Love After Agreement

Love After Agreement
Bab 37


__ADS_3

Gryson dan Filia sampai di rumah saat malam hari. Filia yang sudah tertidur lelap tidak menyadari jika mereka sudah sampai.


"Sayang, kita sudah sampai," ucap Gryson yang belum mengetahui jika Filia sudah tidur pulas. Ia mengira istrinya itu masih melamun.


"Sayang, kamu melamun lagi?" Kali ini Gryson bertanya sambil menyentuh bahu istrinya.


"Sayang?"


"Lho, sejak kapan kamu tertidur? Pantas saja aku panggil tidak menyahut," gumam Gryson saat melihat istrinya yang sudah tertidur, karena tidak tega untuk membangunkan, akhirnya ia menggendongnya masuk ke dalam kamar.


Setelah selesai memindahkan Filia, Gryson pun kembali ke ruangan depan. Di sana ia mencoba untuk menghubungi seseorang yang ia mintai tolong sebelumnya.


"Halo, Gi. Bagaimana dengan keluarga istriku di sana? Apa mereka baik-baik saja?" tanya Gryson pada bawahannya yang bernama Gideon.


Sebenarnya tidak hanya itu saja, Gryson juga meminta bawahannya itu untuk menyelidiki sesuatu di keluarga Filia, ia merasa penasaran dengan sikap orang tua istrinya itu.


"Semua aman terkendali, Tuan. Tidak terjadi sesuatu hal yang mencurigakan di sini," jawab Gideon dari sebrang sana.


"Oh, baiklah. Aku minta pantau terus gerak-gerik mencurigakan dari mereka."


"Baik, Tuan. Saya mengerti."


Setelah mendengar jawaban dari bawahannya, Gryson kembali termenung, ia masih memikirkan kata-kata Filia saat mereka di restoran tadi.


FLASHBACK ON.


Gryson tidak mengerti dengan jawaban yang Filia katakan.


"Tentang kita. Tentang masa depan rumah tangga kita," jawab Filia menatap lekat mata suaminya.


"Apa maksudmu, sayang? Bukankan kita sepakat untuk tidak meneruskan perjanjian itu?" tanya Gryson sambil memegang tangan istrinya berada di atas meja.

__ADS_1


"Aku tidak tahu, Mas. Ya, mungkin saja ucapanmu benar jika itu hanya perasaanku saja." Filia menjawab sembari menarik tangannya dari genggaman suaminya.


"Sayang, sebenarnya apa yang ingin kamu sampaikan padaku, hmmm? Jangan membuatku khawatir dan cemas dengan jawaban ambigu yang kamu katakan."


Filia menarik nafasnya panjang, ia sadar jika jawaban yang diberikannya tidak masuk di akal dan terdengar mengada-ngada bagi sang suami.


"Aku tidak tahu harus berkata apa karena saat ini aku hanya mengikuti apa kata hatiku saja, Mas."


"Baiklah, aku tidak bisa memaksamu untuk membicarakan hal yang sulit kamu katakan. Tapi, aku minta, kamu jangan terlalu khawatir berlebihan seperti tadi, sayang."


"Hmmm, baiklah. Maafkan aku, Mas."


Setelah mengatakan hal itu, baik Gryson ataupun Filia, mereka sama-sama terdiam dengan pikirannya masing-masing. Hingga tak lama kemudian, pramusaji datang dan membawakan pesanan mereka.


"Mas, aku minta maaf jika selama menjadi istrimu, aku kurang memperhatikanmu. Bahkan aku sama sekali tidak mengetahui makanan kesukaanmu," ucap Filia tiba-tiba saat mereka masih menikmati makanannya.


Gryson terdiam sebelum dirinya menjawab, ia semakin tidak mengerti kenapa Filia bersikap seperti itu.


"Aku tidak pernah mempermasalahkan hal itu, sayang. Untukku apapun itu buatanmu, akan kumakan. Jadi kamu tidak perlu mengkhawatirkan hal itu. Kamu bisa belajar pelan-pelan."


Filia tersenyum saat mendengar jawaban suaminya, tapi tidak sampai di situ, pertanyaannya masih terus berlanjut.


"Jika suatu saat kamu menemukan wanita yang lebih baik dariku, apa kamu akan meninggalkanku, Mas?"


Gryson menyimpan alat makannya, ia menatap lekat wajah istrinya itu sebelum ia bertanya, "Apa yang sedang kamu fikirkan, sayang? Aku bukan orang yang mudah untuk berpaling. Jadi, aku harap kamu tidak berfikiran buruk sampai ke sana."


"Aku ... aku hanya takut, Mas. Setelah kamu membuatku nyaman, setelah kamu membuatku jatuh cinta, lalu nanti kamu pergi meninggalkanku begitu saja," jawab Filia sambil menunduk.


Sekarang, ia sudah menyadari perasaannya. Perlakuan Gryson membuatnya memiliki keberanian untuk mencoba membuka hati dan menerima pernikahan itu.


"Aku yakin, jawabanku pun masih sama dengan yang pertama," jawab Gryson.

__ADS_1


Setelah dari tadi hanya terdiam, kini Filia tersenyum lega. Ia yakin jika suaminya akan tetap mempertahankannya apapun yang terjadi.


"Terima kasih, Mas. Aku yakin kamu bisa memegang ucapanmu itu."


Setelah itu tidak ada lagi pembicaraan di antara mereka. Gryson yang lebih dulu selesai makan, ia hanya memperhatikan istrinya itu.


"Apa ada sesuatu di wajahku, Mas?" tanya Filia saat melihat suaminya yang terus menatapnya tanpa berkedip.


"Kamu cantik."


Jawaban Gryson membuat Filia malu seketika, ia menunduk dan membuang pandangannya ke arah lain.


"Kamu selalu seperti itu, Mas. Menyebalkan sekali." Filia menggerutu sambil memicingkan matanya.


"Apalagi jika sedang merajuk seperti itu," ucap Gryson sambil mencolek ujung hidung istri.


Wajah Filia semakin memerah saat Gryson melakukan hal itu. Ia yang dulunya hanya gadis lugu dan tidak pernah berpacaran, kini mendapatkan perhatian seorang pria yang sudah berstatuskan suaminya. Hal itu membuat hatinya berbunga-bunga, bahkan wajahnya pun kini sudah memerah malu.


"Berhentilah menggoda aku, Mas."


"Wah, sepertinya kamu tidak suka aku goda, ya?"


"Bu–bukan seperti itu. Saat ini aku kan masih sedang makan, bagaimana jika nanti aku tersedak akibat godaan mu itu?" kilah Filia yang sebenarnya ia juga merasa bahagia karena Gryson menggodanya.


Gryson sendiri merasa lega karena sudah melihat Filia yang tersenyum kembali. Setelah selesai makan, mereka pun kembali melanjutkan perjalanannya. Kali ini Filia dan Gryson menghabiskan waktu di perjalanan dengan banyak membicarakan tentang hal-hal lain yang akan mungkin mereka lakukan ke depannya.


FLASHBACK OFF.


"Aku masih tidak mengerti dengan apa yang Filia fikirkan. Aku yakin jika dia memang benar-benar mengkhawatirkan sesuatu, tapi apa?" tanyanya pada diri sendiri.


Setelah Greyson menghubungi Gideon, ia pun memutuskan untuk masuk ke kamarnya dan beristirahat bersama sang istri.

__ADS_1


__ADS_2