Love After Agreement

Love After Agreement
Bab 14


__ADS_3

Gryson mengajak Filia untuk berbelanja semua kebutuhan rumahnya, mereka menuju salah satu swalayan terdekat yang berada tak jauh dari rumah baru itu.


"Kau cari semua keperluan sehari-hari kita, aku akan mencari bahan makanan di sebelah sana." Tunjuk Gryson ke arah tempat stand sayuran berada, sedangkan Filia ia minta untuk mencari semua keperluan rumah tangga seperti sabun, sampo dan lain-lainnya.


"Kenapa kita tidak pergi bersama saja, Mas?" tanya Filia.


Gryson yang awalnya mengira jika Filia merasa tidak nyaman pergi bersamanya, kini tersenyum. "Ide bagus–" ucapnya sambil mengacungkan jempol di hadapan Filia, "–Aku pikir kau merasa tidak nyaman karena harus pergi denganku, makanya aku memintamu untuk berbagi tugas," sambung Gryson.


Filia tersenyum dan menggeleng pelan. "Rasanya aku tidak pernah mengatakan hal itu."


"Ya, kau memang tidak mengatakannya. Hanya saja aku khawatir jika kau tidak nyaman bersamaku," ucap Gryson sambil mendorong troli kosong dan menuju stand kebutuhan sehari-hari terlebih dulu.


"Aku nyaman bersamamu." Filia berucap spontan, sehingga menghentikan langkah Gryson yang berada tak jauh di belakangnya, sedangkan ia sendiri langsung menutup wajahnya dengan kedua tangan. "Aduh, bikin malu aja, akh," gumam hati Filia sambil melangkah menjauhi Gryson.


Gryson sendiri tersenyum saat mendengar pengakuan Filia, ia semakin yakin tidak akan pernah melepaskan wanita yang kini menjadi istrinya. Apalagi wanita itu sudah merasa nyaman bersamanya.


Filia menoleh kebelakang karena merasa jika Gryson tidak mengikutinya lagi. "Kenapa berhenti, Mas?"


"Hmmm, ti–tidak apa-apa." Gryson mendadak gugup setelah mendengar pengakuan istrinya.


Filia sendiri berusaha untuk bersikap biasa dan acuh, dia tidak ingin Gryson berharap lebih padanya.


Mereka pun melanjutkan langkahnya untuk memenuhi troli belanjaan, sangat cocok jika dikatakan seperti pasangan yang romantis, bahkan mereka juga saling meminta pendapat masing-masing tentang belanjaan yang akan mereka beli.


"Mas, bagaimana jika kamu pakai yang ini? Wanginya juga segar," ucap Filia sambil memperlihatkan sabun cair yang ada di tangannya.


Gryson menggeleng. "Apa kau bercanda? Itu lebih cocok untukmu karena wanginya begitu lembut. Aku lebih suka yang wanginya maskulin."


"Benarkah? Ya sudah, aku ambil yang ini saja."


"Tentu, pilih apapun yang kamu suka," jawab Gryson seraya memberikan senyuman manis dan mengacak kecil rambutnya.


"Ish, Mas kebiasaan selalu mengacak rambutku," gerutu Filia sambil menekuk wajahnya, sedangkan suaminya itu hanya terkekeh pelan melihat istrinya yang kesal.


Di sudut lain, ada seseorang yang sedang kesal melihat pemandangan itu, ia juga mengepalkan tangannya kuat-kuat. "S***, setelah menikah ternyata dia hidup dengan nyaman. Kupikir pria itu akan membenci dan menyiksanya, apalagi saat kulihat di pelaminan sepertinya pria itu sangat dingin dan kaku, tapi dia bisa begitu manis dan hangat di depan Filia. Awas saja, aku tidak akan pernah membiarkan dia hidup bahagia."

__ADS_1


Filia tidak menyadari kehadiran seseorang itu, ia terlalu fokus memilih belanjaannya bersama sang suami.


"Mas, siang ini aku ingin makan ayam kecap. Boleh, kan?" tanya Filia yang mengutarakan keinginannya.


"Tentu, aku akan memasakkannya untukmu." Gryson tersenyum manis dan berjalan ke stand tempat di mana daging segar berada.


Filia sendiri memilih mencari sayuran segar untuk stok tiga hari ke depan. Saat di stand bumbu ia merasa bingung, karena tidak mengetahui tentang apapun selain penyedap rasa gula dan garam. Dengan segera ia pun menghampiri sang suami yang masih memilih daging segar.


