
Gryson tersenyum saat pulang kerja dan melihat istrinya sudah menunggu dia di depan rumah. Rasa lelah yang dideranya seakan hilang saat melihat senyum manis yang dipancarkan oleh sang istri, Filia.
"Apa kamu sudah lama menungguku?" tanya Greyson saat ia baru turun dari mobil dan Filia segera menghampirinya.
Filia tersenyum dan mengangguk sebelum menjawab, "Aku sengaja menunggu kedatanganmu, Mas. Jadi, tidak masalah buatku sebentar ataupun lama."
Gryson mengernyitkan dahinya saat mendengar jawaban sang istri. "Ada apa, hmmm?"
"Tidak ada apa-apa. Ayo, lebih baik sekarang kita masuk dulu ke rumah," ajak Filia.
Gryson mengangguk dan menggandeng pinggang istrinya itu. Mereka berdua berjalan bersama memasuk rumah.
"Mas, hari ini aku belajar masak kembali bersama Simbok, lho. Nanti kamu coba, ya?" tanya Filia dengan antusias.
"Oh, ya? Kalau begitu kita makan sekarang." Gryson melangkah menuju meja makan yang ada di ruangan sebelah.
"Lho? Apa tidak sebaiknya Mas mandi dulu?" tanya Filia sambil mengikuti langkah suaminya.
Gryson duduk disalah satu kursi meja makan itu setelah ia menarik kursi meja makan untuk istrinya. "Aku sangat ingin mencicipi masakan istriku saat ini," ucapnya sambil mengecup kening Filia sekilas.
Perlakuan Gryson pada Filia membuatnya tersipu malu. Ia tidak menyangka jika suaminya akan sangat bersemangat seperti itu. "Kalau begitu, silakan kamu cicipi sendiri. Maaf jika masakanku tidak seenak masakanmu."
Gryson tersenyum mendengar ucapan sang istri. Baginya, Filia sudah mau berusaha pun ia sangat senang dan menghargainya. "Tidak masalah bagiku enak ataupun tidak. Selama itu adalah masakan buatanmu, aku pasti akan memakannya."
"Terima kasih, Mas," jawab Filia sambil mulai menyiapkan makanan untuk suaminya.
Perasaan Filia sangat berdebar saat menantikan tanggapan suaminya tentang masakan yang ia disajikan. "Bagaimana, Mas?"
Gryson terdiam sambil terus mengunyah pelan makanannya tanpa menghiraukan pertanyaan Filia yang sudah berdebar.
"Mas ... ish, kamu membuatku kesal karena tidak menanggapi pertanyaanku!" Filia mengerucutkan bibirnya karena kesal pada sang suami.
Melihat istrinya yang sudah cemberut, membuat Gryson menghentikan makannya. Ia tidak tega jika harus mendiamkan Filia dengan ekspresi seperti itu.
"Sayang, kamu kenapa cemberut seperti itu?" tanya Gryson tanpa rasa bersalah.
__ADS_1
"Aku tanya kamu dari tadi, masa kamu tidak mendengarnya, Mas?" Filia merajuk karena kesal pada suaminya.
Gryson mengerutkan keningnya, ia tidak mengerti alasan sang istri merajuk padanya. "Memangnya kamu tanya apa?"
Filia menatap heran pada suaminya. "Apa kamu tidak mendengar pertanyaanku sedari tadi?"
"Tidak. Dari tadi aku sedang fokus untuk merasakan setiap bumbu yang kamu pakai pada masakanmu," jawab Gryson sambil menggeleng pelan.
"A–apa? Kenapa kamu melakukan hal itu, Mas?"
"Itu adalah caraku untuk merasakan setiap rasa masakan dengan benar."
Filia menggelengkan kepalanya pelan, ia menatap takjub sekaligus heran pada suaminya. "Aku tidak tahu jika caramu seperti itu untuk menilai masakan. Setahuku, biasanya jika hanya mencicipi itu sedikit, tapi diresapi."
"Tidak, Sayang. Jangan samakan aku dengan yang lainnya. caraku berbeda dengan mereka," jawab Gryson sambil terus menyuapkan lagi makanan yang ada di piringnya.
"Oh, begitu. Ya sudah, kamu teruskan lagi makannya. Maaf karena aku sudah salah paham."
"Tidak apa-apa. Kamu juga makan, ya! Atau mau aku suapi?" Gryson menawari Filia untuk di suapi olehnya.
