
Seorang wanita cantik tengah terlelap, meskipun di luar matahari sudah mulai membumbung tinggi. Namun, tak ayal membuat wanita itu untuk segera terbangun dari tidurnya.
Bellina sangat enggan untuk membuka mata, apalagi setelah tadi malam ia menghabiskan beberapa gelas anggur yang disediakan oleh teman laki-lakinya, Aramon. Bellina sama sekali tidak peduli dirinya tidur dimana saat ini, dirinya sudah terbiasa tidur di sembarang tempat, sedangkan pemilik apartemen itu enggan untuk kembali ke sana. Aramon memilih pulang ke rumah orang tuanya saat mengetahui jika Bellina masih berada di apartemen.
Bunyi ponsel yang berdering sangat nyaring, memaksa Bellina untuk membuka matanya dan menjawab panggilan telepon itu.
"Siapa yang berani menggangguku? Aku sedang malas untuk melakukan apa-apa. Tidak bisakah membiarkanku sedikit tenang sehari ini saja?" gerutunya sambil menyambar ponsel yang ada di nakas samping tempat tidur.
Matanya membulat dan tubuhnya langsung terlonjak kaget karena melihat ID number panggilan dari Nyonya Mona.
Ya Tuhan, aku melupakan sesuatu. Semoga Nyonya Mona tidak marah karena aku sudah mengabaikan panggilannya, batin Bellina sambil menetralkan detak jantungnya sebelum ia menjawab panggilan telepon tersebut.
"Ha–halo, Nyonya. Maaf karena Anda harus menunggu lama," ucap Bellina begitu panggilan telpon itu ia jawab.
"Ck, apa kalian sudah melupakan janji yang kalian ucapkan sendiri?" tanya Nyonya Mona tidak suka.
"Bu–bukan begitu, Nyonya. Aku tidak bermaksud untuk mengabaikan panggilan darimu. Tadi aku sedang di kamar mandi," ucap Bellina sambil berusaha untuk berkilah agar Nyonya Mona tidak marah.
__ADS_1
"Sudahlah, aku tidak membutuhkan alasanmu. Sekarang cepat kerjakan pekerjaanmu!" perintah Nyonya Mona sebelum ia menutup panggilan telponnya.
Bellina mendesah kasar saat panggilan telepon itu ditutup sepihak oleh Nyonya Mona. "Ck, dasar tidak sabaran. Jika saja bukan untuk menghancurkan Filia, aku tidak ingin berurusan dengannya," gumam Bellina seraya bangkit dari tempat tidur itu.
Ya Tuhan, aku lupa sekarang berada di mana, batin Bellina sambil menatap sekitar kamar itu. Hingga matanya tertuju pada sebuah foto seorang pria yang ada di atas nakas, barulah ia menyadari jika dirinya sedang berada di apartemen milik Aramon, teman prianya.
Setelah mengetahui dimana keberadaannya, Bellina segera mengambil ponsel untuk kembali menghubungi Aramon. Namun sudah panggilan ke tiga, laki-laki itu tidak juga menjawab teleponnya.
Kemana Aramon? Kenapa dia tidak menjawab panggilanku? Tadi malam aku tidak berbuat yang aneh-aneh, kan padanya? Atau, aku sudah mengatakan hal yang tidak-tidak? hati Bellina terus bertanya-tanya mengenai peristiwa semalam, ia sama sekali tidak mengingat apa-apa.
***
Ck, sepertinya aku hari ini sedikit telat. Ternyata sudah ada wanita lain yang mendahuluiku, batin Bellina bergumam sambil mencengkram tas miliknya. Sedetik kemudian ia mengambil ponselnya dan mengarahkan kamera ke arah dua orang tersebut. Meskipun aku tidak bisa menghancurkan pernikahan mereka dengan tanganku sendiri, tapi aku bisa memanfaatkan orang lain untuk menghancurkannya.
Bellina yang merasa puas setelah mengambil gambar Gryson dan wanita itu, segera berlalu dengan menyunggingkan senyum sinisnya, ia melupakan niat awalnya yang hendak menemui Filia.
Akan ku buktikan pada Filia, jika cinta itu tak selamanya membuat seseorang bisa bertahan di sampingnya! Aku tidak akan pernah membiarkan dia merasakan kebahagiaannya, sementara aku dan Mama tidak memiliki kebahagiaan itu!
__ADS_1
Hidup Bellina terlalu rumit, sedari kecil ia tidak mendapatkan kasih sayang yang utuh dari kedua orang tuanya. Meskipun saat ini ada Tante Ellena yang ia anggap seperti orang tuanya, tapi itu tidak membuatnya merasa senang karena nyatanya di hanyalah putri yang di adopsi dari sebuah panti asuhan.
Suami Tante Ellena tidak terlalu menyukai Bellina, dia hanya memanfaatkan gadis itu untuk menggali informasi dari sepupunya tentang kedua orang tuanya. Hingga akhirnya pria yang Bellina anggap ayah itu harus di penjara akibat rencananya yang gagal untuk mencelakai keluarga Filia.
Bellina yang terlalu berambisi untuk memiliki keluarga utuh, perlahan wanita itu menghalalkan segara cara demi memenuhi keinginannya. Ia bahkan sampai rela di tiduri oleh pria yang dimintai untuk mencelakai sepupunya. Namun, rencananya harus gagal saat Filia berhasil di tolong oleh pria lain yang kini menjadi suaminya, sedangkan pria botak yang saat itu hendak mencelakai Filia mendapatkan uang besar setelah mendapat tebusan dari Gryson.
***
Filia keluar dari rumahnya bersama Clara dan suaminya, Gryson akan mengantar mereka berdua ke pusat perbelanjaan. Clara datang ke rumah Filia untuk mengajak wanita itu pergi berbelanja. Meskipun awalnya Filia menolak, tapi akhirnya ia menyetujui ajakan dari Clara.
"Apa kalian sudah siap?" tanya Gryson pada kedua wanita yang baru masuk ke mobil itu.
"Ya, kami sudah siap, Mas." Filia menjawab sambil memberikan senyuman manisnya, ia duduk di samping sang suami sedangkan Clara duduk di jok belakang.
"Baiklah, kita jalan sekarang," ucap Gryson.
Setelah semuanya siap mereka pun mulai berangkat, Gryson tidak akan pergi ke pusat perbelanjaan, sebaliknya ia harus pergi ke perusahaan karena ada pekerjaan yang perlu ia selesaikan di sana.
__ADS_1