"Mas, aku tidak tahu nama-nama bumbu yang diperlukan untuk melengkapi masakan," ucap Filia pelan. Ia malu karena sebagai wanita tidak mengetahui apapun tentang dapur dan masakan.


"Mari ku tunjukan." Gryson menarik dengan tangan istrinya menuju stand bumbu berada. Dengan sabar, ia menjelaskan pada istrinya tentang bumbu-bumbu yang biasa dipergunakan untuk memasak.


"Apa kamu tahu macam-macam bawang?" goda Gryson pada istrinya.


Sebelum menjawab Filia terdiam sejenak. "Hmmm, bawang, ya?" tanya Filia yang diangguki Gryson. "Bawang, bawang." Filia bergumam sambil mengetuk jari telunjuknya di dagu.


Gryson menggeleng pelan melihat tingkah istrinya. "Apa dia benar-benar tidak mengetahui jenis bawang sekalipun?" tanyanya dalam hati.


"Oh, iya. Aku ingat sekarang," ucap Filia dengan girang.


"Bawang merah dan bawang putih," jawab Filia. Sebenarnya yang dia ingat hanya nama bawang yang menjadi cerita rakyat itu, 'Bawang merah dan bawang putih'.


"Lalu?"


"Lalu?!"


Gryson mengangguk.


"Lalu apa lagi? Apa masih ada nama bawang yang lainnya?" tanya Filia yang memang tidak mengetahui selain yang tadi ia sebutkan.


"Iya, masih."


Filia menghembuskan nafasnya kasar, ia benar-benar tidak mengetahui apa-apa tentang dapur ataupun bumbu masakan.


"Ya Tuhan, gadis seperti apa yang aku nikah ini? sampai-sampai bumbu dapur yang paling sederhana pun dia tidak mengetahuinya," gumam Gryson dalam hatinya.

__ADS_1


"Bawang bombai." Gryson mengambil salah satu bawang yang paling besar di sana dan menunjukkannya pada Filia.


"Oh, inikan yang selalu manjadi bahan toping makanan?"


"Iya, benar. Masa hal seperti ini kau tidak mengetahuinya?"


Filia mengangguk dan menjawab, "Iya, sekarang aku tahu. Terima kasih karena sudah menunjukkannya padaku."


Mendengar nada bicara Filia yang sedikit bergumam juga dengan menunduk, membuat Gryson tidak enak hati.


"Maaf jika aku menyinggung mu," sesal Gryson sambil mencoba untuk meraih tangan Filia. Namun, Filia menghindarinya.


"Tidak apa-apa. Maaf karena menyusahkan mu." Filia berbalik dan berjalan menuju tempat kasir untuk membayar belanjaannya sendiri, ia sadar diri untuk tidak menyusahkan pria yang menjadi suami sementaranya.


"Harusnya aku tidak berkata seperti tadi," sesal Gryson sambil berjalan untuk menyusul sang istri.


Saat sudah sampai di depan kasir, Gryson sedikit heran lantaran Filia sudah memisahkan barang miliknya dan sudah membayarnya sendiri.


"Kenapa di pisah?" tanya Gryson yang sudah berdiri di belakangnya.


"Tidak ada. Maaf aku belum membayar punyamu," ucap Filia sambil menunduk dan tidak menetap Gryson, bahkan ia juga langsung keluar dari swalayan itu terlebih dahulu.


Tanpa bertanya lagi, Gryson pun segera menyelesaikan pembayarannya, lebih baik ia bicarakan nanti di rumah.


Setelah selesai membayar, ia pun segera menyusul Filia yang sudah kembali masuk ke mobil. Saat sudah di dalam mobil, Gryson melihat wajah Filia yang sembab dengan hidung merah seperti habis menangis.


"Apa kau menangis?" tanya Gryson.


"Tidak. Tidak perlu memikirkan ku, aku baik-baik saja," jawab Filia tanpa menoleh ke arah suaminya.


"Hey, aku minta maaf, tadi aku tidak bermaksud apa-apa. Maaf jika perkataanku menyinggung mu," ucap Gryson pelan.


Ya, ia menyesal karena secara tidak langsung, Gryson mengatakan 'Sabagai wanita kamu tahu apa?' begitulah kira-kira yang diartikan oleh Filia.


"Tidak apa-apa, itu bukan salahmu."

__ADS_1


Gryson menghela napas panjang, ia lupa jika wanita yang kini menjadi istrinya itu masih labil dan mudah terpancing emosi. Akhirnya, sepanjang perjalanan keduanya hanya terdiam dengan pikirannya masing-masing.


__ADS_2