Love After Agreement

Love After Agreement
Bab 44


__ADS_3

Filia pulang ke rumah dengan perasaan yang sangat bergejolak, antara sedih sekaligus marah pada mertuanya. Ia tidak menyangka jika Nyonya Mona benar-benar mencoba untuk memisahkan dia dan juga suaminya dengan cara menghadirkan Bellina, sepupunya sendiri.


Flashback on


"Apa benar Anda sedang mencoba untuk memisahkan anak serta menantu Anda?" tanya Tante Ellena.


Mendengar pertanyaan dari lawan bicaranya, Nyonya Mona langsung menegakkan punggung. "Da–dari mana kamu tahu tentang hal itu?" tanyanya pelan.


Tante Ellena menyeringai saat mendengar pertanyaan Nyonya Mona. "Tentu saja aku tahu. Sangat terlihat jelas saat pertemuan kita tempo hari. Anda tidak mengakui Filia sebagai menantu dan hanya menganggapnya sebagai asisten saja."


"Bagaimana kamu bisa mengetahui nama menantuku?" tanya Nyonya Mona saat ia sudah bisa mengendalikan rasa terkejutnya.


"Dia adalah keponakanku, sepupunya Bellina."


Tak sampai di situ rasa keterkejutan Nyonya Mona, ia juga kaget saat Tante Ellena berkata, "Jika memang tebakanku benar, aku bisa membantumu dengan menghadirkan Bellina di tengah-tengah rumah tangga mereka. Bagaimana, apa Anda setuju, Jeng Mona?"


Filia yang saat itu mendengar ucapan tantenya merasa tidak percaya. Kenapa? Kenapa Tante Ellena tega melakukan semua itu padaku? Seingatku, Aku tidak pernah mempunyai masalah apapun dengannya. Mulai sekarang aku harus lebih berhati-hati lagi terhadap mereka.


Nyonya Mona menatap sinis pada dua wanita beda generasi di hadapannya, ia memang mempunyai niat untuk memisahkan Filia dan Gryson, tapi ia juga tidak menyangka jika ternyata usahanya itu bisa dibaca oleh seseorang.


"Apa alasanmu mau membantuku untuk memisahkan mereka berdua?"

__ADS_1


Bellina dan Tante Ellena tersenyum tipis, mereka sadar jika Nyonya Mona mulai masuk ke dalam perangkap yang mereka buat.


"Aku mempunyai alasan tersendiri untuk itu. Aku hanya perlu izin darimu, jika memang benar berniat memisahkan mereka berdua." Tante Ellena sengaja tidak memberitahukan alasan dia melakukan itu semua, menurutnya Tidak ada orang lain yang bisa dipercaya. Maka dari itu ia lebih memilih untuk menyimpan rapat-rapat semua rahasianya.


Nyonya Mona berpikir sejenak sebelum ia memutuskan untuk menerima usulan dari teman arisannya itu. "Baiklah. Aku terima usulan kalian berdua. Jika kalian berhasil memisahkan mereka aku akan menyiapkan uang sebesar setengah M untuk imbalannya."


Mendengar upah yang akan diberikan oleh Nyonya Mona pada mereka sangatlah besar, tanpa berpikir panjang lagi Tante Ellena dan juga Bellina langsung mengangguk dan menyetujuinya.


"Baiklah. Serahkan saja semuanya pada kami. Anda tidak perlu khawatir, dalam jangka waktu dua minggu, mereka pasti akan segera berpisah." Bellina menjawabnya dengan antusias tanpa ragu-ragu, ia sudah sangat ingin menikmati uang hasil dari upahnya memisahkan Gryson dan Filia.


"Aku pegang janji kalian berdua. Jika kalian berdua gagal, siap-siap saja kalian akan menerima balasan dariku," ucap Nyonya Mona sedikit mengancam kedua wanita yang ada di depannya itu.


Flashback ****off****


"Tapi, bagaimana cara kamu menyampaikan semua ini pada Mas Grys? Aku tidak ingin membuat hubungan Mama Mona dan juga Mas Grys menjadi buruk." Filia terus bergumam sambil mondar-mandir di kamarnya.


Meskipun pada awalnya ia berencana untuk mengakhiri pernikahan itu, tapi sekarang ia sudah membatalkan semuanya. Namun, saat ia mencari kertas yang berisikan perjanjian pernikahan mereka, Filia tidak menemukannya. Padahal seingat Filia kertas itu disimpan di antara berkas-berkas miliknya.


"Akh, sudahlah. Nanti aku akan pikirkan lagi caranya," ucap Filia yang sudah merasa frustrasi. Ia pun memilih untuk mengistirahatkan dirinya sejenak, sebelum nantinya menyiapkan makanan untuk sang suami pulang kerja.


***

__ADS_1


Suara ketukan pintu berulang-ulang menyadarkan Filia dari mimpi di siang harinya, ia tidak mengetahui siapa yang sedang berkunjung ke rumahnya itu di siang hari, biasanya tak pernah ada yang bertamu ke rumah itu.


B**iasanya Mama selalu masuk ke rumah ini tanpa harus mengetuk pintu terlebih dahulu. Apa Bibi sedang tidak ada di rumah? gumam Filia saat ia sudah bangun dari tidurnya, Filia melangkah gontai menuju pintu depan rumah.


Filia berdiri kaku di depan pintu yang baru saja ia buka, matanya membulat seketika saat melihat seseorang yang sedang tersenyum di depan pintu rumahnya.


"Sedang apa kamu di sini?" tanya Filia sinis pada sepupunya, Bellina.


Bellina sengaja datang ke rumah itu dan mulai menjalankan rencana yang sudah Nyonya Mona dan mamanya sepakati.


"Tentu saja aku datang kemari untuk mengunjungi sepupuku," jawab Bellina tanpa rasa malu. Ia terus tersenyum saat melihat Filia yang menatapnya dengan sinis.


"Pergi! Aku tidak menerimamu sebagai tamuku." Filia langsung menutup pintu rumah itu begitu saja, ia tidak peduli jika Bellina menunggu untuk dibukakan pintu olehnya.


Di luar rumah, Bellina mencengkram paper bag yang sengaja ia bawa untuk mencoba mendekati Gryson. Ia tidak menyangka jika Filia akan menolaknya begitu saja.


S*al. Kenapa dia berani-beraninya memperlakukanku seperti ini! Sejak kapan dia berubah jadi sinis terhadapku? Awas saja. Aku tidak akan pernah membiarkan dia berani melawanku lagi, batin Bellina.


Setelah mendapatkan perlakuan yang tidak mengenakkan dari Filia, Bellina pun memutuskan untuk pergi dari rumah itu dan akan kembali lagi esok hari.


Dari balik kaca jendela, Filia tersenyum senang karena bisa mengusir sepupunya itu. Ya, pergi jauh dari rumahku dan jangan pernah datang lagi ke mari! gumamnya sambil tersenyum puas.

__ADS_1


__ADS_2