Love After Agreement

Love After Agreement
Bab 40


__ADS_3

Setelah pulang menemani mama mertuanya, Filia memilih langsung masuk ke kamar dan meninggalkan Nyonya Mona begitu saja. Hatinya terlalu lelah jika harus berhadapan dengan mertuanya itu.


Nyonya Mona sendiri membiarkan menantunya itu masuk ke dalam kamar, ia sudah cukup puas mengerjai menantunya itu saat di restoran tadi. Bagaimana tidak, ia tidak hanya menyuruh Filia untuk berdiri disampingnya tanpa membiarkan duduk, tapi ia juga menyuruh Filia layaknya seorang pelayan pribadi.


Akh, menyenangkan sekali setelah sedikit menyiksanya. Kira-kira, Apakah dia akan mengadukan ini semua pada Gryson? Jika 'ya', aku akan lebih menyiksa hanya dari hari ini, gumam Nyonya Mona sambil terus menatap kepergian Filia yang perlahan mulai menghilang ditelan pintu itu.


Setelah memasuki kamar, Filia langsung memberikan tubuhnya. Ia mengingat kembali perlakuan Mama Rini dan juga Bellina, sepupunya. Aku masih penasaran, kenapa Mama bisa sebegitu bencinya padaku? Apakah Bellina turut ikut andil dalam perubahan sikap Mama padaku?


***


Di tempat lain, Mama Rini masih terus mengingat wajah sedih sang anak yang menatapnya. Ia terpaksa melakukan hal itu karena ada sesuatu yang perlu diungkapkan. Bukankah ada pepatah yang mengatakan, jika ingin menangkap buruan yang besar, maka kita harus mengorbankan salah satu yang berharga? Itulah yang saat ini ia lakukan bersama suaminya.


Lia, maafkan mama dan papa saat ini. Kami terpaksa melakukan itu semua. Kami tidak pernah benar-benar membencimu. Kamu adalah anak kami satu-satunya. Mama percaya bahwa suamimu bisa menjagamu saat ini. Mama juga berharap kamu bisa menahan sedikit lagi rasa sakit yang mungkin masih akan kami lakukan terhadapmu.


Mama Rini terus menatap foto putrinya, ia sangat merindukan putri semata wayangnya itu. Ia sadar betul, jika tindakan yang sedang dijalani sepasang suami istri itu sangatlah menyakitkan bagi Filia, anak mereka. Namun, mereka tidak mempunyai pilihan lain selain mengorbankan anaknya demi mengungkap kejahatan yang dilakukan oleh salah seorang keluarganya.


Di sisi lain, Mama Rini dan juga Papa Dean beruntung karena ternyata Gryson adalah laki-laki yang baik dan cukup bertanggung jawab untuk Filia. Itulah alasan mereka bersikap dingin dan kasar pada anaknya, semua itu mereka lakukan semata-mata untuk melindungi anak kesayangan mereka itu, agar tidak semakin dilukai oleh seseorang.

__ADS_1


"Ma, ada apa?" tanya Papa Dean yang saat itu sudah pulang kerja dan melihat sang istri sedang menatap foto anak semata wayang mereka.


"Mama tidak kuat lagi, Pah. Mama tidak kuat jika harus melihat wajah sedih Filia, Mama ingin segera mengakhiri semua ini." Mama Rini berucap sambil memeluk suaminya.


"Sabar, Ma. Papa janji ini tidak akan lama, sebentar lagi kita pasti akan kembali berkumpul bersama Filia," ucap Papa Dean yang membalas pelukan istrinya.


Diantara keluarga besarnya, ada salah satu anggota keluarga yang memanfaatkan kebaikannya. Seseorang itu ingin menguasai harta kedua orang tua Filia yang menurutnya sangat besar dengan cara membujuk mereka dan menjebak anaknya. Akan tetapi, mereka cepat menyadari hal itu dan memilih untuk mengikuti alur yang dibuatnya, sementara mereka sendiri sudah menyiapkan pancingan dan hanya tinggal menunggu waktu yang tepat saja.


***


Di sebuah bangunan apartemen lain, seorang wanita paruh baya sedang bersuka ria bersama anak gadisnya. Mereka berdua mengadakan pesta kecil-kecillan di siang hari untuk keberhasilan yang sudah diraih oleh anak gadis itu.


"Tentu saja, Ma. Aku juga berharap seperti itu, apalagi sekarang anaknya tidak bersama mereka. Jadi, hal itu akan memudahkan ku untuk menghasut mereka berdua," jawab anak gadisnya yang semakin membuat wanita paruh baya itu tersenyum lebar.


"Tidak sia-sia juga dia bisa kabur dari laki-laki yang kamu sewa itu. Sekarang dia harus menjalani pernikahan tanpa cinta dengan pria yang tidak dikenalnya."


"Hmmm, hanya saja ... sepertinya pria itu tertarik pada Filia, Ma. Dia menatap hangat pada gadis itu, tapi dia juga menatap dingin padaku. Bahkan jika berbicara dengan orang lain, terkesan kaku."

__ADS_1


"Apa kamu juga menyukainya?" tanya wanita paruh baya itu serius menatap sang anak.


Gadis itu menunduk malu, sebelum akhirnya mengangguk dan menjawab, "Aku menyukainya karena dia terlihat tampan dan gagah." Gadis itu menerawang jauh. "Akh, jangan lupakan dia juga merupakan pria yang kaya raya," sambungnya.


"Kalau begitu, kenapa tidak kamu coba dekati saja?" saran mamanya.


"Mendekati?"


"Iya. Apa kamu tahu siapa nama Ibunya? Mungkin sama Mama mengenalnya."


Gadis itu berpikir sejenak dan mencoba untuk mengingat-ingat nama mertua Filia. "Kalau aku tidak salah ingat, namanya Nyonya Mona. Dia juga ikut arisan bersama Tante Dewi, Ma."


"Nyonya Mona? Maksudmu Nyonya Mona yang terkenal angkuh dan arogan itu?"


"Iya, Ma. Apa Mama mengingatnya?"


"Tentu saja, sayang." Wanita paruh baya itu menyeringai dan berkata, "Aku akan mencoba untuk mendekatkanmu dengannya, siapa tahu dia tertarik padamu dan menginginkanmu untuk menjadi menantunya."

__ADS_1


Gadis itu mengangguk setuju atas ucapan mamanya. Tapi, bagaimana hubunganku dengan Aramon? Aku harap dia tidak mencurigaiku, batin Bellina.


Ya, itu adalah sebagian percakapan Bellina dan ibunya, Nyonya Ellena. Nyonya Ellena mempunyai dendam pribadi pada kedua orang tua Filia. Ia ingin menghancurkan keluarga harmonis itu dengan memasukkan anaknya di tengah keluarga mereka.


__ADS_2