ia jalani, Gryson pun memilih pindah dari sana dan berharap di tempat yang baru Filia bisa menerimanya sebagai seorang suami.
Waktu yang mereka tempuh cukup lama, yaitu sekitar satu jam lebih. Saat sudah sampai di halaman sebuah rumah sederhana dengan pagar yang tidak terlalu tinggi dan halaman yang luas, Gryson pun untuk membukakan pintu pagar supaya bisa memasukkan mobil mereka ke dalam.
"Wah, sepertinya di sini nyaman sekali, Mas!" seru Filia saat ya sudah menginjakkan kakinya di halaman rumah itu.
Gryson tersenyum melihat Filia yang sepertinya menyukai rumah baru itu. "Apa kau menyukainya?" tanyanya sambil terus menatap sang istri yang sedang tersenyum melihat rumah yang ada di depannya.
"Iya, Mas. Aku sangat menyukai rumah ini, semoga kita bisa betah tinggal di sini," ucap Filia.
__ADS_1
"Iya, tentu. Semoga rumah ini bermanfaat bagi kita berdua–" ucap Gryson, "–Dan juga anak-anak yang mungkin akan ikut hadir di dalamnya nanti," sambung Gryson dalam hatinya.
"Ayo kita masuk, Mas." Filia segera mengambil koper miliknya yang sudah dikeluarkan dari dalam bagasi. Ia melenggang untuk memasuki rumah baru itu dengan diikuti Gryson dibelakangnya.
Mereka berdua masuk ke rumah baru itu dengan terus mengembangkan senyumnya, Filia cukup terpesona dengan rumah itu. Di ruang tamu mereka disambut dengan foto pernikahan yang diadakan di rumah Filia, ukuran foto itu cukup besar dan terpampang jelas di dini atas sofa.
"Mas Grys sudah menyiapkan ini semua?" tanya Filia yang cukup terkejut saat melihat foto pernikahan mereka.
"Apa kau merasa tidak nyaman jika foto itu aku simpan di sana?" tanya Gryson saat melihat Filia bereaksi terkejut seperti itu.
"Ti–tidak, Mas. Tidak apa-apa, aku menyukainya," jawab Filia.
Di rumah itu ada tiga kamar kosong yang tersedia, Gryson tidak akan memaksa Filia untuk tidur bersamanya, maka dari itu ia pun sudah menyiapkan satu kamar khusus untuk gadis perempuan. Sedangkan untuk kamar yang akan dia tinggali, di dekorasi dengan gaya khas pria dewasa.
"Di sini ada tiga kamar, semua kamar sudah memiliki kamar mandi di dalamnya. Aku juga sudah menyiapkan kamar khusus untukmu." Gryson berucap sambil membukakan pintu kamar dengan warna peach kesukaan Filia.
"Wah, ini cantik sekali, Mas!" ucap Filia girang. Dengan segera, ia menghampiri tempat tidur berukuran Queen size itu dan membaringkan tubuhnya di sana.
Gryson ikut masuk dan duduk di kursi meja rias yang sudah ia siapkan. "Apa ini sesuai denganmu?"
"Hmmm, terima kasih. Aku sangat menyukainya."
"Syukurlah, aku senang mendengarnya," ucap Gryson yang merasa lega.
"Lalu, Mas sendiri tidur di mana?" tanya Filia lantaran ia belum mengetahui di mana kamar Gryson berada.
"Kamar ku berada tepat di samping kamarmu," jawab Gryson.
"Oh, baiklah. Aku mengerti," ucap Filia.
__ADS_1
"Kalau begitu, aku akan membereskan barang-barangku dulu di kamar sebelah. Kau pun segera membereskan barang-barang mu, kita perlu berbelanja untuk kebutuhan dapur, karena aku belum sempat menyiapkan semuanya," ucap Gryson sambil bangkit dari duduknya dan berjalan menuju pintu keluar kamar Filia.
"Baik, Mas," jawab Filia dengan riang. ia pun segera membereskan pakaiannya dan memasukkannya ke dalam lemari yang sudah tersedia di sana, tidak lupa ia juga menata kembali semua peralatan skin carenya diatas meja rias.