Love After Agreement

Love After Agreement
Bab 59


__ADS_3

Sudah beberapa hari berlalu semenjak kejadian nahas yang menimpa Gryson dan Filia. Filia masih terus sesekali menjenguk suaminya saat Nyonya Mona sedang tidak ada di ruang rawat Gryson. Ia sangat berharap jika suaminya itu segera siuman dan sehat kembali.


"Mas, mau sampai kapan kamu akan terus menutup mata seperti ini?" tanya Filia pada suaminya yang masih setia memejamkan matanya.


Filia mengusap lengan atas Gryson, lengan yang biasanya menjadi tempatnya bersandar, kini hanya tergolek lemah tidak berdaya.


"Aku merindukanmu, Mas. Aku ingin kamu segera sembuh dan kembali seperti biasa," gumam Filia pelan.


Hatinya terasa kosong dan hampa saat melihat tubuh sang suami dipenuhi dengan kabel. Ia tidak menyangka jika sore yang mereka kira akan berakhir dengan malam yang indah, malah berbalik menjadi malam kelam untuk mereka.


"Kenapa tidak kamu biarkan saja aku yang terluka, Mas? Aku tidak tega melihatmu terbaring lemah seperti ini." Filia kembali mengusap air matanya yang terus meleleh tak terbendung.


Nyonya Rini dan Tuan Dean sempat mengunjunginya saat tengah malam, di mana orang-orang sedang tertidur lelap, tapi sepasang orang tua itu memilih untuk mengunjungi anaknya.


Malam ke tiga Filia dah Gryson di rumah sakit, Clara dan Bellina datang mengunjunginya. Kedatangan mereka tidak untuk memberi semangat, ataupun berbelasungkawa, melainkan mencaci-maki Filia habis-habisan dan menyalahkan semua yang terjadi pada Gryson.


Filia memilih untuk mengunjungi suaminya saat orang-orang sedang sibuk, atau tengah malam disaat orang lain beristirahat. Bukan tanpa alasan dia melakukan hal itu, semuanya ia lakukan untuk berjaga-jaga agar tidak bertemu dengan Nyonya Mona, serta kedua wanita yang terus mengikutinya.


Saat Filia masih sedang duduk di sana, tiba-tiba ia mendengar suara langkah kaki yang menuju ruangan itu. Filia segera bangkit dari duduknya untuk melihat orang-orang yang hendak memasuki ruangan sang suami.


"Siapa mereka?" tanya Filia pelan saat ia melihat beberapa orang pria berpakaian rapi menuju ruang rawat Gryson.

__ADS_1


Filia segera bersembunyi di balik pintu kamar mandi ruangan itu, ia tidak sempat keluar karena orang-orang berpakaian bodyguard itu sudah mendekat.


"Sebaiknya kita segera memindahkan Tuan muda sekarang," ucap salah satu laki-laki yang berpenampilan botak dengan badan kekar.


Mendengar kata 'memindahkan', Filia segera keluar dari tempat persembunyiannya dan menghentikan para pria bodyguard itu, saat hendak mendorong brankar yang ditempati suaminya.


"Berhenti?! Siapa kalian? Dan mau dibawa ke mana suamiku?"


Para pria itu menatap Filia dengan pandangan heran, lantaran nyonya—nya tidak memberitahukan jika ada orang lain yang sedang menunggui tuan muda mereka.


"Anda siapa, Nona?" tanya pria yang tadi mengintruksikan teman-temannya.


"Saya istrinya. Kalian jangan membawa suamiku pergi dari sini!"


Filia bergeming saat mendengar jawaban dari salah seorang pria tadi. "A–apa? Kenapa harus ke negara J? Kenapa suamiku tidak dirawat di sini saja?"


"Ini adalah perintah dari Nyonya Mona, Nona. Beliau hanya ingin memberikan perawatan yang terbaik untuk anaknya." Para pria itu segera melaksanakan tugasnya dan mulai mendorong brankar Gryson untuk mereka bawa.