Gryson tersenyum melihat tingkah istrinya yang menurut dia itu sangat lucu. Ya Tuhan, Lia. Kamu benar-benar wanita yang menggemaskan, aku semakin mencintaimu, batinnya sambil terus menatap sang istri.
"Mas, kamu tidak meneruskan makanmu?" tanya Filia saat sudah beberapa kali ia menyuapkan nasinya, tetapi Gryson masih terus menatapnya tanpa berkedip.
"Akh ... hmmm ... aku ... ." Gryson langsung gelagapan saat Filia memergokinya sedang melamun dan menatapnya.
Filia menggeleng pelan menatap suaminya yang gelagapan seperti itu. "kamu kenapa sih Mas kok gelagapan seperti itu?"
"Tidak. Aku tidak apa-apa. Jangan khawatirkan aku," ucap Gryson saat ia sudah menguasai rasa keterkejutannya.
Filia mengangguk mengerti, mereka pun kembali tenang dan menikmati acara makan malamnya dengan Gryson yang sesekali menatap Filia.
***
Saat selesai makan malam, Gryson segera membersihkan dirinya dan beristirahat sejenak sebelum kembali menyelesaikan pekerjaan yang ia bawa ke rumah, sedangkan Filia membereskan bekas makan mereka sebelum ia menyusul suaminya.
__ADS_1
Filia juga ingin segera memberitahukan Gryson perihal rencana yang dibuat oleh Nyonya Mona, Tante Ellena dan Bellina. Namun, sebelum itu ia harus memastikan jika suaminya dalam keadaan yang tenang dan santai.
"Mas, apa kamu sedang sibuk?" tanya Filia saat ia melihat Gryson yang sedang duduk bersantai dengan ditemani secangkir kopi dan Tab yang ada di tangannya.
Gryson mengalihkan perhatiannya dari Tab itu. Ia menatap Filia sebelum bertanya, "Ada apa, sayang? Aku sedang tidk terlalu sibuk. Jika ada yang ingin kamu sampaikan, sekarang saja."
Filia beranjak mendekati suaminya, dengan ragu-ragu ia mulai berkata, "Aku ngin menceritakan sesuatu. Tapi, aku harap Mas tidak marah, ya?"
Gryson semakin penasaran dengan dengan perkataan istrinya, ia pun kembali bertanya, "Apa sudan terjadi sesuatu, sayang?"
"Tidak ada, Mas. Aku ... ." Filia merasa ragu untuk menceritakan semua kejadian yang ia dengar pada Gryson. Ia khawatir jika suaminya akan berpikir buruk pada Nyonya Mona, mamanya.
"Ada apa, Lia? Katakan saja, apa yang terjadi saat ini?" tanya Gryson dengan sangat penasaran.
"Sebenarnya ...." Filia mencoba untuk menceritakan semua hal yang ia dengar, termasuk kedatangan Bellina ke rumahnya tadi siang.
Filia bisa menebak jika suaminya itu kesal, marah dan juga kecewa pada mamanya saat ia sedang mendengarkan cerita Filia.
"Lia, maafkan aku karena belum bisa meyakinkan Mamaku sendiri," ucap Gryson dengan penuh rasa sesal. Ia sendiri tidak menyangka jika mamanya akan melakukan hal itu pada mereka.
"Aku tahu, Mas. Aku hanya mencoba untuk mengutarakan semua yang aku tahu pada dirimu. Kita bisa mencari jalan keluar bersama, iya, kan?" tanya Filia yang langsung diangguki oleh suaminya.
"Ya, kamu benar. Kita harus mencoba untuk menyelesaikan masalah ini bersama." Gryson menyetujui perkataan sang istri, ia tersenyum dan mengusap kepala Filia dengan sayang.
Setelah Filia selesai menyampaikan perkataannya, kini giliran Gryson yang menyampaikan pesan kedua orang tua Filia.
"Lia, sebenarnya ada yang ingin aku sampaikan juga padamu." Gryson menatap Filia dengan serius.
"Ada apa, Mas" tanya Filia sambil mencondongkan tubuhnya pada sang suami.
"Sebelumnya, aku ingin bertanya padamu." Gryson sedikit ragu dengan pertanyaan yang akan ia lontarkan pada sang istri.
Filia mengangguk dan menjawab, "Kamu ingin menanyakan apa, Mas?"
"Apa kamu pernah membenci kedua orang tuamu?"
__ADS_1