"Ja–jangan bawa suamiku!" Filia berusaha menghalangi jalan mereka. Namun, salah satu pria itu segera menyingkirkan Filia dengan sedikit kasar dan mendorongnya hingga wanita muda itu tersungkur jatuh.


"Diam-diam di sini dan jangan menghalangi pekerjaan kami!" Pria itu berucap sambil menudingkan telunjuknya tepat di hadapan Filia.

__ADS_1


"Tuan, tolong jangan lakukan ini. Jangan pisahkan kami." ucap Filia sambil memegang erat kaki pria itu.


"Lepaskan saya, Nona. Anda tidak berhak memerintah kami seperti itu. Jika anda tidak percaya dengan ucapanku, silakan hubungi Nyonya Mona untuk mengkonfirmasinya." Pria itu segera melangkahkan kaki lebarnya menjauhi Filia.


Filia menangis tergugu melihat brankar suaminya yang sudah jauh dan mulai hilang dari pandangan. Ya Tuhan, Mas. Kenapa Mama begitu ingin kita berpisah? Apa salahku sehingga Mama melakukan ini semua pada kita? batin Filia sambil terus menangis, ia mulai menegakkan tubuhnya untuk berdiri. Mulai malam ini dia benar-benar akan kehilangan suaminya.


Aku menyesal karena sudah membuat perjanjian menikah empat puluh hari, ku fikir Tuhan akan ikut membatalkan perjanjian itu saat kami sepakat mengakhirinya. Tapi sekarang, perjanjian itu malah terjadi. Empat puluh hari yang aku lalui sangat berharga. Betapa aku menyesalnya saat ini, aku sudah mempermainkan pernikahan. Filia tidak henti-hentinya menyalahkan kebodohan yang pernah ia lakukan dan saat ini dia hanya mampu menyesali semua itu.


Ia melangkah gontai untuk keluar dari rumah sakit itu. rumah sakit yang mungkin tidak akan pernah Filia datang lagi karena sudah tidak ada seseorang yang akan ia kunjungi.


***


"Apa kamu sudah membawa Gryson dari ruangannya?" tanya Nyonya Mona pada salah seorang pria yang ia utuskan untuk menjemput sang anak.


"Kami sudah berhasil membawanya, Nyonya. Hanya saja tadi sempat ada seorang wanita yang menolak untuk membawa Tuan muda," jawab pengawal itu. Ia melaporkan keberadaan Filia yang sedang berada di dalam ruang rawat Gryson.


"Wanita? Siapa?" tanya Nyonya Mona sambil mengerutkan keningnya. Ia sudah mengira jika Filia tidak pernah lagi mengunjungi suaminya.


"Maaf, Nyonya. Saya tidak mengetahui namanya, tapi tadi dia sempat mengaku sebagai istri tuan muda."


Istri Gryson? Apa itu berarti Filia? Kupikir wanita itu tidak akan pernah lagi menampakan dirinya di hadapan anakku. Tapi ternyata dia masih berani untuk menemuinya di belakangku. Kurang ajar! Nyonya mana kembali mengepalkan tangannya kuat-kuat. Ia kira Filia sudah tidak akan pernah lagi menemui Gryson, tapi ternyata dugaannya salah.

__ADS_1


"Bagus juga aku memutuskan untuk memindahkan Gryson. Sekarang dia tidak akan pernah lagi bertemu dengan anakku," gumam Nyonya Mona sambil menyeringai jahat. Ia sangat merasa senang karena usahanya untuk memisahkan Filia dan Greyson sudah berhasil. Meskipun pada akhirnya harus sang anak yang menjadi korban. Tadinya ia berharap jika Filia–lah yang mengalami kecelakaan, tapi ternyata Gryson malah menyelamatkan istrinya.


__ADS_2